
"Sialan! Di mana istriku. Berani sekali kau mempermainkanku, ini bukan istriku, siapa wanita ini?" Teriak Steve dengan sangat murka karena telah di permainkan oleh para preman tersebut.
Akan tetapi ketiga preman itu sama sekali tak menggubris yang membuat emosi Steve kian memuncak sampai ke ubun-ubun. Sehingga ia pun meninggalkan wanita yang tak dikenalinya begitu saja, lalu mengejar para preman dan langsung saja menendang kepala salah satu preman yang menyebabkan preman itu pun tersungkur.
Perlakuan Steve itu telah memancing amarah preman lainnya dengan langsung menyerangnya secara keroyokan. Steve tak peduli jika saat ini ia sendiri, karena ia benar-benar merasa sangat murka sehingga berusaha sekuat mungkin dan terlihat membabi buta melawan para preman tersebut.
"Om, Steve dikeroyok Om. Ayo kita bantu," ucap Leo yang melihat Steve terlihat sudah dipukuli habis-habisan oleh para preman.
Bagaimanapun juga, sebenci apapun Leo terhadap Steve, ia masih tetap memiliki hati. Tentu saja Leo merasa tidak tega karena dengan mata kepalanya sendiri ia melihat orang yang dikenalnya disakiti layaknya binatang seperti itu.
Sehingga Derry dan Leo pun turun dari mobil dan langsung saja membantu Steve berkelahi dengan preman antara satu lawan satu. Tetapi karena Steve tadinya sudah terlebih dahulu dihajar, sehingga ia tak bisa lagi melawan dan membuatnya jatuh tersungkur begitu saja.
Kini 2 preman telah berhasil dikalahkan. Karena Derry yang juga merupakan ahli beladiri dengan sangat mudah melawan para preman itu. Akan tetapi sayangnya preman yang sudah mendapatkan uang dari mereka telah kabur terlebih dahulu dengan wanita yang tadi berpura-pura menjadi Riana.
"Bajing*n! Cepat kau katakan di mana Riana?" Tanya Leo kepada salah satu preman yang di saat itu tampak masih sadar tetapi sudah tak bisa lagi untuk melawan.
"Aku tidak tahu, aku hanya disuruh untuk berjaga saja di sini," jawab preman itu.
"Kau jangan coba-coba membohongiku. Cepat katakan di mana Riana!" Leo mengulangi pertanyaannya lagi sembari memberikan pukulan di wajahnya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Steve, meskipun tadinya ia sudah terkapar di atas lantai, tetapi kali ini ia terlihat bangun kembali dan menghajar preman yang satunya lagi serta menanyakan keberadaan istrinya. Akan tetapi semuanya sia-sia, karena kedua preman itu sama sekali tidak ada yang mengetahui di mana keberadaan Riana saat ini.
------
Sedangkan Derry masuk ke dalam bangunan, berharap akan menemukan keberadaan anak angkatnya di sana. Pada kenyataannya, sebelum menemukan Riana, ia malah bertemu dengan beberapa preman. Sehingga perkelahian pun tak terelakkan dan Derry menghadapi mereka sendirian. Karena Steve dan Leo mendengar perkelahian di dalam, mereka pun langsung saja ikut menyusul masuk ke dalam bangunan tersebut.
"Kau mau ke mana? Kau saja sudah seperti ini, lebih baik kau tunggu saja di sini. Jangan membuatku dan Om Derry susah," hardik Leo.
"Brengsek! Tentu saja aku ingin mencari istriku," tukas Steve dengan emosi.
"Bangs*t! Terserah kau saja, asal kau tidak mati menyusahkan di sini," umpat Leo yang merasa sangat kesal, tetapi ia pun membiarkan saja pria keras kepala itu.
Akan tetapi meskipun mereka sudah berhasil mengalahkan para preman yang berada di dalam bangunan tersebut, mereka sama sekali tak menemukan keberadaan Riana di sana, membuat Steve benar-benar merasa sangat putus asa.
Sementara itu di sebuah Villa yang sangat jauh dari keramaian, terlihat seorang pria yang di saat itu sedang mendekati seorang wanita yang sedang disekap di dalam sebuah kamar. Wanita tersebut terlihat sangat marah, tetapi ia tak bisa melakukan apapun untuk melawan pria yang menurutnya begitu sangat kurang ajar dan tidak mempunyai hati seperti binatang.
"Hai Sayang, kenapa kau belum juga mengganti pakaian yang aku berikan? Bukankah kau sudah bersiap untuk menyerahkan dirimu padaku supaya suamimu itu bisa terbebas dari masalahnya. Ayolah aku sudah tidak sabar lagi ingin mencicipi tubuhmu ini, aku ingin kau memuaskanku maka aku akan segera membebaskan pria yang kau cintai itu," ucap Pras yang mengulas senyum tipis.
Ya pria tersebut adalah Pras. Pras sengaja menyekap Riana pada sebuah Villa yang sangat jauh dari kota tempat tinggal mereka dan tentunya tidak akan ada yang menemukan mereka di sana kecuali orang-orang yang memang pernah datang ke Villa tersebut. Pras yang begitu terobsesi terhadap Riana bukan lagi cinta dan juga sangat membenci Steve, sehingga ia pun mempunyai rencana lain untuk menghancurkan Steve tanpa harus menikahi Riana.
__ADS_1
Sedangkan Riana yang di saat ini dalam kondisi terikat dan juga mulutnya yang ditutupi oleh lakban, tentunya membuatnya tak bisa berkutik. Hanya bulir bening yang keluar dari sudut matanya dan juga tatapan penuh kebencian terhadap pria yang ada di depannya itu. Niat hatinya menemui Pras ingin menolong suaminya, tetapi pria brengsek itu malah membawanya ke tempat yang sama sekali tidak ia ketahui di mana keberadaannya. Karena terburu-buru waktu itu, Riana juga lupa untuk membawa ponsel sehingga ia tidak bisa menghubungi siapapun atau pun meminta pertolongan saat ini. Riana merasa jijik dengan dirinya sendiri karena sedari tadi Pras terus aja menyentuh tubuhnya meskipun tidak melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Oh iya aku lupa, ternyata kau masih dalam keadaan terikat seperti ini ya, bagaimana kau mau berganti pakaian. Oke aku akan melepaskan ikatanmu tapi kau harus mengganti pakaiannya segera, aku sudah tidak sabar lagi ingin kau memuaskanku Sayang," ucap Pras seraya mencolek pipi mulus milik Riana dan hendak menciumnya.
Riana terus saja menggerak-gerakkan kepalanya, memberontak, meminta Pras untuk tidak menyentuhnya sehingga membuat Pras pun terlihat emosi.
"Ha … ha … ha … kau lihat sekarang Riana, kau yang begitu sombong, kau yang telah menolakku mentah-mentah, saat ini kau tidak bisa melakukan apapun. Kau terlihat sangat lemah bahkan kau sangat bodoh seperti sampah yang rela menyerahkan tubuhmu untukku hanya karena pria yang sudah menyia-nyiakanmu selama ini. Apa kurangnya aku Riana, aku sangat mencintaimu bahkan sebelum ada Steve di hatimu. Tapi kenapa kau lebih memilih pria itu, apa kurangnya aku hah! Ha … ha … ha … ," ucap Pras diiringi tawanya yang terbahak-bahak, sudah terlihat seperti orang gila.
Lalu ia pun kembali mendekati Riana dan mengendus-endus di lehernya seperti kucing, yang membuat Riana merasa semakin merasa jijik dengan perbuatan yang Pras lakukan itu.
Berbeda halnya dengan Pras yang merasa sangat puas melihat ekspresi Riana saat ini, terlihat sangat marah tetapi tak bisa melawannya. Pras sengaja melakukan hal itu, ia sangat menyukainya seakan sengaja ingin mempermainkan Riana. Tak hanya itu saja, kini Pras terlihat semakin gila dengan merobek lengan baju Riana sehingga memperlihatkan bahu mulusnya tersebut dan juga membuka lakban yang menutupi mulut wanita tersebut dengan sangat kasar.
"Lepaskan aku Pras! Kau benar-benar bajing*n, kau sama sekali tidak mempunyai perasaan. Jika kau mencintaiku seharusnya kau tak melakukan ini padaku Pras, lepaskan aku!" Teriak Riana disaat mulutnya itu sudah terasa bebas untuk mengucap.
"Diam! Kau jangan mengatakan soal cinta di sini, karena kau juga tidak tahu apa itu cinta. Jika kau bisa menghargaiku sedikit saja, aku tidak akan seperti ini Riana," ucap Pras yang menatap tajam sembari mencengkeram erat dagu Riana, yang membuat wanita tersebut merasa kesakitan tetapi berusaha untuk menahannya.
Di saat itu juga Pras langsung saja menyentuh bibir Riana dan menciumnya dengan cara paksa serta sangat sangat kasar. Riana terus memberontak, berusaha untuk melepaskan dirinya dari Pras meskipun pria itu terlihat semakin ganas dan tak ingin melepaskannya.
Akan tetapi tiba-tiba saja ponsel Pras berdering sehingga ia pun menghentikan aktivitasnya tersebut dan segera saja keluar dari kamar untuk menjawab telepon yang pastinya sangat penting. Sedangkan Riana menangis sejadi-jadinya di dalam kamar tersebut.
__ADS_1
"Maafkan aku Mas Steve," ucap Riana di dalam kesedihannya yang begitu mendalam.
Bersambung …