Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Kehilangan Kesabaran.


__ADS_3

"Ma sabar Ma. Mama 'kan tahu sendiri bagaimana sifat Mami, jadi aku mohon Mama jangan marah-marah seperti ini ya," ucap Riana.


"Sudahlah Riana, sikap mertuamu ini semakin hari semakin jadi, sama sekali tidak sadar diri. Padahal dia itu sedang sakit, seharusnya dia bisa berubah menjadi lebih baik. Seandainya tidak ada kau di sini yang selalu menjaganya, yang selalu merawatnya dengan tulus bergantian dengan Sonia, dia pasti akan sendirian, tidak akan tenang. Kau selalu saja dihina dan disalahkan, tapi kau tetap berada di sini menemaninya. Jika mertuamu ini tidak sadar juga, seharusnya kau yang sadar jika wanita ini sama sekali tidak pernah menganggap kau ada. Ayo kita pulang, untuk apa juga sih kau masih berada di sini. Lebih baik kau itu ikut Mamimu yang tidak mau lagi datang ke sini karena kehadirannya memang tidak diterima. Kalau Mama menjadi kau Riana, Mama juga tidak mau lagi merawat ibu mertua seperti ini," tukas Lily yang sudah kehilangan kesabaran terhadap Laras.


"Heh apa kalian berdua pikir saya membutuhkan kalian? Pergi sana dan jangan pernah memunculkan diri kalian di sini lagi," usir Laras.


"Tuh kau dengar sendiri 'kan Ri, bukannya minta maaf malah kita diusir dari sini. Sudah, ayo Riana kita pergi saja. Lebih baik kau itu menemani Anak dan ibumu saja di rumah, tidak perlu membuang waktumu di sini hanya untuk menemani mertua yang tidak tahu diri, tidak tahu di untung," cibir Lily.


"Tante, aku minta maaf ya atas sikap Mami dan tolong jangan bersikap seperti ini Tante," ucap Sonia.


"Sudahlah Sonia, Tante juga minta maaf kalau Tante keterlaluan kali ini, tapi sikap Mamimu ini benar-benar sudah bisa tidak ditoleransi," ucap Sonia.


"Iya Tante, aku mengerti. Sekali lagi aku minta maaf ya Tante, Riana," ucap Sonia.


Lalu Riana pun menarik tangan anak angkatnya tersebut dan mengajaknya keluar.


"Tapi Mi-"


"Riana, ayo kita pergi," ajak Lily yang menyela ucapan Riana begitu saja.


"Riana, apa yang dikatakan Tante Lily itu benar. Lebih baik kau ikut dengannya saja, tidak apa-apa kok," ucap Sonia.


"Ya sudah aku permisi ya Kak, Mi," pamit Riana.


Lalu segera saja Lily dan Riana keluar dari ruangan tersebut dan pergi meninggalkan rumah sakit.


"Mami lihat 'kan akibat dari keangkuhan Mami, Mami memang benar-benar keterlaluan. Aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi, 1 minggu lagi aku akan balik ke luar negeri karena Baby harus sekolah dan aku juga memiliki keluarga di saja, aku punya suami yang seharusnya aku urus. Seharusnya Mami itu bisa menerima kehadiran Riana, tidak bersikap keterlaluan seperti itu padanya. Apa sih kurangnya Riana, Mami seharusnya bersyukur karena mendapatkan menantu yang baik dan aku yakin Mami tidak akan mungkin pernah mendapatkan menantu sebaik Riana. Apalagi Bella, sikap Riana dan Bella itu bagaikan langit dan bumi Mi, jauh sekali, karena aku tahu siapa Bella. Mami pasti akan menyesal karena tidak mengakui Riana sebagai menantu Mami," ucap Sonia yang berkali-kali mengingatkan ibunya itu.


"Kau juga menyalahkan Mami, Sonia. Kau menyudutkan Mami sama seperti orang-orang tadi, iya?" Ujar Lily yang terlihat emosi.

__ADS_1


"Mami memang pantas mendapatkannya, tidak pantas untuk mendapatkan perlakuan baik dari orang lain," ucap Sonia yang membuat ibunya itu terdiam.


*****


Steve telah tiba di rumah sakit tempat di mana Leo membawa Pras. Segera saja ia menuju ke ruang rawat inap dengan langkah tergesa-gesa dan menemui Rio yang berada di depan ruangan tersebut.


"Di mana pria ba ji ngan itu? Aku harus segera menemui dan menghajarnya habis-habisan," tukas Steve.


"Sabar, aku yakin kok ini semua memang bukan ulahnya Pras. Lagipula Pras sudah mengakui jika dia menculik Riana waktu itu, tapi untuk yang kali ini dia sama sekali tidak tahu. Bahkan dia sendiri mengakui jika dia disekap selama ini, disiksa, bahkan jarinya juga dipotong. Aku melihatnya secara langsung dan dia memang tidak bohong.Ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan padamu," ucap Leo.


"Apa?" Tanya Steve.


"Bella juga berada di sana, mungkin saat ini dia bernasib sama dengan Pras, kita harus menyelamatkan Bella," kata Leo.


"Kenapa Bella juga kena, sebenarnya ini ada masalah apa?" Tanya Steve semakin dibuat bingung.


"Orang yang menyakiti anaknya? Berarti Pras, Bella dan Mamiku pernah menyakiti anaknya. Apakah itu Riana yang orang itu maksud? Tapi bagaimana mungkin, apa menurutmu ini adalah kerjaan Tante Adelia?" Ujar Steve.


"Dasar bodoh jelas aja itu bukan Tante Adelia, karena Tante Adelia sendiri juga diancam. Aku malah berpikir apa mungkin jika itu adalah ayahnya Riana, karena orang misterius itu juga laki-laki," ujar Leo.


"Tapi bukankah ayahnya Riana tidak berada di Indonesia?" Tukas Steve.


"Iya, tapi bisa saja 'kan jika ayahnya itu kembali dan membalas dendam karena sudah tahu jika selama ini anaknya hidup tidak bahagia karena selalu saja ada orang-orang yang menyakitinya," ujar Leo.


"Iya kau benar. Aku jadi kepikiran nasib Papa karena aku tadi meminta tolong Papa menyelidiki mobil tanpa plat yang ditemukan Riana di depan toko, bahkan Riana sempat memfoto orang yang hendak masuk ke dalam mobil tersebut," ucap Steve.


"Kau meminta Om Derry untuk mencari mobil itu?" Tanya Leo.


"Iyalah, lalu aku harus meminta tolong siapa lagi, sementara kau sudah sibuk mengurus sahabatmu itu. Lagipula Papa sendiri yang memintaku untuk mengabarinya jika aku mendapatkan informasi penting dan memerlukan bantuannya dalam kasus ini," ujar Steve.

__ADS_1


"Ya sudah lebih baik sekarang kau hubungi Om Derry dan cari tahu di mana keberadaannya," tukas Leo.


*****


Setelah mencari kemana-mana dengan membawa beberapa petunjuk yang ada, saat ini Derry pun sudah berada di sebuah bangunan tua yang tidak jauh dari kota. Derry menemukan mobil tersebut masuk ke dalam sebuah pagar yang memang tertutup rapat dan tanpa penjaga di luar sana, ia sangat yakin jika memang di situlah markas orang-orang yang sudah membuat masalah selama ini.


Sehingga Derry pun memarkirkan mobilnya di seberang jalan tersebut, lalu ia turun dari mobil dan mengendap-endap untuk masuk, mencari tahu kebenarannya.


Plak …


"Akh … ampun Tuan. Aku mohon ampuni aku," pinta Bella yang menjerit kesakitan saat sebuah tamparan mendarat di pipinya.


Itu adalah hukuman untuk Bella karena sudah berani melawan preman, ia terus pemberontak minta untuk dilepaskan, bahkan menghina preman habis-habisan.


Derry yang mendengar hal tersebut dari balik jendela merasa sangat nyeri dan ingin melihat siapa yang sedang disiksa, tetapi pada kenyataannya sangat sulit karena bangunan tersebut tertutup oleh tembok yang rapat, sehingga tidak ada celah sama sekali untuk mengintipnya. Di saat ia hendak mengintip dari jendela, tiba-tiba saja …


"Siapa kau!"


Terdengar suara seseorang yang membuat Derry sontak terkejut dan hendak melarikan diri. Akan tetapi sayangnya di depannya juga sudah ada beberapa yang menghalangi, sehingga perkelahianpun sudah tak terelakan lagi.


Baik Bella maupun preman juga mendengar perkelahian di luar dan Bella sangat yakin jika memang ada orang yang datang hendak menyelamatkannya. Segara saja preman yang berada di dalam gudang itu keluar untuk membantu temannya.


 


Tidak lama kemudian terlihat 2 preman masuk ke dalam gudang dan membawa Derry ke hadapan Bella untuk disekap bersamanya. Ya kali ini Derry memang kalah karena ia dikeroyok oleh 6 preman sekaligus. Bella sangat terkejut melihat seseorang yang dikenalnya, begitu juga dengan Derry yang terkejut karena ternyata wanita tersebut adalah Bella.


Kini Derry terlihat lemah tak berdaya meskipun ia masih bernafas dan juga sadarkan diri, lalu ia diikat pada tempat di mana Pras diikat sebelumnya.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2