Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Pernikahan Rahasia


__ADS_3

"Mas Steve … stop Mas Steve! Aku mohon hentikan!" Riana memekik saat melihat suaminya yang tiba-tiba datang dan memukuli Pras tanpa ampun.


Steve terlihat seperti orang yang sedang kesetanan hingga membabi buta memukuli pria yang di saat itu terlihat sudah sangat lemah dan babak belur tanpa sempat untuk membalas sedikitpun, tetapi tetap terlihat tersenyum sinis dari sudut bibirnya itu.


"Sudah Mas, aku mohon hentikan. Apa kau ingin membunuh Pras?" Tukas Riana yang menarik tangan suaminya itu, sehingga Steve pun melepaskan kerah baju Pras dengan sangat kasar.


"Apa yang kau lakukan brengsek! Kenapa kau mau melecehkan istriku seperti itu bajing*n keparat. Aku tidak terima, aku akan melaporkan perbuatanmu ini ke polisi," ucap Steve yang menatap tajam ke arah Pras dan penuh emosi.


Di saat itu pun Rangga masuk ke dalam ruangan tersebut dan merasa sangat terkejut melihat apa yang terjadi dengan tuannya itu.


"Tuan, apa yang terjadi Tuan? Kenapa Tuan bisa seperti ini?" Tanya Rangga sembari membantu Pras duduk.


"Terimakasih. Aku baik-baik saja Rangga, kau tidak perlu mengkhawatirkanku karena ini hanya masalah kecil," tukas Pras, menahan perih di wajahnya.


"Baik Tuan," jawab Rangga.


"Cih, kau mau melaporkanku ke polisi? Apa kau lupa ini kandang siapa dan memangnya kau punya bukti apa jika aku ingin melecehkan istrimu? Justru aku yang akan melaporkanmu ke polisi. Tapi kau tenang saja, aku tidak terlalu terburu-buru, aku akan membuatmu hancur terlebih dahulu baru setelah itu aku akan mencebloskanmu ke dalam penjara dan aku pastikan kau tidak akan pernah keluar dari sana!" Ancam Pras yang kini pun terlihat sangat serius dan tidak lagi main-main.


"Aku tidak pernah takut dengan ancamanmu itu brengsek! Kau lihat saja aku pasti akan mendapatkan bukti-bukti itu," tukas Steve.


"Mas, sudah Mas jangan melawan Pras lagi," pinta Riana lalu ia pun membawa suaminya itu keluar dari ruang CEO dan meninggalkan perusahaan Y.


------


"Kenapa kau menghentikanku Riana? Kelakuan pria itu benar-benar sudah sangat keterlaluan, dia sudah bersikap seperti binatang. Apa kau tahu jika tadi aku datang terlambat, pasti Pras sudah berbuat macam-macam denganmu. Lagipula siapa yang memintamu untuk datang ke Perusahaan Y hah? Bisa-bisanya kau datang ke sana tanpa memberitahuku!" Bentak Steve sembari menyetir mobil.


"Aku minta maaf Mas, tapi aku hanya ingin membantumu. Aku juga tidak menyangka jika Pras akan berbuat nekat akan melecehkanku seperti tadi," ucap Riana.

__ADS_1


"Sudah aku katakan ini adalah masalah perusahaan. Kau tidak perlu ikut campur karena aku bisa menyelesaikannya sendiri," tukas Steve.


"Menyelesaikan sendiri bagaimana? Ada masalah sebesar ini kau tidak memberitahuku, apalagi ini semua ada sangkut pautnya denganku. Setelah aku mengetahuinya tidak mungkin aku tinggal diam Mas," kata Riana.


Chit …


Hingga di saat itu pun Steve memberhentikan mobilnya secara mendadak, membuat Riana sangat terkejut dan terasa jantungnya hendak copot.


"Kau dengar ya Riana, saat ini aku memang sedang ada masalah besar dan itu semua karena Pras dalang dibalik semua ini. Tapi aku tidak akan pernah membiarkan kau berkorban untuk menyelamatkan perusahaanku, apalagi mengikuti syarat gila dari bajing*n itu. Kau ingat itu!" Tegas Steve.


"Lalu apa yang bisa kau lakukan Mas? Apa kau rela jika perusahaan yang sudah dirintis oleh ayahmu dari nol akan hancur begitu saja karena ulah orang lain. Pasti kau tidak mau 'kan Mas, apalagi kalau sampai Mami tahu masalah ini pasti Mami akan sangat marah dan Mami pasti akan semakin membenciku karena tidak melakukan apapun untuk membantumu," ucap Riana yang kini pun meneteskan air matanya, merasa sangat sedih karena tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu suaminya.


"Aku mohon Riana, kau percayakan ini padaku. Jangan bertindak sembarangan tanpa sepengetahuanku. Aku hanya butuh dukunganmu dan kau selalu berada di sampingku, aku hanya minta kau selalu menguatkanku," ucap Steve dengan lembut dan tatapan sendu.


Riana menganggukkan kepalanya, lalu keduanya pun berpelukan dan saling menguatkan. Bagaimanapun juga tak bisa dipungkiri jika saat ini Riana masih merasa sangat syok atas apa yang baru saja terjadi pada dirinya disaat Pras tadi hendak melecehkannya.


Untung saja Dev yang di saat itu berdiri tepat di samping jendela ruangan Steve tidak sengaja melihat Riana hendak pergi. Steve dan Dev sangat yakin bahwa Riana baru saja masuk ke dalam perusahaan dan mendengar percakapan mereka, sehingga Steve langsung saja menerka bahwa Riana pasti pergi ke perusahaan Y dan ternyata dugaannya itu tidak salah. Untung saja ia tidak terlambat menyusul dan bisa menyelamatkan istrinya tersebut.


*****


"Kenapa kau berisik sekali. Wanita tidak sadar diri, apa kau pikir kau itu sangat cantik jika tidak dibantu oleh make up-mu itu? Malah menghinaku sembarang," cibir pria yang merupakan suami wanita yang tadi mengomelinya.


"Cih," nyinyir wanita tersebut sembari asik memainkan ponselnya dan duduk di sofa ruang televisi.


"Aku itu baru saja pulang dan terluka seperti ini, sebagai seorang istri bukannya mengobatiku kok malah mengomeliku. Benar-benar istri tidak tahu di untung, wajar saja jika sampai saat ini aku masih mengejar-ngejar wanita yang dari dulu aku cintai. Jika bukan karena bisnis keluarga, sudah pasti aku akan meninggalkanmu," tukas pria tersebut.


"Hei. apa kau pikir aku sangat menginginkan pernikahan ini. Sampai saat ini aku juga masih berusaha untuk mendapatkan pria yang aku cintai dan yang pasti itu bukan kau. Seperti yang kau katakan tadi, kita hanya menikah karena bisnis dan kita juga menikah di luar negeri, di Indonesia sama sekali tidak ada yang tahu jika kita berdua ini adalah pasangan suami istri dan sesuai kesepakatan jangan ada yang tahu karena kita berdua sama-sama sedang berjuang untuk mendapatkan cinta kita masing-masing. Sehingga di saat nanti kita berdua benar-benar mendapatkan mereka, kita bisa langsung berpisah. Jadi apa kau masih beranggapan jika aku sangat menginginkanmu? No, sama sekali tidak!" Tegas wanita itu.

__ADS_1


"Ya aku mengingatnya dan aku sudah tidak sabar lagi Bella. Aku sangat ingin menunggu hari itu tiba dan sekarang aku sudah melakukannya, aku pastikan sebentar lagi wanita yang aku cintai itu akan menjadi milikku, bahkan dia sendiri yang akan datang menyerahkan diri padaku," ucap Pras dengan sangat yakin.


Ya pasangan suami istri itu adalah Bella dan Pras, keduanya sudah menikah sejak 1 tahun yang lalu saat berada di luar negeri karena dijodohkan oleh orang tua mereka dan yang jelas itu semua adalah karena bisnis. Akan tetapi pernikahan mereka menjadi pernikahan rahasia sesuai permintaan Bella dan Pras sendiri, apalagi mereka waktu itu menikah di luar negeri sehingga tidak ada yang mengetahui status mereka sama sekali. Karena Bella dan Pras juga sepakat akan mengejar orang yang mereka cintai meskipun Bella tidak tahu siapa wanita yang dicintai oleh suaminya sejak lama, begitu pula dengan Pras yang tidak tahu siapa pria yang dicintai oleh istrinya itu.


"Sudahlah Pras, lebih baik sekarang aku obati lukamu. Bagaimana jika tiba-tiba saja nanti orang tuamu atau orang tuaku video call dan melihat keadaanmu ini, pasti mereka akan sangat marah lalu mereka juga akan memarahiku karena tidak mengobati lukamu itu," hardik Bella.


"Biarkan saja mereka tahu istri macam apa kau itu," tukas Pras.


"Eh kau ini benar-benar keras kepala ya. Aku rasa wanita yang kau cintai itu akan merasa sangat tersiksa jika menjadi istrimu nanti karena sikapmu ini," tukas Bella.


"Itu tidak akan mungkin, karena sikapku padanya sudah jelas sangat berbeda karena aku mencintainya. Aku pasti akan menuruti apapun perkataannya, tidak seperti sikapku terhadapmu," ucap Pras.


"Sudahlah terserah kau saja. Lebih baik sekarang kau mandi karena tubuhmu itu sudah sangat bau," cibir Bella lalu ia pun segera saja masuk ke dalam kamarnya.


Karena mereka berdua memang tidak tidur satu kamar dan tidak pernah melakukan apapun selama mereka menikah. Keduanya seperti 2 orang asing yang tinggal di 1 atap yang sama.


*****


Pagi-pagi sekali bahkan matahari belum sempat memunculkan sinarnya, Steve sudah pergi ke perusahaan setelah memakan sandwich yang telah dibuatkan istrinya meskipun dengan sangat buru-buru. Pasalnya hari ini ia akan menjalankan misinya untuk merebut perusahaannya kembali dari tangan Pras. Entah apa yang akan dilakukan oleh Steve, yang pasti Riana selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk suaminya tersebut.


Ting … tung …


Riana yang di saat itu sedang menyiapkan sarapan untuk Alana, dikejutkan dengan suara bel rumah yang berbunyi. Sehingga segera saja ia melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu tersebut.


Plak …


"Dasar wanita tidak tahu diri. Kau yang telah membuat perusahaan suamiku hancur, ini semua karena kau. Karena Anakku telah menikah denganmu yang telah membawa semua kesialan ini. Enyah kau dari kehidupan Anakku!" Bentak Laras yang tiba-tiba saja datang, menampar dan mengomeli Riana, membuat Riana merasa sangat syok.

__ADS_1


Bersambung …



__ADS_2