Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Membuat Ulah


__ADS_3

"Bagaimana bisa ada gaun yang sama di acara seperti ini? Padahal ini 'kan acara berkelas."


"Iya, pasti salah satunya menggunakan gaun palsu."


"Wanita yang baru saja datang juga menggunakan barang-barang branded, pasti bukan dari kalangan orang biasa."


"Lalu siapa yang menggunakan gaun palsu?"


Terdengar sindiran beberapa tamu undangan yang berada di sana. Hingga di saat itu pun Bella berjalan mendekati Steve dan Riana dan kini telah berdiri di hadapan mereka.


"Hai Steve, Riana. Wah … Riana kenapa kau bisa menggunakan gaun yang sama denganku ya, yang aku tahu gaun ini limited edition, aku yakin pasti gaun yang kau gunakan itu palsu 'kan? Karena hanya aku satu-satu pemilik gaun ini di Indonesia," ucap Bella yang membuat Riana sama sekali tak mengerti akan maksudnya itu.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu Bella! Mau ini gaun asli atau palsu itu bukan urusanmu. Sekarang yang ingin aku tanyakan apa kau tidak malu datang menggunakan gaun yang sama denganku, padahal aku dulu yang tiba di sini. Apalagi ini pemberian suamiku, jadi mau ini palsu atau asli aku tidak peduli," tutur Riana yang terlihat menentang Bella dengan berani, sehingga membuat Bella menjadi emosi.


"Oh jadi kau memberikan gaun ini untuk Riana juga Steve? Aku pikir kau hanya memberikan gaun ini untukku. Tadi siang Tante Laras memberikanku gaun ini dan mengatakan jika gaun ini darimu. Gaun ini limited edition tidak ada duanya di Indonesia, tapi kenapa Riana juga bisa memilikinya. Oh atau kau sengaja membuat replikanya agar bisa kau berikan kepada istrimu juga," ujar Bella yang membuat Riana semakin tak mengerti, begitu juga dengan Steve.


"Kau ini berbicara apa Bella, jangan mengada-ngada. Aku sama sekali tidak memberikan gaun ini untukmu ataupun untuk Riana, bahkan aku tidak tahu dari mana Riana mendapatkan gaun ini," bantah Steve apa adanya.


"Mas, tadi siang aku mendapatkan paket gaun ini dan bertuliskan darimu, jadi aku pikir ini memang darimu untuk aku kenakan malam ini. Atau jangan-jangan ini semua adalah rencanamu Bella, pasti kau sengaja 'kan ingin mempermalukanku di depan banyak orang?" Ujar Riana.


"Kenapa kau jadi menyalahkanku? Atau sebenarnya itu hadiah dari pria lain untukmu," tuding Bella yang semakin menjadi-jadi.


"Sudah stop! Bella Apa kau tidak malu, saat ini kita sudah menjadi pusat perhatian orang lain. Dan kau Riana, aku sama sekali tidak merasa memberikanmu gaun ini. Atau benar apa yang Bella katakan bahwa gaun ini dari orang lain tapi kau mengatakannya itu dariku," ucap Steve yang malah ikut menuduh istrinya yang bukan-bukan.


"Mas, kenapa kau malah ikut menuduhku. Wanita ini tiba-tiba datang dan membuat ulah, tapi sekarang kau malah terpengaruh oleh ucapannya. Aku benar-benar kecewa denganmu Mas," ucap Riana yang langsung saja pergi.


"Mama mau kemana? Tunggu Ma!" Panggil Alana yang hendak mengejar ibunya tetapi sama sekali tak digubris oleh Riana.


Karena berjalan dengan terburu-buru, menyebabkan Riana tidak sengaja menabrak seorang pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Riana?"


"Tuan Pras, aku minta maaf. Aku terburu-buru dan tidak melihat sampai menabrakmu," ucap Riana saat melihat pria yang ditabraknya adalah orang yang sudah menolong Alana waktu itu.

__ADS_1


"Tidak masalah, tapi ini ada apa? Kenapa kau menangis?" Tanya Pras.


"Maaf Tuan, sepertinya kau tidak perlu tahu," ucap Riana yang melanjutkan langkah kakinya dan diikuti oleh Pras dari belakang, sehingga Steve yang melihat akan hal itu pun langsung saja membawa anaknya untuk menyusul istrinya tersebut.


Sedangkan Bella hanya diam saja, tetapi ia tersenyum karena begitu puas dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


 


"Riana, jika sekarang kau ingin buru-buru pergi, aku akan mengantarmu. Karena jika kau mencari taksi kau pasti tidak akan bisa mendapatkannya dengan cepat, jadi lebih baik kau masuk saja ke dalam mobilku," tukas Pras yang memberhentikan mobilnya tepat di samping Riana.


"Kenapa kau mengikuti? Jangan mencampuri urusanku!" Sergah Riana.


"Riana … tunggu Riana … ."


Terdengar suara Steve yang memanggilnya, sehingga mau tak mau Riana pun langsung saja masuk ke dalam mobil Pras untuk menghindari suaminya itu.


"Syit! Kau mau pergi kemana Riana, kenapa kau lebih memilih pergi dengan pria itu," umpat Steve.


"Diamlah Alana, sekarang kita akan mengejar Mamamu," kata Steve yang langsung saja masuk ke dalam mobil bersama anaknya itu, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengejar mobil yang telah membawa istrinya pergi.


 


"Aku mohon lebih laju lagi Tuan, aku benar-benar tidak ingin bertemu dengan suamiku untuk saat ini," pinta Riana.


"Memang kau mau kemana? Biar aku akan mengantarmu," kata Pras.


"Yang penting kita menjauh dulu dari mereka, nanti akan aku katakan kemana aku akan pergi," jawab Riana.


"Oke baiklah," ucap Pras lalu menambah kecepatan mobilnya sesuai permintaan wanita yang ada di sampingnya saat ini.


 


"Pa … aku takut Pa!" Teriak Alana karena Steve juga semakin melajukan mobilnya dengan kencang. Ia tidak mau sampai kehilangan jejak istrinya.

__ADS_1


"Alana tenanglah. Lebih baik kau memejamkan mata saja, jangan melihat apapun. Kau ingin kita mengejar Mama 'kan? Kalau Papa tidak laju, bagaimana caranya kita mengejar Mama," ujar Steve.


"Iya Pa," jawab Alana diiringi anggukkan kepalanya, lalu ia pun memejamkan mata seperti yang diperintahkan oleh ayahnya tadi.


 


Setelah beberapa menit bermain kejar-kejaran di jalan raya, pada akhirnya Steve berhasil mengejar mobil yang ditumpangi Riana lalu di saat situasi jalanan tampak sepi, langsung saja Steve memberhentikan mobilnya tepat di depan mobil Pras. Yang membuat Pras pun memberhentikan mobilnya secara mendadak, jika tidak sudah pasti ia akan menabrak mobil Steve.


"Suamimu benar-benar gila Riana, untung saja tidak terjadi tabrakan. Apa dia tidak memikirkan keselamatan Anak yang dibawanya," ucap Steve yang membuat Riana pun teringat jika ia memang telah melupakan Alana. Karena merasa sangat kecewa terhadap Steve tadi membuatnya langsung saja pergi dan tidak menggubris Alana sama sekali.


Tok … tok … tok …


"Keluar!"


Berulang kali Steve memanggil dan mengetuk kaca mobil Pras dengan kuat, sehingga sang pemilik mobil pun keluar dan langsung mendapatkan sambutan yang tak terduga.


Bugh …


Steve melayangkan pukulannya tepat mengenai pipi Pras dan meninggalkan luka di sudut bibirnya. Akan tetapi Pras tak membalasnya, ia malah terlihat tersenyum smirk sembari mengusap darah yang ada pada sudut bibirnya itu.


"Bajing*n! Berani sekali kau membawa istriku pergi. Aku sudah memintamu berhenti tapi kau tetap saja melaju kencang!" Bentak Steve dan kembali memukul Pras, sehingga Riana pun keluar dari mobil untuk mencegahnya.


"Stop Mas! Kenapa kau memukuli Tuan Pras? Ini bukan kesalahan Tuan Pras, aku yang sudah memintanya untuk membawaku pergi dari sana. Aku benar-benar sudah muak menghadapimu Mas, kau masih saja membela wanita lain di depan orang banyak dan sekarang kau mengejarku, untuk apa Mas? Jika kau memang menginginkan wanita itu kenapa kau tidak bersamanya saja di sana. Apa kau tahu aku tadi sudah dipermalukan tetapi kau malah membelanya," kata Riana mengungkapkan rasa kekecewaannya itu.


"Maafkan aku Riana, aku sama sekali tidak bermaksud untuk membelanya, aku hanya bingung karena aku sama sekali tidak memberikanmu gaun ini," ucap Steve.


"Mama … Papa … ."


Tiba-tiba terdengar suara lirih Alana yang membuat keduanya merasa sangat terkejut lalu bersamaan melangkahkan kaki menunju ke mobil untuk melihat Alana.


"Alana … !"


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2