Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Memberi Petunjuk.


__ADS_3

Meskipun keadaan Steve saat ini tidak baik-baik saja, tetapi ia tetap kekeh mencari keberadaan Riana karena merasa sangat tidak tenang. Berulang kali Steve juga mencoba untuk menghubungi istrinya tersebut tetapi sama sekali tidak mendapatkan jawabannya, sehingga membuatnya pun merasa sangat khawatir dan memutuskan untuk pergi ke gudang tempat di mana ia dan lainnya pernah disekap oleh Carlos. Meskipun itu sangat mustahil karena tempat tersebut sudah diberi garis polisi, tetapi Steve berharap jika akan mendapatkan petunjuk di sana di mana keberadaan Riana saat ini.


*****


Sementara itu, saat ini Riana sudah berada di sebuah bangunan mewah untuk menemui ayahnya. Para penjaga di sana sudah mengetahui siapa Riana karena Carlos sendirilah yang memberitahunya, sehingga mereka pun langsung mempersilahkan wanita tersebut untuk masuk.


"Selamat datang Anak Ayah. Aku tidak menyangka jika kau benar-benar akan datang ke sini untuk menemuiku," ucap Carlos yang sudah menunggu Riana di ruang tamu.


"Aku tidak ingin berbasa-basi, apa maksudmu melakukan ini semua? Kenapa kau selalu saja menyakiti keluargaku, apa maumu sebenarnya?" Tanya Riana dengan suara lantang.


"Sebenarnya apa yang Ayah mau itu sangat gampang. Ayah hanya ingin membalas apa yang sudah mereka lakukan padamu Riana, Ayah benar-benar tidak rela melihat kau selalu saja disakiti oleh mereka," ucap Carlos.


"Kau tidak tahu apa-apa tentang hidupku. Selama ini kau ke mana saja hah? Sewaktu kau berpisah dengan ibuku, kau menghilang begitu saja. Ibuku hidup menderita dengan susah payah membesarkanku, sampai akhirnya aku bisa mandiri dan mencari uang sendiri, sampai aku menikah dan sekarang kau tiba-tiba saja datang dan berkata ingin melindungiku. Aku sama sekali tidak membutuhkanmu," tukas Riana.


"Meskipun aku tidak berada di dekatmu, tapi aku selalu mengetahui bagaimana kondisimu. Aku tahu jika selama ini kau disia-siakan oleh ibumu, Adelia. Kau sama sekali tidak dipedulikan sampai kau harus tinggal bersama keluarga angkatmu. Oke saat ini orang-orang yang menyakitimu itu sedang dalam penanganan di rumah sakit, Ayah mengetahui semuanya Riana, jangan kau pikir Ayah sekarang diam karena Ayah tidak tahu apa-apa. Ayah pastikan di antara mereka satu persatu akan tersiksa, terus mati. Aku tidak pernah main-main akan hal itu," ucap Carlos yang menatap begitu serius.


"Aku mohon hentikan! Apa maumu, apa yang harus aku lakukan supaya kau berhenti?" Tanya Riana.


"Gampang saja, aku hanya ingin kau tetap di sini tinggal bersamaku, karena kau adalah Anakku. Dengan begitu semua keluargamu akan aman," ucap Carlos.


"Aku tidak mau, aku tidak sudi untuk tinggal bersama penjahat sepertimu." Riana menolaknya mentah-mentah.


Plok … plok … plok …

__ADS_1


Terdengar suara tepukan tangan Carlos sebanyak 3 kali, sehingga penjaga yang berada di depan rumahnya itu pun segera saja menutup pintu.


"Apa yang mau kau lakukan padaku?" Tanya Riana.


"Aku tidak akan melakukan apapun padamu, aku tidak mungkin menyakitimu karena kau adalah Anakku. Tetapi saat ini kau tidak mempunyai pilihan lain Riana, kau mau tetap berada di sini, tinggal bersamaku atau aku akan segera menelpon anak buahku yang bertebaran di mana-mana untuk membunuh keluargamu. Ayah juga tahu jika saat ini suamimu pergi dari rumah sakit karena ini mencari keberadaanmu, padahal kondisinya masih sangat lemah. Jika kau setuju untuk tinggal di sini, maka Ayah akan mengizinkanmu untuk menghubungi suamimu itu, katakan jika kau baik-baik saja dan jangan mencarimu lagi. Tapi jika kau tidak mau, saat ini juga aku akan meminta anak buahku untuk mencegat suamimu itu dan langsung menghabisinya. Jika kau tidak percaya, lihat ini," ucap Carlos yang menunjukkan video pada ponselnya dan terlihat jelas jika Steve sedang berada di gudang tua.


"Mas Steve, kenapa Mas Steve bisa berada di sana?" Tanya Riana yang merasa sangat cemas.


"Itu karena dia sedang mencari keberadaanmu Sayang. Bukankah sudah aku katakan jika anak buahku ada di mana-mana. Apa kau tahu jika anak buahku yang sedang mengawasi Steve saat ini sedang memegang pistol, jika pistol itu ditembakkan sekali saja tepat di kepala suamimu itu, sudah pasti dia akan langsung mati," ucap Carlos yang membuat Riana pun sangat ketakutan


"Oke aku menyerah. Aku akan tetap tinggal di sini bersamamu jika memang itu yang kau inginkan. Tapi izinkan aku untuk menelpon suamiku sekarang," ucap Riana yang tak mempunyai pilihan lain.


"Tidak masalah, tapi kau harus meneleponnya di sini dan kau harus menloudspeaker teleponmu itu agar Ayah mendengarnya," titah Carlos.


"Halo Sayang, akhirnya ku meneleponku juga. Kau ini ada di mana sih, kenapa tiba-tiba saja kau pergi," tanya Steve dari seberang telepon, terdengar jelas bahwa ia sangat mengkhawatirkan Riana.


Di saat yang bersamaan, Carlos juga menunjukkan video di mana Steve saat ini sedang menjawab teleponnya karena memang anak buah Carlos yang berada di sanalah yang sedang melakukan video call langsung dengan Carlos. Sehingga membuat Riana pun tak bisa berkutik.


"Mas aku mohon kau kembali ke rumah sakit, jangan mencariku Mas. Aku baik-baik saja, kau harus percaya," ucap Riana.


"Tidak, aku tidak akan kembali ke rumah sakit. Tolong beritahu aku di mana keberadaanmu sekarang, aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu," pinta Steve.


"Aku baik-baik saja Mas, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Kau ingat 'kan bagaimana sikap burukmu dulu padaku, kau pernah dengan tega memberhentikanku di tengah jalan karena kau marah padaku. Kau sangat jahat membiarkanku pulang hujan-hujanan berjalan kaki. Kau harus bisa membuat sikapmu seperti dulu lagi, kau tidak boleh peduli padaku atau mencariku lagi. Bukankah sejak dulu kau juga tidak pernah menginginkanku? Sudahlah Mas, aku mohon jangan pernah mencariku lagi. Aku hanya meminta satu hal, tolong lindungi keluargamu dan keluargaku Mas," ucap Riana yang langsung saja memutuskan panggilan telepon dan juga menonaktifkan ponselnya, sehingga Steve tidak bisa menghubunginya lagi.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Carlos sedikit bingung kenapa Riana harus mengungkit masa lalu pahitnya bersama Steve, tetapi menurutnya itu sama sekali tidak penting. Mungkin itu memang cara Riana untuk membuat suaminya itu tidak mencarinya lagi.


"Sekarang apakah kau sudah puas?" Tanya Riana.


"Ya aku puas dan sekarang sini ponselmu itu," pinta Carlos sembari menjulurkan tangannya.


"Untuk apa, kenapa kau juga harus mengambil ponselku?" Tanya Riana.


"Tentu saja agar tidak ada yang bisa menghubungimu. Kau tidak perlu bermain ponsel, jika kau bosan kau bisa menonton televisi. Ayah sudah menyiapkan semua fasilitas untukmu, di kamarmu itu sudah bagikan hotel dan kau bisa menikmati apapun yang kau inginkan di rumah ini, asalkan kau bersama Ayah. Tenang saja Riana, Ayah tidak akan pernah menyakitimu, malah Ayah akan selalu melindungimu," ucap Carlos, sehingga Riana pun memberikan ponselnya tersebut tanpa ragu.


"Bagus, kau benar-benar anak yang penurut. Pelayan! Antar Anakku ke kamarnya sekarang," titah Carlos sehingga terlihat seorang pelayan wanita paruh baya yang datang, lalu mengantar Riana menuju ke kamarnya yang berada di lantai 3.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Carlos, kamar Riana terlihat begitu mewah dan juga megah, sehingga Riana pun langsung saja masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang begitu was-was.


*****


Sementara itu, Steve yang tadi baru saja mendapatkan telepon dari Riana tampak bingung dan berfikir dengan maksud ucapan istrinya tersebut.


"Apa ya maksud Riana mengungkit masa lalu itu? Apa jangan-jangan-" Tiba-tiba saja Steve terpikir sesuatu jika di tadi Riana sedang memberi petunjuk untuknya.


Di saat itu pula tidak sengaja Steve melihat seseorang yang yang mencurigakan berdiri tidak jauh darinya dan ia sangat yakin jika orang itu pasti mata-mata yang saat ini sedang mengawasinya. Sehingga Steve pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit terlebih dahulu.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2