
Hingga di saat itu pun mobil tepat berhenti di depan Riana, ia menunduk tak bersuara, terlihat sangat syok. Untungnya ia masih selamat karena mobil tersebut tidak menabraknya.
"Ada apa Leo?" Tanya Derry yg terkejut akan aksi Leo yang tiba-tiba.
Derry memang tak melihatnya karena memang tadi ia sempat ketiduran, matanya sangat mengantuk akibat semalaman tidak tidur. Begitu juga dengan Steve yang berbaring di kursi belakang, tentunya ia juga sama sekali tak melihatnya.
"Tadi aku melihat ada seseorang yang menunduk di depan Om, tapi aku klakson dia tidak pergi juga," jawab Leo.
"Kau yakin? Berarti kau menabraknya?" Tanya Derry.
"Sepertinya tidak, sebentar aku cek dulu Om," kata Leo.
Bukan hanya Leo saja, tetapi Derry dan Steve juga ikut turun untuk memastikan apa yang terjadi.
"Hei, apa kau baik-baik saja?" Tanya Leo pada seorang wanita dengan penampilan yang acak-acakan, baju yang sobek di lengan, serta rambutnya yang berantakan sedang menunduk dan merasa ketakutan.
"Kau kenapa, apa baik-baik saja?" Leo mengulangi pertanyaan itu lagi, tetapi sama sekali tak ada jawabannya dan malah terdengar suara isak tangis dari wanita tersebut.
"Riana," ucap Steve yang baru saja keluar dari mobil.
Meskipun ia tidak melihat wajah wanita itu, tetapi Steve sangat yakin jika itu adalah istrinya, Riana.
Sedangkan Riana yang mendengar namanya disebut itu pun langsung saja mendongakkan wajahnya dan melihat apakah benar-benar saat ini ia telah dikelilingi orang-orang yang mengenalinya.
"Riana, kau benar-benar Riana," ucap Derry yang begitu sangat senang tetapi juga sedih melihat keadaannya.
Leo pun tak kalah bahagianya, ia langsung saja memeluk adik angkatnya itu, sementara Riana terlihat masih sangat canggung. Ia merasa ketakutan dan ada sedikit trauma di dalam dirinya.
"Enyah kau dari sini! Kenapa kau malah memeluk istriku," tukas Steve yang menolak tubuh Leo saat ia sudah berada di dekat mereka.
"Cih," Leo berdecak kesal, tetapi ia sangat mengerti bagaimana perasaan Steve saat ini setelah bertemu dengan istrinya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Sayang, akhirnya aku bertemu denganmu juga," ucap Steve yang langsung saja memeluk istrinya tersebut
__ADS_1
"Mas Steve?" Ucap Riana lirih.
Hatinya seakan masih ragu untuk menerima kenyataan bahwa saat ini ia memang sedang bersama orang-orang yang menyayanginya dan ia juga berada di pelukan suaminya itu.
"Iya Sayang ini aku, apa kau sudah melupakanku?" Tukas Steve yang menciumi rambut dan wajah istrinya itu, lalu memeluknya kembali dengan sangat erat.
"Maafkan aku Mas," ucap Riana diiringi air mata yang membasahi pipinya.
"Sayang, kau tidak perlu meminta maaf. Aku yang harusnya minta maaf, maafkan aku Sayang. Aku senang karena akhirnya aku bisa bertemu denganmu," ucap Steve.
Saat ini bukan hanya Steve dan Riana saja yang tampak menangis tersedu-sedu karena pertemuan ini, tetapi Leo dan Derry juga ikut menangis karena merasa sangat terharu atas apa yang mereka lihat di depan mata berikut karena keadaan Riana. Entah apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan Riana, membuat mereka masih bertanya-tanya.
Masih dalam kondisi berpelukan, tiba-tiba saja Steve merasakan tubuhnya sangat lemah. Begitu juga dengan Riana, hingga keduanya pun sama-sama tergeletak dan tak sadarkan diri.
"Riana … Steve … kalian kenapa?" Teriak Leo yang merasa sangat terkejut dan menghampiri mereka.
"Kondisi mereka sangat lemah, kita harus cepat membawa mereka ke rumah sakit," ujar Derry.
Lalu keduanya pun langsung saja membawa Steve dan Riana masuk ke dalam mobil, setelah itu Leo segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu Pras masih tampak melajukan mobilnya, mencari keberadaan Riana di sekitar tetapi membuatnya merasa kesal karena sama sekali tak menemukan wanita tersebut.
"Brengsek! Ke mana Riana, kenapa dia bisa cepat sekali menghilang? Atau ada orang yang datang ke sini dan menolongnya. Tapi itu tidak mungkin, tidak akan ada orang yang mencarinya ke sini kecuali memang ada orang yang memesan Villa atau pemilik Villa di sini yang datang berkunjung. Argh … sial!" Umpat Pras.
Hingga pada akhirnya ia terus saja melaju sampai keluar dari lokasi Villa tersebut.
*****
Setibanya di rumah sakit, Steve dan Riana langsung dilarikan ke ruang IGD dan langsung ditangani oleh dokter. Sedangan Derry dan Leo tampak mondar-mandir, merasa panik di depan ruangan tersebut menunggu kabar dari dokter. Derry juga sudah menghubungi istrinya dan memberitahu tentang kondisi anak angkat serta keponakan mereka saat ini.
"Om, apa tidak sebaiknya kita menghubungi orang tua Steve?" Tanya Leo.
"Ya kau benar Leo, tapi Om tidak memiliki kontaknya. Yang ada Tantemu, kita tunggu Tante sampai di sini dulu ya," jawab Derry dan ditanggapi anggukan kepala oleh Leo.
__ADS_1
"Siapa yang sebenarnya sudah tega melakukan hal ini. Apakah mungkin ini ulah Pras? Jika memang benar Pras yang sudah membuat Riana menjadi seperti ini, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Karena rasa cintamu itu sudah sangat berlebihan, kau benar-benar sangat gila terhadap wanita yang kau katakan bahwa kau mencintainya. Lihat saja, aku akan memberimu perhitungan," batin Leo yang menatap begitu tajam.
"Om, aku ada urusan sebentar. Tidak apa-apa 'kan kalau aku pergi dulu, nanti aku akan segera ke sini setelah urusanku selesai. Kabarkan saja kepadaku apapun yang terjadi dengan Riana dan Steve nanti," ucap Leo.
"Ya sudah jika memang kau ada urusan, tapi ingat Leo jangan bertindak gegabah, jangan melakukan sesuatu hal yang malah akan mempersulit keadaan. Kita masih belum tahu pasti siapa yang melakukan hal ini, kita harus benar-benar menyelidikinya," pesan Derry seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Leo saat ini.
"Iya Om, itu pasti," jawab Leo dan segera saja ia pergi meninggalkan rumah sakit.
*****
"Kau itu dari mana saja sih, kenapa kau baru pulang? Aku hubungi kau juga tidak menjawab teleponku," tukas Bella yang langsung saja menyambut kepulangan suaminya itu dengan omelannya.
"Memangnya ada apa? Aku sedang melakukan caraku sendiri untuk mendapatkan Riana, sama seperti kau melakukan cara untuk mendapatkan Steve tanpa mengatakannya dulu padaku," jawab Pras ketus, mengingat Bella yang sudah menceritakan bagaimana ia menjebak Steve hingga keduanya pun tidur bersama di kamar hotel.
"Apa maksudmu, apa kau yang telah menculik Riana?" Tanya Bella yang langsung ke intinya.
Tentu saja ia sudah mendengar dari Laras, ibunya Steve itu bahwa saat ini Riana telah menghilang sehingga Steve, Derry dan Leo sedang mencari keberadaan wanita tersebut.
"Ya kau benar. Tapi sialnya wanita bisa kabur padahal aku sudah membawanya ke suatu tempat yang sangat terpencil dan aku sangat yakin siapapun tidak ada yang bisa menemukan keberadaannya di sana," ujar Pras.
"Apa kau yakin? Lagi-lagi kau itu sudah bertindak bodoh. Kau itu masih membawanya dalam kawasan kota ini, meskipun berada jauh dari keramaian, tetap saja masih bisa terjangkau. Apa kau lupa siapa itu Leo, Om Derry dan Steve? Mereka mempunyai beberapa jaringan dan dengan sangat mudah untuk mencari informasi di mana keberadaan Riana," kata Bella.
"Dari merana mereka tahu, sementara semua anak buah preman tolol itu tidak ada yang mengetahui kemana aku membawa Riana, ya hanya kepala preman itu saja," tukas Steve.
"Ya Mana aku tahu, siapa tahu di antara mereka ada yang mendengarnya di saat Bos mereka itu sedang menghubungimu" ujar Bella. Bagaimanapun juga ia bukanlah wanita bodoh yang hanya bisa berandai-andai.
"Sudahlah aku lelah, saat ini aku sedang tidak bisa berpikir," ucap Pras yang langsung saja melenggangkan kakinya pergi meninggalkan istrinya itu menuju ke kamarnya.
"Cih dasar pria tidak ada gunanya sama sekali," umpat Bella yang menatap punggung kepergian suaminya itu.
Tok … tok … tok …
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu, sehingga Bella pun bergegas membukakan pintu tersebut. Setelah pintu terbuka lebar, Bella merasa sangat terkejut melihat seseorang yang ada di depan matanya saat ini.
__ADS_1
Bersambung …