Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Leonardo Revano Lewis (Tamat).


__ADS_3

Riana dan Steve terpaksa mundur karena saat ini mereka sudah dikepung oleh anak buah Carlos, bahkan Carlos sendiri sudah berdiri di hadapan mereka dan terlihat begitu tajam menatap ke arah keduanya.


"Anak Ayah, kau mau ke mana? Bukankah kau mengatakan ingin tinggal di sini bersama Ayah, tetapi kenapa tiba-tiba saja kau ingin pergi dengan suamimu itu? Apa kau yakin ingin pergi, apa kau sudah tidak menyayangi Ayah angkat dan Kakak angkatmu ini lagi? Lihat mereka berdua sekarang sudah berada di tangan Ayah, apa kau ingin melihat mereka mati hah!" Ucap Carlos yang membuat Riana sangat takut.


"Tidak, jangan sakiti mereka. Aku mohon," ucap Riana yang tentunya tidak mau keluarganya tersakiti.


"Lalu kenapa kau ngeyel sekali, bagaimana kau bisa menghubungi orang-orang ini hingga sampai di sini hah! Kau ini benar-benar nekat Riana," bentak Carlos.


Wiu … wiu …


Tiba-tiba saja terdengar suara sirine mobil polisi yang tentunya membuat Carlos merasa sangat terkejut. Tetapi karena banyaknya anak buah yang saat ini bersamanya, membuat Carlos berusaha untuk tetap bersikap tenang.


Akan tetapi tanpa Carlos ketahui ternyata polisi bukan hanya datang satu rombongan saja melainkan beberapa rombongan karena memang sudah bekerjasama dengan kantor polisi lainnya. Mereka sepakat untuk menangkap Carlos yang sudah terkenal sebagai mafia di luar negeri dan juga dicari oleh kepolisian di sana. Sehingga mereka semua pun bekerja sama untuk menangkap pria tersebut. Bahkan bukan hanya polisi saja, tetapi terlihat juga segerombolan brimob yang ikut bergabung dan saat ini sudah mengepung kediaman Carlos.


Sehingga salah satu anak buah Carlos masuk ke dalam dan melaporkan hal itu kepada bos-nya.


"Brengsek! Ternyata kali ini mereka benar-benar mempunyai rencana yang sangat matang. Cepat jadikan orang-orang ini sandera," titah Carlos dengan sangat murka.


Beberapa anak buah Carlos pun langsung saja menangkap Steve, Riana, Leo dan juga Derry yang terlihat tak berdaya.


Dor …


Terdengar suara tembakan beberapa kali dan juga perlawanan terhadap anak buah Carlos. Hingga tidak berapa lama kemudian, seluruh anak buah Carlos telah berhasil dikalahkan dan orang-orang yang disanderanya sudah selamat. Kini hanya tinggal Carlos saja yang di saat itu sedang memegang Leo sebagai sanderanya.


"Jangan mendekat atau pistol ini akan menembak dengan sangat kejam!" Ancam Carlos yang mendekatkan pistol tepat di samping kepala Leo.


"Pak Polisi dan kalian semua tidak usah pedulikan aku. Biarkan saja aku menjadi korban di sini yang penting kalian semua selamat dan orang ini tertangkap. Ayo cepat Pak tembok saja orang ini dan jangan sampai dia lepas," ucap Leo dengan sangat yakin.


"Kau ini bicara apa? Kita semua akan bebas dari sini Kak," ucap Riana.


"Leo, kau tenang saja kita semua pasti akan selamat termasuk kau." Steve menimpali.


"Jangan berbicara seperti itu Leo, kita datang ke sini sama-sama dan kita juga akan keluar sama-sama. Kau bertahanlah," ucap Derry.


"Diam! Siapa yang mengizinkan kalian untuk berbincang Hah! Cepat turunkan pistol kalian atau aku akan menembaknya," bentak Carlos.


"Lepaskan orang itu atau kau yang akan aku tembak," ucap Komandan Polisi.


"Silahkan saja, karena kalian semua akan melihat orang ini mati di depan kalian," ucap Carlos.


"Jangan … aku mohon jangan sakiti Kak Leo!" Pekik Riana dengan air matamu yang mengalir.


Akan tetapi tentu saja polisi tidak sebodoh itu, setelah mendapatkan aba-aba dari Komandan Polisi, salah satu polisi di belakang Carlos melepaskan tembakkannya tepat mengenai kaki pria itu sebanyak 2 kali. Akan tetapi naasnya Carlos masih sempat menekan pistol yang dipegangnya sehingga tepat mengenai kepala Leo yang membuatnya pun langsung mati di tempat.

__ADS_1


"Kak Leo …!" Pekik Lea.


Steve dan Derry juga merasa sangat terkejut dan langsung saja mendekati Leo yang terlihat sudah tak bernyawa.


"Kak Leo … bangun Kak Leo …!" Lea menangis histeris di dalam pelukan Steve yang juga ikut menangis melihat kepergian Leo.


Begitu juga dengan Derry yang tak percaya jika keponakannya itu sudah tidak ada lagi di dunia.


Kini para polisi dan brimob membawa Carlos serta anak buahnya ke kantor polisi, sedangkan beberapa polisi lainnya mengantar Riana, Steve, Derry dan Leo ke rumah sakit karena Leo harus segera dievakuasi.


Setelah itu pun jenazah Leo dibawa ke kediaman Derry untuk segera disemayamkan dan juga dimakamkan.


*****


Kini pemakaman Leo telah selesai, Riana masih tampak terpukul atas kepergian kakak angkatnya itu dan mengingat bagaimana pengorbanan Leo yang sudah datang untuk menyelamatkannya. Begitu juga dengan Steve, ia sadar jika Leo adalah orang yang baik dan benar-benar menyayangi Riana sampai ia rela untuk mengorbankan nyawanya sendiri.


"Riana, sudah Riana. Ini sudah takdir, kita doakan saja semoga Leo tenang dan dia pasti tersenyum karena sudah melihat kita sekarang sudah bebas dari para penjahat," ucap Lily, meskipun sebenarnya hatinya juga sangat sakit dan tak bisa menerimanya. Bahkan ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada keluarga Leo nantinya.


"Iya Ma, aku tidak menyangka jika Kak Leo akan pergi secepat ini," ucap Riana.


"Ya itulah namanya kehidupan, ada yang lahir dan ada juga yang pergi. Leo sudah sangat berjasa di dalam keluarga kita dan itu semua pasti akan Papa jadikan suatu kenangan dan juga penghargaan. Papa juga berjanji tidak akan melepaskan pelaku dan memastikan jika Carlos akan dihukum mati," ucap Derry.


"Meskipun Mami belum lama mengenal Leo, tetapi Mami sudah cukup mengenal jika Leo adalah pria yang baik dan dia sangat tulus menyayangi Riana sebagai adiknya. Semoga Leo tenang di sana," ucap Adelia pula.


Akan tetapi tiba-tiba saja Riana merasakan kepalanya pusing, pandangannya mendadak menjadi buram, lalu tubuhnya pun terhuyung. Untung saja Steve selalu berada di sampingnya, sehingga Riana jatuh di dalam pelukan suaminya itu.


"Sayang, kau kenapa?" Ucap Steve seraya mengguncang pelan tubuh sang istri.


Sama halnya dengan Steve, Adelia, Lily dan Derry pun merasa sangat khawatir dengan keadaan Riana. Sehingga langsung saja mereka membawa wanita itu ke rumah sakit.


*****


Setibanya di rumah sakit, Riana langsung ditangani oleh dokter dan tidak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan menemui keluarganya yang di saat itu tampak cemas menunggunya.


"Dokter, bagaimana kondisi istri saya saat ini. Apa yang terjadi dengan istri saya?" Tanya Steve.


"Tuan Steve, Nyonya dan Tuan, selamat ya karena saat ini nyonya Riana sedang hamil dan usia kandungannya sudah memasuki empat minggu," ucap dokter.


Betapa bahagianya Steve dan juga yang lain mendengar kabar tersebut. Sehingga mereka pun langsung saja menghampiri Riana ke dalam ruang pemeriksaan.


"Sayang, kau hamil? Ini benar-benar berita yang sangat bahagia," ucap Steve yang langsung saja memeluk tubuh istrinya tersebut dengan erat.


"Iya Mas, aku juga baru tahu. Aku benar-benar sangat bahagia," ucap Riana.

__ADS_1


Begitu juga dengan yang lainnya yang ikut mengucapkan selamat dan menjaga Riana dengan baik. Dalam kondisi berduka seperti ini, tidak menyangka jika mereka juga akan mendapatkan kabar bahagia.


*****


2 bulan kemudian, karena kondisi Riana sudah baik-baik saja, serta ibu mertuanya juga sudah mulai bersikap baik dan mencoba menerima Riana meskipun terkadang masih masih suka nyinyir, tetapi itu sudah membuat Adelia lebih tenang. Apalagi saat ini Carlos juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan mendapatkan hukuman mati, sehingga Adelia pun kembali ke luar negeri untuk menemui suaminya kembali.


Saat ini Riana, Steve dan Alana tinggal bersama dengan Laras sekaligus untuk merawatnya karena Sonia juga sudah kembali di luar negeri. Meskipun dalam kondisi hamil, tetapi Riana tampak tekun dan ulet merawat mertuanya tersebut dengan bantuan suster juga, sehingga semakin lama membuat Laras pun semakin tersentuh atas sikap menantunya itu. Bahkan saat ini kondisi Laras juga sudah mulai membaik karena ia sudah mulai bisa menggerakkan kakinya.


Lalu bagaimana kondisi Pras dan Bella? Karena mereka sudah mengakui kesalahannya, Riana pun dengan ikhlas memaafkan dan memberikan mereka kesempatan. Kini mereka juga sudah menjalani rumah tangga sewajarnya dan tidak pernah lagi berbuat jahat kepada Riana, malah mereka terlihat dekat layaknya bersahabat.


Pras sendiri merasa sangat terpukul atas kepergian Leo, ia juga berjanji akan menjaga Riana sebagai adiknya sebagaimana Leo menjaganya.


*****


Setelah 9 bulan menunggu, kini adalah saatnya Riana akan melahirkan. Seluruh keluarga termasuk juga Bella dan Pras saat ini berada di depan ruang bersalin untuk menunggu kabar dari Riana. Sedangkan Steve tampak harap-harap cemas menemani istrinya yang di saat itu sudah berada di dalam ruang bersalin, siap untuk bertarung nyawa mengeluarkan bayi yang berada di dalam kandungannya.


"Nyonya Riana, bukaannya sudah lengkap. Bersiap ya," ucap dokter yang menangani Riana saat itu.


Riana hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Steve menggenggam erat tangan Riana, memberi semangat serta kekuatan untuk istrinya tersebut.


"Mulai ya," titah dokter.


Terdengar suara Riana yang mengejan dengan mengeluarkan seluruh tenaganya mengikuti arahan dokter, hingga tidak lama kemudian …


Owe … owe …


Terdengar suara tangisan bayi yang mengisi seluruh ruangan. Riana telah berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki dengan selamat, yang begitu sehat, memiliki paras tampan, hidung mancung serta mata yang bulat, sangat mirip dengan sang ayah. Steve merasa sangat terharu, ia pun tak henti-hentinya menciumi kening istrinya serta memeluk anak mereka.


"Sayang, terima kasih banyak ya. Kau telah berjuang dan melahirkan anak yang tampan untukku, aku benar-benar sangat bahagia," ucap Steve.


"Sama-sama Sayang. Oh ya Mas, aku ingin memberi nama anak kita Leo. Boleh ya? Aku sengaja memberinya nama Leo untuk mengenang Kak Leo yang sudah banyak berkorban untuk kita," ucap Riana.


"Iya, aku setuju Sayang. Bagaimana kalau namanya Leonardo Revano Lewis," usul Steve yang sama sekali tak keberatan.


"Iya Kak aku setuju," jawab Riana.


Kini keluarga pun tampak masuk untuk melihat Riana dan bayinya yang baru saja dilahirkan. Semuanya ikut berbahagia atas kebahagiaan yang dirasakan boleh Riana dan juga Steve yang baru saja menjadi ibu dan ayah baru. Mereka juga setuju jika bayi tersebut diberi nama Leonardo Revano Lewis, karena bagi mereka meskipun Leo sudah tidak ada tetapi akan selalu hidup di hati mereka. Dengan harapan semoga Leo kecil juga akan tumbuh menjadi pria yang berani dan rela berkorban untuk orang yang dicintainya.


Riana tersenyum bahagia, ia tak menyangka setelah melewati banyaknya rintangan hidup, salah satunya berawal dari Istri Y**ang Tak Diakui**, saat ini ia merasa telah menjadi istri yang sempurna untuk Steve karena telah melahirkan buah cinta mereka. Semua itu tak lepas dari buah kesabaran Riana yang tak pernah putus, sehingga pada akhirnya ia bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.


..._TAMAT_...


Terima kasih ya buat teman-teman yang sudah mengikuti dan setia membaca karya aku yang berjudul Istri Tak Diakui. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan kesalahan, maklum author hanya manusia biasa. Jangan lupa ikuti karya author yang lainnya ya, mohon dukungannya. Terima kasih. 😘🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2