
"Pria itu benar-benar brengsek, dia meminta syarat yang benar-benar konyol jika aku ingin perusahaannya kembali menanamkan modalnya di perusahaanku," tukas Steve yang terlihat sangat murka.
"Iya Tuan ini benar-benar sudah keterlaluan dan tidak masuk akal. Bagaimana bisa Tuan Pras meminta Nyonya Riana untuk menikah dengannya? Apa itu maksudnya Tuan Pras mencintai istri Tuan atau Tuan Pras mempunyai rencana lain?" Tanya Dev.
"Entahlah aku tidak tahu, bisa saja jika dia hanya ingin membuatku hancur karena melihat Riana, wanita yang saat ini sudah aku cintai menikah dengan orang lain. Untuk itu dia membuat perusahaanku normal kembali tetapi sebagai gantinya aku harus menyerahkan Riana padanya. Tetapi bisa juga karena memang dia mencintai istriku, aku juga tidak tahu bagaimana bisa secepat itu dia mencintai istriku padahal mereka baru ketemu 2 kali saja. Di saat kemarin pria bajing*n itu menolong Anakku tanpa sengaja, lalu saat di pesta dia membawa Riana karena Riana yang meminta untuk menjauh dariku. Bagaimana bisa dia tiba-tiba mencintai istriku seperti itu?" Steve bertanya-tanya merasa bingung sendiri.
"Apa jangan-jangan mereka sudah saling mengenal di masa lalu?" Ujar Dev.
"Aku tidak tahu, tapi Riana tidak pernah mengatakan apapun padaku dan aku rasa Riana juga tidak mungkin merahasiakan sesuatu dariku. Aku tahu bagaimana sifat Riana," kata Steve.
"Apa?" Jadi ternyata Mas Steve sedang ada masalah perusahaan karena ulah Pras dan dia meminta aku menikah dengannya, apa maksudnya ini," batin Riana yang merasa sangat terkejut.
Karena semakin hari Steve terlihat semakin murung saja, tentunya membuat Riana tak mungkin tinggal diam. Ia pun diam-diam datang ke perusahaan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan di saat itu tidak sengaja ia mendengar percakapan suaminya itu dengan sang asisten di dalam ruangannya.
Tanpa menemui suaminya terlebih dulu, Riana pun langsung saja pergi meninggalkan perusahaan suaminya tersebut lalu pergi mengunjungi suatu tempat.
*****
Riana yang masih sangat mengingat dengan jelas sewaktu itu Pras pernah mengatakan kepada Steve di mana alamat perusahaannya, sehingga tak membuang waktu lama ia pun langsung saja memesan taksi online dan meminta supir taksi tersebut untuk mengantarnya ke perusahaan Y.
Setibanya di sana Riana pun langsung saja menemui resepsionis yang ada di perusahaan tersebut.
"Maaf Nona, apakah Tuan Pras ada?" Tanya Riana.
"Tuan Pras baru saja kembali dan sekarang pasti ada di ruangannya. Apa Nyonya ingin bertemu dengan Tuan Pras? Boleh saya tahu dengan Nyonya siapa namanya?" Tanya resepsionis.
"Aku Riana, katakan kepada Tuan Pras jika aku ingin bertemu dengannya saat ini juga," kata Riana.
__ADS_1
"Baik Nona, tunggu sebentar ya," ucap resepsionis yang langsung saja menghubungi bos-nya tersebut.
"Oh iya, baik Tuan," jawab resepsionis yang mengerti lalu menutup teleponnya.
"Nyonya, Tuan Pras meminta Anda langsung ke ruangannya. Ruangannya ada di lantai 3 sebelah kanan," ucap resepsionis.
"Baik aku mengerti, terimakasih," ucap Riana yang langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke lantai 3.
------
Tok … tok … tok …
Riana mengetuk pintu ruang CEO, lalu masuk ke dalam ruangan tersebut karena Pras langsung memintanya.
"Hai Riana, tidak disangka kau akan datang ke perusahaanku. Ada perlu apa?" Tanya Pras berbasa-basi.
"Maaf Tuan Pras, aku sedang tidak ada waktu untuk berbasa-basi denganmu. Aku hanya ingin bertanya apa maksudmu dengan berbuat kecurangan dan ingin menghancurkan Perusahaan X, lalu kau juga meminta aku untuk menikah denganmu sebagai syarat kau akan mengembalikan semua saham di perusahaan suamiku. Apa maksudmu Tuan?" Tanya Riana dengan tatapan tajam.
"Melupakan? Melupakan apa maksudmu? Aku sama sekali belum mengenalmu sebelum kau menolong Alana waktu itu," tukas Riana.
"Oke jika kau belum mengingatku, tidak jadi masalah. Jadi suamimu itu sudah mengatakan semuanya? Maksudku itu Riana, ya aku hanya ingin melihat Steve hancur saja karena kesombongan dan juga keangkuhannya itu. Alasan yang paling kuat karena dia sudah menyakiti hati wanita yang aku cintai, jadi saat ini aku hanya ingin melihat dia hancur di depan mataku. Aku tahu saat ini hanya perusahaanku pemegang saham terbesar di perusahaannya, dengan membalikkan telapak tangan saja aku bisa menghancurkan perusahaannya dan dengan mudah juga aku akan mengembalikan semuanya. Saat ini Steve masih berada di perusahaannya hanya karena kebaikanku, tapi tunggu saja beberapa hari lagi jika syarat itu tidak terpenuhi aku pasti akan membuatnya benar-benar hancur, hancur sehancur-hancurnya ada di titik yang paling bawah," ucap Pras yang terlihat begitu serius.
"Apa maksudmu? Memangnya Mas Steve melakukan apa padamu? Kenapa kau begitu tega mau menghancurkannya. Apa kau sama sekali tidak memilki perasaan sedikitpun," tanya Riana tak mengerti.
"Riana … Riana, apa kau benar-benar tidak mengingatku lagi? Sini biar aku bantu untuk mengingatnya," kata Pras lalu ia pun mengambil sebuah foto dan di dalam foto tersebut terlihat ada seorang pria culun berkaca mata dengan dua orang wanita yaitu Riana dan juga temannya di masa sekolah dulu.
"Apa maksudnya ini? Kenapa kau memiliki fotoku bersama teman-temanku masa SMA-ku dulu?" Tanya Riana semakin dibuat bingung.
__ADS_1
"Apa kau mengingat siapa orang-orang yang ada di foto ini?" Tanya Pras.
"Tentu saja aku mengingatnya, itu Karin dan yang pria adalah Tyo. Memang apa hubungannya denganmu?" Tanya Riana mengerutkan dahinya
"Tyo, itu adalah aku Riana. Namaku adalah Prasetyo," ungkap Pras yang membuat Riana begitu terkejut dan langsung menatap ke arahnya.
"Tidak, itu tidak mungkin. Bagaimana bisa kau adalah Tyo?" Tukas Riana yang tak percaya.
Bagaimana bisa ia mempercayainya, bahwa Pras dan Tyo adalah orang yang sama sedangkan sangat jelas mereka sangat berbeda di matanya. Tyo yang berada di foto tersebut dan merupakan teman SMA-nya dulu adalah pria culun yang berkulit dekil dan berkaca mata, sedangkan pria yang ada di hadapannya saat ini adalah Pras pria berkulit putih dan juga tampan. Akan tetapi jika diteliti lagi memang ada kemiripan yaitu matanya, sehingga membuat Riana pun menjadi bingung sendiri.
"Terserah kau saja mau percaya atau tidak. Yang penting kau harus tahu jika aku sudah lama mencintaimu, sejak masa sekolah dulu. Aku tidak terima di saat aku mendengar bahwa Steve selama ini telah menyia-nyiakanmu, kau tidak diakui sebagai istri olehnya. Untuk itu aku kembali dari luar negeri hanya untuk merebutmu dari pria bajing*n itu," ungkap Pras.
"Jangan mengatakan suamiku seperti itu dan aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu ini Pras!" Pekik Riana.
"Jadi setelah tamat SMA, aku kuliah ke luar negeri dengan tetap membawa cintaku untukmu. Setelah lulus dan bekerja 2 tahun di perusahaan milik keluargaku, aku putuskan untuk pulang berharap akan bertemu kau lagi. Tapi ternyata aku malah menerima sebuah kenyataan pahit bahwa kau sudah menikah dengan pria pilihanmu dan aku ikhlaskan kau untuk menikah dengan Roy asal kau bahagia. Setelah itu aku kembali ke luar negeri untuk melupakanmu dan rasa sakit ini karena harapanku untuk bersamamu selamanya telah pupus. Hingga akhirnya aku mendengar kau disakiti oleh Roy dan berpisah dengannya. Jujur aku senang dan aku ingin kembali ke Indonesia untuk langsung melamarmu Riana, tapi kenapa kau malah menikah dengan Steve, pria yang juga menyia-nyiakanmu?" Ucap Pras panjang lebar.
"Jadi kau benar-benar Tyo? Jadi kau sengaja ingin menghancurkan Mas Steve itu semua karena aku dan lewat aku juga, begitu?" Tanya Riana.
"Bukan itu maksudku Riana. Aku hanya ingin Steve merasakan bagaimana sakitnya kehilangan orang yang sudah disia-siakannya selama ini. Kebetulan aku juga sangat tidak menyukainya dan aku sangat mencintaimu Riana, untuk itu aku mau kau menikah denganku, aku tidak akan mungkin menyakitimu seperti Roy ataupun Steve menyakitimu," ucap Pras.
"Kau sudah gila ya, itu tidak mungkin Pras. Aku sudah menikah dengan Mas Steve, lagi pula Mas Steve saat ini juga sudah mencintaiku, dia tidak menyakitiku lagi seperti dulu," tukas Riana.
"Justru karena aku tahu sekarang dia sudah mencintaimu, maka itu aku ingin kau menikah denganku supaya dia merasa kehilangan, supaya dia tahu bagaimana rasa sakitnya melihat wanita yang dicintainya bersama orang lain. 1 lagi, aku juga ingin melihat apakah dia lebih memilih perusahaan atau kau. Seandainya dia lebih memilih perusahaannya, itu berarti dia sama sekali tidak mencintaimu Riana," ujar Pras yang berjalan mendekati Riana, lalu ia pun mendorong tubuh wanta tersebut hingga menyentuh ke dinding dan mencekal kedua tangannya, lalu hendak mencium bibir Riana dengan cara paksa.
"Lepaskan aku Pras, kata Riana yang mencoba untuk menghindar agar bibirnya tidak tersentuh oleh Pras. Hingga tiba-tiba saja …
Bugh …
__ADS_1
Seseorang datang dan langsung memukul wajah Pras hingga pria tersebut pun langsung terjatuh di atas lantai.
Bersambung …