
Steve melangkahkan kakinya untuk melihat siapa orang yang di saat itu pastinya sedang mengintai mereka, pikir Steve. Akan tetapi saat ia tiba di pintu akses dari kolam renang masuk ke dalam rumah, ternyata ia hanya melihat seekor kucing bersama vas bunga yang terjatuh dan berserakan di atas lantai.
"Ada apa Mas?" Tanya Riana yang mendekati Steve.
"Oh ini kucing Sayang yang menjatuhkan vas bunga," jawab Steve sembari menunjukkan pecahan vas tersebut.
"Ya ampun, Momoy kenapa kamu memecahkan vas bunga ini? Pasti Mama lupa deh kalau Momoy sudah beberapa kali menjatuhkan vas bunga di sini dan ini sudah kesekian kalinya Mama mengganti vas bunga," terang Riana.
"Oh ya? Ya sudah kalau begitu biar aku bersihkan ya," kata Steve.
"Jangan Mas, biar aku saja yang membersihkannya. Lebih baik kamu ke kamar saja dulu, nanti aku akan menyusul," kata Riana.
Steve menganggukkan kepalanya, menyetujui ucapan istrinya tersebut.
------
Di saat Riana sedang sendiri membersihkan pecahan vas bunga, tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang tangannya.
"Mas, aku 'kan sudah bilang kau ke-"
Ucapan Riana terhenti saat melihat pria tersebut bukanlah Steve seperti yang ia pikirkan, melainkan Leo.
"Kak Leo, ada apa?" Tanya Riana yang merasa kebingungan karena Leo menatapnya.
"Riana, apa kau tidak salah memberikan Steve kesempatan lagi. Kau itu sudah berulang kali disakiti oleh Steve Ri, seharusnya kau sadar," kata Leo mengingatkan.
"Kak, aku minta maaf jika keputusanku telah membuatmu keecewa, tapi bagaimanapun juga Mas Steve itu suamiku Kak. Dia adalah Ayah Alana dan Alana sangat membutuhkan Mas Steve. Lagipula selagi rasa cinta ini masih ada, tidak salah 'kan jika aku memberikan Mas Steve kesempatan terakhir? Aku mohon kau jangan ikut campur masalah rumah tanggaku Kak," kata Riana yang mencoba meminta pengertian kepada kakaknya itu.
Leo tampak menghela nafas panjang lalu menghembuskannya lagi secara kasar.
__ADS_1
"Oke, terserah kau saja, aku juga tidak akan ikut campur. Tapi jika sekali lagi Steve mengecewakanmu, menyia-nyiakan kesempatan terakhir yang kau berikan, lihat saja aku akan memberikan perhitungan kepada pria tersebut," kata Leo dengan serius.
"Aku tahu Kak Leo sangat peduli denganku sebagai Adik Kak Leo, tapi Kakak tenang saja ya aku bisa kok menjaga diriku sendiri, aku yakin dengan keputusanku ini Kak. Jika memang nanti Mas Steve menyakitiku lagi, Kakak tidak perlu bertindak, aku yang akan langsung menggugat cerai Mas Steve, itulah janji dalam diriku sendiri Kak," ucap Riana yang membuat Leo pun akhirnya mengalah.
"Ya sudah kalau memang seperti itu, semoga saja hubungan kalian kali ini benar-benar bisa membaik. Aku hanya kasihan terhadapmu Riana, dulu kau sudah gagal menjalin rumah tangga bersama Roy dan sekarang kau juga menjalin rumah tangga bersama Steve selalu saja disakiti olehnya, kau tak pernah diakui sebagai istri olehnya. Bagaimana tidak aku marah terhadap pria tersebut, aku sudah menganggapmu seperti Adikku sendiri sama seperti Devina," ucap Leo.
Riana tersenyum terhadap kakaknya itu, "Terimakasih ya kak karena kau begitu peduli padaku, mudah-mudahan kau akan segera mendapatkan jodoh yang baik supaya kau tahu bagaimana rasanya menjalani rumah tangga dan mencintai seseorang Kak."
"Ck, ujung-ujungnya kau mendoakanku untuk mendapat jodoh, apa kau pikir aku ini tidak laku," hardik Leo yang membuat Riana terkekeh.
"Aku tidak mengatakan seperti itu Kak, sudahlah lebih baik sekarang kau tidur saja, aku akan menyelesaikan ini sebentar dan setelah itu aku juga akan tidur karena aku sudah mengantuk," tukas Riana.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan ke kamar sekarang. Ingat kata-kataku tadi Ri, aku tidak main-main," ucap Leo ya langsung saja melangkahkan kakinya meninggalkan Riana.
Ternyata di saat itu ada Steve yang sedari tadi bersembunyi tidak jauh dari mereka. Ia yang tadinya hendak menyusul Riana karena berubah pikiran ingin menemani istrinya terlebih dulu, baru stelah itu sama-sama masuk ke kamar tetapi malah melihat Leo yang di saat itu sedang menghampiri istrinya dan Steve pun memutuskan untuk mendengar seluruh pembicaraan mereka. Steve menggenggam erat kedua tangannya karena menahan emosi, ia sangat yakin jika Leo sebenarnya bukan hanya menganggap Riana sebagai adiknya saja tetapi juga mempunyai perasaan lebih terhadap Riana.
Agar Riana tidak merasa curiga kepadanya, kini Steve pun menuju ke kamar sebelum Riana terlebih dahulu yang tiba di sana.
"Mas, kau belum tidur? Maaf ya aku lama, aku akan membersihkan diriku dulu," ucap Riana
"Iya, tidak apa-apa. Aku belum mengantuk dan lagipula aku memang menunggumu," ujar Steve.
"Ya sudah Mas, tunggu sebentar ya," ucap Riana yang langsung saja masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah itu pun ia memakai piyamanya dan berbaring di samping suaminya itu.
"Sayang, apa kau yakin memberikanku kesempatan lagi setelah aku menyakitimu berulang kali?" Tanya Steve yang seakan ragu.
"Kenapa kau bertanya seperti itu Mas, tentu saja aku sangat yakin dan aku benar-benar berharap jika kali ini kau akan menepati janjimu itu," kata Riana.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. Aku janji akan memperlakukanmu selayaknya sebagai istriku, aku tidak akan melakukan kesalahan yang fatal lagi. Jika nantinya aku terlupa dan tidak sengaja menyakitimu, tolong kau ingatkan aku ya," ucap Steve yang menatap mata Riana dengan tatapan sendu.
"Iya Mas dan aku juga bukanlah istri yang sempurna, jika nantinya aku berbuat kesalahan tolong kau tegur dan ingatkan aku juga ya Mas, supaya aku bisa menjadi istri yang berbakti dan menjadi istri yang kau inginkan," ucap Riana sembari memegang kedua pipi Steve.
Steve menggenggam tangan Riana, "No Sayang, kau itu sudah menjadi istri yang begitu sempurna. Kau sudah mencintaiku dan mengurusku selama ini dengan tulus, hanya aku saja yang tidak tahu diri dan terlambat menyadari itu," ucapnya lalu meraih tubuh Riana ke dalam dekapannya.
Riana merasa sangat senang, ia membalas pelukan tersebut dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik suaminya itu.
"Mas aku bener-bener sangat bahagia saat ini, terimakasih ya Mas," ucap Riana.
"Oh ya? Jika kau saja merasakan hal seperti itu apalagi aku, aku merasa sangat bahagia dan merasa sangat beruntung karena dicintai oleh wanita sepertimu. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf ya. Meskipun aku tahu ucapan ini sama sekali tidak bisa membuktikan apapun, tapi akan aku buktikan dengan perlakuanku. Aku benar-benar akan berubah, aku akan mencintaimu seutuhnya Riana," ucap Steve dengan sangat serius.
"Iya Mas, aku percaya padamu. Untuk itu aku memberikan kesempatan untukmu," ucap Riana.
Steve melepaskan pelukannya dan kini beralih berada di atas tubuh Riana, lalu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Keduanya sama-sama tersenyum, lalu Steve mendekatkan wajahnya itu dan langsung menyambar bibir mungil milik sang istri serta melum*tnya dengan sangat lembut. Riana memejamkan matanya, lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Steve, serta membalas ciuman tersebut dengan sangat lembut juga. Sehingga semakin lama ciuman itu pun semakin dalam dan terasa semakin memanas. Mereka saling memainkan lidah di dalam rongga mulut pasangannya secara bergantian dan sesekali bertukar saliva, yang semakin memancing adrenalin dan membuat keduanya diselimuti gairah yang menggebu.
Tidak hanya sampai di situ saja, Steve menurunkan ciuman itu dengan menciumi leher Riana sehingga menimbulkan suara des*han dari mulut istrinya tersebut.
"Ahg … Mas," ucap Riana di saat tangan Steve mulai masuk ke dalam piyamanya dan menyentuh bukit kembar serta memainkan pucuk yang ada di sana.
Setelah itu ia semakin menurunkan ciumannya pada kedua bukit tersebut, serta menyesapnya dengan rakus layaknya bayi besar yang sedang menyusui, tak lupa ia meninggalkan beberapa tanda pemilikan di sana sebagai tanda bahwa Riana adalah miliknya. Sehingga tak henti-hentinya Riana mendes*h karena perlakuan suaminya itu, apalagi di saat tangan Steve mulai aktif masuk ke dalam kepemilikannya serta bermain-main di sana.
Hingga tanpa sadar kini keduanya pun telah polos. Karena Steve terus saja memainkan kepemilikannya sambil terus memberikan sentuhan-sentuhan di setiap lekuk tubuh Riana tanpa satupun terlewati, membuat Riana rasanya ingin terbang melayang dan tiba-tiba saja melengkungkan tubuhnya saat merasakan miliknya berkedut hebat serta merasakan ada cairan hangat keluar dari bawah sana. Steve tersenyum, ia merasa sangat puas akan apa yang terjadi pada istrinya karena ulahnya itu.
Kini permainan yang sebenarnya pun akan dimulai, Steve mulai memasukkan ular kobranya yang sudah tampak mengeras ke dalam lembah kenikmatan yang seakan sudah menunggu kedatangannya itu. Ini adalah kedua kalinya mereka melakukan hubungan suami istri, meskipun Riana adalah seorang janda tetapi tetap saja miliknya masih sangat sempit karena ia sudah lama tidak berhubungan. Apalagi Riana belum pernah melahirkan seorang anak, sehingga membuat Riana pun masih merasa kesakitan di saat ada benda tumpul yang menerobos masuk ke goanya tersebut.
"Ahg … sakit Mas," ucap Riana diiringi suara des*hannya.
"Tenang Sayang, aku akan melakukannya dengan pelan. Lama-lama rasa sakit ini pasti akan berubah menjadi nikmat seperti biasa. Aku pastikan kita berdua akan melewati malam indah bersama," tukas Steve karena keduanya juga sudah berpengalaman.
__ADS_1
Setelah Riana sudah tak lagi merasakan begitu sakit, kini Steve pun mulai memaju-mundurkan pinggulnya dari tempo lambat menjadi cepat sehingga keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan yang hakiki. Entah berapa kali mereka melakukannya dalam 1 malam, Steve yang rasanya sudah sangat merindukan belaian kasih sayang itu merasa tak pernah puas. Bahkan pertama kali melakukannya dengan Riana mereka hanya melakukan sebentar karena masih permulaan, tidak seperti malam ini Steve rasanya sangat gila saat menjamahi tubuh istrinya itu hingga Riana pun benar-benar lelah dan ketiduran karena sudah tak sanggup lagi untuk meladeni suaminya tersebut. Setelah merasa benar-benar sangat lelah, kini Steve membaringkan tubuhnya di samping Riana lalu mereka tidur dalam posisi berpelukan dan masih dalam keadaan polos, hanya ditutupi 1 selimut tebal berdua.
Bersambung …