Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Bekerja Sama.


__ADS_3

Kini wanita tersebut pun berjalan menghampiri Pras yang di saat itu masih terlihat bengong. Begitu juga dengan Rangga karena ia tidak mengenali siapa wanita tersebut meskipun ia adalah asisten Pras.


"Rangga, lebih baik kau keluar dulu. Aku ada urusan dengan wanita ini," titah Pras sehingga Rangga yang mengerti itu pun langsung saja keluar dari ruang CEO.


"Kenapa kau tiba-tiba datang ke sini? Ada urusan apa?" Tanya Pras kepada Bella, istrinya tersebut.


"Memangnya kenapa, apa ada yang salah jika aku datang ke sini?" Tukas Bella.


"Cih, apa kau lupa jika pernikahan kita ini hanya status saja, pernikahan yang sama sekali tidak kita inginkan," hardik Pras.


"Ya aku tahu kalau aku hanya sebagai istri yang tak diakui olehmu, sama seperti Riana yang tak diakui oleh Steve," ucap Bella yang membuat Pras merasa terkejut mendengarnya.


"Bagaimana bisa kau mengenal Steve dan Riana? Dari mana kau mengetahuinya. Jangan bilang kalau selama ini kau diam-diam telah mengintaiku, kau telah ikut campur dengan urusanku. Sudah aku katakan Bella, kau jangan pernah mencampuri urusanku, urus saja urusanmu sendiri. Kau kejar pria yang kau cintai itu dan aku juga mengejar wanita yang aku cintai. Aku tidak suka kau ikut campur meskipun kau adalah istriku," tegas Pras.


"Karena pria yang aku cintai itu adalah orang yang saat ini telah kau buat terpuruk dan ingin kau hancurkan brengsek!" Tukas Bella.


"Maksudmu?" Tanya Pras yang benar-benar tak mengerti.


"Kau itu bodoh atau bagaimana sih, aku sudah mengatakan sejelas ini kau belum juga mengerti. Biar aku jelaskan padamu, Steve itu adalah pria yang aku cintai," ungkap Bella.


Pras membelalakkan matanya, lagi-lagi ia dibuat terkejut oleh pengakuan Bella.


"Apa? Jadi itu sebabnya kau tadi menatapku tajam seperti itu? Apa kau marah padaku karena aku telah menghancurkan pria yang kau cintai?" Tukas Pras.


"Dasar sialan, jadi Kau pikir aku akan diam saja setelah aku tahu kau menyakiti pria yang aku cintai. Bagaimana jika aku menyakiti Riana, apa kau akan diam saja?" Tanya Bella membuat Pras saat ini menjadi merasa kebingungan.

__ADS_1


Ia tidak menyangka jika Steve, musuh bebuyutan ia itu adalah pria yang dicintai oleh istrinya itu.


"Maaf, aku sama sekali tidak tahu. Tapi aku harus bagaimana sekarang, semuanya sudah terjadi dan aku tidak mungkin membatalkan rencanaku. Aku benar-benar sudah sangat membenci pria itu karena dia telah menyakiti wanita yang aku cintai dan sekarang dia juga terlihat menantangku. Aku sudah berniat akan menghancurkan pria itu," ucap Pras dengan santai.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya. Jika kau berani menyakiti Steve atau menghancurkannya, maka aku juga akan menghancurkan wanitamu itu. Jangan kau pikir aku tidak berani!" Ancam Bella.


"Coba saja kalau kau berani, aku pasti akan membunuhmu!" Ancam Pras balik.


"Aku juga tidak takut Pras. Kau juga tahu 'kan siapa aku. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau," tukas Bella dengan tatapan tajam seakan ingin menerkam mangsanya.


Ya Pras tahu betul jika Bella sama saja gilanya dengan dirinya. Jika menginginkan sesuatu, maka ia bisa melakukan apapun dan dengan cara apapun juga. Jadi tidak mustahil jika Bella akan membunuh Riana jika ia merasa wanita itu telah menghalanginya untuk mendapatkan Steve.


"Oke Bella, kau tidak perlu marah-marah seperti itu. Sebenarnya aku ini mempunyai rencana yang sangat matang, nantinya kita akan sama-sama menguntungkan untuk kita. Aku bisa mendapatkan Riana dan kau juga bisa mendapatkan Steve," ucap Pras.


"Ya kau benar. Oh iya aku jadi lupa, dari mana kau mengetahui tentang hal ini?" Tanya Pras yang sedari tadi sebenarnya sudah sangat penasaran.


"Seperti yang kau katakan tadi jika selama ini aku mencari tahu tentangmu, karena aku merasa ada sesuatu yang janggal dengan apa yang terjadi dengan Steve saat ini. Aku merasa jika semuanya itu ada kaitannya dengan apa yang kau lakukan selama ini. Bukan hanya aku saja, bahkan ibunya Steve juga sudah tahu jika kau meminta syarat kepada Riana untuk menikah dengannya jika ingin kau mengembalikan perusahaan Steve seperti semula. Jujur aku cukup tertarik dengan rencanamu itu, tapi kau itu terlalu bodoh, kau terlalu bermain terang-terangan. Apa kau tidak takut dengan akibatnya nanti?" Kata Bella.


"Kau benar-benar wanita yang cerdas bisa menganalisis semuanya dengan sangat tepat. Tapi akibat apa maksudmu?" Tanya Pras.


"Kau itu sudah melakukan kecurangan, jika nanti mereka bisa menemukan semua buktinya dan membalikkan itu semua, kau yang akan kena batunya, kau yang akan masuk penjara dan kau tidak akan mendapatkan Riana atau apapun," tukas Bella.


"Kau tenang saja Bella. Aku sudah menyusun rencana ini dengan sangat matang, aku juga sudah menghilangkan semua jejak, jadi mereka tidak akan menemukan bukti apapun. Jadi bagaimana, apakah kau siap untuk bekerja sama denganku?" Tanya Pras.


"Bekerja sama apa maksudmu? Bekerja sama untuk menjatuhkan pria yang aku cintai. Apa kau pikir aku ini wanita bodoh," tukas Bella.

__ADS_1


"Bella … Bella … kau itu memang bodoh. Maksudku bukan seperti itu, sekarang biarlah semuanya 'kan sudah terjadi, aku akan terus melanjutkan rencanaku ini tapi ada sedikit perubahan," ucap Pras.


"Maksudmu apa?" Tanya Bella ketus.


Lalu Pras pun mengatakan kepada Bella tentang rencananya yang lain dan tentunya itu semua adalah tugas Bella, sehingga membuat istrinya itu pun tampak berpikir.


"Oke jika memang seperti itu aku akan menuruti permainanmu ini," ucap Bella yang pada akhirnya pun mempercayai suaminya itu.


"Oke, selamat bekerja sama istriku," ucap Pras mengulas senyum tipis, lalu keduanya pun berjabat tangan.


*****


Sementara itu di kediaman Lewis, terlihat Steve yang sedari tadi memarahi istrinya karena telah diam-diam pergi ke perusahaan Y untuk menemui Pras. Tentunya Steve merasa tidak terima, ia merasa telah dibohongi oleh Riana karena terus saja bertindak sendiri tanpa sepengetahuannya dan sudah jelas-jelas ia melarang keras Riana untuk menemui Pras kembali. Tetapi pada kenyataan Riana tetap saja pergi menemui pria yang hampir saja melecehkannya waktu itu. Saat ini Steve malah merasa jika Riana sudah tak lagi menghormatinya sebagai suami.


"Sudahlah Riana, jika kau memang sudah merasa bosan denganku atau kau menganggap jika aku ini adalah suami yang tidak berguna karena sebentar lagi akan kehilangan perusahaan, kau boleh pergi meninggalkanku," tukas Steve.


"Kenapa kau berbicara seperti itu Mas? Aku ini melakukannya demi membantumu. Bukan berarti aku bosan atau aku tidak ingin bersama denganmu lagi," ucap Riana yang tak habis pikir.


"Jika memang seperti itu, kenapa sepertinya kau sangat peduli dengan perusahaanku. Pasti kau takut 'kan jika aku kehilangan perusahaan maka kau nantinya akan hidup susah, pasti kau tidak bisa 'kan hidup dengan kekurangan uang. Atau karena kau sudah tahu sebentar lagi perusahaanku aku bangkrut dan aku tidak memiliki segalanya, sehingga kau menyerahkan diri untuk menikah dengan Pras karena kau tahu dia adalah pria yang kaya raya," tuding Steve yang arah pembicaraannya itu sudah ngelantur kemana-mana.


"Mas, kenapa kau bisa menganggapku wanita yang seperti itu. Aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu Mas. Kau sendiri tahu bagaimana aku, aku bahkan bekerja untuk memenuhi kebutuhanku dan sekarang bisa-bisanya kau mengatakan bahwa aku takut jika kau nantinya akan jatuh miskin. Aku melakukan ini semua untuk membantumu Mas, karena aku tahu bagaimana pentingnya perusahaan itu untukmu," ucap Riana lalu pergi meninggalkan Steve masuk ke dalam kamar.


Ia benar-benar merasa sangat kecewa atas ucapan yang dilontarkan oleh suaminya tersebut.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2