Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Melabrak Pras.


__ADS_3

"Di mana Pras? Aku ingin bertemu dengan Pras, cepat suruh dia keluar sekarang juga!" Ucap seorang pria yang di saat itu terlihat sangat emosi.


Bella masih tercengang dan juga merasa ketakutan karena tentu saja ia sangat mengenali pria yang berada di hadapannya saat ini. Meskipun pria tersebut tidak mengenalinya tetapi Bella yakin jika pria tersebut pasti sudah tahu siapa dirinya, hanya saja tidak pernah melihat wajahnya.


"Leo? Bagaimana mungkin Leo bisa berada di sini. Bagaimana jika Leo tahu aku adalah Bella, wanita yang merusak rumah tangga adiknya itu dan bagaimana jika dia tahu aku adalah istri Pras? Semua rencanaku bisa berantakan," batin Bella.


"Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan tadi, di mana Pras?" Leo mengulangi pertanyaannya itu.


"Oh iya, maaf. Pras baru saja pulang, sebentar akan aku panggilkan dulu," ucap Bella, lalu ia pun segera saja pergi untuk memanggil Pras.


"Cih, kenapa dia angkuh sekali, memangnya dia siapa berani membentakku seperti itu," umpat Bella kesal, hingga kini pun ia telah tiba di depan kamar Pras.


Tok … tok … tok …


Beberapa kali Bella mengetuk pintunya itu tetapi tidak ada jawabannya, sehingga ia mencoba membuka pintu yang ternyata tidak dikunci. Langsung saja ia masuk ke dalam kamar tersebut dan ternyata di saat itu Pras sedang berada di kamar mandi, wajar saja jika pria tersebut tidak mendengarnya.


Tok … tok … tok …


Kini Bella beralih mengetuk pintu kamar mandi. Pras yang di saat itu masih menggunakan sabun, bergegas memakai handuk dan membuka pintu kamar mandinya, tentunya membuatnya penasaran siapa yang sudah berani masuk ke kamarnya.


"Ada apa? Kenapa kau lancang sekali masuk ke dalam kamarku," tanya Pras yang merasa sangat terkejut, ia lupa mengunci pintu kamarnya itu sehingga membuat orang lain pun bisa masuk ke dalam ruang privasinya.


"Maaf aku juga tidak ingin masuk ke kamarmu, tetapi di bawah ada tamu spesial yang mencarimu," ucap Bella yang membuat Pras pun mengernyitkan dahinya, merasa kebingungan.


"Jangan bermain-main denganku, cepat katakan siapa yang ada di bawah dan mencariku," tukas Pras.


"Leo," jawab Bella singkat tetapi membuat Pras benar-benar merasa sangat terkejut dan tak mempercayainya.

__ADS_1


"Apa? Leo datang dan kau yang membukakan pintu?" Tanya Pras.


"Ya, lalu siapa lagi yang membukakan pintunya. Bukankah di rumah ini kita hanya tinggal bertiga, sedangkan Bibi juga sedang sibuk. Lagipula kebetulan aku yang tadi sedang berada di sana, mana aku tahu kalau yang datang adalah Leo," jawab Bella dengan santai.


"Dasar bodoh, kau 'kan bisa mengintipnya dulu dari jendela, memastikan siapa yang datang Bella. Bagaimana jika Leo tahu jika kau adalah istriku," hardik Pras, merasa sangat emosi terhadap istrinya.


"Kau itu yang bodoh. Kalau kau tidak mau ada yang tahu tentang hubungan kita, kenapa kau memberitahu alamat rumah ini kepada orang lain meskipun itu adalah sahabatmu. Kau juga tahu 'kan bahwa pernikahan kita ini pernikahan rahasia, jadi apa tidak bisa kau menyembunyikan tempat tinggal ini juga. Kalau menurutku saat ini dia belum tahu kalau aku adalah Bella wanita yang sudah mengganggu rumah tangga adiknya, karena dia bersikap biasa saja," tukas Bella yang tak terima disalahkan oleh suaminya itu.


"Ya baguslah kalau begitu," ucap Pras lalu ia pun kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Hei apa kau ingin mengabaikan tamumu itu?" Teriak Bella.


"Apa kau tidak melihat aku sedang mandi?" Teriak Pras pula, sehingga Bella pun langsung saja keluar dari kamar dan menemui Leo kembali.


 


Sedangkan Bella masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan Leo yang di saat itu memilih untuk menunggu Pras di luar.


Tidak berapa lama kemudian, Pras yang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi, segera saja menemui sahabatnya itu.


"Leo, kenapa kau tidak mengabariku dulu jika kau mau datang ke sini?" Tanya Pras berbasa-basi.


"Banyak bacot!"


Bugh …


Leo langsung saja melabrak dan memberikan pukulannya hingga mengenai wajah Pras, membuat sahabatnya itu sontak terkejut.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan sial! kenapa kau tiba-tiba saja memukulku?" Tanya Pras.


"Jangan berpura-pura Pras, apa kau pikir aku tidak tahu jika kau yang sudah menculik Riana. Kau benar-benar keterlaluan! Kau mengatakan bahwa kau mencintainya, tapi apa kau tahu sekarang Riana sudah berada di rumah sakit dalam kondisi yang memprihatinkan, dia mengalami trauma ringan dan itu semua gara-gara kau ba ji ngan! Seharusnya aku tidak bisa percaya begitu saja saat kau mengatakan bahwa kau mencintainya. Sekarang aku sadar yang mencintai Riana itu adalah Steve, dia bahkan rela mati untuk mencari keberadaan Riana, tidak seperti kau yang malah tega dengan sengaja menyakitinya," ucap Leo, sehingga membuat Pras pun terdiam.


"Jadi benar mereka yang sudah menemukan Riana dan apa benar yang Leo katakan tadi jika kondisi Riana memperhatikan seperti itu. Bagaimana jika nanti Riana menceritakan semuanya bahwa memang aku yang menculiknya dan apa yang sudah aku lakukan terhadapnya, bisa tamat riwayatku," batin Pras ketakutan tetapi tetap berusaha untuk tetap tenang.


"Kenapa kau diam bang sat! Pasti kau sekarang tidak bisa berkata apapun 'kan karena memang kau yang sudah menyebabkan Riana menjadi seperti itu," bentak Leo yang terlihat sangat murka sembari menarik kerah baju pria yang ada di depan matanya saat ini.


"Leo, aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau maksud. Aku sama sekali tidak tahu. Lagipula bagaimana bisa aku menculik Riana sementara aku sibuk di perusahaan dan sekarang kau lihat 'kan aku juga ada di rumah. Jadi bagaimana aku menculik Riana?" Kata Pras yang mencoba untuk mengelak.


"Jangan coba-coba untuk membohongiku Pras, aku tahu bagaimana liciknya kau. Jika aku tahu kau sebenarnya ba ji ngan, aku tidak akan mungkin membiarkanmu untuk mendekati Adik angkatku, wanita yang dulu juga pernah aku cintai," kata Leo yang melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Pras, lalu mendorong pria tersebut dengan sangat kasar.


Setelah itu segera saja Leo pergi meninggalkan kediaman Pras. Karena saat ini ia juga belum mendapatkan bukti yang pasti sehingga tidak bisa bertindak lebih lanjut, tetapi ia sudah sangat yakin dengan feeling-nya jika itu memang adalah ulah sahabatnya.


*****


"Ini semua sudah jelas karena wanita itu, kalau wanita itu tidak mencari gara-gara pasti Steve tidak akan mencarinya dan menyebabkan kondisi Steve menjadi seperti sekarang ini. Jika sampai terjadi sesuatu dengan Anak saya, saya tidak akan pernah memaafkan Riana dan saya akan meminta Steve untuk segera menceraikannya," ucap Laras yang saat ini sudah berada di rumah sakit bersama Lily dan Derry.


Sementara Riana dan Steve sudah dipindahkan ke ruang rawat inap tetapi dengan kondisi mereka yang masih kurang baik. Steve harus mendapatkan perawatan intensif karena tubuhnya terdapat banyak luka baik di luar maupun di dalam, sedangkan Riana mengalami demam tinggi dan juga ada sedikit trauma ringan di dalam dirinya itu. Hingga keduanya belum bisa dimintai keterangan apapun dan saat ini sedang beristirahat setelah diberikan obat oleh dokter. Sedangkan orang tua mereka saat ini sedang berada di luar ruang rawat inap untuk mengobrol serius dan tidak mengganggu pasien yang sedang beristirahat.


"Seharusnya Anda tidak berbicara seperti itu, ini bukan kesalahan Riana. Kita tidak tahu 'kan ke mana Riana pergi dan apa yang Riana lakukan sampai dia bisa mengalami hal seperti itu. Sekarang kondisi Riana juga memprihatinkan, kenapa Anda malah menyalahkan Riana?" Ujar Lily tak terima.


"Kenapa sih Anda masih saja membela wanita yang sama sekali tidak ada ikatan darahnya dengan Anda. Sudah jelas-jelas ini kesalahan wanita itu, memang dia yang selalu saja mencari masalah dari dulu, untuk itu saya sama sekali tidak pernah menyukainya sebagai menantu saya," hardik Laras.


"Lalu siapa yang Anda inginkan menjadi istri Steve? Bella? Wanita yang sudah berusaha untuk merusak hubungan rumah tangga Steve dan Riana?" Tanya Lily yang membuat Laras pun sontak terkejut.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2