Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Penculikan Adelia.


__ADS_3

Steve merasa kebingungan karena sejak tadi ia mencoba menghubungi Derry tetapi sama sekali tak ada jawabannya, sehingga membuatnya dan juga Leo berpikir telah terjadi sesuatu dengan pria tersebut.


"Ini semua kesalahanmu, kenapa aku malah meminta Om Derry untuk menyelidikinya sendiri? Kau 'kan tahu sendiri keadaannya sekarang sedang seperti apa, ini sama saja membahayakan nyawa Om Derry!" Bentak Leo.


"Brengsek! Dalam hal seperti ini kau malah menyalahkanku. Aku tidak mungkin meminta Papa untuk mencarinya sendiri, tapi bukan aku juga yang menentukan Papa harus pergi dengan siapa. Aku tahu bagaimana keadaannya saat ini dan sekarang jalan satu-satunya kita harus tanyakan kepada Pras di mana gudang tempat Bella di sekap, bisa saja 'kan jika saat ini Papa berada di sana karena sudah menemukan keberadaan mobil itu di sana," tukas Steve.


"Ya sudah, kita ke dalam sekarang," ucap Leo.


Saat mereka masuk ke dalam, ternyata Pras yang tadinya sempat pingsan saat ini sudah sadar dan kondisinya juga lebih baik karena sudah ditangani oleh dokter.


"Steve, apa aku datang ke sini ingin membunuhku?" Tanya Pras.


"Ck, aku memang sangat membencimu, bahkan aku ingin membunuhmu saat ini juga. Tapi saat ini ada yang lebih penting, sekarang katakan di mana markas para preman yang sudah membuatmu seperti ini?" Tanya Steve.


"Apa kalian ingin menyelamatkan Bella?" Tanya Pras.


"Kami sama sekali tak peduli dengannya, tapi sekarang Om Derry juga dalam bahaya dan aku sangat yakin jika Om-ku juga berada di sana," kata Leo.


"Bagaimana bisa?" Tanya Pras.


"Sudahlah kau tidak perlu banyak bertanya, sekarang cepat katakan di mana lokasinya?" Tanya Steve yang terlihat murka.


Sehingga Pras pun langsung saja memberitahu di mana alamat tersebut.


"Kau tetap berada di sini dan aku jamin tidak akan ada satupun yang mengetahuinya, kau akan aman. Aku dan Steve harus pergi sekarang," kata Leo, lalu keduanya pun pergi meninggalkan Pras.


*****


"Lepaskan … lepaskan aku. Mau apa kalian? Lepaskan … !" Teriak Adelia disaat salah satu di antara 2 preman yang berhasil masuk ke rumah Steve dan hendak membawanya pergi.


Satpam yang berjaga di kediaman tersebut saat ini dalam keadaan tidak sadarkan diri karena dihajar habis-habisan oleh dua preman tersebut.


"Om, Oma aku jangan di bawa Om … !" Teriak Alana sembari menangis.


"Alana kau masuk sekarang ya, kau sama Bibi saja," ucap Adelia.

__ADS_1


"Aku tidak mau Oma, aku mau sama oma. Oma … !" Alana kembali berteriak histeris saat melihat Adelia sudah dibawa masuk ke dalam mobil oleh kedua preman tersebut, lalu membawanya pergi.


"Alana, Sayang, jangan pergi Alana," sergah Bi Susi.


Dengan berusaha sekuat mungkin, akhirnya Bi Susi bisa bangun setelah tadi ia sempat jatuh tersungkur karena dipukul oleh preman. Lalu ia pun keluar mencari Alana karena terdengar teriakan bocah tersebut dan hendak mengejar Adelia.


"Bibi, Om dibawa Om jahat," ucap Alana yang menangis sesenggukan.


"Iya Sayang, kau yang tenang ya. Sekarang kita hubungi Papa dan Mama," ucap Bi Susi dan langsung membawa Alana masuk ke dalam rumah.


Lalu Bi Susi menghubungi Steve, bermaksud akan memberitahu tuannya tentang apa yang baru saja terjadi, akan tetapi sama sekali tidak ada jawaban.


*****


Lily dan Riana saat ini sedang di dalam perjalanan menggunakan taksi online. Tiba-tiba saja perasaan Lily tidak enak dan ia langsung terpikir oleh suaminya yang saat ini ia kira sedang berada di perusahaan.


"Mama kenapa?" Tanya Riana yang melihat perubahan wajah pada ibu angkatnya tersebut.


"Mama tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja Mama memikirkan Papa dan Mama merasa jika terjadi sesuatu dengan Papa," ungkap Lily.


"Tapi Papa juga tidak membalas pesan Mama dari tadi. Mama tadi mengabari saat mau ke rumah sakit, sampai sekarang belum ada tanggapan apapun dari Papa Ri. Mama benar-benar khawatir," ucap Lily.


"Ma aku mengerti jika saat ini Mama khawatir, tapi coba Mama berpikir positif saja. Mungkin saat ini Papa sedang rapat, jadi belum sempat untuk membaca pesan dari Mama. Tunggu saja nanti Papa pasti akan membalasnya," ucap Riana. "Oh ya Ma, Mama mau ikut ke rumah? Soalnya Mami kemarin menanyakan Mama, mungkin bosan karena tidak ada teman sebayanya di rumah. Alana juga katanya merindukan dengan Oma Lily."


"Ya sudah boleh, lagipula Mama di rumah juga sendiri, semuanya 'kan sedang di kantor," jawab Lily menyetujui.


Sehingga mereka pun langsung saja menuju ke kediaman lewis.


------


"Pak satpam, bangun Pak. Ada apa ini?" Tanya Riana seraya mengguncang pelan tubuh satpam yang terlihat pingsan di dalam posnya tersebut.


Untungnya satpam itu pun langsung sadar, lalu ia pun menceritakan jika ada 2 preman yang datang dan memukulnya hingga pingsan, membuat Riana langsung saja kepikiran dengan keluarganya yang berada di dalam rumahnya. Sehingga ia pun segera saja berlari untuk mencari keberadaan ibu dan anaknya dan diikuti oleh Lily.


"Mama … !" Teriak Alana yang melihat kepulangan ibunya itu dan langsung saja keduanya berpelukan.

__ADS_1


"Sayang, apa kau baik-baik saja? Di mana Oma Adel?" Tanya Riana.


"Oma Adel dibawa pergi sama 2 orang jahat Ma," ucap Alana yang membuat Riana pun sontak terkejut.


"Apa? Bi, siapa orang jahat itu Bi, apa benar Mami dibawa pergi?" Tanya Riana yang kini pun beralih kepada asisten rumah tangganya.


"Saya tidak tahu mereka siapa, tapi benar Nyonya jika Nyonya Adelia dibawa pergi. Maaf saya tidak bisa mencegahnya Nyonya, selain satpam saya saya juga dipukul. Tapi untungnya saya masih bisa bangun dan mengejar Alana saat dia hendak mengejar Nyonya Adelia," jawab Bi Susi.


Riana benar-benar kalut, ia sangat khawatir jika akan terjadi sesuatu dengan ibunya itu.


"Riana, kau yang tenang dulu ya. Sekarang kita hubungi Steve dan Leo," ucap Lily.


Riana pun langsung saja menghubungi suaminya tersebut, sedangkan Lily menghubungi keponakannya. Akan tetapi keduanya sama-sama tidak berhasil karena tidak dijawab teleponnya oleh kedua pria itu yang membuat Riana pun semakin merasa cemas.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Steve dan Leo juga tidak menjawab telepon dari kita," tukas Lily tak mengerti.


"Aku juga tidak tahu Ma, tapi bagaimana dengan Mamiku sekarang? Mamiku dibawa ke mana," kata Riana.


"Sayang, kita berdoa ya mudah-mudahan Mamimu baik-baik saja. Ayo kita coba menghubungi mereka lagi," kata Lily, hingga di saat itu pun Leo menjawab telepon dari tantenya tersebut.


"Halo Tante," ucap Leo dari seberang telepon.


"Leo, kau ada di mana sekarang? Kenapa kau lama sekali menjawab telepon Tante? Apa Om Derry ada bersamamu. Lalu Steve, di mana dia sekarang? Dia juga tidak menjawab telepon dari Riana sama sekali," kata Lily.


Leo terdiam sejenak, tak tahu harus menjawab apa. Karena ia yakin jika mengatakan hal yang sebenarnya, sudah pasti kedua wanita itu akan merasa sangat khawatir.


"Memang ada apa Tante?" Tanya Leo.


"Leo, tadi ada 2 orang preman yang datang ke rumah Steve dan ibunya Riana diculik," tukas Lily.


"Apa, Tante Adelia diculik?" Pekik Leo karena merasa sangat terkejut.


Chit …


Hingga di saat itu pun, Steve yang sedang menyetir tiba-tiba saja memberhentikan mobilnya secara mendadak karena ikut terkejut mendengar ucapan Leo.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2