Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Kondisi Riana Dan Steve.


__ADS_3

Bukan hanya Laras saja yang merasa terkejut mendengar ucapan Lily, tetapi Derry sebagai suaminya juga merasa sangat terkejut. Ia bertanya-tanya bagaimana istrinya bisa mengatakan hal tersebut jika tidak ada sesuatu yang diketahuinya, tetapi tidak mengatakan kepada suaminya itu.


"Kenapa Anda berbicara seperti itu? Apakah Anak angkat Anda itu sudah menceritakan semuanya?" Tanya Laras.


"Ya tentu saja Riana sudah menceritakan semuanya dan saya sangat percaya dengan Anak saya, buktinya memang benar 'kan Anda sangat tidak menyukai Anak saya dan Anda ingin Steve menceraikan Riana lalu menikah dengan pilihan Anda itu. Anda jangan salah Jeng, Anda belum mengenal siapa wanita itu sementara Anda sudah mengenal Riana dengan baik. Jangan sampai Anda nantinya menyesal karena sudah salah memilih. Mungkin bagi Riana sama sekali tidak ada ruginya jika dia berpisah dengan Steve, tapi percaya apa kata saya jika Steve lah yang akan menyesal karena telah kehilangan istri sebaik Riana," ucap Lily yang menatap dengan serius.


"Ma, sudah Ma. Kenapa Mama berbicara seperti itu? Ini di rumah sakit, jangan membuat keributan," ucap Derry yang menenangkan istrinya itu. Ia sangat tahu jika istrinya saat ini sedang emosi meskipun berbicara dengan santai.


"Kenapa ya dulu saya bisa membiarkan Steve menikah dengan Devina? Saya tidak menyangka ternyata seperti ini sifat asli ibunya Devina yang sebenarnya," ujar Laras.


"Tutup mulut Anda! Jangan pernah membawa-bawa nama mendiang anak saya. Apa Anda pikir selama ini saya diam saja tetapi saya tidak tahu bagaimana kelakuan Anda hah! Kalau bukan karena Steve yang memang sangat baik dan mencintai Anak Saya, saya juga tidak mau menikahkan Devina dan Steve," kata Lily yang akhirnya sudah tak tahan lagi menyimpan unek-unek di dalam hatinya itu.


"Ma, sudah cukup Ma. Sekarang ayo kita masuk, lebih baik kita melihat kondisi Riana saja," ucap Derry yang langsung saja merangkul tubuh istrinya itu dan membawanya masuk ke dalam ruang rawat inap Riana.


Laras mengepal erat kedua tangannya, menahan emosi dan menatap tajam punggung kepergian Laras beserta suaminya itu. Lalu ia pun masuk ke dalam ruang rawat inap Steve, untuk melihat keadaan anaknya.


*****


"Kau dari mana saja Leo? Apa yang sebenarnya kau lakukan?" Tanya Pras di saat Leo baru saja kembali dan langsung menemui Derry di depan ruang rawat inap Riana.


"Aku baru saja bertemu dengan seseorang yang aku curigai bahwa dialah yang sudah melakukan hal kejam terhadap Riana Om," jawab Leo.


"Sudah Om katakan kau jangan bertindak gegabah. Jangan memancing musuh kita kembali. Kita harus bermain cantik Leo, kau harus mencari buktinya yang jelas dulu, nanti baru kita akan menangkap mereka dan langsung menjebloskan mereka ke dalam penjara. Jika sekarang kau sudah berkoar-koar, kau sudah melabraknya, bagaimana seandainya pelaku itu kabur. Dan setelah nanti kita sudah menemukan bukti, bisa saja 'kan dia akan mengelak atau dia akan pergi jauh dari sini. Bukankah itu akan semakin mempersulit kita?" Ucap Derry.


"Aku tidak akan melepaskannya Om, aku pasti akan mencarinya sampai ke lubang semut sekali pun," ucap Leo.


"Kau ini sama saja keras kepalanya dengan Steve," hardik Derry.


"Tapi aku tidak bodoh seperti dia Om. Jadi bagaimana keadaan Riana dan Steve Sekarang Om?" Tanya Leo.


"Lebih baik kau masuk saja. Steve masih belum sadar tapi Dokter mengatakan sebentar lagi dia pasti akan siuman, saat ini masih dalam efek obat bius dan Dokter juga baru saja mengobatinya. Sedangkan Riana masih terlihat lemah karena dia mengalami demam tinggi dan juga trauma ringan. Om benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Riana sampai dia seperti itu," ucap Derry.

__ADS_1


"Aku yakin Om, pasti pelaku mau melecehkannya, buktinya bajunya saja robek seperti itu. Atau mungkin ba ji ngan itu memang sudah melakukan sesuatu terhadap Riana," ujar Leo.


"Kita tunggu saja sampai nanti Riana sudah bisa dimintai keterangan. Dan jika itu memang terjadi, Om pastikan siapapun orangnya dan siapapun yang terlibat tidak akan mungkin bisa lepas," ucap Derry.


"Iya Om, aku juga tidak akan melepaskan ba ji ngan itu dan aku pastikan dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya," ucap Leo pula.


Lalu keduanya pun masuk ke dalam ruang rawat inap Riana dan di saat itu terlihat jika Riana telah sadar, tetapi keadaannya masih sangat lemah.


"Jangan ... jangan lakukan itu padaku, aku mohon," Teriak Riana yang terlihat ketakutan di saat melihat Derry dan Leo mendekatinya.


Sehingga menghentikan langkah kedua pria tersebut, sedangkan Lily langsung saja memeluk anaknya.


"Sayang, kau jangan takut. Mereka bukan orang jahat. Mereka itu Kakak dan Ayahmu," kata Lily yang menenangkan Riana.


"Tolong jangan sakiti aku, aku tidak mau," ucap Riana yang tiba-tiba saja menangis.


"Riana, tenang Riana. Ini Papa dan Papa tidak mungkin menyakitimu," ucap Derry.


"Mas Steve, di mana Mas Steve? Apa Mas Steve baik-baik saja?" Tanya Riana tiba-tiba.


"Sampai sekarang Steve belum sadar, tapi nanti Papa pasti akan melihatnya lagi dan jika sudah sadar Papa akan segera memberimu kabar," ucap Derry.


"Aku mau melihatnya Pa," ucap Riana.


*****


Karena Riana sangat ngotot ingin bertemu dengan Steve, pada akhirnya Leo pun mengambilkan kursi roda untuk Riana lalu mendorongnya ke ruang rawat inap Steve. Lily yang sebenarnya sangat enggan untuk bertemu dengan mantan besannya itu, tetapi ia memilih ikut dan semua itu demi Riana, sembari menjaga-jaga takut Laras akan berbuat macam-macam kepada anaknya.


"Untuk apa kalian ke sini?" Tanya Laras dengan angkuhnya.


"Sudahlah Bu Laras, kami datang ke sini bukan mau mencari keributan. Ini semua demi kesembuhan Riana dan Steve juga 'kan. Saya yakin Steve pasti juga membutuhkan Riana saat ini," ucap Derry.

__ADS_1


"Tidak, Anak saya sama sekali tidak membutuhkan wanita ini. Justru wanita inilah yang sudah membuat kondisi Anak saya seperti sekarang," ujar Laras.


"Tante tolong lah jangan seperti ini. Bagaimanapun juga Steve dan Riana itu masih sah suami istri. Jangan egois jadi orang, pikirkan juga bagaimana kondisi Anak dan menantu Tante saat ini," ucap Leo yang ikut angkat bicara.


"Ma aku mohon Ma, tolong izinkan aku untuk bertemu dengan Mas Steve," ucap Riana memohon.


"Jangan pernah bermimpi, aku tidak akan pernah mengizinkanmu lagi untuk bertemu dengan Anakku," tolak Laras.


"Riana .... Riana ... ."


Hingga di saat itu pun terdengar suara Steve yang memanggil nama istrinya itu.


"Mas Steve. Kak Leo, aku mau ke sana Kak," ucap Riana.


Sehingga segera saja Leo mendorong kursi roda Riana mendekati suaminya. Sedangkan Laras hanya diam saja, tak bisa lagi untuk melarang mereka yang tetap kekeh ingin menemui Anaknya. Hingga kini pun mereka semua sudah berada di samping brankar Steve.


Perlahan Steve membuka matanya hingga matanya itupun terbuka lebar, lalu tersenyum karena melihat kehadiran Riana yang berada di sampingnya itu.


"Mas Steve," ucap Riana yang menggenggam tangan Steve, serta menatapnya dengan sendu.


"Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Steve.


"Iya Mas aku baik-baik saja, bagaimana keadaanmu Mas?" Tanya Riana pula.


Keduanya saling menggenggam erat dan juga air mata Riana yang terus mengalir tanpa henti.


"Sayang, kau jangan menangis. Aku baik-baik saja Sayang," ucap Steve.


Riana pun mencoba untuk membangunkan tubuhnya dengan dibantu oleh Leo, lalu ia memeluk tubuh suaminya itu dengan perasaan sedih, bahagia, marah, semuanya bercampur aduk menjadi satu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2