Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Terobsesi.


__ADS_3

Setelah mendapat telepon dari seseorang, Pras terlihat sangat murka dan di saat itu juga ia meraih kunci mobilnya, hendak pergi meninggalkan Villa.


"Jaga wanita itu baik-baik, aku harus pergi karen ada urusan penting. Pastikan dia tidak akan kabur, jika sampai dia lepas dari pengawasan kalian maka leher kalian satu persatu yang akan aku penggal!" Pesan Pras kepada 2 penjaga yang ada di Villa tersebut.


"Baik Tuan, kami pasti akan menjaga sandera dengan sangat baik," ucap penjaga.


"Oke. Di depan juga ada security, aku akan memberitahunya agar tidak membiarkan sembarangan orang masuk," ucap Pras dan berlalu pergi.


------


Sementara itu Riana yang berada di dalam kamar terus saja berusaha untuk melepaskan dirinya meskipun semua itu terasa sangat sulit, tangannya yang diikat ke belakang dan kakinya yang diikat serta disangkutkan ke tiang tempat tidur tentunya membuat Riana merasa sangat sulit untuk melepaskan diri. Ia terus saja menghentak-hentakkan kakinya hingga ikatannya terlepas dari tiang. Di saat itu pun Riana melihat ada sebuah gunting kecil yang berada di atas lemari hias di dalam kamar tersebut tetapi jaraknya lumayan jauh.


Bukh …


"Akh," Riana merintih di saat ia menjatuhkan dirinya dari atas tempat tidur.


Ia juga merasa takut jika akan menimbulkan suara keributan yang pastinya akan memancing para penjaga yang menunggu di luar. Riana menggeserkan tubuhnya secara perlahan, hingga pada akhirnya ia pun sampai di lemari tersebut.


Akan tetapi lagi-lagi ia kesulitan, karena kakinya yang terikat membuatnya sulit untuk bangun. Tetapi dengan berusaha semaksimal mungkin, pada akhirnya Riana bisa berdiri lalu meraih gunting tersebut meskipun setelah itu ia terjatuh kembali karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Akh," Lagi-lagi Riana merintih kesakitan karena bokongnya yang sudah dua kali terhempas ke lantai.


Kendati demikian tak mengapa baginya, yang terpenting ia harus cepat melarikan diri dari villa tersebut meskipun sudah dipastikan semuanya akan terasa mustahil.


Karena saat ini gunting telah berada di tangannya, Riana pun mulai berusaha untuk memotong tali yang cukup besar dan juga cukup kuat yang mengikat tangannya tersebut. Tentunya karena gunting kecil yang ia gunakan untuk memotong tali itu juga lah yang membuatnya menjadi kesulitan. Tetapi Riana tak menyerah, ia tetap berusaha untuk menggunting tali tersebut secara perlahan tapi pasti hingga pada akhirnya tali yang mengikat tangannya itu pun terlepas dan Riana juga terburu-buru untuk melepaskan ikatan pada kakinya itu.


Setelah terbebas dari ikatan tersebut, sekarang Riana memikirkan bagaimana caranya ia kabur dari Villa itu karena sudah pasti ia tidak mungkin bisa melewati para penjaga. Apalagi meminta pertolongan sudah pasti tidak ada yang mendengar. Hingga Riana pun berpikir untuk kabur melalui jendela tetapi pada kenyataanya jendela tersebut tertutup rapat dengan terali besi. Lagipula saat ini ia berada di lantai atas tepatnya di lantai 3, tentunya sangat tinggi dan juga beresiko jika ia berhasil membuka teralis tersebut dan loncat ke bawah. Benar-benar situasi yang membuat Riana merasa putus asa.


"Apa yang aku harus lakukan sekarang? Ayo Riana pikirkan caranya," batin Riana di dalam kebingungan.

__ADS_1


*****


"Ampun Tuan, ampuni aku . Tolong jangan habisi aku Tuan. Aku masih punya anak dan istri, kasihan mereka kalau sampai aku tidak ada di dunia ini, siapa yang akan menghidupi mereka," ucap preman yang terus saja meminta ampun disaat Leo memukuli wajahnya.


Sedangkan preman yang lainnya sudah tampak tak sadarkan diri karena amukan dari Steve dan juga Leo yang tampak membabi buta menghabisi mereka. Steve saat ini juga terlihat sudah lemah tak berdaya, sehingga ia pun sudah tidak mampu lagi untuk berkelahi. Kendati demikian meskipun semua preman yang berada di dalam bangunan tersebut sudah berhasil dikalahkan, tetapi kepala preman dan juga wanita yang tadi telah mengelabui mereka sudah kabur serta membawa uang yang sebenarnya tidak berjumlah 500 juta.


"Brengsek! Sekarang kau mengingat keluargamu, lalu apa kau tidak memikirkan kami sebagai keluarga Riana hah. Di sini ada suaminya, ada ayahnya dan ada kakaknya. Apa kau tidak memikirkan perasaan kami? Jika kau masih ingin hidup, cepat katakan di mana Adikku. Hanya kau satu-satunya yang masih tersisa di sini, jika kau tidak ingin mati cepat katakan!" Ancam Leo serta menatapnya dengan tajam.


"Yang yang aku dengar Bos membawa wanita tersebut ke Villa," ucap preman lirih.


"Villa? Di mana Villa itu?" Tanya Leo.


"Aku tidak tahu Tuan, tapi yang jelas Villa itu sangat jauh dari keramaian, jauh dari sini," jawab preman tersebut.


"Sekarang katakan siapa Bos kalian? Siapa dalang dibalik semua ini, yang merencanakan penculikan Adikku, cepat katakan!" Teriak Leo.


"Maaf Tuan, aku benar-benar tidak tahu. Aku hanya bekerja dengan Bos kami yang tadi telah kabur membawa uang dari Tuan, jadi aku sama sekali tidak tahu," jawab preman itu lagi.


"Leo sudah, stop Leo. Apa kau benar-benar ingin membunuhnya," sergah Derry sehingga Leo pun mengurungkan niatnya lalu melepaskan genggaman tangannya dari kerah baju preman.


Sedangkan preman tersebut sudah tak berdaya lagi, bahkan untuk berbicara pun rasanya sudah tak mampu.


Di saat itu pun Leo dan Derry langsung saja menuntun Steve dan membawanya menuju ke dalam mobil.


"Sudah aku katakan kau itu tidak usah macam-macam. Lihat sekarang, kau sangat merepotkan," umpat Leo.


"Cih, kalau tidak ikhlas lebih baik kau tidak selalu menolongku," cibir Steve.


"Sudahlah, kalian berdua ini masih saja berdebat dalam kondisi seperti ini," tukas Derry yang membuat keduanya pun bungkam.

__ADS_1


*****


Preman yang tadinya kabur dengan membawa uang yang diminta untuk menebus Riana itupun saat ini telah menuju ke suatu tempat menemui Pras. Sedangkan wanita yang diperalat untuk mengelabui Steve telah dibebaskan dan tentunya juga sudah dibayar dengan jumlah uang yang mereka janjikan.


"Di mana mereka sekarang? Bagaimana kerja kalian, masa hanya mengurus 3 orang saja tidak becus!" Bentak Pras.


"Maaf Tuan, tapi mereka memang cukup kuat. Tadinya aku pikir Steve benar-benar datang sendiri, tapi ternyata dia membawa 2 orang lainnya dan sekarang mereka masih berada di bangunan itu," ucap preman.


"Brengsek! Itu pasti Leo dan Om Derry. Untung saja aku tidak berada di sana," umpat Pras. "Tapi kau berhasil membawa kabur uangnya 'kan?" Tanya Pras yang sama sekali tak memikirkan keadaan preman-preman di sana.


"Tentu saja Tuan. Ini uangnya," jawab preman lalu memberikan koper yang tadi telah diserahkan Steve kepadanya.


Pras pun menerima koper tersebut, lalu membukanya dan mengambil satu gepok uang tersebut. Ia merasa menemukan suatu fakta mengejutkan sehingga membuatnya mengambil semua uang itu yang ternyata mereka juga telah ditipu oleh Steve, Leo dan Derry.


"Dasar goblok! Apa kau tidak lihat ini dalamnya uang atau sampah hah!" Bentak Steve yang langsung saja memberikan pukulannya kepada anak buahnya itu.


"Maksud Tuan apa?" Tanya preman tak mengerti.


"Kau lihat ini, ini hanya ada uang di atasnya saja dan di bawahnya semua bukan uang melainkan sampah!" Steve kembali membentak dan terlihat sangat emosi.


Lalu preman itu pun melihatnya dan benar saja ternyata bukan hanya menipu tetapi mereka juga telah ditipu oleh lawannya itu.


Ini semua adalah ulah Derry. Derry yang begitu cerdas sudah mempunya feeling bisa saja orang yang meminta tebusan itu akan membuat kecurangan, sehingga ia hanya meletakkan uang pada lembaran atasnya saja, sedangkan yang di bagian bawah hanyalah potongan kertas. Derry melakukannya untuk berjaga-jaga karena ia sudah hafal betul bagaimana sifat para penjahat untuk mendapatkan uang.


"Maafkan aku Tuan, aku benar-benar tidak memeriksanya lagi. Tadi aku hanya melihat sekilas saja dan aku pikir ini semua adalah uang," ucap preman itu dengan sangat menyesal.


"Sudahlah yang penting sekarang mereka tidak tahu di mana keberadaan Riana. Dan pastikan jika para anak buahmu itu tidak ada yang memberitahu Leo bahwa aku dalang dibalik semua ini," kata Pras yang masih menghargai persahabatannya dengan Leo.


Akan tetapi karena kebenciannya terhadap Steve malah membuatnya menyakiti adik angkat Leo yang ia katakan kepadanya bahwa ia mencintai wanita tersebut. Saat ini bukanlah cinta yang Pras rasakan melainkan obsesinya yang terlalu besar, sehingga tanpa sadar ia telah menyakiti wanita yang dicintainya sejak lama.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2