
Bukan hanya Steve saja yang begitu terkejut menatap ke arah seorang wanita dan juga seorang pria yang di saat itu keluar dari mobil yang sama, tetapi pasangan suami istri itu juga merasa sangat terkejut dengan kehadiran Steve yang berada di Perusahaan Y.
"Bella? Bagaimana bisa kau bersama dengan pria bajing*n ini? Bukankah tadi kau masih berada di hotel?" Tanya Steve to the point, membuat Pras dan Rangga menatap ke arah Bella dan Steve secara bergantian, seakan meminta penjelasan.
"Apa ini yang kau maksud?" Tanya Pras.
Bella tak menjawabnya, menurutnya ini bukanlah saatnya untuk membahas masalah itu. Tetapi yang ia pikirkan bagaimana caranya menjelaskan kepada Steve kenapa saat ini ia bisa bersama dengan Pras.
Bella yang tadi hendak meninggalkan hotel memang meminta Pras untuk menjemputnya di sana karena ia ingin menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Steve saat di hotel tadi malam. Akan tetapi karena menurut Pras bercerita di mobil sangat tidak efektif karena ia juga terburu-buru, sehingga mereka pun memutuskan untuk berbicara di kantor, tepatnya di ruangan Pras.
"Katakan padaku apa hubungan kalian berdua? Atau kalian berdua memang sudah sekongkol untuk menghancurkanku," tuding Steve yang tiba-tiba saja mendekati Pras dan menarik kerah baju pria tersebut.
"Lepaskan! Apa-apaan kau ini," hardik Pras yang menepis tangan Steve dengan kasar hingga terlepas.
Rangga pun mendekati mereka, lalu ia juga menarik tangan Steve, "Tuan, tolong jangan membuat keributan di sini."
"Diam kau! Kau tidak perlu ikut campur urusanku. Brengsek kalian semua, sekarang katakan di mana istriku? Pasti ini semua ulah kalian yang memang sudah sengaja ingin membuat hubunganku dan Riana hancur. Dan pasti sekarang kalian juga yang telah menyembunyikan istriku 'kan? Cepat katakan di mana istriku, cepat katakan!" Teriak Steve dengan suaranya yang begitu lantang.
"Security … tolong Pak, di sini ada orang yang membuat kerusuhan. Tolong usir orang ini!" Titah Rangga sehingga di saat itu juga satpam langsung datang dan menarik paksa tangan Steve untuk keluar.
Steve yang merasa sangat kesal dan marah karena tidak menemukan keberadaan Riana, malah menemukan satu fakta tentang kedekatan Bella dan Pras yang ia belum tahu ada hubungan apa di antara keduanya, merasa sangat murka lalu pergi meninggalkan perusahaan Y. Lagipula menurutnya yang terpenting saat ini adalah mencari keberadaan Riana.
__ADS_1
*****
Dari pagi hingga siang dan siang telah berganti menjadi sore, hingga matahari pun kembali terbenam, Steve tak juga menemukan keberadaan Riana. Ia sudah terlihat seperti orang gila yang mencari keberadaan istrinya ke sana ke sini, menanyakan kepada orang-orang di sekitar tempat di mana Riana sering berkunjung, tetapi di antara mereka tidak ada yang melihat wanita tersebut.
Steve terlihat mengabaikan dirinya sendiri, ia tidak mandi dan tidak pula memikirkan untuk makan. Bukan itu saja, bahkan Steve juga mengabaikan pekerjaannya di kantor. Dev sang asisten pun sangat kewalahan karena ia harus menghandle beberapa rapat penting hari ini karena tuannya benar-benar tidak bisa hadir. Dev sangat pusing mencari alasan agar bisa mengatur ulang jadwal rapat tersebut. Ada di antara mereka yang mengerti dan setuju untuk menundanya, tetapi ada pula yang langsung membatalkannya saja. Padahal saat ini perusahaan Steve sudah berada di ambang kehancuran, ia sendiri yang bersusah payah untuk mencari para investor lama mendiang ayahnya itu untuk mengajaknya bekerja sama kembali dan membantunya untuk menangani masalah perusahaan, akan tetapi malah Steve yang membatalkannya secara sepihak.
"Riana … kau ada di mana Sayang, aku minta maaf atas sikap kasarku padamu. Jika saja waktu itu aku tidak membentakmu, tidak menuduhmu yang bukan-bukan pasti kau tidak akan pergi dariku. Dan jika kau tahu apa yang terjadi saat ini, aku yakin kau tidak akan memaafkanku. Aku sudah mengkhianatimu dan ini semua karena wanita brengsek itu. Aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan menghancurkan mereka," gumam Steve yang mengingat Bella dan Pras tadi bersama dan ia sangat yakin jika keduanya memang memiliki hubungan dan juga telah bekerja sama untuk menghancurkannya.
*****
Karena tubuhnya sudah terasa sangat lelah, apalagi saat ini waktu juga sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB, akhirnya Steve pun memilih untuk pulang dan berniat akan kembali mencari istrinya keesokan hari.
"Papa, Papa kenapa? Kenapa penampilan Papa menjadi seperti itu dan Mama mana Pa?" Tanya Alana yang menghampiri ayahnya tersebut.
Steve tak menjawabnya, tetapi ia langsung saja meraih tubuh Alana ke dalam dekapannya dan menangis tersedu-sedu untuk menghilangkan sejenak rasa lelah di hatinya. Membuat Alana pun merasa kebingungan dan juga membalas pelukan tersebut.
"Papa kenapa dan Mama mana?" Alana mengulangi pertanyaannya dan kini pun ikut menangis.
"Sayang, maafkan Papa ya. Papa sudah mencari Mama tapi Papa belum menemukannya," ucap Steve yang melerai pelukan mereka.
"Mama … Mama ke mana Ma, kenapa Mama pergi meninggalkan Alana." Tangis Alana pecah begitu saja sehingga Bi Susi pun mendekatinya.
__ADS_1
"Sayang, jangan menangis seperti itu ya. Mungkin Mamanya Alana sekarang mau menenangkan diri dulu, tapi Bibi yakin pasti Mama akan pulang," ucap Bi Susi yang menenangkan hati Nona Kecilnya itu.
"Alana, Sayang, benar apa yang Bi Susi katakan. Alana tidak boleh menangis ya, sekarang kau masuk ke kamar dan istirahat sama Bi Susi. Papa yakin pasti besok Mama sudah kembali," ucap Steve.
"Tapi Alana mau Mama Pa," ucap Alana yang terus saja menangis.
"Bi, Tolong bawa Alana masuk ke kamar ya dan tolong temani Alana tidur malam ini," ucap Steve, lalu ia pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
Begitu juga dengan Bi Susi yang langsung saja membawa Alana masuk ke dalam kamar dan mengajaknya untuk segera tidur.
------
Steve langsung saja menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah seharian ia berada di luar tentunya membuat tubuhnya begitu terasa gerah dengan keringatnya yang sudah lengket di baju. Cukup lama Steve membasahi tubuhnya di bawah guyuran air shower, ia terus saja memikirkan serta membayangkan wajah Riana istrinya itu yang saat ini belum juga diketahui di mana keberadaannya. Tiba-tiba saja Riana menghilang pergi meninggalkannya, bahkan keluarga angkatnya sendiri saja tidak tahu di mana keberadaan istrinya itu.
"Mas, kau sudah pulang?"
Steve yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa sangat terkejut mendengar mendengar suara yang tak asing ditelinga, lalu melihat sosok wanita yang sedari tadi telah mengganggu pikirannya di saat itu tampak duduk di atas tempat tidur menggunakan pakaian yang begitu seksi serta tersenyum menggoda ke arahnya, membuat Steve benar-benar merasa sangat bahagia karena ternyata istrinya tersebut telah kembali.
"Riana, kau sudah kembali? Ya ampun Sayang kau ke mana saja. Padahal aku sudah mencarimu kemana-mana hari ini tetapi aku tidak nnemukanmu. Syukurlah ternyata kau sudah pulang, aku benar-benar sangat lega. Aku sangat merindukanmu Sayang, tolong jangan tinggalkan aku lagi," ucap Steve yang merasa sangat terharu, lalu ia pun langsung saja memeluk istrinya itu dengan sangat erat.
Bersambung …
__ADS_1