Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Mengalami Kerugian


__ADS_3

"Pras?"


Steve membuka matanya lebar-lebar untuk memastikan jika apa yang dilihatnya tidak salah. Benar saja di dalam berkas tersebut tertulis nama seorang pria yang sangat tidak asing baginya. Dialah orang yang telah mendatangani surat penarikan saham dengan jumlah yang sangat besar dari perusahaannya karena sesuatu hal berikut dengan buktinya, meskipun masalah itu belum jelas kebenarannya.


"Brengsek! Jadi ternyata pria itu yang sudah dengan sengaja ingin menghancurkan perusahaanku. Apa maksud Pras tiba-tiba menarik sahamnya dari perusahaanku, padahal sudah jelas kami sudah sangat lama bekerja sama dan selama ini tidak pernah ada masalah apapun. Hanya karena laporan palsu yang belum tahu kebenarannya, dia bisa bersikap sesuka hati seperti itu. Sepertinya kau sengaja ingin bermain-main denganku, oke kau lihat saja nanti aku atau kau yang akan menang. Akan aku buktikan tanpa perusahaanmu, perusahaanku pasti akan tetap bertahan dan maju," gumam Steve yang benar-benar tidak menyangka jika anak pemilik perusahaan Y dan mengambil alih perusahaan tersebut adalah Pras, pria yang pernah menyelamatkan anaknya tetapi pada akhirnya menjadi musuh karena waktu itu dia telah membawa istrinya kabur dari lokasi pesta.


------


"Maafkan aku Tuan, aku benar-benar tidak tahu jika Tuan Steve mengenal Tuan Pras. Yang aku tahu Tuan Pras adalah anak dari Tuan Dante yang saat ini mengambil alih perusahaannya karena Tuan Dante sudah memilih untuk pensiun dan beristirahat di rumah. Padahal selama ini Tuan Dante dan mendiang Ayah Tuan Steve sudah bekerja sama dengan baik, tidak pernah ada masalah apapun. Aku tidak pernah menyangka hanya karena masalah yang belum diketahui kebenarannya, tetapi Tuan Pras langsung saja mencabut sahamnya dari perusahaan Tuan Steve," ucap Dev setelah Steve menceritakan padanya soal Pras.


"Ya, aku juga tahu itu. Sudah sangat jelas Pras melakukan hal ini padaku bukan karena perusahaan, tetapi karena masalah pribadinya padaku. Sekarang juga kita harus ke perusahaannya, bagaimanapun juga seharusnya dia tidak boleh mencampurkan adukkan masalah perusahaan dengan masalah pribadi. Apalagi proyek ini sudah berjalan di tengah jalan, mana mungkin bisa diberhentikan begitu saja," tukas Steve.


"Baik Tuan, sekarang juga aku akan siapkan mobil," jawab Dev dan segera keluar dari ruangan Steve.


*****


"Maaf Tuan, Anda mau ke mana?" Tanya resepsionis di saat Steve dan Dev telah tiba di Perusahaan Y dan bermaksud akan mencari ruangan Pras.


"Maaf Nona, kami datang ke sini karena ingin bertemu dengan Tuan Pras dan sekarang juga kami akan langsung menemuinya," ucap Dev.


"Maaf tidak bisa Tuan. Tuan Pras saat ini sedang ada meeting dengan beberapa kolega di atas, beliau tidak bisa diganggu, itu pesan Tuan Pras," ucap resepsionis.


"Oh ya? Kebetulan sekali dia sedang rapat, karena ada sesuatu juga yang akan aku bahas dengannya dan aku rasa dalam rapat inilah aku bisa langsung menyampaikannya," tukas Steve yang langsung melanjutkan langkah kakinya dan diikuti oleh Dev di belakangnya.

__ADS_1


"Tuan, aku Mohon Tuan. Ini adalah perintah dari Tuan Pras, aku bisa dipecat jika aku tidak mengikuti apa katanya," ucap resepsionis yang mengejar kedua pria tampan tersebut.


Akan tetapi di saat itu ada seorang pria yang baru saja masuk dan menghentikan langkah resepsionis tersebut.


"Tuan, aku sudah mencegah kedua Tuan itu tetapi mereka sama sekali tidak mau mendengarkanku," ucap resepsionis.


"Lebih baik kau kembali saja, biar aku yang menangani mereka," tukas pria tersebut yang merupakan asisten Pras.


"Tuan Steve, Tuan Dev!" Panggil pria tersebut sehingga membuat langkah kaki kedua pria yang dipanggilnya itu pun terhenti dan langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Rangga? Kenapa kau ada di sini?" Tanya Dev yang sama bingungnya dengan Steve.


"Tentu saja aku berada di sini karena aku bekerja di perusahaan ini," sahut Rangga dengan entengnya.


"Tuan Steve, ternyata kau itu benar-benar bodoh. Apa selama ini kau tidak menyadari jika Rangga ini adalah asistenku, jadi mana mungkin dia bekerja di perusahaanmu. Dia berada di perusahaanmu atas perintahku saja," ungkap Pras yang tiba-tiba saja muncul dan sedang berjalan mendekati mereka.


"Jadi semua ini adalah sandiwara kalian? Dan kau Rangga, kau juga yang sudah menyabotase perusahaanku dan membuat laporan palsu itu sehingga tuanmu ini menjadikan alasan untuk menarik saham Perusahaan Y dari Perusahaan X, begitu?" Tanya Steve dengan gusar.


"Ya kau benar dan kau memang sangat pintar menebaknya Tuan Steve, tapi sayangnya dalam berbisnis kau itu sangat bodoh," ejek Pras yang membuat Steve sangat emosi dan langsung saja melayangkan pukulannya sehingga mengenai wajah Pras.


Pras tersenyum smirk sembari mengusap sepercik darah yang keluar dari sudut bibirnya itu.


"Tuan, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Rangga yang merasa khawatir terhadap tuannya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Rangga," sahut Pras. "Steve, aku mengingat ini sudah berapa kali kau memukulku. Mungkin waktu itu aku diam saja, tapi kali ini aku tidak akan tinggal diam apalagi kau sudah melakukannya di perusahaanku," tukas Pras yang langsung saja membalas pukulan tersebut. Akan tetapi dengan cepat Steve menangkis tangan Pras sehingga sama sekali tidak mengenai wajahnya.


Di saat Steve hendak memukul Pras kembali, di saat itu pula asisten mereka pun langsung saja menarik tubuh bos-nya agar perkelahian itu tidak terjadi lagi. Hingga pada akhirnya resepsionis juga memanggil satpam, lalu membawa Steve dan Dev keluar dari perusahaan tersebut.


*****


Sudah 2 hari sejak kejadian itu, Steve tampak uring-uringan sendiri saat berada di perusahaan karena merasa sangat stres dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Meskipun Steve meminta Pras jangan melibatkan masalah pribadi dengan masalah perusahaan, akan tetapi Pras sama sekali tidak mau menanam modalnya kembali di Perusahaan X. Apalagi karena Steve sudah lancang datang ke Perusahaan Y dan menyerangnya waktu itu, membuat Pras semakin membenci Steve.


Hal itu telah mengakibatkan Perusahaan X benar-benar mengalami kerugian besar saat ini. Steve sangat bingung memikirkan bagaimana caranya ia mengganti kerugian itu terhadap para investor lainnya yang sudah ikut terlibat dalam menanamkan modal di perusahaannya dalam pembangunan proyek tersebut, karena dana perusahaan benar-benar tidak akan bisa mencukupinya, bahkan jika perusahaan itu dijual sekalipun.


------


Akan tetapi saat berada di rumah, Steve mencoba untuk bersikap manis di depan Alana dan Riana, meskipun sebenarnya semua itu terasa sangat berat untuk menutupi masalahnya saat ini. Ia hanya tak ingin anak dan istrinya itu ikut merasa khawatir jika mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Mas Sebenarnya ada apa? Sudah 2 hari ini kau tampak murung, tak seperti biasanya Mas. Biasanya kau selalu ceria, bercanda dengan Alana. Apa kau sedang ada masalah di perusahaan?" Tanya Riana yang sebenarnya tahu jika suaminya saat ini sedang menyimpan masalah darinya. Hanya saja ia tidak tahu masalah apa itu.


"Sayang, saat ini aku memang sedang ada masalah di perusahaan. Tapi aku sedang berusaha untuk mengatasinya dan aku yakin semuanya pasti akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir dan aku mohon jangan bertanya dulu apa masalahnya. Aku sedang tidak ingin membahas masalah itu. Sekarang ini izinkan aku untuk memelukmu supaya perasaan ini lebih tenang," ucap Steve yang langsung saja memeluk istrinya tersebut.


"Iya Mas, seandainya dengan begini bisa membuat kau tenang, peluk saja aku terus Mas. Aku sama sekali tidak keberatan," ucap Riana yang membalas pelukan tersebut dengan sangat erat.


Steve tersenyum, setidaknya berada di pelukan Riana saat ini membuat Steve lebih tenang dan melupakan masalahnya sejenak.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2