Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Memanfaatkan Keadaan.


__ADS_3

Bagaimana Riana tidak terkejut mendapatkan sebuah pesan yang berisi foto-foto suaminya bersama dengan seorang wanita dan wanita tersebut adalah Bella.


Ya Bella yang di saat ini sedang bersama dengan Steve, sengaja memanfaatkan keadaan pria tersebut yang sedang dalam kondisi mabuk. Ia membuka baju Steve dan terlihat bertelanjang dada, sedangkan dirinya tampak menggunakan pakaian yang begitu seksi dan terlihat sedang merangkul tubuh suami Riana. Riana benar-benar merasa sangat murka karena melihat wanita itu menyentuh suaminya dan tidak bisa terbayang apa yang mereka lakukan malam ini di dalam kamar berdua dalam kondisi yang seperti itu.


Sehingga Riana pun mencoba untuk menghubungi nomor Steve kembali tetapi nomornya tidak aktif. Saat ia menghubungi nomor yang mengirim pesan tersebut ternyata nomornya telah diblokir oleh si pengirim pesan


dan ia yakin jika Bella lah yang mengirim pesan tersebut.


"Mas Steve, kenapa kau bisa bersama dengan Bella dalam keadaan seperti itu? Apa karena kau marah padaku jadi kau mencari pelampiasannya dengan wanita lain? Aku benar-benar tidak menyangka Mas," batin Riana yang menahan perih di dadanya.


Akan tetapi Riana bingung apa yang harus dilakukannya sekarang karena ia benar-benar tidak tahu di mana keberadaan Steve dan Bella. Jika ia meminta pertolongan orang lain, bukankah itu sama saja ia telah membuka aib suaminya sendiri. Sehingga Riana pun hanya bisa mencoba untuk bersabar dan menunggu kepulangan Steve.


 


Hingga pagi hari Riana sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, ia terus saja memikirkan Steve dan ingin mencari suaminya tersebut. Tetapi masih dengan masalah yang sama yaitu ia tidak tahu di mana keberadaan suaminya saat ini. Ia terlihat seperti wanita bodoh yang sudah tahu jika suaminya sedang diperdaya oleh wanita lain, tetapi tidak bisa melakukan apapun.


*****


Sementara itu Steve yang baru saja terjaga dari tidurnya, tiba-tiba tersenyum karena ia merasakan ada seseorang yang memeluk tubuhnya dan ia yakin jika itu adalah istrinya.


"Riana? Kenapa aku bisa bersama denganmu, apa tadi malam kau menjemputku?" Batin Steve tanpa melihat siapa wanita yang di saat itu menenggelamkan wajahnya di dada bidang miliknya itu.


Perasaannya saat ini cukup merasa senang karena ternyata Riana sudah tak marah lagi dengannya, bahkan mereka berdua berada di dalam kamar dan tidur bersama.


"Tetapi ini ada di mana? Kenapa ini bukan di rumah," gumam Steve yang merasa asing dengan sekelilingnya. "Ini 'kan kamar hotel, untuk apa Riana membawaku ke kamar hotel?" Steve semakin kebingungan hingga di saat itu pun ia mencoba membangunkan Riana untuk menanyakan kebenarannya.


"Sayang … bangun. Kenapa kau membawaku ke hotel?" Tanya Steve seraya mengguncang pelan tubuh wanita yang ada di pelukannya itu.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah bangun?"


Mendengar suara tersebut membuat Steve membelalakkan matanya, merasa sangat terkejut dan spontan melepaskan pelukan wanita itu secara kasar.


"Bella? Apa yang kau lakukan, kenapa kau bisa berada di sini denganmu hah!" Teriak Steve yang tak mempercayai keadaan saat ini.


"Kenapa kau jadi marah-marah seperti itu Steve, bukankah tadi kau memanggilku dengan panggilan yang begitu mesra? Lagipula apakah kau tidak ingat apa yang telah kita lakukan tadi malam, tak terlihat begitu bersemangat saat menjamahi tubuhku Steve," ucap Bella mengulas senyum tipis.


"Tidak, aku tidak mungkin melakukan apapun padamu. Jangan mendekat denganku, kau benar-benar brengsek! Kenapa aku bisa berada di sini bersamamu, pasti kau telah membawaku ke sini 'kan?" Tanya Steve.


"Kau benar kalau aku yang telah membawamu ke sini. Tadi malam kau mabuk sehingga aku menjemputmu dan aku membawamu ke hotel ini. Kau selalu saja memanggil nama Riana, ya mungkin kau juga menganggapku adalah Riana hingga kau yang terlebih dahulu memulainya, sampai akhirnya kita melakukan hubungan itu. Tapi tidak masalah bagiku kau mau menganggap aku Riana atau siapa, yang penting kau sudah melakukannya bersamaku Sayang," ucap Bella yang terlihat begitu bahagia.


"Wanita brengsek, sialan! Aku tidak menyangka jika kau benar-benar licik Bella. Kau sengaja menjebakku dan memanfaatkan keadaan di saat aku mabuk," tukas Steve yang langsung saja memakai kemejanya lalu pergi meninggalkan kamar hotel.


Sedangkan Bella tersenyum puas karena ia yakin jika saat ini rencananya benar-benar akan berhasil. Sudah pasti hubungan Steve dan Riana akan hancur dengan apa yang sudah dilakukannya.


*****


Saat ini Steve juga berpikir apakah mungkin ia sudah melakukan sesuatu dengan Bella? Jika benar bukankah itu artinya ia sudah mengkhianati Riana yang masih sah menjadi istrinya. Padahal ia sempat bertengkar dengan Riana karena menganggap istrinya itu hendak menikah dengan pria lain dan lebih memilih meninggalkannya, tetapi pada kenyataannya malah ia yang mengkhianati pernikahan dengan tidur bersama wanita lain.


 


"Tidak membutuhkan waktu lama, Steve telah tiba di rumah. Setelah memarkirkan mobilnya, Steve tampak buru-buru masuk ke dalam rumah dan langsung mencari keberadaan istrinya.


"Riana … Riana … kau di mana Riana?" Steve terus berteriak memanggil nama istrinya hingga ia pun telah tiba di kamar.


Akan tetapi di kamar tersebut Steve sama sekali tidak menemukan keberadaan Riana. Lalu ia pun mencoba menghubungi Riana beberapa kali, tetapi ternyata Riana meninggalkan ponselnya di atas tempat tidur. Sehingga Steve meraih ponselnya tersebut dan membuka beberapa pesan termasuk pesan yang dikirim oleh Bella dimana ada foto-foto mereka yang terlihat begitu intim.

__ADS_1


"Bajing*an kau Bella! Kau tidak hanya menjebakku tapi ternyata kau juga mengirim foto-foto menjijikkan ini kepada Riana. Pasti saat ini Riana merasa sangat hancur dan dia benar-benar pergi meninggalkanku. Pasti Riana menghilang karena merasa sangat marah padaku," umpat Steve begitu murka dan juga takut akan kehilangan Riana.


Lalu ia mencari keberadaan Alana yang di saat itu sedang tidak sekolah berada di kamar belajar bersama dengan Bi Susi. Saat Steve bertanya kepada Bi Susi, ART-nya itu juga tidak tahu di mana keberadaan Riana saat ini, karena Riana sama sekali tidak mengatakan apapun. Bahkan Bi Susi tidak tahu jika Riana keluar rumah. Sangat terlihat jelas jika Riana memang pergi secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun.


"Riana, kau di mana? Kemana aku harus mencarimu," batin Steve merasa kebingungan seperti orang gila.


"Bi Susi tolong jaga Alana. Sekarang juga aku akan pergi mencari istriku," ucap Steve, lalu berpamitan dengan sang anak dan berlalu.


Steve bergegas masuk kembali ke dalam mobilnya, lalu melaju kencang mencari keberadaan Riana. Pertama-tama yang ditujunya adalah kediaman kedua orang tua mendiang istrinya, tetapi ia sama sekali tidak menemukan keberadaan istrinya di sana. Lalu Steve kembali melajukan mobil dan mencari Riana di sekitaran jalan Kota Jakarta, berharap akan menemukan sosok istrinya tersebut tetapi belum ada hasilnya.


"Tiba-tiba saja Steve berfikir mungkin saat ini Riana sedang berada Perusahaan Y untuk menemui Pras. Sehingga steve pun bergegas menuju ke perusahaan tersebut.


*****


"Maaf Tuan Steve, bukankah Tuan Pras sudah mengatakan jika kau tidak boleh lagi datang ke perusahaan ini selain menyerahkan istrimu untuk menikah dengannya?" Tukas Rangga yang membuat Steve begitu emosi mendengarnya.


"Bajing*n kau, jaga mulutmu bedebah! Sampai mati pun aku tidak mungkin menyerahkan istriku. Di mana istriku sekarang, aku tahu pasti istriku ada di sini 'kan!" Ucap Steve yang menatap begitu tajam.


Ia terlihat begitu kesal karena belum sempat masuk ke dalam perusahaan tersebut, tetapi sudah dihalangi oleh Rangga terlebih dahulu.


"Maaf Tuan, tolong jangan membuat keributan di sini. Tuan Pras sedang tidak ada di perusahaan berikut juga dengan istrimu, jadi lebih baik sekarang kau pergi saja!" Usir Rangga.


"Kau ini benar-benar tidak tahu diri. Padahal aku sangat mempercayaimu saat bekerja di perusahaanku, tetapi ternyata kau hanyalah seorang pengkhianat," ujar Diego.


"Cih, memang itu tujuanku. Aku bekerja di perusahaanmu hanya untuk Tuan Pras, karena hanya beliau lah Tuanku yang sesungguhnya," ucap Rangga tersenyum smirk.


Di saat itu pun terlihat sebuah mobil yang berhenti di depan perusahaan Y, sehingga baik Steve maupun Rangga langsung saja menatap ke arah mobil tersebut dan terlihat dua orang yang baru saja keluar dari mobil, membuat Steve benar-benar tak percaya melihat apa yang saat ini ia lihat di depan matanya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2