
Leo pun menceritakan kepada Steve bahwa ada 2 preman yang berhasil menerobos ke kediamannya dan menculik Adelia.
"Brengsek! Pasti mereka orang yang sama. Aku tidak bisa tinggal diam saja," umpat Steve yang merasa sangat emosi dan kembali melajukan mobilnya.
Steve juga yakin jika ibu mertuanya tersebut pasti berada di tempat yang sama dengan yang lainnya, termasuk ayah dari mendiang istrinya. Rasanya ia sudah tak sabar lagi ingin mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, yang sudah menyebabkan kekacauan.
------
Hingga tidak berapa lama kemudian, kini Steve dan Leo pun telah tiba di gudang yang dimaksud oleh Pras. Benar saja mereka melihat mobil Derry yang berada di depan gudang itu, sudah pasti memang pemilik mobil berada di dalam sana. Berikut dengan mobil yang platnya sengaja ditutupi dan sewaktu itu digunakan untuk menabrak Laras, membuat emosi Steve pun semakin bertambah.
"Ternyata benar, ini semua sesuai dengan dugaan. Aku harus menyelamatkan Papa saat ini juga," umpat Steve yang hendak turun dari mobil, bermaksud akan menuju ke gudang tersebut.
"Stop! Kau harus sabar Steve, kau tidak boleh bertindak gegabah. Apa kau lupa saat ini kita hanya berdua dan aku yakin pasti jumlah mereka di dalam sana sangat banyak. Apa kau mau mati konyol juga hah!" Bentak Leo yang membuat Steve pun tampak berpikir.
"Tapi mau sampai kapan? Bagaimana jika saat ini Mami Adelia juga sudah berada di sana, lalu Papa Derry juga sudah disiksa, apa yang akan terjadi jika kita terlambat menolong mereka? Kau sendiri juga tahu 'kan bagaimana keadaan Pras saat ini karena ulah mereka, mereka itu para ba ji ngan yang kejam. Bisa saja jika saat ini Bella juga sudah tidak bernyawa di dalam sana," ucap Steve.
"Aku rasa semenjak banyaknya masalah di dalam hidupmu, kau berubah menjadi bodoh Steve. Bagaimana mungkin Tante Adelia sudah berada di dalam, sedangkan sedari tadi kita sudah berada di sini dan kita tidak melihat siapapun yang datang," ujar Leo.
"Ck, lalu kapan kita akan bertindak?" Tanya Steve.
"Kita tunggu saja yang lainnya datang, aku sudah meminta beberapa anak buahku untuk datang ke sini," ucap Leo.
------
20 menit menunggu, kini anak buah Leo pun telah tiba di gudang tua tersebut. Mereka sengaja menaruh mobil agak jauh dari gudang, lalu Steve dan Leo mengendap-endap masuk ke dalam pekarangan gudang dengan beberapa anak buah dan sebagian berjaga sementara di luar. Di saat itu pun salah satu di antara anak buah Leo ada yang memancing keributan di luar, sehingga terlihat beberapa penjaga yang berada di depan gudang keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Tentu saja kesempatan itu langsung digunakan oleh Steve dan Leo untuk segera melangkahkan kaki menuju ke gudang tersebut.
__ADS_1
Setelah berhasil masuk ke dalam gudang, kedatangan Steve dan Leo langsung disambut oleh beberapa preman yang di saat itu menatap tajam ke arah keduanya.
"Penyusup, berani sekali kalian masuk ke sini," kata salah satu preman.
"Memangnya kenapa hah! Kami datang ke sini karena ingin menyelamatkan orang-orang yang telah kalian sekap di sini. Apa salah mereka?" Bentak Steve dengan sangat murka.
"Tentu saja mereka punya salah, jika mereka tidak punya salah bagaimana mungkin mereka disekap di sini. Apakah kalian berdua datang ke sini mau menyerahkan diri atau memang sengaja cari mati," kata preman dengan santai.
"Aku pastikan, kau yang akan mati. Banyak bacot!" Ucap Leo yang langsung saja maju dan menyerang preman tersebut.
Begitu pula dengan Steve yang ikut menyerang preman lainnya, hingga terjadilah perkelahian dengan tangan kosong di antara mereka. Setelah menghabisi para preman di luar, beberapa anak buah Leo juga ikut masuk untuk membantu Leo dan Steve sehingga dengan sangat mudah membuat para preman pun terkapar.
Lalu segera saja Leo dan Steve mencari ke beberapa ruangan, hingga pada akhirnya mereka menemukan Bella dan juga Derry yang masih belum sadarkan diri di dalam gudang kumuh.
Tak membutuhkan waktu lama, kini preman tersebut pun langsung di buat tak sadarkan diri karena amukan dari anak buah Leo yang jumlahnya ada 6 orang.
"Steve, Leo, kenapa kalian bisa berada di sini?" Tanya Bella yang merasa sangat senang melihat kehadiran pria yang dicintainya itu.
"Pa, bangun Pal," panggil Steve sembari mengguncang pelan tubuh Derry dan sama sekali tak menggubris ucapan Bella.
"Pa, ayo bangun Pa. Aku dan Leo datang ke sini mau menyelamatkan Papa," ucap Steve yang merasa sangat khawatir.
"Om, bangun Om," ucap Leo pula.
Derry mengerjap-mengerjapkan matanya. Meskipun saat ini pandangannya tidak jelas, tetapi ia senang karena melihat Steve dan Leo berada di depan matanya.
__ADS_1
"Steve, Leo, kenapa kalian bisa berada di sini. Apa kalian juga disekap?" Tanya Derry lirih.
"Tidak Pa, kita datang ke sini mau menyelamatkan Papa dan Bella," ucap Steve.
Bella tersenyum, ia sangat senang karena pada akhirnya ada yang datang untuk menyelamatkannya. Apalagi dia adalah Steve, pria yang sudah sangat lama membuatnya jatuh hati.
Steve pun segera melepaskan ikatan yang ada di tubuh Derry, sedangkan Leo melepaskan ikatan yang ada di tubuh Bela. Lalu Steve juga yang membantu Derry memapah tubuhnya dan Leo membantu Bella yang di saat itu terlihat sangat lemah karena sudah beberapa hari ia dikurung dalam gudang tersebut.
"Mau ke mana kalian?"
Betapa terkejutnya Steve, Leo, Derry dan Bella begitu juga dengan beberapa anak buah Leo saat mengetahui ternyata di luar gudang terdapat banyaknya preman yang telah mengepung mereka. Bahkan jumlah anak buah Leo pun tak seimbang dengan mereka yang saat ini sudah nampak siap untuk menghajar dengan beberapa peralatan yang yang mereka bawa. Bahkan terlihat seseorang yang memakai topi dan masker memegang pistol di tangannya, sehingga membuat Bella pun semakin ketakutan dan ia yakin jika dia lah bos di antara preman-preman tersebut dan dalang dibalik semua ini.
Plok … plok … plok …
Terdengar suara tepuk tangan dari pria misterius yang menggunakan topi dan masker tersebut.
"Selamat datang di markasku. Kalian berdua termasuk orang yang ada di dalam daftar incaranku, ternyata tanpa aku menangkap kalian, kalian sudah datang untuk menyerahkan diri. Ini benar-benar sangat luar biasa, jadi aku tidak perlu menyuruh anak buahku untuk membuang-buang waktu mencari kalian," kata pria misterius tersebut.
"Bang sat! Siapa kau sebenarnya? Apakah kau dalang dibalik ini semua dan kau juga yang sengaja menabrak Ibuku?" Tanya Steve.
"Ya kau benar. Itu adalah peringatan atas kejahatan ibumu selama ini, yang sudah dengan sengaja menyakiti Anakku, Riana," ucap pria misterius itu.
Mendengar hal tersebut, tentunya membuat Steve, Leo, Derry dan Bella merasa terkejut. Ternyata sesuai dugaan Bella jika anak yang dimaksud oleh pria misterius tersebut adalah Riana.
Bersambung …
__ADS_1