Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Kehadiran Ibu Kandung.


__ADS_3

Akan tetapi sebenarnya Riana tak merasa asing dengan wanita itu, ia hanya merasa sangat terkejut karena setelah sekian lama tidak bertemu, tiba-tiba saja saat ini ibu paruh baya itu muncul di hadapannya.


"Riana, Riana sayang kau kenapa, kenapa kau bisa menjadi seperti ini Nak? Bukankah kau mengatakan jika selama ini kau baik-baik saja," ucap wanita tersebut dan langsung memeluk Riana.


Laras tak henti menatap wanita tersebut, wanita yang sangat berkelas meskipun sudah berumur. Ia tetap terlihat cantik karena selalu melakukan perawatan diri, bahkan terlihat lebih cantik dibandingkan Laras dan Lily meskipun umur mereka pastinya tidak berbeda jauh.


"Mas, itu siapa? Kenapa kau bisa bersama dengannya?" Lily berbisik di telinga suaminya itu.


"Itu ibu kandungnya Riana Ma, tadi Papa bertemu dengannya di lobby rumah sakit," jawab Derry yang juga berbisik.


"Kenapa Mami bisa ada di sini, apa suami Mami itu tidak akan marah jika tahu Mami datang mengunjungiku?" Tanya Riana ketus dan terlihat tak menyukai kehadiran ibunya itu.


"Mami? Jadi ini ibu kandungmu Sayang?" Tanya Steve.


Ya memang selama ini Riana hanya menceritakan tentang ibunya saja, tetapi belum pernah bertemu langsung dengan Steve. Bahkan saat itu Steve pernah mengajak Riana untuk mengunjunginya ke luar negeri tetapi istrinya itu menolak dan juga sama sekali tak pernah menunjukkan wajah ibunya kepada Steve meskipun melalui ponsel. Jadi wajar saja jika di antara mereka sama sekali tidak ada yang mengetahui wajah ibu Riana seperti apa.


"Iya Steve, saya adalah Maminya Riana, ibu mertuamu," jawab Adelia. "Sayang, kenapa kau berkata seperti itu. Mami datang ke sini untukmu, Mami kabur dari suami Mami dan ini semua hanya demi kau Sayang," ucapnya yang kini kembali beralih kepada sang anak.


"Tapi bukannya Mami sudah tidak peduli lagi denganku," ujar Riana.


"Siapa yang mengatakan hal bodoh seperti itu? Mami ini ibu kandungmu, tentu saja Mami sangat peduli denganmu. Mami minta maaf, karena selama ini kau tidak pernah mau mendengar penjelasan Mami," ucap Adelia dengan serius.


Membuat Riana di saat itu tampak terdiam, masih tak percaya dan menerima kehadiran ibu kandungnya tersebut.

__ADS_1


"Maaf semuanya, perkenalkan saya adalah Adelia. Mungkin di antara kalian di sini seperti Steve, Jeng Lily, kalian sudah mendengar tentang cerita saya dari Riana, bahkan kita juga pernah berbicara lewat telepon tetapi tidak pernah bertemu sebelumnya. Ya saya adalah ibu kandungnya Riana. Karena ada sesuatu hal yang tidak bisa saya jelaskan, sehingga saya baru sempat untuk datang ke sini sekarang. Dan Anda, Saya yakin Anda adalah orang tua Steve 'kan? Saya juga sudah tahu bagaimana sifat Anda terhadap anak saya selama ini meskipun saya berada di luar negeri. Kenapa Anda berbicara seperti tadi, mengatakan jika Riana tidak memiliki orang tua. Sekarang Anda bisa melihatnya, 'kan? Saya adalah orang tua Riana. Bahkan Riana juga masih memiliki Ayah, hanya saja kami sudah berpisah. Apa Anda tahu itu? Tentu saja tidak, karena Anda sama sekali tidak pernah mau tahu tentang menantu Anda," ucap Adelia yang menatap tajam ke arah Laras.


Tentunya ia tak terima mendengar anaknya selama ini selalu diperlakukan tidak baik oleh mertuanya, apalagi ia juga sudah melihat dan mendengarnya tadi secara langsung.


"Mam sudah, kenapa Mami malah berbicara seperti itu. Mami itu tidak tahu apa-apa, Mami hanya mendengar ceritanya saja," kata Riana.


"Sudahlah Riana, kau tidak perlu membelaku. Ibumu ini juga pasti tahu semuanya karena kau 'kan yang menceritakannya. Memang siapa lagi kalau bukan kau," hardik Laras.


"Tutup mulutmu! Jangan pernah membentak Anakku di depanku," ujar Adelia penuh emosi.


"Maaf Jeng Adelia, Jeng Laras, jika kalian ingin bertengkar lebih baik kalian selesaikan saja dulu di luar. Ini ruang rawat inap, Steve dan Riana butuh istirahat," ucap Lily.


"Oke, Ibunya Steve, saya ingin berbicara dengan Anda," ucap Adelia dengan angkuh.


"Oke," jawab Laras yang tak kalah angkuhnya.


------


"Pa, bagaimana bisa Papa bersama dengan Mamiku" Tanya Riana.


"Sebenarnya sewaktu Papa baru saja tiba, Papa sudah melihat Ibumu itu juga baru saja tiba dan langsung masuk ke dalam rumah sakit. Tetapi saat di lobby tidak sengaja Papa mendengar ibumu bertanya mengenai ruang rawat inap atas nama Riana, jadi Papa bertanya siapa dia dan ternyata dia adalah ibu kandungmu. Maka itu Papa langsung membawanya ke sini," terang Derry.


"Mama pikir Papa membawa pacar baru ke sini," cibir Lily yang membuat mereka pun tersenyum.

__ADS_1


"Tante tidak usah cemburu gitu lah. Om Derry ini sudah tua, mana ada lagi sih wanita yang tertarik. Sudah cukup Tante yang menjadi istrinya, yang sangat baik dan cantik, jadi mana mungkin Om Derry bisa berpaling dari Tante," ujar Leo.


"Nah itu benar. Keponakan Om sekali-sekali ada benarnya juga kalau bicara," tukas Derry.


"Oh hanya sekali-sekali saja ya Om," ucap Leo.


"Hei sudah, sudah," tukas Lily yang menghentikan perdebatan antara Om dan keponakannya itu. "Sayang sekarang ibu kandungmu sudah berada di sini, mungkin saja itu akan membantu kesembuhanmu dan sekarang biarkan saja ya Mamimu berbicara dengan Maminya Steve dulu dan kau Steve, kau tidak perlu khawatir, mereka itu sama-sama seorang ibu, pastilah mereka bisa berbicara baik-baik dari hati Ke hati, apalagi demi anak-anaknya," ucapnya.


"Tapi aku tahu siapa Mamiku Ma, Mamiku itu sangat keras kepala," ujar Steve.


"Mamiku juga Mas, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan mereka di luar sana," ucap Riana yang terlihat khawatir.


"Ya sudah kalian tenang saja ya, biar Papa yang akan melihatnya," ucap Derry.


"Tidak usah Om, Om di sini saja ya . Biar aku yang melihat 2 ibu-ibu itu," tukas Leo, lalu ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berlalu.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, Pras yang baru saja selesai dengan aktivitasnya di kantor, bersiap-siap akan segera pulang. Setelah dirasa semuanya sudah beres kini ia pun segera saja meninggalkan ruangannya dan hendak meninggalkan perusahaannya.


Akan tetapi di saat ia baru saja melangkahkan kakinya keluar dari perusahaan hendak menuju ke parkiran mobil, ia melihat keadaan pos satpam yang sangat gelap, bahkan ia juga melihat sesuatu yang mencurigakan. Sehingga Pras pun memilih untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana terlebih dahulu.


Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang memukulnya dari belakang dengan benda keras, sehingga membuatnya langsung pingsan dan terkapar di atas tanah. Sama sekali tak ada yang melihat akan hal itu, karena satpam sendiri sudah dalam keadaan tidak sadar.

__ADS_1


Bersambung …



__ADS_2