Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Lolos.


__ADS_3

Riana masih tak bisa mempercayai dengan apa yang baru saja didengarnya. Bagaimana mungkin ia bisa memiliki seorang ayah yang begitu kejam dan tega menyakiti orang-orang yang sangat disayanginya. Sikapnya sangat berbeda jauh dengan sikap Riana yang begitu penyayang dan sangat tidak tega untuk menyakiti siapapun, barang semut sedikitpun. Tentunya membuat Riana pun tak bisa menerima akan kenyataan ini.


"Ini bukan saatnya untuk percaya atau tidak Sayang. Lebih baik sekarang kau pergi saja dari sini, mumpung ada polisi di sini, cepat bawa Mama Lily pergi," titah Adelia.


"Aku tidak akan pergi dari sini karena aku harus menyelamatkan suamiku," tolak Lily.


"Mami dengar itu 'kan? Mama Lily menolak dan aku juga tidak akan pergi Mi. Aku akan pergi bersama dengan kalian," kata Riana.


Di saat itu pun terlihat Carlos semakin mendekatkan pistolnya tersebut di kepala Adelia, siap untuk menembaknya dan tentunya membuat Adelia baik yang melihatnya pun bergidik.


"Jangan … tolong jangan lakukan itu pada Ibuku," teriak Riana.


"Riana, Riana. Kenapa sih Nak kau begitu menyayangi orang-orang yang selama ini telah menyakitimu. Sedangkan Ayah, Ayah adalah orang yang begitu peduli padamu. Ayah adalah orang yang begitu menyayangimu dan Ayah melakukan ini semua semata-mata hanya untukmu Sayang. Ayah hanya ingin membalaskan sakit hatimu dan ini semua tentunya demi melindungimu dari orang-orang jahat ini. Tetapi kenapa kau malah tidak mau menerima Ayah dan membela mereka, ini sama sekali tidak adil untuk Ayah Sayang," ucap Carlos.


"Aku sama sekali tidak butuh itu, aku tidak pernah merasa sakit hati kepada mereka apalagi untuk membalas dendam," ujar Riana.


"Sudah cukup sandiwaranya. Sekarang kalian semua turunkan senjata kalian atau pistol ini akan menembak kalian semua," ucap komandan polisi kepada Carlos dan para preman yang merupakan anak buahnya.


"Silakan! Sudah aku katakan jika kalian berani menembakkan pistol sedikit saja, maka pistol ini dan juga seluruh pisau yang ada di tangan anak buahku akan langsung menancap dan membunuh tawananku," ancam Carlos tersenyum smirk.


Sehingga di saat itu pun terlihat salah satu polisi yang memberikan aba-aba kepada beberapa polisi lain yang saat itu sudah berada di belakang Carlos dan anak buahnya. Lalu para polisi itu pun segera saja menembak kaki Carlos dan anak buahnya hingga senjata yang mereka pegang terlepas. Sedangkan pistol yang dipegang oleh Carlos sempat mengeluarkan pelurunya, hanya saja nyasar melayang ke udara.


Suasana pun menjadi riuh seketika, di saat para polisi sibuk untuk menyelamatkan para tawanan dan menangkap anak buah Carlos, sementara Carlos yang merasa kesakitan melindungi dirinya semaksimal mungkin dengan senjata yang saat ini dipegangnya. Hingga pada akhirnya ia pun berhasil lolos dari kejaran polisi, ia langsung saja menaiki mobil dan menerobos apapun yang ada di depannya sampai ia keluar dari area gudang.


"Berhenti!" Teriak polisi yang berhasil menembak ban mobil Carlos hingga ban itu pun pecah.


Akan tetapi lagi-lagi Carlos berhasil lolos karena saat ia turun dari mobil, ia langsung saja menaiki kendaraan lain yang berhasil membawanya pergi, entah siapakah itu tidak ada yang tahu. Meskipun telah tertinggal jauh, 2 orang polisi langsung saja menaiki mobil dan mengejar Carlos.

__ADS_1


Sementara itu seluruh anak buah Carlos sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan saat ini dibawa ke kantor polisi, terkecuali yang terluka parah dam juga yang menjadi tawanan Carlos akan segera dibawa ke rumah sakit karena kondisi mereka semuanya yang sangat lemah. Mereka semua dibawa ke rumah sakit yang sama dengan Pras agar polisi dapat mengontrol atau mencari informasi dari para korban yang menjadi tawanan tesebut, sesuai rekomendasi dari Leo juga.


Sementara itu Riana juga masih diselidiki oleh polisi, karena bagaimanapun juga alasan pelaku utama melakukan hal ini demi membela sang anak. Sehingga polisi pun mencari informasi tersebut dari Riana dan Adelia. Kondisi Adelia saat ini juga terlihat baik-baik saja, hanya terlihat syok karena ia belum sempat disiksa pada waktu itu.


*****


"Ada apa Sonia, kenapa kau terlihat begitu cemas. Apa yang terjadi?" Tanya Laras yang sedari tadi melihat anaknya bolak-balik memegang ponsel terlihat menghubungi seseorang, juga terlihat kekhawatiran di wajahnya itu.


"Aku hanya sedang menunggu kabar dari Steve Mi," ucap Sonia yang akhirnya membuka suara.


"Steve? Memangnya ada apa dengan Adikmu, apa yang terjadi Sonia?" Tanya Laras.


Karena terus didesak oleh ibunya, akhirnya Sonia pun menceritakan kepada Laras tentang apa yang terjadi. Soal misi penyelamatan Steve dan Leo yang datang ke gudang tua untuk mencari keberadaan Derry dan Adelia yang menghilang. Akan tetapi sampai saat ini Sonia belum mendapatkan kabar lagi dan apa yang terjadi dengan mereka.


"Apa? Untuk apa Steve harus mengorbankan nyawanya, untuk apa Adikmu itu harus mencari mereka kalau sudah tahu akibatnya akan fatal. Itu sama saja Steve akan membahayakan nyawanya sendiri. Seharusnya biarkan saja mereka mau diapakan, itu sama sekali bukan urusannya," ujar Laras yang terlihat murka.


"Memangnya kenapa Mi. Bagaimanapun juga Tante Adelia adalah mertuanya Steve dan Om Derry juga Ayah almarhum Devina, jadi itu wajar saja Mi. Mereka semua baik terhadap Mami, mereka peduli terhadap Mami tetapi kenapa Mami begitu jahat dan tega terhadap mereka Mi," ucap Sonia yang tak habis pikir dengan ibunya itu.


Sonia memutar bola matanya malas, ia sangat enggan meladeni ibunya yang selalu saja menyalahkan orang lain. Tetapi apa yang dikatakan oleh ibunya itu ada benarnya, sehingga Sonia pun langsung saja menghubungi Riana dan untungnya di saat itu adik iparnya itu dengan cepat menjawab telepon tersebut.


"Halo Kak," ucap Riana dari seberang telepon.


"Syukurlah Riana, akhirnya kau menjawab teleponku. Sekarang kau ada di mana dan apa kau tahu di mana keberadaan Steve dan Leo saat ini?" Tanya Sonia.


"Iya Kak, aku tahu. Bahkan sekarang ini aku juga sedang bersama Mas Steve dan yang lainnya," kata Riana.


"Maksudmu? Apakah semua sudah berhasil diselamatkan? Apa yang terjadi Riana?" Tanya Sonia penasaran.

__ADS_1


"Kak, nanti akan aku jelaskan ya. Yang jelas semuanya sudah selamat, hanya saja saat ini mereka semua sedang ditangani oleh dokter karena sempat berkelahi dengan orang-orang jahat itu Kak. Tapi tenang saja orang-orang jahat itu juga sudah ditangani oleh Polisi. Sekarang Polisi sedang meminta keterangan padaku, Mami dan juga Mama Lily karena hanya Kami bertiga yang baik-baik saja kondisinya," ucap Riana.


"Ya sudah kalau begitu. Memangnya kalian ada di rumah sakit mana?" Tanya Sonia lagi.


"Rumah Sakit Citra Medika Kak," jawab Riana.


"Ya sudah sekarang kau urus aja dulu kepentinganmu, yang penting mereka semua baik-baik saja dan Kakak juga lega mendengarnya. Jangan lupa selalu memberi kabar kepadaku Riana," ucap Sonia.


"Iya Kak, aku pasti akan selalu memberi kabar," jawab Riana.


Lalu panggilan telepon pun berakhir.


"Bagaimana Sonia, apakah Adikmu baik-baik saja?" Tanya Laras yang sudah tak sabar ingin mendapatkan informasi tersebut.


"Iya Mi, baik Steve maupun yang lainnya semua selamat. Hanya saja saat ini kondisi mereka lemah dan sedang ditangani oleh Dokter," terang Sonia.


"Apa? Sudah Mami katakan ini sangat membahayakan nyawa Steve. Kenapa sih Adikmu itu keras kepala sekali. Lalu di mana mereka sekarang? Apa mereka tidak berada di rumah sakit ini?" Tanya Laras lagi.


"Tidak Mi, mereka ada di rumah sakit terdekat di mana tempat mereka disekap. Tapi Mami tenang saja karena Riana akan memberi kabar kepada kita tentang apapun yang akan terjadi nanti," ucap Sonia.


"Ck, kau tidak perlu begitu percaya terhadapnya Sonia. Buktinya jika kau tadi tidak menelepon, wanita itu tidak akan mungkin memberi kabar. Dia sengaja menyembunyikan keberadaan Steve saat ini," ujar Laras dan terlihat begitu kesal.


Sonia hanya terlihat diam saja, karena jika membantah ucapan ibunya tersebut pun sudah pasti tidak akan pernah ada habisnya.


Hingga di saat itu tiba-tiba saja ada seorang pria yang masuk ke dalam ruangan tersebut serta menyodorkan pisau ke arah keduanya.


"Siapa kau? Apa yang mau kau lakukan di sini?" Teriak Sonia.

__ADS_1


Bukannya menjawab, pria tersebut terlihat semakin mendekati mereka, sehingga membuat Sonia dan Laras pun saling berpelukan dan merasa sangat ketakutan.


Bersambung …


__ADS_2