Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Merasa Sendiri


__ADS_3

Seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut memekik memanggil nama Riana dan merasa sangat panik, terlebih lagi Alana yang tentunya juga menangis melihat keadaan ibunya yang di saat itu sudah terkapar di atas lantai.


"Riana, bangun Riana … ," panggil Steve yang merasa sangat khawatir sembari mengguncang tubuh istrinya itu.


"Bangun Riana," ucap Leo pula yang tak kalah khawatirnya dengan Steve.


"Minggir kau, jangan dekati istriku!" Sergah Steve yang langsung saja membopong tubuh istrinya itu dan kebetulan di saat itu dokter dan juga bagian keamanan datang karena mendengar keributan tersebut.


Di saat itu juga Steve dan Leo diminta mengikuti satpam ke ke pos untuk menjelaskan apa yang terjadi.


"Aku tidak mau, aku mau melihat istriku. Kenapa kau ini memaksa sekali!" Bentak Steve karena satpam terus memaksanya.


"Steve Sudahlah! Lebih baik kau ikuti saja, ini semua juga karena ulahmu. Kau sendiri yang membuat masalah jadi selesaikan dulu masalah kalian!" Titah Derry dengan nada membentak, hingga pada akhirnya Steve pun mengikutinya.


Kedua pria tampan tersebut pergi ke pos keamanan, sedangkan Riana ditemani oleh anak dan juga kedua orang tua angkatnya itu.


------


"Pak, pria ini bukan siapa-siapa istriku tapi dia tiba-tiba saja datang dan ikut campur. Apa menurut Anda aku tidak boleh marah? Bagaimana jika Anda di posisiku," kata Steve yang terlihat begitu emosi jika sudah menyangkut soal Riana, berbeda dengan Leo yang terlihat begitu santai.


"Pak Satpam yang terhormat, wanita itu adalah Adikku. Tentu saja aku membela dia karena pria ini tak pernah mengakuinya sebagai istri, dia selalu saja menyalahkan Adikku dan sekarang dia berpura-pura peduli terhadap Adikku itu. Apa menurut Bapak itu adalah sifat seorang suami?" Ujar Steve yang membuat Steve terlihat semakin emosi. Akan tetapi ia tahu jika di saat itu Leo sengaja memancing amarahnya, sehingga ia pun berusaha untuk tetap tenang menghadapi Steve saat ini.


"Apapun alasan kalian, kalian sudah salah karena membuat keributan di rumah sakit. Jadi lebih baik sekarang kalian pergi saja dari sini," kata satpam.

__ADS_1


"Oh tidak bisa dong Pak, itu 'kan istriku yang berada di dalam sana. Jadi lebih baik orang sini aja yang Bapak usir pergi dari sini," cecar Steve.


"Ya sudah kalau begitu. Memang salah satu di antara kalian harus pergi dan Tuan Leo saya rasa memang Anda yang seharusnya pergi karena Anda sama sekali tidak ada kepentingan di sini, bagaimanapun juga suaminya lah yang lebih berhak," ujar satpam.


"Oke sekarang aku akan pergi, tapi ingat Steve masalah kita belum selesai di sini. Jika kau terus menyakiti Riana, aku pastikan kau akan kehilangan wanita tersebut," bisik Leo yang sudah terang-terangan mengancam seraya mengulas senyum tipis, lalu pergi meninggalkan Steve.


Steve sama sekali tak menggubrisnya, setelah itu ia pun masuk kembali ke dalam rumah sakit untuk melihat keadaan Riana. Tentunya ia merasa sangat khawatir karena tadi Riana pingsan terkena pukulannya yang cukup kuat.


*****


"Steve, Riana dan Alana sudah tidur di kamar. Papa harap kamu mengerti dengan kondisi saat ini, biarlah Riana dan Alana tenang dulu di sini dan kau boleh pulang. Kau jangan mengganggu mereka dulu, kau percaya 'kan jika Papa sudah menganggap Riana itu sebagai Anak Papa dan Mama, Alana juga adalah cucu kami, jadi kami pasti akan menjaganya dengan baik. Lagipula ini 'kan pilihan Riana dan Alana sendiri, jadi Papa harap kau memberikan mereka waktu," ucap Derry saat berada di kediamannya.


"Iya Steve, besok Mama juga akan berbicara dengan Riana. Tapi sekarang kau pulang saja ya dulu, percayakan Riana dan Alana kepada Mama dan Papa," sambung Lily.


Karena ulahnya sendirilah yang membuat Riana dan Alana meminta untuk pulang ke kediaman Derry. Untuk saat ini mereka sedang tidak ingin pulang ke rumah bersama dengan Steve, hingga pada akhirnya Steve pun mengalah dan membiarkan anak dan istrinya itu agar merasa lebih tenang. Bagaimanapun juga ini semua karena kesalahannya, ialah yang membuat masalah sehingga membuat Riana dan Alana merasa ketakutan dan marah padanya.


Saat ia baru saja melangkahkan kakinya keluar rumah, di saat itu terlihat Leo yang hendak masuk ke dalam rumah tersebut dan menatapnya sinis. Karena Steve merasa jika saat ini tubuhnya begitu lelah dan ia sudah tidak ada waktu lagi untuk meladeni Leo, sehingga Steve pun memilih untuk terus melangkahkan kakinya menuju ke mobil.


"Ingat Steve, saat ini Riana tinggal di sini bersamaku, aku bisa melakukan apapun yang aku mau agar Riana pergi darimu!" Ancam Leo yang tentunya sangat tidak enak didengar di telinga Steve, tetapi lagi-lagi ia berusaha sabar.


Steve yakin Leo juga tidak mungkin bisa melakukan apapun selagi Riana masih memiliki cinta untuknya. Ya hanya itulah yang bisa Steve andalkan saat ini. Lalu ia pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya itu pulang ke kediamannya.


*****

__ADS_1


Sudah dua hari Riana dan Alana tidak berada di rumah, kebetulan Alana juga sedang libur sekolah untuk itu ia tetap memilih untuk liburan di rumah neneknya tersebut. Steve merasa sangat kesepian, ia merasa sendiri karena tidak ada 2 wanita yang selalu menemani hari-harinya itu. Ia yang tetap bekerja di hari libur saat pulang ke rumah sudah merasa sangat lelah dan lelah itu seakan tidak pernah hilang karena tidak ada 2 wanita yang selalu menunggu kepulangannya. Hidupnya terasa begitu hampa dan Steve menyadari jika ia benar-benar tidak bisa hidup tanpa keduanya. Hingga hari ini Steve berniat akan menjemput anak dan istrinya tersebut dan membawanya pulang ke rumah.


------


Sementara itu di kediaman Dirgantara, Lily menghampiri Riana yang di saat itu tengah sibuk memasak.


"Sayang kamu sedang masak apa?" Tanya Lily.


"Oh ini Ma, aku mau masak steak daging nih. Alana katanya sedang menginginkan ini Ma," jawab Riana.


"Oh steak daging kesukaannya Alana, makanan kesukaannya Alana benar-benar sangat mirip dengan Devina. Ya syukurlah selain mengobati rasa rindu Mama terhadap Devina melalui kamu, Mama juga bisa melepaskan rindu itu lewat Alana," ucap Lily mendadak sedih karena mengingat anaknya yang sudah tiada.


"Iya dong Ma, apalagi Alana itu 'kan darah daging Devina satu-satunya, jadi sudah pasti yang paling dekat dengan Devina itu ya Alana bukan aku," ujar Riana.


"Sayang, kamu jangan berbicara seperti itu. Kamu itu adalah sahabat dekat Devina, kamu juga banyak sekali kemiripannya dengan Devina. Terimakasih ya Sayang karena kamu sudah mau menjadi Anak Mama," ucap Lily dengan matanya yang berkaca-kaca.


Riana menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu ia pun memeluk ibunya tersebut.


"Ma, yang seharusnya mengucapkan terimakasih itu aku. Mama sudah menganggap aku sebagai Anak Mama sendiri di saat orang tua aku saja sudah tak peduli lagi denganku. Bahkan aku tidak tahu di mana kedua orang tuaku saat ini Ma, mereka hidup tapi seakan mati," ucap Riana yang diiringi dengan tangisannya.


Sehingga Leo dan Alana yang di saat itu hendak ke dapur tanpa sengaja melihat dan mendengarnya ikut merasakan kesedihan yang amat mendalam atas apa yang dialami oleh Riana.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2