Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 10 pernikaha 2


__ADS_3

"aku tidak ingin memberikan dia penderitaan aku akan melepaskannya walau itu berat bagiku, dan aku berharap suatu saat dia akan menemukan kebahagiaannya, imbuh Adam


mendengar perkataan Adam, membuat Nita semaki merasa bersalah pada Zahra tapi dia tidak mungkin menolak jika Adam memang berniat ingin bertanggung jawab


kini mobil Adam sudah masuk ke halaman rumah Nita, rumah yang sederhana dengan banyak di tanami bunga-bunga yang sangat indah


Nita mengajak Adam untuk turun


"ayo Dam," ajak Nita


"iya ayo,,jawab Adam sambil berjalan mengikuti Nita dari belakang


tok..tok..


"assalamualaikum ma"! ucap Nit memberi salam


"waalaikumsalam ,jawab mama Nita dari balik pintu


"oh.. ternyata ada tamu,! ayo nak silahkan masuk, ajak mama Nita pada Adam , dan mempersilahkan Adam untuk duduk


"iya tante, jawab Adam sambil berjalan mengikuti mama Nita


"sepertinya baru pertama kali tante liat kamu nak,? tanya mama Nita sambil tersenyum ramah


"iya tante, saya baru pertama kali kerumah ini, jawab Adam sopan


"iya mah, kenalin ini Adam, teman Nita, ucap Nita menyela pembicaraan Adam dan mamanya, dia teman Nita di kantor


mama Nita hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban


"tante ambil minum dulu ya, ucap mama Nita berpamitan


"gak usah repot-repot tante,! jawab Adam merasa tidak enak


"gak kok, gak repot" malah tante senang


ahirnya mama Nita pergi ke dapur untuk membuat minuman


"Dam,! aku tinggal sebentar ya" aku mau mandi dulu, ucap Nita berpamitan


"iya Nit.."


"loh nak Adam kok sendirian,!emang kemana Nita"? tanya bu silfi ibunya Nita


"Nita tadi pamit mau mandi tante, jawab Adam sopan


tiba-tiba pintu rumah Nita di ketuk

__ADS_1


tok..tok..


segera bu silfi bangun dari sofa tempat ia duduk menemani Adam, ia berjalan untuk membuka pintu


"papa sudah pulang,? tanya bu silfi samil mencium punggung tangan sang suami, pak Rehan langung masuk dan menyapa Adam


"oh.. ternyata ada tamu, ucap pak Rehan


segera Adam bangkit dari sofa dan menyalami papanya Nita


dia temannya Nita pa, ucap bu silfi memberi tau sang suami, pak Rehan hanya mengangguk sebaģi jawaban , lalu ia duduk di sofa bersebelahan dengan sang istri


Nita keluar dari kamar dengat wajah yang sudah segar, papa udah pulang"? tanya Nitasambil mendudukkan bokongnya di dekat papanya


"iya sayang, ucap pak Rehan sambil mengelus kepala putri semata wayangnya


"om, tante, maksud kedatangan saya kesini..! ucap Adam tak mampu meneruskan kata-katanya, ia begitu bingung harus menjelaskan bagaimana pada orang tua Nita, ahirnya ia memberanikan diri untuk mengutarakan maksut kedatangannya


"saya kesini bermaksut untuk melamar Nita putri om dan tante, ucap Adam gugup


pak Rehan dan istrinya saling pandang, lalu pandangan mereka tertuju pada Nita, Nita tak kalah terkejut dengan ucapan Adam, ia mengira Adam akan mempertimbangkan ucapannya dulu sebelum mengambil keputusan


"apa nak Adam sudah yakin, tanya pak Rehan ramah


"iya om, saya sudah yakin, ucap Adam meyakinkan, mendengar ucapan Adam Nita semakin menundukkan kepalanya dan ia tak bisa lagi membendung air mata yang sejak tadi ia tahan


bu Silfi yang mendenga penjelasan Adam , tak bisa lagi menahan air matanya ia menangis tergugu di dalam pelukan sang suami


"tenang ma" ini adalah ujian untuk kita dan kita harus sabar, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin


"lalu bagaimana dengan istrimu nak,? tanya pak rehan


"saya akan menceraikannya om, tapi setelah menikahi Nita, jika kami menikah setelah saya bercerai dengan istri saya, maka kandungan Nita akan semakin besar dan saya takut Nita akan jadi gunjingan para tetangga


pak Rehan tidak ada pilihan lagi selain harus menerima lamaran Adam, meskipu Adam sudah mempunyai seorang istri


"baiklah om terima lamaran kamu, tapi kamu harus janji untuk bisa membahagiakan anak saya, ucap pak Rehan berharap pada Adam


"saya janji akan membahagiakan Nita, dan saya akan segera melegalkan pernikahan saya dengan Nita setelah saya bercerai dengan istri saya, jawab Adam meyakinkan


mendengar jawaban Adam pak Rehan setuju dan bertanya kapan Adam akan menikahi Nita


"kapan kalian akan melangsunkan pernikahan ,? tanya pak Rehan pada Adam dan Nita, keduanya tak ada yang menjawab mereka hanya saling pandang


"loh kok"! cuma saling pandang,? ucap pak Rehan, keduanya langsung gelagapan tidak tau harus menjawab apa, ahirnya Adam menjawab


"insaallah secepat nya om, besok saya akan mengurus segala keperluan untuk pernikahan

__ADS_1


"baiklah"! om serahkan semuanya sama kamu,


"terima kasih om, jawab Adam sopan


******


waktu berjalan begitu cepat kini waktunya Adam dan Nita melaksanakan ijab kabul, acara pernikahan di adakan di hotel tempat Adam bekerja


Al sempat tidak percaya saat Adam mengantarkan kartu undangan untuknya, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Adam


Al sangat tau betapa Adam mencintai istrinya, tapi kenapa dia dengan mudah menikah dan menghamili wanita lain,


Al tak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa mendoakan sahabatnya semoga hidup bahagia dengan siapapun itu


"Anton"! antarkan kita ke hotel, ucap tuan Fatih pada Anton


"baik tuan, jawab Anton patuh


keluarga bagaskara memang mendapat undangan kehormatan dari Adam, karna keluarga bagaskaralah yang menjadikan Adam seperti sekarang ini


para tamu mulai berdatangan Adam sudah siap di depam pak penghulu bersama Nita di sampingnya


tanpa sengaja Anton masuk ke dalam aula tempat ijab kabul di laksanakan, betapa terkejutnya Anton saat melihat siapa yang ada di depan pak penghulu


"saya terima nikah dan kawinnya Nita apriani binti Rehan bakri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai


"bagaimana para saksi, tanya pak penghulu pada para saksi


"Sah....!


ucap para saksi serempak


Anton yang melihat secara langsung pernikahan Adam, hanya bisa mengepalkan tangannya, dia tidak bisa berbuat apa-apa


"aku akan buat perhitungan dengan mu Adam, ucap Anton dalam hati


Anton keluar dari aula dengan muka merah padam tanda ia menahan amarah, dia sangat menyayangi Zahra meskipun Zahra hanya adik sepupunya


kini Adam duduk di pojok ruangan ia duduk termenung seorang diri, begitu hancur hati Adam harus melepas seseorang yang ia sangat cintai


"maafkan aku Ra, gumamnya lirih, tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sampingnya


"kenapa lo lakuin ini jika lo emang gak sanggup untuk ngejalanin,? tanya pria di samping Adam, yang tak lain adalah Al


"gue gak punya pilihan Al,jawab Adam putus asa


"seandainya mati membawa gue dalam ketenangan pasti gue lebih memilih mati, dari pada gue hidup dalam sebuah penyesalan

__ADS_1


"gue hanya laki-laki yang tidak berguna di dunia ini,


__ADS_2