
Al duduk bersandar di sofa tempat Zahra di rawat sesekali ia memandang Zahra yang terlelap karna pengaruh obat yang ia minum, orang tua Al dan orang tua Zahra sengaja keluar agar Al bisa semakin dekat dengan Zahra
sedikitpun Al tak bisa memalinkang kan wajahnya untuk memandang Zahra, "aku akan jadi pria yang sangat beruntung jika bisa menikah denganmu, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu"! gumam Al dengan tetap fokus memandang wajah Zahra
seketika ia terkejut dengan dering ponselnya, segera Al mengangkat panggilan yang masuk
"iya ada apa Fan"? tanya Al pada Irfan di sebrang sana
("maaf tuan, polisi telah menyelidiki kasus tabrakan nona Zahra dan ternyata itu bukan murni kecelakaan melainkan mobil itu dengan sengaja menabrak motor yang nona tumpangi, dan sekarang polisi sedang mencari pelaku karna polisi sudah mencatat plat nomor mobil itu, mobil itu tetlihat jelas dari CCTV, jelas Irfan )
Al mengepalkan tangannya mendengar penjelasan Irfan dia berpikir siapa orang yang ingin mencelakai Zahra.
"aku mau secepatnya pelaku itu di temukan dan masukkan dia kedalam penjara, aku tidak mau dia tetap berkeliaran di luar sana karna itu akan membahayakan nyawa Zahra,! ucap Al dengan nada bicara sedikit keras
Al mematikan poselnya lalu membantingnya ke sofa, rasa kawatir terhadap Zahra kini ia rasakan, Al bersandar di sandaran sofa ia menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan
*******
satu minggu Zahra di rawat di rumah sakit kini keadaannya sudah semakin membaik dia sudah bisa berjalan meski sedikit merasakan nyeri di pergelangan kakinya, dokter sudah memperbolehkan Zahra pulang, terlihat nyonya Anita sangat bahagia karna ahirnya ia bisa berkumpul dengan anaknya setelah sekian lama berpisah
Zahra merasa takjup dengan kemewahan rumah orang tuanya, ini bagaikan mimpi bagi Zahra karna selama ini ia tidak pernah berpikir bisa menjadi orang kaya seperti saat ini
"ayo sayang mama antar ke kamarmu" ajak nyonya Anita setelah mereka sampai di ruang tamu, Zahra di papah oleh mamanya untuk menaiki tangga
"ini kamar kamu sayang"! ucap nyonya Anita sambil membantu Zahra untuk berbaring di atas tempat tidur, "apa kamu suka sayang"? tanya nyonya Anita, " iya ma aku suka"! jawab Zahra sambil melihat sekeliling kamar yang begitu mewah
"ya udah, kamu istirahat dulu ya sayang mama mau ke dapur dulu,!
"iya ma", jawab Zahra
*****
__ADS_1
di ruangan kerja tuan Ilham
"bagaimana Toni apa kamu sudah menemukan di mana dan siapa mantan suami Zahra"? tanya tuan Ilham, "iya tuan saya sudah berhasil menemukannya"! jawab Toni yakin
"siapa dia"? tanya tuan Ilham, "dia adalah sahabat tuan Al dan sekaligus manager di hotel milik keluarga bagaskara, jawab Toni yakin
"bagus, segera hubungi dia karna aku akan mengadakan pesta di hotel tempat dia bekerja untuk Zahra karna dia sudah kembali sekaligus akan mengumumkan pertunangan Zahra dan Al, kamu minta dia yang mempersiapkan semuanya, ini akan sangat menarik jika dia tau Zahra akan bertunangan dengan sahabatnya sendiri,! ucap tuan Ilham sambil tersenyum licik
"baik tuan,! jawab Toni
*******
hari ini Al sangat sibuk mengerjakan beberapa berkas yang harus ia tanda tangani karna selama satu minggu dia tidak ke kantor karna menemani Zahra di rumah sakit, saat sedang fokus pada berkas2 di hadapannya Al di kejutkan dengan bunyi ponselnya, segera ia mengangkat panggilan yang masuk.
"iya ada apa om"? tanya Al pada seseorang di sebrang sana yang tak lain adalah tuan Ilham
("om ingin mengadakan pesta buat Zahra dan rencananya om akan mengadakannya di hotel keluarga kamu, om minta tolong kamu atur segalanya karna ini juga adalah hari pertunangan kamu dan Zahra tapi ini semua om rahasiakan dari Zahra, apa kamu mengerti Al"? jelas tuan Ilham.)
Al segera melakukan panggilan lagi pada seseorang
"halo...! bisa kita ketemu sekarang"? tanya Al pada seseorang di sebrang sana
("gue lagi sibuk Al"!)
"gue adalah bos lho, jadi lho wajib patuhin segala perintah gue"! sarkasnya gak mau di bantah.
("okey, mau ketemu di mana"?)
"di tempat biasa"! lalu Al mematikan sambunga, dengan terburu-buru Al mengambil kunci mobil dan segera meninggalkan kantornya
******
__ADS_1
"dasar bos aneh"! grutu Adam sambil duduk di cafe tempat biasa dia dan Al nongkrong, tanpa menunggu lama Al datang dengan senyum mengembang di bibirnya
"ada perlu apa sampai lho maksa gue datang kesini"? tanya Adam dengan muka kesalnya
"sory bro, saking bahagianya gue sampai gak perduli sama kerjaan lho"! jawab Al santai sambil menarik kursi untuk ia duduki, "emang kenapa lho sampai sebahagia itu"? tanya Adam heran
"gue minta lho urus acara pertunangan gue, karna acaranya mau di adakan di hotel gue dan lho sebagai manager wajib menyiapkan pesta yang sangat mewah dan meriah karna ini adalah hari bahagia buat gue"! jelas Al dengan begitu semangat
"apa...?! tunangan"? tanya Adam tak percaya, "iya gue akan bertunangan dengan wanita yang kemaren gue ceritain sama lho"! jawab Al santai sambil terus senyum2 sendiri, Adam semakin heran melihat tingkah sahabatnya itu.
"serius lho mau tunangan"? tanya Adam lagi, "emang lho gak percaya"? tanya Al balik karna merasa kesal Adam tidak percaya, "ya heran aja, siapa wanita yang mau sama lho secara lho kan seorang playboy"!
Al mendengus kesal dengan ucapan Adam, dia benar2 kesal karna Adam tidak percaya bahwa dia akan bertunangan, "terserah lho mau percaya atau tidak yang jelas gue emang mau bertunangan dengan putri om Ilham.
"jika nanti asisten om Ilham ngubungin lho, gue harap lho harus turutin semua kemauan om Ilham, dan ya, lho harus datang sama istri lho"! jelas Al sambil berdiri ingin pergi meninggalkan Adam
"okey bos"! teriak Adam saat Al sudah semaki jauh meninggalkan dia yang terbegong karna mendengarkan Al akan bertunangan.
dari cafe Al melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga wijaya
"assalamualaiku"! Al memberi salam setelah sampai di rumah Zahra
"waalaikum salam"! jawab Zahra sambil membuka pintu untu Al
Al tersenyum melihat Zahra yang juga tersenyum padanya, "bagaimana kabarmu hari ini, apa masih sakit"? tanya Al begitu perhatian
"alhamdulillah sudah mendingan pak"! jawab Zahra yang sukses membuat Al kesal karna Zahra masih saja memanggilnya dengan sebutan bapak
"kapan kamu akan memanggilku dengan sebutan MAS"? tanya Al kesal, "setelah aku siap menerima bapak di dalam hatiku"! jelas Zahra cuek.
"terus kapan kamu akan menerima aku Ra"? tanya Al sambil terus mengejar Zahra yang mau mengambil minum ke dapur.
__ADS_1
"mencintai, itu butuh waktu pak, dan aku bukan tipe wanita yang akan sangat mudah untuk jatuh cinta"! mengucapkan cinta itu mudah tapi bagaimana kita menjalaninya kalau kita sendiri tidak menghargai apa itu cinta, kita hanya selalu perduli tentang perasaan kita sendiri tanpa harus perduli dengan orang lain, aku hanya berharap bapak mengerti apa itu proses karna perasaan saya masih dalam proses untuk bapak"! jelas Zahra membuat hati Al menjadi resah.