Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
Bab 9 Hamil


__ADS_3

"aku butuh kamu lisa" jawab Al pada lisa, sambil berjalan menghampiri lisa, lalu Al berbisik di telinga Lisa


"maukah kamu menemaniku sebentar di kamàr, pinta Al pada lisa sambil mengelus -elus tangan lisa, membuat lisa tak bisa menolak kemauan sang bos karna sebenarnya lisa juga senang melayani Al di tempat tidur


Lisa langsung menganggukkan kepalanya, Al yang melihat lisa mengangguk segera menarik tangan lisa membawanya masuk ke kamar yang ada di dalam ruangan tersebut


hampir dua jam Al dan lisa di dalam kamar membuat mereka berdua melewatkan makan siang, Al sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama wanita-wanta di kamar yang terletak di dalam ruangannya


termasuk dengan sekertarisnya sendiri, Al memang tak puas dengan satu wanita meskipun ia sudah punya pacar dan sering tidur bersama tapi Al selalu mencari wanita lain untuk ia tiduri


******


waktu berjalan begitu cepat kini sudah satu bulan sejak kejadian Adam dan Nita di kamar hotel


"lo kenapa Nit"? kok dari tadi muntah terus,? tanya teman kantor Nita


"mungkin gue lagi masuk angin, jawab Nita pada temannya


"kalau lo gak sehat" lo pulang aja, biar gue ijinin lo ke pak bos, ucap teman yang satunya


"gak kok" gue masih bisa kerja, jawab Nita yakin, ahirnya Nita kembali bekerja tapi di hatinya ada perasaat kuwatir karna dia belum juga datang bulan setelah kejadian di dalam kamar hotel bersama Adam


"apa yang harus aku lakukan jika aku benar hamil, batin Nita berkecamuk


waktu sudah menjelang sore, Nita dan rekan-rekannya mulai membereskan meja merapikan kembali berkas-berkas yang mereka kerjakan, Nita berjalan keluar dari lobi kantor Bagaskara Group bersama teman-teman


tanpa sengaja Nita berpapasan dengan Adam, tapi tak ada satupun di antara mereka yang saling tegur sapa, pasalnya mereka berdua tak pernah lagi berkomunikasi setelah kejadian di hotel


tepat saat mereka berpapasan tiba-tiba Nita merasa mual dan segera ingin muntah, dengan cepat Nita berlari untuk mencari toilet untuk mengeluarkan semua isi perutnya


Adam yang melihat Nita berlari merasa heran, karna Nita seperti menahan sesuatu, ahirnya Adam mencari Nita untuk mengobati rasa penasarannya, saat Adam sampai di depan toilet wanita Adam mendengar ada seseorang yang sedang muntah-muntah


Adam semakin penasaran, ahirnya Adam memberanikan diri untuk masuk, untung saja toilet sudah sepi karna karyawan sebagian sudah pada pulang


saat Adam masuk sungguh Adam terkejut karna orang yang muntah-muntah ternyata adalah Nita

__ADS_1


"kamu kenapa Nit"? tanya Adam panik


Nita begitu terkejut karna Adam tiba-tiba ada di dalam toilet dan sekarang bertanya keadaannya, Nita tidak tau apa yang harus ia katakan, haruskah dia bilang kalau di belum datang bulah setelah kejadian itu


Nita sungguh bingung," hei..!kenapa melamun,? tanya Adam sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Nita


"eh..! enggak Dam, jawab Nita gelagapan


"kenapa kamu muntah - muntah Nit"? tanya Adam lagi


"mungkin aku masuk agin" jawab Nita gugup


"kamu jangan bohong Nit"ucap Adam lagi


ahirnya Nita memberi tau bahwa yang sebenarnya bahwa ia belum datan bulan setelah kejadia malam itu


Adam semakin bingung mendengar penjelasan Nita ahirnya Adam mengajak Nita untuk pergi ke dokter kandungan, Nita sempat menolak tapi pada ahirnya dia mau setelah Adam membujuknya


kini Adam dan Nita sudah berada dalam ruangan dokter ķandungan,dokter sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya sudah di temukan


Adam tak punya kata-kata untuk menjawab, dia begitu terkejut denga kenyataan ini Adam tidak bisa membayangkan jika istrinya sampai tau tentang kenyataan ini


"saya sarankan bapak menjaga istri anda karna kehamilan pada trimester pertama berisiko keguguran jadi saya sarankan istri anda jangan terlalu capek, ucap sang dokter menjelaskan pada Adam


Adam hanya mengannguk sebagai jawaban, dia tidak tau harus menjawab apa Adam begitu syok dengan kenyataan ini


"iya dok" saya akan berusaha menjaga dan memperhatikan istri saya ucap Adam sambil tersenyum kecut, mengingat dia bukanlah suami Nita


Nita yang mendengar jawaban Adam, langsung membelalakkan matanya terkejut


"apa mungkin kamu akan melakukannya Dam," ucap Nita dalam hati


ahirnya Nita dan Adam keluar dari rumah sakit tempat Nita memeriksa kandungannya, keduanya berjalan menuju parkiran


tanpa Adam sadari dari kejauhan Anto melihat Adam keluar dari rumah sakit, Anton hanya mengira bahwa perempuan yang bersama Adam adalah temannya, saat Anton ingin menghampiri Adam tiba-tiba bu Siska sudah keluar dari rumah sakit

__ADS_1


ahirnya Anton mengurungkan niatnya,karna Anton harus mengantarkan majikannya pulang, bu Siska kerumah sakit hanya untuk menjenguk temannya yang lagi di rawat


Adam dan Nita sudah masuk kedalam mobil, sejak Adam di angkat menjadi manager Al memang memberikan segala fasilitas yang Adam butuhkan termasuk sebuah mobil mewah yang Al berikan


kini mobil Adam melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalana ibu kota yang sedikit macet ,tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka


ahirnya Adam bersuara untuk memecah keheningan di antara mereka


"di mana alamat rumah kamu Nit"? tanya Adam sambil fokus menyetir


"aku mau tirun di sini Dam" ucap Nita sambil menoleh sebentar pada Adam


"gak Nit" ini sudah malam, aku gak mau kamu kanapa-napa, ucap Adam berusaha membujuk Nita


sekalian aku mau bertemu sama orang tua kamu Nit, ucap Adam menoleh sedikit pada Nita lalu kembali fokus menyetir


"buat apa Dam,? tanya Nita bingung


"aku mau menceritakan semua yang terjadi di antara kita dan aku...Adam tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya karna ini sangat berat bagi Adam


"aku.., aku... mau bertanggung jawab atas anak yang kamu kandung Nit, ucap Adam mengulang kata-katanya


ada perasaan menghangat dalam hati Nita karna Adam mau bertanggung jawab atas anak yang ia kandung


"tapi bagaimana dengan istri kamu Dam , tanya Nita cemas


"aku akan menceraikannya,Nit," jawab Adam dengan mata berkaca-kaca


"kamu gak usah bertanggung jawab Dam,"aku akan menjaga anak ini sendirian, aku tidak mau merusak rumah tangga kamu,


"gak Nit anak yang ada dalam kandunganmu adalah anak ku dan aku berhak menjaga dan membesarkannya,ucap Adam yakin


"aku akan menceraikan Zahra, ucap Adam terlihat sedih


"apakah kamu sudah tidak mencintainya Dam"? tanya Nita heran karna sebenarnya Adam sangat mencintai Zahra lalu kenapa sekarang dia mau menceraikannya

__ADS_1


"justru karna aku sangat mencintainya, aku ingin melihat dia bahagia walau bukan denganku, aku tidak ingin mengikat dia dalam sebuah pernikahan yang nantinya justru akan melukai perasaannya


__ADS_2