
Setelah mengobrol cukup lama Zahra menyuruh Intan untuk istirahat di kamar tamu, karna Zahra sendiri akan segera berangkat ke kantor Al untuk membawakan makan siang yang Al minta.
Setelah membereskan makanan yang akan di bawa ke kantor Al, Zahra segera mengganti bajunya dan memoles sedikit wajahnya dengan meke up tipis, dia ingin terlihat cantik di depan suaminya.
Zahra segera turun untuk berangkat dia memilih berangkat sendiri tanpa supir yang mengantarnya, karna sejak tinggal di surabaya Zahra mulai mahir mengendarai mobil.
Tak perlu waktu lama, kini mobil yang Zahra kendarai sudah masuk di pelantaran kantor bagaskara group, Zahra keluar dari mobil sambil membawa makanan yang tadi sempat ia masak sendiri, namu saat Zahra berjalan tiba2 tangan nya di cekal oleh seseorang, Zahra begitu terkejut dan langsung menoleh untuk melihat siapa yang berani mencekal tangan nya.
Adit, ya, dialah orangnya yang telah mencekal tangan Zahra, Zahra tersenyum sinis melihat Adit seakan tak pernah punya salah padanya.
"Aku mencarimu di surabaya, tapi kenapa kamu ada di sini?" tanya Adit tanpa dosa.
"Apa aku salah jika aku ada di sini, ini adalah kantor suamiku, dan aku berhak ada di sini".
"Tapi kan kamu sudah tau bahwa dia tidak mencintaimu lagi, dan kalian sudah bercerai".
Plaak....!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah tampan Adit, Adit meringis sambil memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Zahra yang sangat keras, dia memandang Zahra nanar, mungkin dia kecewa karna Zahra telah menamparnya di tempat umum yang di saksikan banyak kariawan kantor yang mau makan siang di luar.
"Cukup Dit, aku tidak mau lagi mendengar kamu menjelek-jelek kan Mas Al, bayangkan, enam tahun aku telan menelan bulat2 kabar yang kamu bawa, begitu bodohnya aku hingga percaya saja kata2 mu, karna aku percaya kamu dengan seenaknya terus saja membohongiku, tapi sekarang tidak lagi, aku tidak akan percaya pada kebohonganmu, aku mohon pergilah dari kehidupanku, aku ingin hidup bahagia dengan mas Al dan Nino".
"Aku minta maaf Ra, aku melakukan kebohongan karna aku mencintaimu aku ingin memilikimu aku ingin kamu berpisah dari Al, anggap lah aku egois, cinta ini telah melumpuhkan logika ku membuat mata dan hatiku menjadi buta, aku mohon maaf kan aku, jika memang kamu tidak sudi melihatku, okey, aku pergi, aku tidak akan pernah menemui mu lagi, tapi kamu perlu tau Ra, aku mencintai mu sejak pertamu kita bertemu, cinta ini tidak akan pernah mati, aku akan mencintaimu selamanya, aku pergi".
Adit langsung pergi setelah mengutarakan isi hatinya, setetes air mata membasahi wajah tampan nya, ia berjalan gontai masuk kedalam mobil dan segera pergi meninggalkan Zahra yang masih terpaku di tempatnya.
Entah kenapa ada penyesalan karna tadi Zahra sempat menampar Adit begitu keras, Zahra tidak memungkiri jika Adit memang pria yang sangat baik, dia selalu menjadi teman yang baik meskipun memendam perasaàn cinta namun Adit tak pernah kurang ajar dia selalu menjaga Zahra dengan baik selama enam tahun, tapi mungkin karna cara Adit yang salah, karna telah berbohong pada Zahra, sehingga Zahra begitu sulit untuk menerima dan memaafkan Adit.
Zahra berbalik dan segera masuk untuk menemui Al di ruangan nya, namun perasaan nya tak sama seperti saat ia berangkat, senyum yang tadi sempat mengembang kini hilang seketika karna pertemuan dengan Adit, entah kenapa kata2 Adit membuat Zahra terus kepikiran meskipun sebenarnya Zahra tidak punya perasaan apa2 padanya.
Dia hanya menyesal karna telah menampar Adit begitu keras namun tak sempat meminta maaf karna Adit langsung pergi setelah mengutarakan isi hatinya.
__ADS_1
tenang Ra, kini waktunya kamu menyenangi suamimu,semangat.
Zahra memberikan semangat pada dirinya sendiri sebelum menemui Al di ruangan nya, ia mencoba tersenyum seperti biasa agar Al tidak curiga jika dia habis bertemu dengan Adit.
Tanpa mengetuk pintu Zahra langsung masuk, bahkan Zahra lupa hanya sekedar untuk mengetuk pintu terlebih duhulu, pikiran nya jadi terpecah karna Adit.
"Mas", panggil Zahra saat pintu mulai terbuka lebar, tak lupa Zahra selalu menampilkan senyum terbaiknya.
"Masuk sayang", panggil Al sambil berdiri dari kursi kebesaran nya, lalu pindah duduk di sofa.
Zahra pun menurut dan langsung duduk di dekat Al yang sedang duduk di sofa.
"Mau langsung makan Mas?"
"Nanti dulu sayang ".
"Aku masih ada kerjaan yang belum selesai, kamu tunggu sebentar aku selesaikan dulu".
Al kembali mengerjakan pekerjaan nya yang menumpuk, beberapa berkas memang menumpuk di atas mejanya.
"Boleh aku bantu Mas?" tanya Zahra sambil mendekat pada kursi yang Al duduki.
"Tidak usah sayang, sebentar lagi aku selesai, kamu duduk aja di sofa, tapi sebelum duduk berikan aku ciuman dulu biar cepat selesai".
Zahra tersenyum lalu langsung mencium pipi Al berulang kali.
"Udah, ini udah lima kali aku cium pipi mas, sekarang aku boleh duduk kan?"
"Boleh dong sayang", jawab Al sambil tersenyum penuh kemenangan.
Setelah 20 menit Al sudah selesai dari pekerjaan nya, dan sekarang dia sudah duduk di sofa untuk makan siang.
__ADS_1
Zahra menyiapkan makan siang untuk Al, "Kamu juga makan ya sayang", ajak Al pada Zahra agar ikut makan.
"Gak usah mas, nanti aku makan di rumah aja", tolak Zahra lembut.
"Kita harus makan sepiring berdua sayang", ucap Al tak mau di bantah.
Ahirnya Zahra menurut saja dari pada suaminya kecewa.
Sesekali mereka saling menyuapi, "Sayang, setelah makan kita istirahat di kamar dulu ya".
"Kamar, emang di sini ada kamar?" tanya Zahra heran karna Al mengajaknya beristirahat di kamar.
"Ada sayang, itu pintunya", tunjuk Al pada sebuah lukisan besar yang berada di dalam ruangan nya.
"Emang kita mau ngapain sampai harus istirahat di kamar segala".
"Aku kangen kamu sayang, gak apa2 ya kita bercinta sebelum kamu pulang".
Zahra hanya geleng2 kepala, sungguh dia tidak habis pikir dengan suaminya padahal tadi pagi mereka sempat bercinta sebelum sholat subuh tapi sekarang dia minta lagi,
"Ya Allah mas, tadi pagi kan udah, masak sekarang mau lagi".
Al sudah tak perduli lagi dengan ucapan Zahra, dia langsung membopong tubuh Zahra dan membawanya masuk ke dalam kamar, dengan perlahan Al membaringkan Zahra di atas tempat tidur yang begitu empuk, Zahra hanya menurut saja, dia takut dosa kalau sampai menolak suaminya.
Keduanya kembali bergelut dalam indah nya bercinta, bahkan sampai jam dua, mereka baru selesai dan keluar dari kamar.
"Aku pulang dulu ya Mas".
"Kamu hati2 di jalan sayang", pesan Al, sebenarnya dia lebih suka jika Zahra menemaninya di kantor namun Al tidak mungkin menyuruh Zahra untuk menunggunya sampai sore karna takut Nino nangis dan mencari Zahra.
Sebelum Zahra pulang, Al sempat memeluk dan mencium kening Zahra cukup lama, "Hati2 bawa mobil, aku tidak mau kamu kenapa-napa",
__ADS_1
" Iya Ma", jawab Zahra sambil mencium bibir Al sekilas.