
Al bergegas menaiki tangga dia ingin menemui Zahra di kamarnya karna ingin menjelaskan perihal kenapa dia memeluk Serli, sesampainya di depan pintu kamar Zahra Al segera mengetuk pintu
"Tok...tok...tok...!!
"Ra! apa kamu ada di dalam"? tanya Al dari balik pintu kamar Zahra
"Buat apa bapak kesini"? Zahra balik bertanya, dari balik pintu kamarnya
"Aku hanya ingin menjelaskan tentang Serli,!
"Bapak tidak perlu menjelaskan apapun, kan tadi saya sudah bilang, hal seperti itu sudah biasa bagi orang yang sedang di mabuk cinta"! celotehnya kesal
"Apa kamu cemburu"? tanya Al sambil bersandar di daun pintu
"Buat apa saya cemburu, saya tidak punya perasaan apa2 pada anda", bohong Zahra, dengan posisi yang sama yaitu bersandar di daun pintu
"Kalau tidak cemburu lantas kenapa kamu lari saat melihat aku berpelukan dengan wanita lain"? tanya Al yang sukses membuat Zahra tak mampu berkata-kata
"Kenapa kamu diam"? tanya Al lagi,
"Saya pergi karna tidak mau mengganggu anda yang sedang bermesraan"! ucap Zahra karna tidak punya jawaban untuk pertanyaan Al
"Asal kamu tau Ra, aku tidak pernah mencintai seorang wanita sebelumnya aku hanya menganggap mereka semua hanyalah hiburan, tapi saat aku pertama kali melihatmu aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.
seorang yang menciptakan mimpi-mimpi, seorang yang telah menyulut api suci, seorang yang tiada henti mendekatkan dirinya mencari sejati, dari seorang insani namun tak pernah di kata bahwa itu.... sebuah rangkayan hati, sebuah opsesi maka kepada engkau saja cinta itu ku berikan.....
kalimat demi kalimat keluar dari mulut Al tanpa terasa yang sukses membuat Zahra menitikan air mata dia terharu atas ungkapan cinta dari seorang Aldi bagaskara
"Aku sungguh mencintaimu dan aku tidak main2 dengan perasaan ini, dan kamu perlu tau kenapa aku sampai memeluk Serli, dia terus mendesak aku, jika aku tidak segera memeluknya dia tidak mau pulang dan akan terus menggangguku jadi aku mengalah untuk memberikan dia pelukan untuk terahir kalinya", jelas Al yang sebenarnya
"Tapi anda menikmatinya kan"! jawab Zahra kesal
Al tersenyum mendengar Zahra tak mau kalah, "Aku lebih menikmati saat berpelukan denganmu karna kamu adalah pujaan hatiku", ucap Al yang sukses membuat Zahra bungkam
"Ra..!! panggil Al
"Hhmmm,! jawab Zahra hanya berdehem
"Aku pulang dulu Ra, tapi besok aku akan kembali lagi untuk bertanya apakah kamu sudah memaafkan aku atau tidak," jelas Al seraya berdiri dari duduk nya.
__ADS_1
"Tidak perlu datang lagi karna saya sudah memaaf kan anda,!
"Apa aku tidak boleh menemui pujaan hatiku"? tanya Al
Zahra terkekeh mendengar pertanyaan Al dia begitu malu jika harus keluar dan menemui Al.
"Pulanglah ini sudah malam"! ucap Zahra ahirnya
Al beranjak lalu berpamitan pada Zahra
"Aku pulang, "assalamualaikum",
"Waalaikum salam, hati2 anda di jalan," pesan Zahra yang sukses membuat Al tersenyum penuh kebahagiaan
setelah Al pulang barulah Tuan Ilham dan Nyonya Anita datang dari pesta yang mereka hadiri jadi mereka tidak tau kejadian antara Zahra dan Al
******
keesokan harinya Al bangun dengan badan yang terasa pegal dan sedikit demam beberapa kali ia bersin- bersin dia yakin ini akibat semalam hujan-hujanan
"Tok...tok....tok...!!
"Sayang kenapa kamu belum bangun "? teriak bu Siska dari luar kamar Al
"Kamu kenapa sayang"? tanya bu Siska sambil menyentuh kening Al
"Ya allah...!! kamu panas sekali sayang"! ucap bu Siska panik
"Mama ambil sarapan dulu terus kamu minum obat ya", bu Siska segera turun ke dapur untuk mengambil bubur dan obat penurun panas
"Ayo sayang kamu sarapan dulu," ucap bu Siska lalu membantu Al untuk duduk , dengan telaten bu Siska menyuapi Al dan langsung memberikan obat penurun panas setelah ia selesai sarapan.
"Ya sudah kamu istirahat dulu mama mau keluar untuk memberi tau papa kalau kamu hari ini tidak bisa masuk kantor", bu Siska keluar membawa piring kotor dan gelas, Al bersandar di kepala ranjang entah kenapa dia begitu merindukan Zahra, ia mengambil ponselnya di atas nakas lalu mengirim pesan singkat pada Zahra
"Apa kamu sudah sarapan"?
lama menunggu ahirnya Zahra membalas
"ini saya baru aja selesai,!
__ADS_1
"anda sendiri bagaimana, apa sudah sarapan"?
"aku sudah sarapan tadi mama yang nyuapin aku,!
"bapak seperti anak kecil aja"! ejek Zahra
"Aku sakit Ra"! Zahra tidak membalas mrlainkan langsung melakukan panggilan
("Anda sakit apa pak"?) tanya Zahra dari sebrang sana dengan suara terdengar panik
"Aku gak apa2 Ra, hanya sedikit demam dan flu"! jelas Al dengan suara lemahnya
("Saya akan kerumah bapak sekarang"!)
"Gak usah Ra, kamu kan harus ke kantor"! cegah Al
("Sebelum ke kantor saya mampir ke rumah bapak dulu", ucap Zahra tak mau di bantah
ahirnya Al menyerah karna dia juga merindukan Zahra, "Ya sudah kamu hati2 di jalan", ahirnya sambunganpun terputus, Al tersenyum mendengar Zahra bersikeras ingin menemuinya.
tidak perlu waktu lama kini Zahra sudah sampai di rumah keluarga bagaskara
"Assalamualaikum",
"Waalaikum salam", jawab bu Siska dari dalam rumah, ia langsung membuka pintu, senyum mengembang di wajahnya saat melihat siapa yang datang.
"Sayang.....!! kamu apa kabar"? tanya bu Siska sumringah sambil berhambur memeluk Zahra, Zahra pun tak kalah senang bertemu dengan bu Siska karna selama ini ia sangat merindukan bu Siska.
"Tante! apa pak Al sakit"? tanya Zahra setelah melepaskan pelukannya dari bu Siska.
"Iya sayang dia demam, emang kamu tau dari siapa"? tanya bu Siska heran
"Tadi pak Al nilpon saya tante", jawab Zahra jujur
bu Siska tersenyum mendengar jawaban Zahra, dia berpikir hubungan Al dan Zahra sudah ada kemajuan karna selama ini yang ia tau Zahra tidak mencintai Al.
"Sekarang dia ada di kamarnya, kamu masuk saja karna tante masih mau ke dapur, maaf ya sayang tante tidak bisa menemani kamu", ucap bu Siska berbohong, sebenarnya dia tidak sibuk tapi dia sengaja agar Zahra dan Al semakin dekat
segera Zahra menaiki tangga setelah berpamitan pada bu Siska, tanpa mengetuk pintu Zahra masuk denga perlahan takutnya Al sedang tidur dan benar saja Al sedang terlelap karna pengaruh obat yang ia minum
__ADS_1
Zahra memandang wajah Al yang pucat ada rasa bersalah karna membiarkan Al kehujanan tadi malam, perlahan ia mengulurkan tangannya menyentuh kening Al yang masih sedikit demam,
"Kenapa anda nekat hujan-hujanan tadi malam dan sekarang anda jatuh sakit seperti ini," gumam Zahra karna tidak mau Al terbangun dari tidurnya, Al tersenyum mendapati Zahra begitu kawatir dengannya, ternyata dari tadi Al tidak benar2 tidur dia hanya berpura2 untuk melihat reaksi Zahra saat melihat ia terbaring lemah