
bu Siska dan tuan Fatih memilih pulang karna Aira menangis terus menanyakan Zahra sampai Rani kualahan untuk menenangkan Aira kini tinggal tuan Ilham dan istrinya yang masih sedikit lemas karna baru sadar dari pingsan.
"dengan keluarga pasien bernama Zahra"? ucap dokter yang baru keluar dari ruangan tempat Zahra di rawat
"iya dok, saya ayah nya,! bagaimana keadaan putri saya dok"? tanya tuan Ilham dengan tidak sabar menunggu jawaban dokter yang merawat Zahra
"alhamdulillah pasien sudah sadarkan diri tapi kondisinya masih lemah dia masih harus banyak istirahat, jika bapak dan keluarga mau melihatnya silahkan tapi tolong jangan terlalu banyak di ajak bicara biarkan dia istirahat dulu"! jelas dokter yang menangani Zahra
"iya dok kami tidak akan mengajaknya bicara terlalu lama, ucap tuan Ilham dan nyonya Anita keduanya begitu bahagia, tuan Ilham dan nyonya Anita segera masuk untuk melihat putrinya.
senyum mengembang di wajah tuan Ilham dan istrinya saat melihat Zahra sudah sadarkan diri, mereka berdua mendekati Zahra yang kini tersenyu ke arah mereka berdua
"bagaimana keadaan kamu sayang"? tanya nyonya Anita sambil mengusap punggung tangan Zahra dengan lembut
"sedikit pusing tante"! jawab Zahra dengan suara lemahnya
"mulai sekarang kamu gak boleh manggil saya tante lagi, kamu harus manggil mama"! jelas nyonya Anita
Zahra mengerutkan keningnya mendengar permintaan nyonya Anita, "maksut tante apa"? tanya Zahra tidak mengerti
"sayang...! kamu adalah anak kandung mama yang selama ini hilang dan baru tadi pagi mama tau, setelah mama ke madura untuk mencari pak Tohir yang telah menemukan kamu di masjit 22 tahun yang lalu. jelas nyonya Anita dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Zahra terpaku menatap dua orang di depannya, yang ternyata adalah orang tua kandungnya.
"apakah aku tidak salah dengar tante"? tanya Zahra tidak percaya
"tidak sayang"!papa dan mama adalah orang tua kandung kamu"! jelas tuan Ilham yang kini telah mencium puncak kepala Zahra.
Zahra terharu atas penuturan dua orang di depannya, dia sangat bahagia karna telah bertemu dengan orang tua kandungnya, saking bahagianya Zahra tak mampu berkata apa2 dia terum menatap kedua orang tuanya dengan air mata berlinang
"kenapa kamu nangis sayang"? tanya nyonya Anita sambil menghapus air mata Zahra dengan lembut
"aku sangat bahagia ma"! jawab Zahra sambil memandang kedua orang tuanya lekat
Al mengerjabkan matanya berkali-kali mendengar seperti ada seseorang sedang mengobrol, ia mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya lalu melihat Zahra yang sudah sadarkan diri
__ADS_1
"kamu sudah sadar Ra"? tanya Al sambil mengusa punggung tangan Zahra, Zahra hanya tersenyum lalu mengangguk
"sukurlah, jika kamu tiada, aku bisa mati Ra"! aku tidak bisa hidup tanpa kamu"!jelas Al dengan berlinang air mata
Zahra begitu tertengung atas kalimat yang Al ucapkan dia tidak tau harus menerima atau tidak, dia masih trauma dengan sebuah hubungan.
"apa bapak belum makan"? tanya Zahra dengan suara lemahnya
"aku akan makan jika kamu mau makan"! ucap Al sambil mengambil semangkuk bubur dan mencoba untuk menyuapi Zahra
Zahra ingin menolaknya tapi Al denga cepat menyuapkan sesendok bubur ke mulutnya membuat Zahra tak mampu menolaknya, nyonya Anita dan tuan Ilham saling pandan dan tersenyum melihat Al dan Zahra seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.
rasa canggung menyelimuti hati Zahra, entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini, jantungnya berdetak tak beraturan ini pertama kalinya di perlakukan begitu manis oleh seorang laki2 yang bukan mihrimnya
"Al...!! sebaiknya kamu pulang dulu nak, dari tadi pagi kamu belum makan dan berganti pakaian, ucap nyonya Anita, setelah melihat Al sudah selesai menyuapi Zahra
"iya tante saya akan pulang untuk mandi dan berganti pakaian tapi setelah itu saya akan balik lagi kesini,! ucap Al tak mau sedikitpun jauh dari Zahra
"gak usah pak! sebaiknya bapak istirahat di rumah,saya tidak mau bapak ikutan sakit"! ucap Zahra lirih
Zahra tersenyum mendengar Al menggombalinya.
"aku pulang dulu sebentar Ra"! nanti aku kembali lagi, ucap Al yang kini telah berdiri dari kursi yang ada di dekat tempat tidur Zahra.
Zahra mengangguk dan tersenyum manis, melihat senyum Zahra yang begitu manis membuat Al ragu untuk meninggalkan Zahra walau hanya sebentar.
"jangan membuat aku tidak jadi pulang dengan kamu terus tersenyu seperti itu"! ujarnya, membuat Zahra menyipitkan matanya heran, "om, tante"! aku pulang dulu, tolong jaga Zahra, nanti aku kembali lagi, ucap Al lalu mengulurkan tangannya untuk mencium bunggung tanan tuan Ilham dan nyonya Anita.
"iya sayang kamu hati2"! pesan nyonya Anita
"assalamualaikum"!
"waalaikum salam"! jawab mereka bersamaan
setelah Al keluar nyonya Anita menghampiri Zahra yang masih tersenyum, ia duduk di kursi tepat di samping Zahra
__ADS_1
"sayang!! mama mau bicara tentang kamu dan Al "! ucap nyonya Anita sambil terus mengusap punggung tangan Zahra.
"tentang apa ma"? tanya Zahra merasa penasaran
"sejak kalian masih kecil papa kamu dan om Fatih sudah sepakat akan menjodohkan kalian berdua, dan sekarang mama dan papa berharap kamu mau menerima Al untuk jadi pendamping hidupmu,! jelas nyonya Anita, membuat Zahra hanya diam tanpa berniat untuk menjawab
"ma! sebaiknya mama jangan bicara tentang perjodohan itu dulu, kita kan sudah bilang sama dokter untuk tidak mengajak Zahra terlalu banyak bicara, biarkan dia istirahat dulu, setelah dia sembuh baru kita bicara tentang perjodohan itu"! pinta tuan Ilham pada istrinya
*******
Al mengendarai mobil dengan perasaan senang luar bisa senyum tak hilang dari wajahnya, dia begitu bahagia Zahra telah sadar dan yang membuat dia senang karna Zahra ternyata putri dari keluarga bagaskara, wanita yang selama ini akan di jodohkan dengannya.
Al berpikir akan lebih mudah untuk mendapatkan Zahra karna ada dukungan dari orang tua Zahra.
"aku janji akan membahagia kanmu, gumamnya
******
Zahra belum terlelap meskipun ia mencoba untuk memejamkan matanya dia terus teringat kata2 mamanya tentang perjodohan dia dan Al, Zahra melihat kedua orang tuanya yang saat ini tidur dengan posisi duduk di sofa, perasaanya merasa bersalah jika harus menolak perjohan itu, dalam hatinya dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuan yang selama ini ia rindukan.
Zahra kembali mengingat Al yang begitu perhatian dan begitu kawatir terhadapnya, ada rasa aneh yang menjalar di hatinya tapi Zahra masih tetap tidak bisa menyimpulkan perasaannya bahwa itu sebuah rasa cinta.
Zahra amelia gadis desa yang mampu menaklukan hati seorang Aldi bagaskara
Aldi Bagaskara pria blasteran indonesia jerman, pria yang tak pernah merasakan jatuh cinta karna menganggap wanita hanya pemuas nafsu semata, tapi dia milih hijrah karna cinta pada seorang Zahra amelia.
Adam malik harus menceraikan istri yang sangat ia cintai karna sebuah kesalahan satu malam dengan teman kerjanya sendiri.
*******
__ADS_1
MARHABAN YA RAMADHAN satu masa telah aku lalui entah berapa kesalahan yang pernah ku perbuat, berbesar hatilah di bulan suci ini untuk menghapus dosa yang terlanjur di perbuat, selamat menunaikan ibadah puasa semoga puasa kita di terima..Amin...