Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 65 Kenangan tentang Zahra


__ADS_3

Jam 5 pagi Zahra sampai di surabaya, dia bergegas pergi ke rumah kontrakan sahabatnya Intan, Zahra bersahabat dengan Intan sejak duduk di bangku sekolah dasar karna di madura mereka memang bertetangga, sejak lulus kuliah bersama Zahra dulu, Intan memilih pergi ke surabaya untuk mencari pekerjaan dan ahirnya di terima di kantor cabang yang berpusat di jakarta.


Intan sahabat Zahra yang sangat baik dan pengertian jadi tidak salah jika Zahra berniat untuk sementara akan tinggal di kontrakan milik Intan, Zahra memang sudah tau di mana sahabatnya itu tinggal karna mereka berdua masih saling memberi kabar meski hanya sebatas pesan singkat.


Intan bekerja di perusahaan besar yang kantor cabangnya berada di surabaya, Intan sampai sekarang masih sendiri dia belum berniat untuk segera menikah karna pacarnya berada jauh di kota jakarta, tapi keduanya masih saling setia meskipun saling berjauhan dan hubungan mereka sudah terjalin selama 2 tahun.


"Tok...tok...tok..!!


"Assalamu alaikum, Tan", ucap Zahra di depan pintu kontrakan Intan.


Cukup lama Ahirnya Intan keluar masih menggunakan mukenah.


"Waalaikum salam", jawab Intan sambil membuka pintu.


"Zahra...!!" teria Intan sambil berhambur memeluk Zahra.


Keduanya berpelukan cukup lama, mereka melepas rindu karna sudah satu tahun tidak bertemu.


"Kamu apa kaar Ra?"


"Alhamdulillah, aku baik Tan", jawab Zahra.


"Ayo Ra kita masuk dulu",ajak Intan sambil membantu Zahra membawakan kopernya.


"Kamu kenapa, kok bawa koper segala, emang kemana suami kamu Ra, aku dengar kamu udah nikah lagi, setelah bercerai dengan Adam", cerocos Intan tanpa jeda.


Zahra tersenyum mendengar pertanyaan Intan yang begitu panjang dan lebar.


Panjang lebar pula Zahra menceritakan tentang kehidupannya setelah bercerai dengan Adam, Zahra juga memberi tau tentang orang tua kandungnya.


Intan benar2 tikak percaya bahwa pernikahan sahabatnya tak seperti yang ia bayangkan.


"kamu yang sabar ya Ra, aku doain semoga kamu tabah menghadapi ini semua", ucap Intan seraya memeluk Zahra dengan erat.


"Tan, boleh gak kalau sementara aku tinggal di sini, nanti kalau aku udah dapat kerja aku akan pindah", ucap Zahra meminta izin setelah melepaskan pelukannya dengan Intan.

__ADS_1


"Jangankan sementara selamanya kamu boleh tinggal di sini, malah aku senang ada temannya", ujar Intah sumringah, dia terlihat begitu bahagia Zahra akan tinggal bersamanya.


"Tapi bagaimana dengan suami kamu Ra, apa dia gak akan cari kamu?" tanya Intan hati2.


Zahra tersenyum kecut mendengar pertenyaan Intan, "Dia tidak mungkin cari aku, di sana banyak wanita2 yang akan menghiburnya, dia juga tidak akan bisa menahan hasratnya, dia punya nafsu yang sangat besar.


"Tanpa aku dia bisa mencari hiburan di luar sana, dia tidak akan bisa membiarkan hasratnya tak tersalurkan, aku tau dia telah berubah tapi mengingat kejadian kemaren aku yakin di tidak bisa menahan nafsunya walau hanya semalam, aku menolaknya waktu itu karna aku merasa tidak enak badan, tapi apa yang ia lakukan di luar sana dia tidur di hotel dengan mantan pacarnya bahkan dia- ", Zahra tak mampu melanjutkan kata2nya, seketika air matanya luruh begitu saja saat bayangan Al yang sedang telanjang kembali berkelebat dalam ingatannya.


Zahra tak sungkan menceritakan tentang rumah tangganya apalagi tentang siaminya Al, sejak dulu Intan lah tempat Zahra berkeluh kesah Inta selalu menjadi pendengar yang baik, dia tidak pernah membeberkan apalagi menceritakannya pada teman yang lain.


Intan mengusap punggung Zahra lalu memeluknya erat, "Kamu sabar Ra, aku akan selalu ada untukmu, sekarang mulailah hidup baru bersama ku di sini, aku akan mencarikan mu pekerjaan di kantor tempat aku bekerja", ucap Intan memberi semangat pada Zahra.


Zahra tersenyum lalu mengangguk, "Terima kasih Tan, kamu memang sahabat terbaik ku", ucap Zahra dengan wajah pucatnya.


"Ra, kenapa wajah mu sangat pucat, apa kamu sakit?" tanya Intan sambil mengerut kan keningnya.


"Sejak kemaren aku gak enak badan, aku merasa pusing dan mual, kemaren aja di terminal berapa kali aku muntah, dan rasanya perutkun benar2 tidak enak", jelas Zahra sambil memegang perutnya.


"Apa mungkin kamu hamil Ra?" tanya Intan, karna gejala yang Zahra bilang seperti wanita yang sedang hamil muda.


Zahra terdiam seperti mengingat-ingat sesuatu, seketikan air matanya luruh kembali mengingat sudah sejak bulan kemaren dia belum mendapat tamu bulanan nya.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Intan lagi.


"Bulan kemaren aku belum datang bulan, mungkin kamu benar bahwa aku hamil", ucap Zahra, dengan air mata yang tak bisa lagi ia tahan, ada rasa bahagia bercampur dengan perasaan sedih, dia harus menerima kenyataan saat dia pergi dari rumah.


"Terus bagai mana kalau kamu hamil Ra, Apakah kamu tidak mau memberi tau suamimu?" tanya Intan.


"Aku belum tau Tan, jika memang aku hamil, aku akan membesarkan anak ini tanpa dia, aku belum ingin bertemu dengannya, hatiku terlalu sakit, apakah kamu masih mau menampung ku jika benar aku hamil?" tanya Zahra dia takut Intan keberatan.


"Kamu bicara apa Ra, aku akan menjaga kamu dan anak kamu, dia itu calon keponakan ku", ucap Intan sumringah, ia membayangkan rumah nya akan rame dengan anak kecil.


"Terima kasih Tan", ucap Zahra sambil menggenggam tanyan Intan.


"Iya santai aja, dalam persahabatan tak perlu ada kata terima kasih", jawan intan dengan senyum tulusnya.

__ADS_1


******


Jam 8 pagi Al baru bangun mungkin karna rasa capek sehabis perjalanan dari jakarta ke madura, beberapa kali Al mengerjapkan matanya seketika matanya merasa silau melihat cahaya matahari yang masuk dari celah horden rumah Zahra.


Biasanya di pagi hari Al selalu mendapat ciuman bertubi-tubi yang Zahra lakukan untuk membangun kannya, namun hari ini sangat berbeda, Al terdiam mengingat kemesraannya dengan Zahra, dadanya terasa sesak jika mengingat kejadian saat Zahra meninggalkannya.


Al keluar dari kamar dia ingin pergi ke kamar mandi namun Al tidak tau di mana letak kamar mandi di rumah ini.


"Eh nak Al udah bangun", sapa pak Lukman ramah.


"Iya pak" saya mau tanya, dimana ya pak, kamar mandinya?" tanya Al merasa malu karna bangun kesiangan.


"Oh.. kamar mandinya di sebelah nya dapur nak", jawab pak Lukman sambil menunjuk arah kamar mandi.


"Terima kasih pak", ucap Al ia segera berlalu ke kamar mandi.


Lagi2 Al teringat Zahra karna biasanya ia selalu mandi berdua dengan Zahra bahkan mereka sering menghabiskan waktu bermesraan dalam kamar mandi.


"Aku meridukanmu sayang", gumam Al sambil mengguyur tubuhnya dengan air dingin, Al meremas kepalanya prustasi lalu memukul tembok sampai tangannya berdarah.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Al segera menghampiri pak Lukman yang duduk di teras depan.


"Eh nak Al", sapa pak Lukman.


Lalu Al duduk di kursi di sebelah pak Lukman, "Jam berapa biasanya Zahra sampai pak?" tanya Al karna sampai jam 8 lebih Zahra tak kunjung datang.


"Biasanya jam 7 udah sampai Nak", jawab pak Lukman dengan nada bicarapenuh rasa kawatir karna Zahra tak kunjung datang.


Al yang melihat perubahan dari wajah pak Lukman yang nampak kawatir, seketikan muncul juga ke kawatiran dalam hatinya, dia takut Zahra bukan ke madura melainkan pergi ketempat lain, namu Al tidak tau di mana dia haru mencari Zahra.


*****


**Terima kasih buat pembacaku yang setia tapi mohon maaf jika up nya gak setiap hari, mungkin bulan ini sering bolong up nya, karna selain nilis Author juga punya kesibukan lain yaitu menerima pesanan keu ulang tahun dan hantaran pernikahan dan bulan ini cukup banyak pemesan, mungkin kedepannya sering bolong tapi author akan berusaha untuk tetap nulis sambil bikin kue karna nulis adalah hobi author sedangkan bikin kue adalah profesi keduanya sulit di tinggalkan, saat ini author lagi kurang semangat untuk nulis karna level karya author anjlok turun ke level 5 mungkin karna sering bolong up nya dan lagi author sering dapat bom like dan itu sangat berbahaya bagi performa karya author, doain ya kak semoga di beri kesehatan karna saat ini author dalam keadaan hamil muda.


semoga author masih terus semangat meskipun level tiba2 turun. jangan lupa like komen dan vote.terima kasih**....

__ADS_1


__ADS_2