
Keduanya terbangun tepat pukul 4 sore, Zahra melepaskan tangan Al yang memeluk pinggangnya dia ingin mandi dan melaksanakan sholat Asar, sebelum ia bangun Zahra juga membangunkan sang suami yang terlelap mungkin karna rasa capek setelah pergulatan panas nya tadi siang sehingga ia enggan untuk bangun.
"Mas ayo bangun, ini sudah sore", ucap Zahra sambil menggoyang2 kan tubuh Al.
"Iya sayang sebentar lagi", jawab Al dengan malas, dia masih enggan membuka matanya.
Setelah cukup lama Al tidak bangun juga, ahirnya Zahra menggoda dengan mencium seluruh wajah dan leher sang suami, Al yang merasakan ciuman yang lembut dari sang istri, sontak ia membuka matanya dan mengambil alih permainan sang istri dengan memulai aksinya mencumbu sang istri penuh gairah.
"Kenapa kamu menggodaku seperti ini sayang", tanya Al tanpa berhenti mencium sang istri yang kini sudah berada dalam kungkungannya.
"Aku hanya ingin membangunkan mu, Mas", ucap Zahra sambil menghindar dari aksi sang suami yang sudah terbakar api gairah.
"Tapi kamu harus bertanggung jawab, karna telah membuat aku kembali bergairah seperti ini", ucap Al penuh penekanan.
"Gak mau!" tolak Zahra sambil terus menghindari sentuhan sang suami yang hasratnya mulai menggila.
"Kamu harus mau sayang, kalau tidak, aku tidak akan membiarkan kamu keluar sampai besok pagi", ucap Al dengan terus melanjutkan aksinya.
Zahra benar2 kualahan melayani sang suami, Ahirnya dia mengalah dan pasrah dia juga tidak mau nantinya Al benar2 mengurungnya dalam kamar sampai besok pagi, lagi2 Zahra harus melayani sang suami, akibat sentuhan dan kelembutan Al ahirnya Zahra juga terlena dan menikmati setiap perlakuaan sang suami.
Selah cukup lama keduanya mencapai pelepasan secara bersamaan, Al mencium kening Zahra lalu beralih menatapnya cukup lamu, senyum terbit dari bibirnya kala melihat sang istri yang masih terengah akibat pelepasan yang ia alami.
"Terima kasih sayang, kamu benar2 membuat aku gila dan lupa diri, aku mencintai mu", ucap Al sambil memeluk Zahra yang masih mengatur nafasnya.
Zahra hanya tersenyum dan membalas pelukan Al tak kalah erat, "aku juga cinta kamu Mas", jawab Zahra pelan.
Setelahnya mereka mandi dan melaksanakan sholat asar, Zahra keluar dengan wajah berseri-seri dia tampak begitu bahagia, Zahra masuk kedapur untuk membantu Rani memasak untuk makan malam.
__ADS_1
"Duh pengantin baru ternyata baru bangun", ucap Rani menggoda Zahra
Zahra hanya tersenyum menanggapi ucapan Rani yang menggodanya.
"Ngomong2 gimana rasanya kalau sama tuan Al", bisik Rani di telinga Zahra, "secarakan Tuan Al orangnya tinggi besar dan berotot, beda banget sama Adam", imbuhnya lagi.
"Mbak ngomong apa sih?" ucap Zahra malu2.
Rani hanya cengengesan melihat Zahra malu2, "Kamu jangan malu Ra, mbak juga pernah jadi pengantin baru, cuman laki mbak gak kayak Tuan Al yang gagah dan perkasa, mbak cuma ngebayangin aja kamu pasti kualahan melayani dia, heheeee", tambah Rani lagi.
Zahra semakin bersemu merah, apa yang di katakan Rani memang benar adanya, Zahra tak lagi menyahuti ucapan Rani yang fulgar dia takut keceplosan dan ahirnya menceritakan tentang dia dan sang suami.
Tanpa Zahra duga ternyata Al berdiri di belakangnya dan mulai memeluk ia dari belakang untung saja Rani sedang keluar sebentar.
"Mas, nanti ada yang lihat", ucap Zahra sambil menyingkirkan tangan Al yang bertengger di perutnya, bukannya melepaskan Al malah semakin menggoda Zahra dengan meletakkan kepalanya di bahu Zahra sambil terus menciumi pipi Zahra yang sedang memotong sayur.
"Ran, ayo kita keluar dulu, biarin mereka bermesraan di dapur", bisik Bu Siska yang langsung di anggukin oleh Rani.
"Nanti di liat Mama, Mas", cegah Zahra lagi, karna sang suami masih terus melanjutkan aksinya.
"Gak apa2 sayang, Mama pasti ngerti kalau kita lagi di mabuk cinta", elak Al.
"Tapi aku malu, Mas", ucap Zahra sambil mengeliat karna Al tak cukup hanya menciumnya saja melainkan tangannya sudah nakan meremas bagian dada Zahra yang masih tertutup.
Setelah cukup lama ahirnya Al melepaskan Zahra, "Sayang aku cinta kamu", ucap Al sebelum pergi dari dapur bahkan ia sempat mencuri ciuman di bibir Zahra sekilas.
Zahra terkekeh melihat tingkah sang suami yang tak mau lepas sedikitpun darinya padahal sebelum kedapur Zahra sudah melayaninya sampai puas, tapi seakan Al tak pernah merasa puas denan Zahra, pikirannya hanya ingin terus bermesraan dengan sang istri.
__ADS_1
Bu Siska dan Rani masuk ke dapur saat melihat Al sudah keluar, mereka berdua senyum2 dan saling berkedip, Zahra merasa herang dengan tingkah ibu mertuanya dan Rani.
"Jadi pengantin baru serasa dunia milik kita berdua,iya kan Ra?" ujar Bu Siska, sambil melirik Zahra yang menunduk.
"Ya iyalah nyonya, kita di sini cuma ngontrak Nya", jawab Rani, sambil tersenyum pada Zahra.
Zahra semakin salah tingkah saat Rani dan mertuanya menggodan dia.
Acara memasakpun sudah usai meskipun Zahra sempat salah tingkah dan malu, tapi Bu Siska tak membiarkan Zahra merasa malu lebih lama, dia mengalihkan pembicaraan pada topik lain agar Zahra tidak merasa canggung lagi.
Setelah melaksanakan sholat magrib berjemaah semua keluarga Bagaskara berkumpul di meja makan untuk makan malam, setelah acara makan malam selesai mereka semua duduk di ruang keluarga sambil mengobrol ringan sesekali Al menggoda Zahra saat berada bersama orang tuanya.
"Om, kenapa dedek bayi nya belum jadi juga", tanya Aira yang sontak membuat semua orang tertawa karna pertanyaan Aira.
"Iya sayang, om masih berusaha keras untuk bikin dedek bayi buat Aira", jawab Al sambil melirik istrinya yang sedang memangku Aira.
Seketika Zahra menoleh pada sang suami lalu mencubitnya pelan tepat di inggang nya, Al meringis sambil menarik tangan Zahra dan menciumnya.
Aira tertawa melihat omnya di cubit, "Tante kenap om Al di cubit?" tanya Aira polos.
"Karna om nya bandel sayang", jawab Zahra sambil mencium Aira yang masih ia pangku.
Tuan Fatih dan Bu Siska saling pandang dan tersenyum,,mereka berdua sangat bahagia melihat Al dan Zahra begitu mesra dan dan Romantis.
"Mama, ingin cepat2 mendengar kabar baik dari kalian, Mama sudah tidak sabar mau menimang cucuk dari kalian berdua", ucap Bu Siska begitu berharap.
"Iya Ma, Al akan berusaha untuk segera memberikan cucu buat mama, dan Al ingin anak laki2 biar Aira ada temannya, iya kan sayang?" tanya Al pada Aira.
__ADS_1
"Iya om, dedeknya yang cakep kayak om"