Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 69 Kebohongan Adit 2


__ADS_3

(POV Adit)


"Tujuh tahun aku memendam perasaan untuk Zahra, namun baru kali ini aku bisa melamarnya, aku sudah mempersiapkan cincin berlian yang sangat mahal untuk ku persembahkan padanya, aku berharap dia akan menerima ku dan mencintai ku dengan sepenuh hati.


Aku terkejut seligus bahagia mendapati dia bekerja di perusahaanku yang ada di kota surabaya, apalagi melihatnya dengat perut besar, tapi dia sendiri tanpa Al di sisinya.


Aku begitu penasaran ahirnya aku bertanya dan ternya benar dugaanku, Zahra pergi dari rumah karna Al berselingkuh, dengan lembut aku pura2 membujuknya agar pulang dan kembali pada Al namun jawabannya membuat aku benar2 bahagia karna dia menolak ingin bertemu dengan Al, alasannya karna dia masih sakit hati pada Al.


Saat aku tau Zahra di surabaya, aku jadi tidak betah di jakarta aku lebih sering tinggal di surabaya, aku ingin menemani Zahra layaknya suami siaga, dan benar saja Zahra tidak menolak perhatianku bahkan orang mengira akulah suami Zahra.


Waktu Zahra mulai kontraksi, Entah kenapa tiba2 Zahra memintaku untuk menghubungi suaminya Al, aku sempat kaget dan tidak percaya, aku melihat Zahra yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya hatiku sungguh tak tega.


Ahirnya aku keluar untuk menelpon Al, namu itu semua hanya ekting ku saja agar Zahra percaya, setelah cukup lama aku kembali masuk membawa kabar yang pasti akan membuat Zahra kecewa dan sakit hatinya.


"Ra aku sudah menghubungi Al namun panggilanku tidak di angkat, lalu aku menelpon asistennya, dia bilang Al sedang pergi berlibur ke luar neggri bersama pacar barunya", ucapku meyakinkan Zahra.


Dan benar saja dia langsung percaya, namun tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutnya, yang ku lihat hanya tetesan air mata yang keluar tanpa henti, sungguh hatiku bagai di iris, aku sungguh tak tega melihat dia menangis, namun hanya ini caranya agar aku bisa mendapatkan dia.


Katakanlah aku egois, dengan cara licik untuk merebut hati dan cintanya, sungguh cinta ini telah melumpuhkan logika ku membuat mata dan hatiku menjadi buta.


Aku keluar meninggalkan dia bersama dokter yang sedang membantu dia dalam proses persalinan, aku duduk di depan ruang prsalinan dengan hati yang begitu cemas, aku bagai seorang suami yang sedang menunggu kelahiran istriku.

__ADS_1


Tiba ada seorang suster keluar dengan berlari kecil dan terlihat panik lalu ada seorang dokter yang masuk dengan terburu-buru, dengan perasaan takut aku bertanya pada dokter yang keluar dari ruangan Zahra.


"Maaf Dok, apa yang terjadi dengan pasien di dalam?" tanyaku sedikit gemetar.


"Pasien mengalami kejang, tekanan darahnya tiba2 naik, dan keadaannya sekarang tidak sadarkan diri, dan kami harus segera mengambil tindakan dengan melakukan operasi sesar untuk menyelamatkan ibu beserta bayinya, silahkan anda menandatangani surat persetujuan", jelas dokter itu.


Tanpa menunggu lagi aku segera menandatangani surat persetujuan operasi itu, aku sunggu takut kehilangan Zahra, mungkin karna kabar palsu yang aku berikan tadi membuat ia sedih dan ahirnya tekanan darahnya tiba2 naik.


Sungguh aku tidak akan memaaf kan diriku jika sampai Zahra kenapa-napa, setelah cukup lama aku menunggu di depan ruang operasi, seorang dokter keluar dengan membawa kabar baik untuk ku.


"Selamat pak, anak anda telah lahir jenis kelaminnya laki2", ucap dokter itu dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Pasien saat ini belum sadarkan diri, tapi Alhamdulillah tekanan darahnya mulai menurun, mungkin sebentar lagi dia siuman", ucap dokter itu.


"Terima kasih Dok", ucap ku begitu bahagia, aku hanya sendiri menemani Zahra di rumah sakit karna waktu itu Intan sedang ada tugas di luar kota.


*****


Setelah kejadian itu Zahra tak pernah lagi, berusaha menghubungi Al, mungkin kerna dia merasa sakit hati mendengar Al berlibur dengan pacar barunya.


Sejak saat itu Zahra mulai berubah dia jadi pendiam dan selalu murung, saat pulang dari jakarta aku selalu menyampaikan berita palsu yang aku karang sendiri, aku bilang kalau Al telah kembali seperti dulu, yaitu bemain dengan perempuan dan mabuk2 kan.

__ADS_1


Entah kenapa dia percaya saja dengan kabar yang aku berikan, bahkan aku berbohong tentang keadaan orang tuanya yang sedang di rawat di rumah sakit, aku selalu menyampaikan yang baik2 tentang orang tuanya karna aku kawatir Zahra akan pulang jika tau mamanya sedang menjalani operasi jantung.


Aku berharap dengan kebohongan yang aku ciptakan bisa mendekatkan aku dengan dia namun aku salah, ternyata dia semakin menutup dirinya dari ku, hari2 nya hanya penuh dengan kenangan Al, bahkan dia seperti mayat hidup, namun aku tak patah arang segala cara aku lakukan untuk bisa melihat dia tersenyum kembali.


Aku menyuruh Zahra kembali bekerja saat anaknya sudah berusia 2 tahun, aku berharap dia akan merasa senang jika bersama teman2nya di kantor, sedangkan anaknya ia titipkan di penitipan anak.


Enam tahunpun berlalu namun tetap saja aku tidak bisa mendapatkan hatinya, hingga sebuah ide muncul di kepalaku, yaitu membuat surat cerai palsu, dan aku mengambil poto surat palsu itu dan memperlihatkannya pada Zahra, dan dugaanku benar Zahra percaya dengan surat itu meski hanya lewat poto di ponselku.


Aku juga memberikan kabar palsu dengan mengatakan Al akan menikah bulan ini, seketikan aku melihat air mata Zahra membasahi pipinya, ingin rasanya aku menghapus dan memeluknya namun apa daya aku tidak bisa melakukannya, karna aku tidak ingin dia marah dan kecewa dengan tindakan ku.


Meskipun lamaranku tak ada jawaban darinya, namun aku yakin lambat laun dia pasti menerima ku karna yang dia tahu Al sudah menceraikannya dan tidak mencintainya lagi.


Aku tidak perduli dengan statusnya yang janda dua kali dan beranak satu, bagiku dia wanita yang sangat sempurna, di usianya yang sudah matang dia semakin menarik dan kecantikannya semakin terpancar.


Memikirkan nya saja sudah membuat aku gila, tubuh ini selalu bergejolak hanya karna membayang kannya berada dalam pelukan ku, sungguh aku tergila2 padanya, seandainya dia wanita murahan mungkin sudah ku dapatkan hati dan tibuhnya.


Namu dia sangat sulit untuk ku dapatkan, dia wanitan yang tidak mudah aku taklukan, itulah yang membuat aku semakin penasaran dan tergila2 padanya.


Apapun akan aku lakukan untuk mendapat kannya meskipun dengan cara licik sekalipun aku tidak perduli yang penting Zahra jadi milik ku, hari ini aku akan memberinya waktu untuk menenangkan diri setelah mengetahui surat cerai itu.


Zahra wanita yang sangat cerdas namu entah mengapa dia percaya saja dengan ucapanku, mungkin karna hatinya terlanjur sakit mengakibatkan hatinya semakin membeku seperti es, bahkan aku melihat dia tak punya semangat untuk hidup.

__ADS_1


__ADS_2