
"apakah kamu setuju dengan perjodohan ini"? tanya Al dengan tidak sabar menunggu jawaban Zahra
Zahra belum menjawab malah meninggalkan Al dia menuju taman belakang yang terus di ikuti oleh Al di belakangnya, "jawab aku Ra,! ucap Al sambil terus berjalan di belakang Zahra, Zahra hanya tersenyum melihat Al yang seperti anak kecil minta permen
Zahra duduk di bangku taman di belakang rumahnya dia terus tersenyum melihat Al seperti tidak sabar menunggu jawabannya
"aku harus jawab apa pak,? tanya Zahra balik, membuat Al semakin kesal, "Ra, tolong jangan membuat aku mati penasaran dengan kamu hanya terus tersenyum seperti itu"! ucap Al kesal
lalu Zahra membenarkan posisinya untuk menghadap Al dia menatap Al lekat, "tidak ada pilihan lain selain menerima perjodohan ini, karna aku tidak ingin mengecewakan perasaan orang tuaku, dan tentang perasaanku pada bapak anda tidak perlu kawatir semuanya akan perlu waktu dan proses
"karna sejatinya cinta itu tidak bisa di paksakan, anda orang yang pengalaman tentang urusan cinta anda bisa dengan mudah mengambil hati para wanita2 di luar sana, masak hanya menunggu perasaanku anda sudah tidak sabar seperti itu,
"semua butuh proses termasuk cintaku pada anda,! jelas Zahra panjang lebar, membuat hati Al kian resah, pasalnya apa yang di katakan Zahra memang benar dia dengan mudah bisa mendapatkan seorang wanita seperti yang ia inginkan, tapi untuk urusan cinta Al tak pernah merasakannya.selain pada Zahra
"aku dengan mudah bisa mendapatkan wanita seperti apapun yang aku mau, bahkan wanita dengan senang hati akan memberikan tubuhnya hanya untuk aku tiduri, tapi jika mengenai perasaan aku tidak pernah merasakan jatuh cinta kecuali padamu,! ungkap Al jujur
entah kenapa mendengar Al berkata wanita dengan senang hati akan memberikan tubuhnya pada Al, membuat dada Zahra terasa sesak dia merasa tidak suka jika Al bicara wanita lain di hadapannya.
"jika bapak bisa dengan mudah mendapatkan wanita lalu kenapa bapak tidak mencari wanita yang dengan senang hati bisa anda tiduri"! ucap Zahra kesal
Al tersenyum melihat Zahra kesal karna Al berpikir Zahra mulai cemburu padanya, "karna hanya kamu yang aku cintai"! ucap Al sambil menatap Zahra lekat
__ADS_1
"apakah kamu cemburu jika aku bicara tentang wanita lain"? tanya Al yang sukses membuat Zahra melotot karna kesal dengan pertanyaan Al.
"buat apa saya kesal anda bukan siap2 saya, anda hanya pria yang di jodohkan dengan saya, tidak lebih dari itu"!jelas Zahra dengan tatapan tidak suka
Al tertawa melihat Zahra semakin kesal padanya, "jika aku jadi suamimu aku pasti akan sangat kerepotan punya istri yang dikit2 ngambek dan marah seperti kamu"! ucap Al sambil mengedikkan matanya menggoda Zahra
"jika anda merasa repot anda tinggal tolak perjodohan ini"! ucap Zahra ketus sambil berdiri untuk meninggalkan Al, tiba2 Al menarik tangan Zahra agar tidak pergi, tapi karna Zahra yang tidak siap, tubuhnya limbung dan terjatuh tepat di pangkuan Al,
iman Zahra benar2 di uji saat ini dia memandang wajah Al yang sangat dekat dengan wajahnya membuat hatinya kian menggila seperti ada aliran listrik yang menjalar di sekujur tubuhnya, hanya satu kata dalam hatinya TAMPAN itulah yang Zahra lihat pada diri Al saat ini.
"aku tau aku sangat tampan, jika kamu memandang ku seperti itu nanti kamu jatuh cinta"! ucap Al yang sukses menyadarkan Zahra dari lamunannya, segera Zahra berdiri dan membenarkan posisinya, Zahra melengos dan pergi meninggalkan Al yang masih tertawa melihat Zahra salah tingkah
Zahra terus menggerutu sambil berjalan, dia begitu kesal tapi ada senyum yang terbias di bibirnya, entah perasaan apa yang Zahra rasakan saat ini, dia sendiri belum tau apa itu.
*******
Adam melakukan tugasnya dengan sangat baik ia mempersiapkan pesta spesial untuk sahabatnya, senyum tersungging dari bibirnya mengingat Al yang sangat bahagia karna selama ini Adam tidak pernah melihat Al sebahagia itu.
"aku akan menyiapkan pesta yang begitu indah hingga semua orang akan merasa senang dan nyaman saat menghadiri pesta pertunanganmu"! gumam Adam sambil mengontrol para pekerja yang menghias ballroom hotel untuk acara pertunangan Al yang dua hari lagi akan di gelar.
Adam pulang ke rumah dengan perasaan yang begitu bahagia dia merasa sangat bahagia karna Al akan bertunangan, dan mempercayakan semua urusan hotel padanya
__ADS_1
"assalamu alaikum"! salam Adam setelah sampai di rumah
"waalaikum salam"! jawab Nita dengan senyum mengembang di bibirnya, Nita mencium punggung tangan Adam lalu mengambil tas yang Adam pegang.
"bagaimana baby kita apa dia menyulitkan kamu hari ini"? tanya Adam sambil bersimpuh di depan Nita untuk mengusap perut istrinya yang sudah kelihatan membuncit
"gak sayang dia tidak merepotkan aku hari ini,! jawab Nita merasa senang karna semakin hari Adam semakin memperlakukannya dengan sangat manis
"sukurlah"! ucap Adam sambil mengecup puncak kepala Nita, semakin hari Adam merasa perasaannya semakin bertambah dan kini mereka telah tidur satu kamar
"kenapa kamu terlihat sangat bahagia hari ini mas"? tanya Nita heran melihat suaminya senyum2 terus.
"hari ini aku sangat bahagia karna Al akan bertunangan,! jelas Adam penuh semangat, Nita mengerutkan keningnya, kenapa harus sebahagia itu pikirnya
"pak Al yang mau tunangan tapi kenapa kamu mas yang paling bahagia"? tanya Nita heran, "karna dia sahabatku dan dia tidak pernah merasakan jatuh cinta, tapi sekarang dengan mudahnya dia jatuh cinta dan malah dia mau bertunangan, mas penasaran aja sama wanita yang telah menaklukan hati Al,! jelas Adam dengan sumringah
"oh,ya sayang Al juga ngundang kamu, lusa kamu harus berdandan sangat cantik dan kita datang sebagai tamu bukan sebagai manager hotel itu.
"iya mas aku akan berdandan dengan sangat cantik itu spesial buat kamu, ucap Nita sangat bahagia, "kau selalu buat aku senang sayang,ucap Adam sambil mengecup bibir Nita sekilas
Adam membopong tubuh Nita dan membawanya ke kamar, "mas kamu kan belum mandi"! pekik Nita sambil mengalungkan tanganya di leher Adam, "aku tidak perduli, aku akan mandi jika kamu sudah membuat aku senang malam ini"! jelas Adam, membuat Nita hanya pasrah dan menuruti kemauan suaminya
__ADS_1
keduanya menghabiskan malam yang indah hingga lupa untuk makan malam, Adam tertidur pulas di samping Nita, Nita sangat bahagia karna Adam begitu mencintainya.