Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 44 Cinta yang terluka


__ADS_3

Al semakin kesal karna Zahra masih saja sibuk dengan pekerjaannya, sedikitpun Zahra tidak mengajak Al untuk ngobrol berbeda dengan tadi saat Zahra ngobrol begitu lepas dengan pria lain


Al semskin kesal jika memikirkannya, tanpa Zahra sadari Al keluar dari ruangannya tanpa pamit membuat Zahra merasa bersalah, "apa ini, kenapa aku merasa senang jika dia cemburu"? gumam Zahra sambil tersenyum tipis


Al terus menggerutu saking kesalnya saat keluar dari ruangan Zahra beberapa karyawan merasa heran karna Al tampak sekali sedang marah dia tidak menjawab setiap sapaan dari karyawan yang sudah tau kalau dia adalah tunangan pemilik perusahaan tepat mereka bekerja


Al kembali ke kantornya dengan tidak semangat pikirannya terus saja di penuhi dengan senyum Zahra yang begitu tulus saat bersama Adit, "aaah...!! Al membanting beberapa berkas yang ada di mejanya sampa2 berserakan di lantai, perasaannya saat ini begitu kacau dia tidak bisa mengendalikan pikirannya yang terus saja di penuhi tentang Zahra, hingga sebuah ketukan pintu membuyarkan segala pikiran buruknya


"Tok...tok...tok..!!


"Masuk," jawab Al tanpa semangat, Serli masuk dengan begitu percaya diri ia berharap Al akan kembali padanya.


"Ada perlu apa kamu kesini"? tanya Al sinis, "Al sayang," ucap Serli sambil mendekat kearah Al, Al sudah mengerti jika Serli akan mendekat dan ingin merayunya segera Al menghentikan langkah Serli,


"Apa mau kamu Ser, tetaplah di tempatmu jangan ganggu aku"!


"Tapi Al"!


"Kita sudah tidak ada lagi hubungan apa2 jadi tolong jaga sikapmu"


"Al, aku masih sangat mencintaimu, aku mohon kembalilah seperti dulu"! Serli mengiba


"Tidak mungkin Ser, aku sudah punya tunangan dan aku sangat mencintainya, berhentilah mengharapkanku karna aku tidak mungkin kembali lagi padamu," jelas Al


*****

__ADS_1


Zahra tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya dia terus memikirkan Al ada perasaan bersalah yang ia rasakan saat ini, "Aku akan menemuinya waktu jam makan siang nanti"! gumam Zahra


tak terasa jam makan siang pun telah tiba, Zahra bergegas keluar untuk menemui Al dia sengaja membawa dua kotak makan siang rencananya Zahra akan makan siang dengan Al di ruangannya, senyum terus mengembang di bibirnya, tak hentinya Zahra mengutuk dirinya sendiri kenapa dia begitu bahagia hanya karna ingin makan siang berdua dengan Al.


mobil mewah yang Zahra tumpangin dengan sang supir kini sudah terparkin di depan gedung Bagaskara group, Zahra masuk dengan degup jantung yang menggila karna baru pertama kali ia akan memberikan perhatian pada tunangannya, Zahra tersenyum mengingat kata tunangan dia bagaikan anak ABG yang sedang jatuh cinta


semua karyawan kantor menyapa Zahra dengan sopan mereka sudah tau jika Zahra tunangan dari bos mereka, Zahra membalas sapaan mereka dengan senyum manisnya, kini Zahra telah sampai di depan ruangan Al dia di sambut sekretaris Al.


"Selamat siang nona"! ucapnya sopan sambil membungkuk


"iya,"apa kamu sekretarisnya pak Al yang baru"? tanya Zahra, karna baru pertama kali melihatnya dan dia juga merasa heran jika itu benar karna biasanya Al lebih suka dengan sekretaris wanita yang seksi dan cantik


"Iya, nona saya sekretasisnya pak Al"!


"Apa pak Al nya ada"?


"Oh, kalau begitu saya tunggu di sini saja"! ucap Zahra sambil duduk di kursi di depan ruangan Al,


Zahra mulai gelisah karna tamu itu tak kunjung keluar karna sebentar lagi jam makan siang akan segera berahir tapi tamunya Al tak kunjung keluar


di dalam ruangan Al Serli mencoba untuk meranyu Al kembali, "pulanglah Ser,! ucap Al mengusir Serli karna dia sudah bosan Serli terus-terusan meminta balik, "baiklah aku akan pergi, tapi peluklah aku untuk yang terahir kali sebagai tanda perpisahan.


di luar Zahra sudah tak bisa lagi menunggu, "maaf pak, apakah boleh saya masuk, saya hanya ingin memberikan ini langsuk pada pak Al"? tanya Zahra sambil menunjuk kotak makan yang ia pegang, sekretaris Al berpikir lalu mengangguk


segera Zahra masuk, dia lupa untuk mengetuk pintu dulu karna dia terburu2 ingin cepat kembali ke kantornya.

__ADS_1


Tubuh Zahra menegang melihat dua orang sedang berpelukan mesra di ruang kerjanya, kotak nasi yang Zahra pengang terjatuh karna sekujur tubuhnya terasa lemas melihat Al dengan seorang wanita sedang berpelukan begitu mesra.


Al menoleh karna mendengar susuatu terjatuh dan benar saja dia melihat Zahra berdiri di ambang pintu dengan kotak makan yang kini sudah berada di lantai.


"Maaf, aku mengganggu"! ucap Zahra lalu keluar dengan berlari meninggalkan Al yang masih terpaku melihat Zahra tiba2 datang dan harus menyaksikan apa yang seharusnya tidak ia lihat, tak terasa air mata Zahra mengalir tanpa mampu ia bendung, dadanya begitu sesak melihat Al dan Serli berpelukan padahal Zahra yakin dia tidak mencintai Al


"kenapa harus sesakit ini", gumamnya lirih sambil terus menekan dadanya yang terasa sesak, "kita mau kemana nyonya"? tanya sang supir sambil melihat Zahra dari kaca psion


"kita gak usah balik ke kantor lagi pak"! jawab Zahra, dia sudah tak lagi berselera untuk bekerja hari ini,


******


Al tidak memperdulikan Serli yang masih diam, dia keluar untuk mengejar Zahra, tapi Zahra keburu jauh meninggalkan kantornya, Al tak patah arang dia tetap akan menemui Zahra di kantornya meskipun akan sulit untuk membujuk Zahra.


*****


"Kita berhenti di sini saja pak"! pinta Zahra pada supirnya, dia berhenti di sebuah pantai yang saat ini sedang sepi hanya beberapa penjual minum dan tukang bersih- betsih yang nampak masih sibuk, karna hari ini bukan hari libur apa lagi ini masih sangat panas di jam satu siang


tapi lankah Zahra tak henti menyusuri bibir pantai meskipun panas begitu menyengat tak lagi ia rasakan di banding panas yang kini berkobar dalam hatinya, Zahra berhenti di bawah pohon kelapa dia duduk di atas pasir putih tanpa alas wajahnya ia telungkupkan pada kedua lututnya, tubuhnya bergetar hebat ia menangis dalam diam


*****


Al sampai di kantor Zahra tapi sekretarisnya bilang jika Zahra tidak datang kembali kekantor, Al semakin prustasi mendengar Zahra tidak kembali ke kantornya, tadi Al begitu jelas melihat Zahra dengan sorot mata penuh rasa kecewa, dengan langkah gontainya Al keluar dari kantor Zahra, dia bingung kemana dia akan mencari Zahra


"Maaf kan aku Ra, yang telah membuat mu kecewa"! gumam Al sambil terus fokus menyetir mobilnya , dia berpikir untuk ke rumah Zahra dia berharap Zahra sudah pulang ke rumah

__ADS_1


*****


Tiupan angin yang begitu kencang membuat Zahra mendongakkan kepalanya ia menatap ombak yang berdeburan di laut sana, air mata tak henti mengalir dari pelupuk matanya yang indah, sesekali ia tersenyum mengingat dirinya telah jatuh cinta pada Al tapi ia kembali menangis mengingat Al telah berpelukan mesra dengan orang lain.


__ADS_2