Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 50 Hari pernikahan


__ADS_3

Zahra kembali ke kamarnya dengan perasaan gelisah dia mencoba untuk menepis segala pikiran buruk namun semakin ia mencoba semakin besar pula rasa kawatir itu.


Zahra mencoba untuk menghubungi Al tapi ia urungkan karna tidak ingin membuat Al merasa kawatir sama seperti dia, apalagi besok pernikahan mereka akan di gelar.


Zahra mencoba menghibur dirinya dengan beberapa kesibukan agar ia tidak ingat terus pada mimpi buruk yang ia alami.


Zahra kembali tertidur pulas setelah sekian lama hatinya di penuhi kegelisahan, dia harus istirahat yang cukup karna besok dia akan menikah.


*******


Kini Zahra sudah berada di hotel tempat mereka akan melaksanakan akad nikah pada siang hari dan resepsi pada malam hari, Zahra berada di sebuah kamar kusus untuk pengantin wanita untuk di rias.


Dia duduk di kursi santai sebelum di rias, tiba2 ponselnya berbunyi tanda sebuah pesan masuk, tadinya dia malas untuk membuka pesan itu tapi pada ahirnya ia buka juga takutnya itu penting.


dan benar saja ada sebuah pesan masuk berupa beberapa video dan foto serta pesan, Zahra mulai membuka satu persatu foto yang menampilkan Al dan Serli yang sedang bertelanjang di atas tempat tidur dan itu foto selfi yang Al sendiri yang mengambilnya.


Zahra mulai merasakan sesak di dadanya tapi dia masih penasaran dengan video yang belum ia lihat, ahirnya Zahra memberanikan diri untuk melihat video itu, seketika air mata membasahi wajah cantik karna melihat adegan panas yang Al lakukan dengan wanita lain.


Zahra menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat Zahra tau video itu pasti video masa lalu Al tapi tak bisa ia pungkiri jika hatinya tetap terasa sakit jika harus melihat adegan panas calon suaminya dengan orang lain.


"Ya Allah cobaan apa ini?" batin Zahra sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


Zahra kemudian membaca pesan yang orang itu kirimkan.


("Kamu akan bernasib sama denganku, di tinggalkan setelah bosa karna dia penggila wanita dia tidak akan pernah puas dengan satu wanita, dia akan menikmati tubuhmu lalu meninggalkanmu setelah ia bosan") itu adalah pesan yang Serli kirim.


Air mata Zahra kembali menganak sungai, tadinya ia merasa sesak karna rasa cemburu yang kian menusuk hatinya, tapi sekarang ia merasa takut jika sebenarnya Al hanya mencintainya sesaat seperti wanita2 yang pernah Al tinggalkan dulu.

__ADS_1


Pikiran Zahra mulai tidak karuan untuk membatalkan pernikahan itu sungguh tidak mungkin karna beberapa jam lagi acara akad nikah akan segera di mulai, tapi Zahra tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwasanya ia ragu untuk membina rumah tangga dengan Al tentunya setelah ia tahu tentang video itu.


Zahra begitu cantik dan anggun dengan baju kebaya putih yang melekat di tubuhnya.


"Kamu sangat cantik sayang", ucap Nyonya Anita dengan mata berkaca-kaca, Dia merasa belum ihklas melepas putri kesayangannya tapi bagaimanapun dia harus rela demi kebahagiaan sang putri.


"Kenapa Mama nangis?" tanya Zahra lirih, seketika nyonya Anita behambur memeluk putri kesayangannya, keduanya cukup lama berpelukan hingga Tuan Ilham masuk untuk memanggil Zahra karna sebentar lagi acara akad nikah akan segera di mulai.


"loh..loh..!! kenapa pada nangis?" tanya Tuan Ilham heran,lalu dia mendekat kearah anak dan istrinya, Tuan Ilham menatap sebentar sang istri lalu beralih memandang lekat wajah putri kesayangannya, lalu ia mengusap kepala Zahra lembut dan mencium puncak kepalanya.


"Papa bahagia, ahirnya kau akan menikah dengan orang yang baik, papa yakin Al bisa membahagiakan kamu", ucap Tuan Ilham sambil memeluk Zahra penuh kasih sayang.


Zahra tersenyum kecut mendengar ucapan papanya, bahkan dia sendiri tidak yakin bahwa pernikahannya akan berahir bahagia ataukah sama seperti pernikahan pertamanya dengan Adam.


"Ayo sayang, semua orang telah menunggumu termasuk colon suamimu", ajak Tuan Ilham seraya menggandeng putri kesayangannya, mendengar kata siami membuat dada Zahra terasa sesak, bayangan tentang video itu kembali berkelebat di otaknya.


Zahra sudah diduk di samping Al tapi tak ada sedikitpun senyum di wajahnya, Al melirik sebentar calon istrinya ada rasa aneh yang Al rasakan saat memandang Zahra karna biasanya Zahra akan selalu tersenyum meskipun dalam keadaan gugup sekalipun.


"Tapi Al mencoba menepis pikiran buruknya, dia sudah merasa bahagia melihat Zahra duduk tenang di sampingnya.


" Bagai mana, apa anda sudah siap?"tanya pak penghulu pada Al.


"Siap pak", jawab Al mantap


Akad nikah di mulai dengan Tuan Ilham sendiri yang menikahkan Al dan Zahra.


"Saya terima nikah dan kawinnya Zahra amelia binti Ilham wijaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai", ucap Al lantang dengan satu tarikan nafas.

__ADS_1


"Bagai mana para saksi?" tanya pak penghulu.


"SAH", ucap semua orang dalam acara itu.


"Alham dulillah", ucap Al


Zahra tak mampu lagi menahan laju air matanya, ada perasaan bahagia tapi rasa sesak juga hadir bersamaan, rasa takut menyeruak dalam hatinya kala adegan panas di video itu kembali berkebat di kepalanya.


Al menghadap Zahra yang masih menunduk, lalu Zahra mengambil tangan Al dan mencium punggung tangannya, dan Al pun mencium puncak kepala Zahra cukup lama membuat hati Zahra bergejolak tak karuan.


"Kalian berdua sudah Sah menjadi suami istri", ucap pak penghulu pada Al dan Zahra.


Al menghela nafas begitu dalam ada perasaan lega dalam hatinya mengingat Zahra sudah menjadi istri sahnya sekarang.


Akad nikah telah selesai kini keduanya memilih untuk istirahat menunggu waktu nanti malam untuk acara resepsi, Zahra dan Al memasuki kamar hotel yang di siapkan untuk malam pertama bagi mereka berdua.


keduanya masik beriringan tanpa ada satupun yang memulai pembicaraan, Zahra masuk terlebih dahulu dia melihat seskeliling kamar yang sudah di hias sedemikian rupa bahkan Zahra pun merasa takjub dengan hiasan yang di pasang di kamar pengantinnya.


"Apa yang kamu pikirkan, sayang?" tanya Al sambil memeluk Zahra dari belakang, Zahra begitu terkejut dengan tindakan Al yang tiba-tiba.


Zahra memejamkan matanya ia tidak ingin terhanyut dalam belayan sang suami yang memang berpengalaman dalam urusan bercinta, Al membalikkan tubuh Zahra untuk menhadap padanya, Zahra tetap menunduk dengan perasaan berkecamuk bayangan Al di atas ranjang dengan Serli terus mengusik pikirannya.


Al mencium kening Zahra lalu beralih kedua pipi Zahra bergantian dan yang terahir Al ingin mencium bibir Zahra yang begitu menggoda bagi Al, saat bibir Al mulai menempel pada bibir Zahra, sungguh Zahra tak kuasa untuk meneruskan kemesraan itu, dengan sedikit kasar Zahra mendorong dada Al agar menjauh darinya.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya Al bingung karna perlakuan Zahra.


"Maaf aku capek", hanya itu yang keluar dari mulut Zahra.

__ADS_1


membuat Al tersenyum lalu mengangguk, tapi dalam hatinya penuh dengan tanda tanya besar karna selama ini Zahra memang sering menolak untuk di sentuh karna alasan bukan muhrim tapi sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri tapi dia tetap menolak membuat hati Al semakin gelisah apalagi saat memandang wajah Zahra yang begitu dingin tanpa ekspresi.


__ADS_2