Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 37 Rencana pertunangan


__ADS_3

pikiran Zahra terus di penuhi tentang Al dan perjohan itu hingga Zahra tidak menyadari Al yang sudah masuk kekamar inapnya, Al merasa heran karna Zahra tak kunjung bergeming dia tetap fokus melihat ke luar jendela.


"sebegitu indahnya di luar sana sehingga aku datang kau tetap tak perduli"? tanya Al yang kini duduk di tepi ranjang di samping Zahra.


hampir saja Zahra terkena serangan jantung akibat rasa terkejut karna Al tiba2 masuk dan bicara di dekatnya


"kenapa bapak tidak mengetuk pintu dulu"? tanya Zahra kesal karna di kejutkan oleh Al yang datang tiba2


"apa aku harus mengetuk pintu untuk masuk kekamar calon istriku sendiri"! ucap Al seenaknya


"apa maksut bapak"? tanya Zahra pura2 tidak tau tentang perjodohan itu


"maksut ku adalah"! kamu adalah wanita yang selama ini di jidohkan denganku, dan kamu tidak bisa menolak karna aku tidak akan membiarkan itu terjadi," dan mulai hari ini aku tidak mau dengar kamu memanggil bapak karna aku ingin kamu memanggil aku dengan sebutan MAS"! jelas Al yang menekankan kata mas, matanya mengerling menggoda Zahra


Zahra semakin salah tingkah dengan situasi seperti ini dia tidak tau harus bersikap seperti apa, dia benar2 bingung


"om sama tante kemana sayang "? tanya Al yang sukses membelalakkan mata Zahra,


Zahra semakin kesal dengan tingkah Al yang semakin hari semakin membuat ia jengkel, Zahra tetap tidak menjawab pertanyaan Al dia menunjukkan muka yang begitu kesal karna Al memanggil dia dengan sebutan sayang


Al semakin gemas melihat bibir Zahra yang manyun, dia ingin menggoda Zahra dengan pura2 untuk menciumnya, Al mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra

__ADS_1


"bapak mau ngapain"? tanya Zahra garang, "mau cium kamu" ucap Al sambil terus mendekatkan bibirnya ke bibir Zahra, dengan cepat Zahra mendorong dada Al agar ia menjauh darinya.


"bapak jangan kurang ajar kita bukan muhrim"! sarkasnya lalu memalingkan muka untuk melihat ke luar jendela, Al tertawa lebar melihat Zahra semakin kesal.


"aku tidak akan menciummu sebelum kamu sah menjadi istriku,! karna aku tidak ingin melakukan dosa seperti di masa laluku, cukup sudah di masa lalu aku tidak ingin mengulanginya lagi,! jelas Al panjang lebar membuat Zahra seketika menoleh menatap Al untuk menelisik kebenaran dalam setiap ucapannya, tapi Zahra tidak menemukan kebohongan di mata Al.


"lalu apa tadi yang mau bapak lakukan"? tanya Zahra merasa heran, "aku hanya menggodamu agar kamu tidak manyun terus aku gak suka punya calon istri bibirnya manyun.


pipi Zahra memerah mendengar ucapan Al, rasa malu menyelimuti hatinya.


"pak aku minta tolong panggilkan suster, pinta Zahra, "apa kamu perlu sesuatu"? tanya Al kawatir, "gak pak aku cuma mau ke toilet"! jawab Zahra sambil beringsut untuk duduk di atas tempat tidur.


"kenapa harus suster,? aku di sini untuk merawatmu, ucap Al sambil berusaha membantu Zahra untuk duduk, "tidak usah pak, aku bisa sendiri"! tolak Zahra, yang sukses menghentikan gerakan tangan Al untuk membantunya.


cukup lama mereka berada dalam posisi berpelukan, jantung Zahra benar2 seperti sedang lari maraton, hingga keduanya tersadar dan Al melepaskan pelukannya lalu membiarkan Zahra berdiri


keduanya begitu canggung hanya keheningan yang terjadi di antara mereka, "maaf kan aku Ra, aku tidak sengaja melakukannya aku hanya takut kamu terjatuh"! jelas Al, merasa takut Zahra akan mengira ia sengaja memeluknya


"tidak apa2 pak, terima kasih anda telah menolong saya"!ucap Zahra sambil terus menunduk, dia tidak berani memandang wajah Al yang berada sangat dekat dengannya.


Al tersenyum tipis mendengar Zahra berterima kasih padanya, dia begitu bahagia sampai waktu yang cukup lama ia tetap memandang wajah Zahra yang masih tertunduk di hadapannya.

__ADS_1


"permisi pak saya mau ke toilet"! pamit Zahra yang berusaha untuk berjalan sendiri ke dalam toilet, tapi sepertinya kakinya yang terluka cukup parah sehingga tak bisa menopang berat tubuhnya tapi dia tetap memaksakan diri untuk tetap berjalan meskipun merasakan sakit yang luar biasa


Al yang melihat Zahra meringis seperti menahan sakin, Al tak menunggu waktu lagi ia segera membopong tubuh Zahra untuk ia bawa masuk ke dalam toilet, Zahra begitu terkejut hingga reflek ia mengalungkan kedua tangannya di leher Al


Al tersenyum melihat Zahra hanya pasrah tanpa menolak karna Al yakin Zahra memang benar2 kesakitan, langkah Al terhenti saat pintu ruang inab Zahra tiba2 terbuka, Al menoleh untuk melihat siapa yang datang


seketika wajahnya berubah salah tingkah saat melihat orang tuanya dan orang tua Zahra masuk secara bersamaan, nyonya Anita sedikit panik karna melihat Zahra dalam gendongan Al


"kamu kenapa sayang"? tanya nyonya Anita panik, "dia gak apa2 tante, dia cuma mau ke toilet tadi dia sempat mau jatuh, aku tidak tega melihat dia jalan tertatih karna pergelangan kakinya sakit tepaksa aku gendong"! jelas Al yang hanya di anggukin semua orang dalam kamar itu


"ayo tante bantu"! ajak nyonya Anita sambil membuka pintu toilet, Al segera masuk sambil menggendong Zahra, tuan Fatih dan tuan Ilham saling pandang


"kita harus segera membicarakan perihal perjodohan mereka berdua, aku tidak mau mereka sampai melakukan hal2 yang tidak kita inginkan"! jelas tuan Fatih pada sahabatnya


"iya aku setuju denganmu, nanti setelah Zahra sembuh aku akan mengadakan pesta dan sukuran dan di situ pula aku akan mengumumkan tentang pertunangan mereka"! ucap tuan Ilham yang langsung di anggukin oleh tuan Fatih


Al menunggu di luar pintu toilet sedangkan nyonya Anita ada di dalam membantu Zahra, setelah selesai nyonya Anita betjalan keluar sambil memapah Zahra yang kesulitan berjalan sesekali Zahra meringis karna merasakan kakinya sakit luar biasa


Al tidak tega ahirnya ia menggendong Zahra untuk kembali ke tempat tidur, nyonya Anita dan bu Siska dari tadi hanya senyum2 melihat anaknya yang begitu perhatian pada Zahra


"aku gak sabar melihat mereka berdua berada di atas pelaminan"! bisik bu Siska di telinga nyonya Anita membuat keduanya tertawa kecil, Al mendengus kesal karna melihat mamanya dar tadi berbisik- bisik terus sambil melihat dia dan Zahra

__ADS_1


pagi itu tepat hari minggu mereka semua menghabiskan waktu untuk menemani Zahra di rumah sakit, tuan Fatih dan tuan Ilham memilih keluar untuk membicarakan mengenai pertunangan antara Al dan Zahra


__ADS_2