
waktu berjalan begitu cepat, kini waktu yang di siapkan untuk acara pertunangan Al dan Zahra sudah siap, Adam menyiapkan segalanya dengan sangat baik dan sempurna
bahkan Al dan keluarganya merasa kagum dengan hasil kerja Adam, acara akan di mulai jam delapan malam dan sekarang jam masih menunjukkan pukul 6 sore dua jam lagi acara akan di mulai
semua pelayan sudah menyiapkan segala hidangan di atas meja hanya perlu menunggu tamu datang, Zahra merasa bingung kenapa harus merayakan pesta sebesar ini jika hanya untuk menyambutnya.
"Ma..! kenapa harus semewah ini acaranya"? tanya Zahra heran, "iya sayang, ini bukan hanya acara buat memperkenalkan kamu sama orang2 melainkan ini juga acara pertunangan kamu sama Al"! jelas mama Anita, membuat Zahra menoleh karna terkejut, saat ini ia sedang di make up agar terlihat semakin cantik di acara pertunangannya
"Tapi kenapa mama tidak bilang dari awal"? tanya Zahra sedikit kesal, "mama gak bermaksut untuk merahasiakannya dari kamu sayang mama cuma mau bikin kejutan buat kamu"! jelas mama Anita
Ahirnya Zahra pasrah dan menerima pertunangan ini meskipun sebenarnya ia belum siap, "kamu gak marah kan sayang"? tanya mama Anita merasa bersalah, "enggak ma aku gak marah, aku cuma gak nyangka aja harus secepat ini padahal aku sama Al belum terlalu lama kenalnya"! jelas Zahra
Para tamu sudah mulai berdatangan Al dan keluarganya sudah sampai, Al pergi untuk mencari Zahra karna Zahra belum terlihat di mana2, dia mencoba bertanya pada beberapa pelayan tapi tidak ada satupun yang tau.
ahirnya Al pasrah dan kembali bergabung dengan para tamu undangan, terlihan Adam dan istrinya mendekat ke arah Al
"Selamat bro sekarang lho bakal punya tunangan"! ucap Adam sambil memeluk sahabatnya, "terima kasih lho udah mau datang"! jawab Al sangat senang
"Selamat pak"! ucap Nita sambil menjabat tangan Al, "terima kasih kamu sudah mau datang ke acara pertunangan saya"! jawab Al, saat Al sibuk mengobrong dengan Adam dan para tamu, tuan Ilham memberikan sambutan pada tamu undangan
__ADS_1
"Selamat malam pada semua tamu undangan yang sangat saya cinta, terima kasih telah berkenan hadir untuk menyaksikan acara pertunangan putri saya dan putra dari sahabat saya Fatih arya bagaskara dan putranya Aldi bagaskara, selain acara pertunangan saya juga akan memperkenalkan putri saya yang sejak lama hilang Alhamdulillah kini telah kembali, " naiklah sayang"! ucap Tuan Ilham saat Zahra dan nyonya Anita memasuki Ballroom hotel
"Zahra menjadi pusat perhatian saat masuk di gandeng nyonya Anita semua orang memuji kecantikan Zahra, tak terkecuali Nita istri Adam , dia begitu kagum pada sosok Zahra yang begitu anggun dan sangat cantik
tapi sayang Adam sedang ke toilet saat Zahra masuk ke ballroom, saat kembali Adam juga tidak menyadari jika di atas podium ada seseorang yang sangat ia cintai, sampai ahirnya tukar cincinpun di mulai
Al dan Zahra berdiri saling berhadapan di atas podium tempat mereka akan memasang cincin, Adam tetap tidak menyadari bahwa ada Zahra di atas sana karna sejak tadi dia hanya sibuk dengan ponselnya
"baiklah para tamu undangan, pemasangan cincin untuk Al dan Zahra akan segera di mulai, ucap pembawa acara pada malam itu
Seketika Adam terkejut karna mendengar nama Zahra di sebut dalam acara pertunagan Al, dia mengangkat wajahnya untuk memastikan apa yang ia deñgar itu bukanlah Zahra mantan istrinya
Adam bagai tersambar petir saat melihat Zahra benar2 berada di atas podium bersama Al di sampingnya, hatinya bagai di tusuk ribuan belati saat melihat senyum Zahra yang begitu tulus saat memandang Al.
"Kini giliran nona Zahra..."! ucap pembawa acara dengan lantang, segera Zahra mengambil cincin untuk ia sematkan di jari Al, saat ingin memasang cincin di jari Al tiba2 Zahra seperti melihat seseorang yang ia kenal, Zahra mencoba melihat kembali ternyata benar dia melihat Adam yang juga menatap dia dengan mata berkaca-kaca.
Zahra diam tanpa berniat memasang cincin yang ia pengang hingga tanpa terasa cincin yang ia pengang terjatuh dan bergelinding lalu berhenti tepat di kaki Adam.
hati Zahra bergemuruh melihat sosok yang pernah mengisi hari2nya penuh dengan kebahagian kini berdiri di hadapannya dan menyaksika acara pertunangannya dengan orang lain.
__ADS_1
"Bisa anda antarkan cincin itu ke atas"? pinta seorang pembawa acara, lalu Adam mengambil cincin yang tergeletak di hadapannya lalu membawanya untuk di berikan pada Zahra
hati Adam bagai di remas saat mengulurkan tangannya untuk memberikan cincin itu pada Zahra, tangan Zahra gemetar saat menerima cincin yang Adam berikan, tapi Zahra mencoba untuk tetap tenang dan terlihat biasa2 saja, meskipun sebenarnya di dalam hatinya ia menahan sakit melihat Adam berdiri sambil di gandeng seorang wanita yaitu istrinya
"terima kasih"! ucap Zahra setelah Adam memberikan cincin itu, Al pun mengucapkan hal yang sama, dari tadi tuan Ilham sudah memperhatikan Adam, dia merasa senang melihat Zahra tetap tenang dan biasa saja, tapi berbeda dengan Adam yang terlihat sangat sedih dan terkejut
lalu Zahra memasang cincin itu di jari Al, semua orang bertepuk tangan kecuali Adam yang kini pergi meninggalkan pesta, hatinya benar2 sakit menyaksikan orang yang paling ia cintai harus bertunangan dengan sahabatnya sendiri.
"Kenapa harus kamu Ra..."! ucap Adam sambil meraung-raung di atap gedung hotel tempat acara pertunagan Zahra dan Al di gelar, dia bersimpuh sambil menangis tersedu hatinya hancur menyaksikan orang yang ia cintai harus bersanding dengan sahabatnya sendiri
******
setelah berkenalan dengan beberapa tamu Zahra memilih duduk di pojok ruangan ia kembali mengingat kejadian tadi hatinya benar sakit harus kembali bertemu dengan mantan suaminya
kenapa dunia ini begitu sempit, kenapa kau harus hadir di saat hatiku sudah mencoba untuk melupakanmu di saat hati sudah belajar untuk mencintai orang lain
batin Zahra terus bertanya, tanpa terasa setetes air mata membasi wajah cantiknya, segera Zahra menghapusnya agar semua orang tidak melihat kesedihannya
dari kejauhan Al terus memperhatikan Zahra yang duduk termenung di pojok ruangan, Al merasa ada sesuatu yang aneh pada Zahra karna sejak tadi zahra tidak bicara apapun dan cendrung menghindarinya
__ADS_1
Al mendekati Zahra untuk mencari tau apa yang terjadi, dia begitu kawatir melihat Zahra dari tadi hanya melamun
"Apa yang membuat bidadariku melamun hm"? tanya Al sambil bersimpuh di hadapan Zahra yang sedang duduk, Zahra hanya diam dan tersenyum, dia tidak mau menyakiti Al jika harus menceritakan tentang mantan suaminya sekarang