
Acara resepsi sudah selesai, Zahra masuk terlebih dahulu kedalam kamar kana dia merasa lelah dan ingin segera mandi dan berganti baju, saat Zahra keluar dari kamar mandi matanya melihat sebuah bungkusan di atas tempat tidur, tadinya dia ragu untuk membuka bungkusan itu tapi pada ahirnya ia buka juga
seketika matanya terbelalak melihat sebuah baju lingerie yang sangat tipis dan seksi, dengan cepat Zahra memasukkan kembali lingerie itu dan menaruhnya di bawah tempat tidur.
Zahra mengganti bajunya dengan baju tidur, setelah selesai ia memakai baju segera Zahra mengambil bantal dan menaruhnya di sofa ia mulai merebahkan tubuhnya yang begitu lelah hingga tanpa terasa ia sudah terlelap meringkuk di atas sofa.
Al masuk ke dalam kamar dengan perasaan campur aduk antara bahagia dan kecewa karna dia yakin Zahra akan tetap bersikap dingin meskipu malam ini adalah malam pertama pernikahan mereka dan benar saja
Al tertengung melihat Zahra yang terlelap di atas sofa tanpa menggunakan selimut, hatinya bergemuruh karna dengan Zahra tidur di sofa itu artinya Zahra tidak mau tidur satu ranjang dengannya.
Al mengangkat tubuh Zahra lalu membaringkannya di atas tempat tidur Al menyelimuti tubuh Zahra yang terlelap, di pandangnya wajah Zahra yang sedang terlelap hatinya terasa sakit karna telah di abaikan oleh istrinya apalagi ini adalah malam pertama pernikahan mereka.
"Apa salahku Ra?" kenapa kau menghidariku?" gumam Al lirih.
dia duduk di sofa, dengan perlahan dia membaringkan tubuhnya di atas sofa tanpa bantal, dengan segala keresahan hati dan kekecewaan ia mulai terlelap hingga pagi menjelang.
Zahra terbangun lebih dulu, ia terkejut mendapati dirinya berada di atas tempat tidur karna sebelumnya dia tidur di sofa, Zahra tambah terkejut kala melihat Al tidur di sofa tanpa beralaskan bantal apalagi menggunakan selimut.
Zahra mendekat dengan membawa selimut lalu menyelimuti Al yang sedang terlelap, ada rasa iba melihat sang suami tertidur di sofa hatinya benar2 sakit dengan kenyataan ini seketika air matanya luruh begitu saja tanpa mampu ia tahan.
ia terisak dalam diam sambil memandang wajah sang suami yang masih terlelap, Zahra mencium pipi Al sekilas.
"maaf kan aku mas, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, tapi aku belum siap karna aku takut kamu akan pergi setelah mendapatkan apa yang kamu inginkan", ucap Zahra dengan air mata yang menganak sungai.
__ADS_1
setelahnya Zahra masuk kedalam kamar mandi, perlahan Al membuka matanya karna dari tadi dia sudah terbangun saat Zahra menyelimutinya dia merasa heran dengan sikap Zahra yang selalu menghindar dan tidak mau ia sentuh, tapi dia mau mencium Al saat ia sedang tidur, Al benar2 tidak mengerti dengan sikap Zahra.
"Apa yang kau sembunyikan dari ku Ra?" tanya Al sambil mengusap wajahnya kasar.
Zahra kaluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap beserta hijabnya, bahkan dia belum siap jika Al melihat auratnya, Zahra melihat sebentar pada Al yang sudah bangun dan kini sedang bersandar di sandaran sofa.
Tak ada yang berbicara sekedar bertegur sapa keduanya bungkam seribu bahasa, Zahra mulai menggelar sajadah untuk melaksanakan sholat subuh tanpa menunggu Al yang ingin mandi terlebih dahulu.
Al melewati Zahra begitu saja menuju kamar mandi Zahra pun hanya diam memperhatikan sang suami, hatinya sakit dalam situasi seperti ini tapi apa boleh buat dia begitu kecewa dengan kenyataan dalam video itu.
Hingga beberapa menit Al sudah selesai dan keluar dari kamar mandi lalu segera ia memakai baju dan melaksanakan sholat subuh sendirian, karna Zahra sudah selesai dan kini ia berdiri di balkon kamar hotel dengan udara pagi yang masih sangat dingin.
Setelah selesai Al melaksanakan sholat ia beranjak menghampiri Zahra yang masih setia melihat pemandangan pagi buta dengan sinar mata hari yang belum muncul.
Zahra memejamkan matanya agar tidah terbuai oleh sentuhan sang suami.
"Jangan abaikan aku seperti ini Ra", ucap Al masih dengan suaranya yang bergetar, Zahra tetap tidak bergeming hatinya juga sesak dan sakit harus mengabaikan sang suami yang sangat ia cintai.
"Aku bisa gila jika kamu masih mengabaikan aku", imbuhnya lagi dengan posisi yang sama, bakan pelukannya semakin erat, air mata Zahra meluncur dengan deras hingga membasahi tangan Al yang memeluknya.
Al terkejut karna tangannya basah oleh air mata Zahra, perlahan ia melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Zahra agar berhadapan dengannya.
Zahra menunduk saat mereka saling berhadapan dengan jarak begitu dekat, dengan lembut Al menyentuh dahu Zahra dan menariknya keatas agar wajah mereka saling berhadapan, tangan Al terulur menghaus air mata Zahra dengan lembut, mereka saling memandang satu sama lain hingga Zahra memalinkan wajahnya dia benar tidak kuat jika harus memandang wajah sang suami yang saat ini terlihat begitu sendu.
__ADS_1
Al kembali menark wajah Zahra agar berhadapan dengannya, kali ini Zahra tidak menolak dia hanya diam bahkan sampai Al mencium bibirnya sekilas di tetap diam, hingga Al kembali mencium bibir Zahra kali ini bukan sekilas melaikan cukup lama dan penuh dengan gairah awalnya Zahra tidak membalas, setelah cukup lama ahirnya ia membalas tak kalah bergairah.
Cukup lama ciuman itu berlangsung hingga Zahra terengah karna kehabisan nafas, Al yang menyadari istrinya seperti kehabisan nafas segera ia menyudahi ciuman panas itu, dia tersenyum melihat bibir Zahra yang basah akibat ulahnya, dengan lembut ia mengusap bibir Zahra yang menjadi candu baginya setelah ciuman barusan.
Entah kenapa Zahra lupa dengan video itu pikirannya bagaikan melayang saat sang suami begitu lihai menciumnya dengan sangat lembut membuat ia lupa diri bahwasanya dia sedang kesal dan kecewa.
"Aku sangat mencintaimu, jangan lagi mengabaikanku seperti kemaren karna aku bisa gila jika kamu selalu menghindar dariku", ucap Al yang kini sudah mendekatkan bibirnya untuk mencium Zahra kebali.
Cukup lama mereka berada dalam posisi bercium di balkon kamar hotel hingga matahari mulai munculkan semburat merah di langit pagi yang begitu indah, seindah senandung cinta yang membara di hati pasangan yang sedang memadu kasih di atas balkon hotel saat ini.
Dengan perlahan Al melepaskan bibirnya dari bibir sang istri yang kini terlihat sudah membengkak akibat ulahnya, lalu ia membopong tubuh sang istri dan membawanya kedalam kamar lalu ia membaringkannya di atas tempat tidur.
Zahra hanya diam bagai terhipnotis oleh sang suami bahkan ia lupa bahwasanya ia sedang kesal dan kecewa. sampai Al menindih tubuhnya ia tetap tak bergeming dengan senang hati ia menerima setiap sentuhan sang suami tanpa menolaknya sedikitpun.
Hingga dering ponsel Zahra mengagetkan keduanya yang sedang di mabuk cinta,Zahra sempat membiarkan ponselnya karna tidak ingin kegiatan dengan sang suami terganggu, tapi ponselnya kebali berdering dan kali ini sebuah pesan yang masuk.
Dengan malas Zahra mengambil dan membuka pesan yang masuk seketika tubuhnya menegang dan mulai menggeser posisinya dari kungkungan sang suami membuat Al kecewan dan mengambil ponsel Zahra dan membaca pesan yang Zahra baca.
"Bagaimana malam pertamamu apakah lebih panas dari adegan di video ini?" itulah isi pesan yang Serli kirim dan juga beberapa video dan foto kegiatan panas Al dan serli di masa lalu.
MOHON MAAF JIKA ADEGAN MALAM PERTAMANYA NANGGUNG KARNA AUTHOR TAKUT DOSA DAN BATAL PUASA.... Dan terima kasih atas dukungannya.
jangan lupa like dan komen agar author makin semangat nulisnya....TERIMA KASIH**.
__ADS_1