
Al dan Zahra telah sampai di ruang tamu di mana orang tua mereka mengobrol.
"Gimana, sudah bicaranya?" tanya Bu Siska.
"Udah Ma", jawab Al seraya duduk di dekat mamanya.
"Ya udah, sini sayang", panggil Nyonya Anita pada Zahra
Zahra kembali duduk di samping mamanya, dia merasa bahagia bisa mempunyai calon suami dan mertua yang begitu sayang dan perhatian terhadapnya.
"Ini sayang, kamu pilih, konsep seperti apa yang kamu inginkan untuk acara pernikahan kamu nanti", ucap mama Anita dan Bu Siska juga bergabung untuk melihat konsep yang Nyonya Anita perlihatkan pada Zahra lewat sebuah majalah.
"Kalau boleh aku memilih, bolehkah aku memilih yang sederhana, Ma?, karna bagiku pesta yang meriah, gaun yang indah itu bukan termasuk dari rukunnya nikah, jadi aku pengennya yang sederhana aja asal acaranya berjalan hikmat itu sudah cukup untukku ma, bukan pesta yang meriah yang bisa membawa hubungan rumah tangga menjadi bahagia melainkan cinta dan kasih sayang yang berperan penting dalam rumah tangga dan tentunya Rido dari sang Ilahi", jelas Zahra membuat semua orang merasa kagum dengan sosok Zahra yang tidak mau dengan kemewahan melainka lebih suka kesederhanaan.
"Ya Allah sayang...", kamu memang mantu idama, Tante sangat senang punya calon menantu seperti kamu", ucap Bu Siska seraya memeluk Zahra.
Al memandang calon istrinya penuh dengan kekaguman dia benar2 bahagia bisa di beri kesempatan mencintai dan menyayangi Zahra.
Ahirnya mereka sepakat mengikuti keinginan Zahra dengan konsep pernikahan yang sederhana tapi akan tetap terlihat Elegan karna Nyonya Anita akan memilih dari wedding organizer terbaik di jakarta.
*******
Waktu berjalan begitu cepa hari pernikahan Zahra dan Al hanya tinggal satu minggu lagi semua persiapan termasuk baju pengantik sudah siap, Al dan Zahra sudah tidak di perbolehkan untuk saling bertemu kecuali nanti saat ijab Qabul
sudah satu minggu mereka berdua tidak di perbolekan bertemu membuat mereka berdua saling merindukan sama lain dan untunggnya mereka masih di ijinkan untuk saling berkomunikasi.
("Aku kangen kamu sayang",) pesan sinkat yang dikirim Al
"Aku juga", balas Zahra sambil duduk santai di taman belakang, Senyum tak henti menghiasi wajah cantiknya, dia terlihat sangat bahagia dengan pernikahan ini.
("Satu minggu lagi kita akan bertemu di depan penghulu, aku akan jadikan kamu istriku yang seutuhnya",) ujar Al
"Kalau aku tidak mau, gimana?" canda Zahra
("Aku akan menghukummu",) ancam Al
__ADS_1
"Hukuman apa yang bisa Anda berikan?"
("Hukuman yang akan buat kamu lupa diri dan hanya akan mengingatku seorang"), balas Al yang sukses membuat Zahra tersenyum.
"Aku akan tunggu hukuman dari Anda", jawab Zahra, yang sukses membuat Al langsung melakukan panggilan video.
"Sayang, kamu jangan menggodaku, atau aku akan kerumahmu sekarang juga", ancam Al, membuat Zahra tertawa lepas.
"Emang kamu berani kesini?" tanya Zahra menantang.
"Okey, aku kesana sekarang", ancam Al.
"Ampun...." aku nyerah", Zahra menyerah.
"Aku benar2 tidak sabar untuk segera menjadikanmu istriku, karna aku yakin bersamamulah aku bisa semakin dekat dengan Surga Allah", ucap Al, membuat Zahra semakin yakin jika Al memang laki2 yang di siapkan tuhan untuknya.
"Sayang, kamu mau punya anak berapa dalam pernikahan kita?"
"Aku pengennya dua, cowok sama cewek",jawab Zahra antusias.
"hah..!" Siapa yang mau melahirkan sebanyak itu", tanya Zahra gak percaya.
"Ya kamulah sayang, masak aku,kita cuma tinggal buat setiap hari", ujar Al yang membuat Zahra geleng kepala.
"Kapan kamu akan memanggil ku MAS?"
"Setelah kita menikah, baru aku akan panggil kamu MAS",
"Aku tidak sabar menunggu hari itu tiba", ucap Al merasa tidak sabar.
"Sabar...."
cukup lama mereka ngobrol lewat panggilan video membuat Al semakin merindukan pujaan hatinya, beberapa mimpi yang mereka rangkai bersama tanpa mereka tau pernikahan merekan akan berjalan lancar ataukah hancur seperti pernikahan Zahra yang dahulu.
Zahra tidak akan bisa membayangkan jika pernikahan mereka yang sudah di rencanakan dengan matang harus hancur dan gagal di tengah jalan, tapi itu tidak akan mungkin terjadi mengingat Zahra dan Al saling mencintai.
__ADS_1
*******
Di dalam sebuah apartemen mewah duduklah dengan anggun dan angkuh seorang wanita yang sedang memegang sebuah undangan pernikahan dari Al dia mengibas- ngibaskan undangan itu dengan senyum menyeringai jahat.
"Jangan senang dulu Al, aku tidak akan membiarkan kamu dan wanita itu bahagia", ujarnya dengan senyum meremehkan.
Ya dia adalah Serli mantan pacar Al yang sudah ia tinggalkan karna Al telah jatuh cinta dengan Zahra.
Entah apa yang di rencanakan Serli dia adalah wanita yang tidak akan pernah mudah menyerah dan dia tidak akan membiarkan Al bahagia dengan pernikahannya.
******
Hotel yang di pilih untuk acara pernikahan Zahra dan Al sudah 90 persen siap tinggal penyelesaian beberapa pemasangan bunga karna pernikahan mereka akan di gelar dua hari lagi.
Al sangat antusias mendengar persiapan pernikahannya rasa tidak sabar seakan menjadi temannya dua hari ini, beberapa bayangan dan hayalan indah bermunculan di benaknya dia sangat gelisah kala melihat pada jam dinding seakan ai mau memutar waktu agar semakin cepat untuk menuju pernikahannya.
Di tempat lain Zahra sedang tidur pulas setelah melaksanakan sholat isyak, karna seharian dia mengurus untuk acara pernikahannya hingga ia tertidur sebelum makan malam .
Zahra mengalami mimpi buruk, dia bermimpi Al di telanjangi oleh seorang wanita dan anehnya Al hanya diam menerima perlakukan wanita itu, Zahra terbangun dengan keringat mengucur dari tubuhnya jantungnya berdebar tak karuan dia begitu takut sesuatu terjadi dalam pernikahannya dengan Al.
"Ya Allah...." petanda apa ini, lindungilah hamba dan calon suami hamba", ucap Zahra sambil mengusap wajahnya, dia begitu kawatir terhadap pernikahannya.
"Sayang...!" ayo makan malam dulu", panggil Nyonya Anita pada Zahra.
"Iya Ma", jawab Zahra dari dalam kamar, segera Zahra turun dari tempat tidur dan menuju meja makan, wajahnya terlihat berbeda dia kehilangan nafsu makan, membuat mama Anita mengerutkan keningnya merasa heran karna perubahan sikap dan mut anak kesayangannya.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Nyanya Anita karna melihat perubahan raut wajah Zahra yang terlihat murung dan gelisah.
"Enggak Ma , aku gak apa2", bohong Zahra.
"Tapi kenapa makanannya cuma di aduk2 dari tadi sayang?" tanya Nyanya Anita semakin kawatir karna Zahra belum juga menyuapkan makanan kemulutnya.
"Aku lagi gak nafsu makan Ma", jawab Zahra tanpa semangat, lalu segera meninggalkan meja makan, membuat papa dan mamanya semakin kawatir terhadap putri kesayangan mereka.
Dari tadi Tuan Ilham hanya diam tanpa bertanya tapi dia merasakan jika terjadi sesuatu pada putrinya karna selama ini dia tidak pernah gelisah seperti itu, apalagi meninggalkan meja makan.
__ADS_1