Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 22 nasi goreng


__ADS_3

pak Farhan keluar dari ruangan Al dengan wajah bingung, dia bingung bagaimana mengatakan pada Lisa kalau dia akan di pindahkan ke kantor cabang, pak Farhan sangat tau sifat Al yang tidak mau di bantah, ahirnya ia menuruti semua perintah Al meskipun itu semua melanggar prinsipnya.


di dalam ruangan, tampak Al sedang melamu sesekali ia tersenyum entah apa yang ia bayangkan, sepertinya ia sangat senang, karna setiap hari dia akan melihat wajah Zahra, wanita yang selama ini telah membuat hatinya resah, tiba-tiba dering ponsel mengejutkan Al segera ia mengankat panggilan


"iya ma,! ada apa"? tanya Al malas.


"mama nilfon kok tanyanya gitu"? cecar bu Siska kesal


"maaf ma, aku lagi sibuk, bohong Al, bahkan dari tadi Al tidak mengerjakan apapun dia hanya sibuk memikirkan Zahra.


"mama cuma mau nanyak sayang, apa nasi goreng yang mama titipkan sama Zahra sudah sampai"?


Al mengerutkan keningnya mendengar nama Zahra, apa lagi mamanya sendiri yang menyebut,


"maksud mama"? Al heran


"iya sayang tadi pagi Zahra, mama suruh anterin nasi goreng kesukaan kamu, "oh...iya mama lupa kasih tau kamu, Zahra itu guru ngajinya Aira dan dia tinggal di rumah mama, terang bu Siska.


Al menyunggingkan senyum mendengar Zahra tinggal di rumah mamanya, dia berpikir akan lebih mudah untuk mendapatkan Zahra, Al ingat tadi pagi Zahra yang datang ternyata untuk mengantarkan nasi goreng buat dia.


"iya ma tadi pagi sudah aku terima, jelas Al


"jangan lupa di makan sayang, meskipun nasi goreng itu bukan buatan mama, tapi mama jamin lo nasi goreng itu lebih enak dari buatan mama, karna yang buat Zahra, orangnya cantik dan baik hati, terang bu Siska seperti mempromosikan barang.


Al tersenyum tipis mendengar mamanya memuji Zahra, dia merasa mamanya sangat suka pada Zahra.


"ya ma nanti aku makan.


"ya sudah, kamu jaga kesehatan ya sayang, mama tutup dulu telponnya.


"iya ma.

__ADS_1


panggilan pun terputus, Al senyum-senyum sendiri mengingat Zahra membutkan nasi goreng buat dia, Al bergegas keluar dari ruangannya dia akan pulang untuk memakan nasi goreng yang Zahra buat


dengan lankah cepatnya Al keluar dari kantor Bagaskara Group dia tidak perduli tatapan dari para karyawan yang memandangnya heran, dia berjalan setengah berlari menuju parkiran dia ingin cepat sampai ke apartemenya dan memakan nasi goreng yang di antarkan Zahra


dalam perjalan Al tak hentinya menyunggingkan senyum dia tidak sabar agar segera sampai


kini Al sudah sampai di parkiran apartemennya dia bergegas keluar dari mobil dia masuk kedalam apartemen dengan senyum yang terus menghiasi wajah tampannya, beberapa orang merasa heran karna baru kali ini mereka melihat seorang Aldi bagaskara tersenyum bahagia


karna Al tak pernah terlihat sebahagia itu, Al selalu terlihat angkuh dan cuek saat bertemu dengan orang yang tidak ia kenal.


Al membuka pintu dan masuk kedalam apartemennya dia bergegas masuk ke dapur dan memcari rantang kecil yang Zahra bawa dia terus mencari tapi di dapur ia tidak menemukannya, dia merasa prustasi karna tidak menemukan apa yang ia cari


Al keluar dengan wajah lesu lalu dia duduk di sofa yang terdapat di ruang tv, Al menyandarkan kapalanya pada sandaran sofa dia memejamkan matanya sejenak untuk mengusir rasa kecewa yang ia rasakan


Al mengangkat kakinya pada meja di depannya dia mencoba untuk berselonjor karna rasa lelah, tanpa sengaja kakinya menyentuh sesuatu yang ada di atas meja, dengan perlahan Al membuka matanya untuk melihat apa yang ada di atas meja


Al tersenyum melihat rantang kecil itu berada di hadapannya, dengan perlahan Al membuka tutup rantang, lalu dengan segera ia menyuapkan nasi goreng itu kemulutnya dengan lahab Al memakan nasi goreng buatan Zahra.


dia terus melahab nasi goreng itu hingga habis, setelah Al selesai Al bergegas pergi dari apartemennya dia begitu senang hari ini


Al kembali kekantor untuk menyelesaikan semua pekerjaanya.


*******


"assalamualaikum, Zahra memberi salam


"waalaikum salam, jawab Rani dari arah dapur. "kamu udah pulang Ra," tanya Rani, "gimana Ra, apa kamu udah dapat pekerjaan, tanya Rani lagi.


"alhamdulillah bak, aku sudah dapat pekerjaan, dan besok aku sudah mulai bekerja, jelas Zahra dengan sumringah dia sangat bahagia karna telah mendapatkan pekerjaan


"kamu memang hebat Ra, dengan cepat kamu bisa dapat pekerjaan, pekerjaan kamu di bagian apa Ra,? tanya Rani lagi

__ADS_1


"aku jadi sekretaris ceo bak, jawab Zahra sambil mengbil air minum dari kulkas.


"ya allah Ra...! kamu hebat banget, jarang orang dari kampung bisa dapat pekerjaan sebagus itu Ra, "tapi kamu harus hati-hati Ra, karna biasanya yang mbak tau dan mbak baca di novel , kebanyakan ceo itu suka goda-goda sekretarisnya lo,!, jelas Rani yang sukses membuat Zahra tersedak air yang ia minum.


"kamu hat-hati Ra, Rani mengingatkan


"iya bak, jawan Zahra


"kamu udah pulang Ra,? "gimana apa kamu udah dapat pekerjaan, tanya bu Siska saat melihat Zahra sudah ada di dapur bersama Rani.


"alhamdulillah saya sudah dapat pekerjaan tante, jawab Zahra dengan senyum manisnya.


"wah...selamat ya Ra, tante ikut senang mendengarnya, emang kamu kerja apa Ra,?tanyanya lagi.


"aku jadi sekretaris tante.


"kamu benar-benar hebat Ra, tante bangga sama kamu, jelas bu Siska, dalam hatinya dia ingin Zahra menjadi menantunya tapi dia tidak ingin memaksa Zahra jika seandainya Zahra tidak mau pada putranya.


******


Al sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dia ingin cepat pulang kerumah orang tuanya entah kenapa saat ia tau Zahra tinggal di sana Al berniat akan tinggal di sana juga.


"tunggu aku sayang, batinnya


meskipun jam masih menunjukkan pukul 3 sore tapi Al sudah berniat untuk pulang dia tidak ingin menunda waktu untuk bertemu Zahra, meskipu tadi pagi dia bertemu Zahra tapi Al tetap merindukan Zahra.


"sedikitpun aku tidak bisa jau dari kamu Ra," ucap Al sambil mengemudikan mobilnya menuju rumah orang tuanya, Al melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang mobil yang ia kendarai membelah jalanan ibu kota yang sedikit macet karna belum waktu jam pulang kantor.


mobil Al sudah masuk di halaman rumah orang tuanya ia turun dari mobil dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.


Al masuk tanpa mengetuk pintu ia tidak tau kalau Zahra sedang menyapu di balik pintu dengan tidak sabar Al membuka pintu hingga pintu mengenai tubuh Zahra yang sedang fokus menyapu sehingga Zahra hilang keseimbangan untung saja Al segera menangkap tubuh Zahra, alhasil mereka berpelukan beberapa detik pandangan mereka berdua betemu membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.

__ADS_1


__ADS_2