Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 53 Mengetahui segalanya


__ADS_3

Al sungguh tidak percaya Serli berani menngirim video dirinya pada Zahra.


Al mengerang kesal lalu membanting ponsel Zahra di atas tempat tidur yang empuk, Al menatap wajah Zahra yang tertunduk sambil terisak, Al membingkai wajah Zahra dengan kedua tangannya seraya berucap.


"Apakah karna video ini kamu mengabaikanku", tanya Al dengan suara seraknya.


Zahra tetap tidak bergeming dia hanya menatap suaminya lekat.


"Jawab Ra?" desak Al dengan intonasi sedikit keras, membuat Zahra terlonjak kaget.


"Aku harus bagaimana?" Apakah aku harus merasa senang dan bahagia melihat suamiku begitu lihai menghabiskan malam yang panas dengan wanita lain?" meskipun itu adalah masa lalunya", ucap Zahra, yang kini ia tergugu di hadapan Al yang masih berada di atas tempat tidur.


"Bagaimana jika saya yang berada di video itu dengan mas Adam?" Apakah anda akan diam saja dan dengan senang hati anda akan menerima semua itu tanpa rasa kecewa dan cemburu?" tanya Zahra yang sukses membuat Al bungkam.


"Apakah saya salah jika punya rasa cemburu?" saya bisa menyembunyikan rasa sakit dan penderitaan tapi maaf karna saya tidak bisa menyembunyinkan rasa cemburu dan kecewa ini, karna hati saya tidak terbuat dari baja"? ujar Zahra sambil memegangi dadanya yang terasa sesak akibat menahan sakit.


Al hanya diam tanpa kata, yang di katakan Zahra memang benar adanya seandainya Zahra yang berada dalam video itu makan bukan tidak mungkin Al akan lebih marah dan cemburu, saat melihat Zahra bersalaman dengan Adit saja Al sudah terbakar api cemburu apalagi harus melihat video adegan panas di atas ranjang seperti itu.


"Maaf kan aku,Ra, karna masa laluku yang kelam kamu harus menanggu rasa sakit dan cemburu, tapi percayalah bahwa aku sudah berubah dan sejujurnya aku tidak pernah mmencintai Serli, hanya kamu satu2nya wanita yang aku cintai", jelas Al yang merasa bersalah dan terus menatap sang istri punuh harap.


"Bagaimana jika andah merasa bosan setelah mendapatkan apa yang anda mau, saya tidak mau nasib saya sama seperti wanita2 yang pernah anda tiduri dan meninggalkan mereka tanpa perasaan", cecar Zahra, dengan mata yang sembab.


"Itu tidak mungkin!, karna aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi karna kamu adalah segalanya untukku", jelas Al sambil meraih tangan Zahra dan menciumnya cukup lama.


"Maaf kan aku Ra", isak Al sambil mencium kedua tangan Zahra yang masih setia di hadapan Al.

__ADS_1


"Saya sudah memaafkan anda, tapi saya mohon beri saya waktu untuk menerima dan menjadi istri anda seutuhnya, karna saya perlu waktu untuk melupakan video2 itu", jelas Zahra, berharap sang suami memahami perasaannya.


"Aku akan bersabar, sampai kamu siap menerima dan memaafkan aku", ucap Al yang kini mendekat pada Zahra dan mencium keningnya cukup lama, membuat Zahra semakin merasa bersalah.


Seandanya Serli tidak mengirim video itu kembali mungkin Al sudah mendapatkan haknya sebagai suami, tapi karna video yang Serli kirim membuat Zahra kembali teringat pada video yang menyakiti hatinya.


"Tapi aku mohon jangan abaikan aku, biarkan aku tidur satu ranjang denganmu, aku tidak akan menyentuhmu jika kamu tidak mengijinkannya, dan bolehkah aku mencium mu seperti ini", tawar Al pada sang istri.


Zahra mengangguk lalu tersenyum, dia tidak menyangka sang suami akan memohon hanya untuk menciumnya, Al yang melihat Zahra mengangguk sontak ia memeluk Zahra dengan sangat erat, membuat Zahra kesulitan untuk bernafas.


"Terima kasih sayang", ucap Al, dengan posisi masih memeluk Zahra.


"Ayo kita sarapan", ajak Al sambil menarik tangan Zahra.


"Tunggu! saya mau memakai hijab dulu", tolak Zahra karna masih ingin memakai hijab yang sempat Al buka dan resleting Zahra yang tak luput dari tangan nakal sang suami.


"Mau aku bantu?" tanya Al karna melihat Zahra kesulitan untuk menarik resleting yang sempat ia buka.


Zahra mengangguk terpaksa karna dia benar2 kesulitan, lalu Zahra berbalik memunggungu sang suami, Al menelan ludahnya susah payah melihat punggu Zahra yang putih bersih, dia adalah pria dewasa yang normal tidak mungkin di tidak tergodah di hadapkan dengan wanita secantik Zahra apalagi dia istri sahnya.


"Ayo ini sudah selesai", ajak Al sambil mengalihkan pandangannya dari punggu Zahra yang telah menggodanya.


Zahra beranjak dan di ikuti Al dari belakang, mereka keluar untuk mencari sarapan karna sudah merasa lapar, Al berinisiatif memegang tangan Zahra saat mereka berjalan di lorong hotel, Zahra dengan senang hati menerima dan menggandeng tangan Al, mereka persis seperti pengantin baru yang begitu bahagia layaknya pengantin baru pada umumnya.


Setelah sarapan mereka selesai Al mengajak Zahra pulang keumahnya, tadinya Al berniat ingin tinggal di apartemennya tapi mengingat Zahra yang tidak mau di sentuh, Al merasa takut jika tinggal di apartemen Zahra akan minta tidur terpisah, tapi jika di rumah mamanya Zahra tidak akan meminta yang aneh2 dia pasti akan menurut karna tidak ingin mertuanya tau tentang masalah mereka berdua.

__ADS_1


Kini keduanya sudah sampai di kediaman keluarga Bagaskara.


"Assalamu alaikum"


"Wa'alaikum salam", jawab Bu Siska dari dalam rumah dan Aira dalam gendongannya.


"Tante Zahra...!!, teriak Aira saat melihat Zahra bersama omnya, ia meronta minta turun dari gendongan omanya karna ingin memeluk Zahra, dengan senang hati Zahra memeluk Airan dan langsung menggendonya, membuat Aira keirangan dalam gendongan Zahra.


"Tante mau tinggal di sini?" tanya Aira sambil memeluk Zahra.


"Mulai hari ini tante akan tinggal di sini", jelas Zahra yang membuat Aira semakin kegirangan.


Al dan Bu Siska tersenyum melihat Aira dan Zahra begitu saling menyayangi.


Saking asiknya ngobrol dengan Aira hingga membuat Zahra lupa untuk menyapa mama mertuanya.


"Ma, maaf Zahra lupa menyapa mama", ujar Zahra sambil mencium punggung tangan sang mertua.


"Gak apa2 sayang, dengan kamu tinggal di sini mama sudah sangat senang", jelas Bu Siska sambil memeluk Zahra.


"Ya udah, kalian istirahat saja di kamar kalian, pasti kalian capek", ucap Bu Siska sambil tersenyum jahil, sontak membuat Zahra malu dan salah tingkah.


"Kalau gitu jangan ganggu kita ya ma", ucap Al yang sukses membuat Zahra melotot pada Al.


Bu Siska semakin tersenyum geli melihat tingkah mereka yang malu2, Bu Siska pikir mereka sudah melewatkan malam yang begitu indah di malam pertama mereka.

__ADS_1


Keduanya meninggalkan Bu Siska yang masih tersenyum, Al membawa koper Zahra masuk kedalam kamar mereka berdua, kamar yang sudah di hias sedemikian rupa oleh Bu Siska dan Rani, Al sempat heran mendapati kamarnya berubah sedemikian rupa, tapi dia yakin itu semua kerjaan mamanya.


__ADS_2