Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 74 Melepas rindu


__ADS_3

Setelah Al mengobrol cukup lama ahirnya ia memilih untuk kembali ke hotel tempat ia menginap, seandainya Zahra tidak meminta untuk nikah ulang, pastin Al ingin menginap untuk menghabiskan waktu dengan sang istri yang sangat ia rindukan.


"Besok pagi2 aku akan kembali ke sini untuk melaksanakan akat nikah, bersiap-siap lah besok setelah akad aku akan langsung bawa kamu dan Nino ke jakarta, sayang 6 tahun aku berpuasa dan besok lah saat nya aku berbuka", ucap Al dengan genit.


Sontak Zahra membelalak kan matanya, "Mas, nanti di dengar sama Irfan dan Intan".


"Gak apa2 biar mereka jadi iri dan ahirnya mau menikah juga", jawab Al seenaknya.


Sebelum Al masuk kedalam mobil, Al mencium kening Zahra cukup lama, "Jaga diri baik2 besok aku akan kembali lagi, dan ingat persiapkan dirimu karna aku akan menghukum mu kamu telah membuat aku menderita selama 6 tahun dan kamu harus siap untuk hukuman mu selama-lamanya, apa kamu mengerti sayang", bisik Al di telinga Zahra.


"Lihat aja nanti, aku kawatir mas yang gak bakalan kuat, menghukumku setiap hari," jawab Zahra juga dengan berbisik.


"Aku masih seperti dulu sayang, masih sangat kuat dan tahan lama, kamu jangan memandangku sebelah mata karna aku kurus bukan berarti aku tidak kuat untuk urusan itu, apa mau coba sekarang", goda Al, sontak Zahra memukul lengan Al, "Sayang jangan menyentuh bagian tubuhku karna di bawah sana sudah menegan dan keras", ucap Al sambil berusaha menarik Zahra kedalam mobil.


"Mas, ingat kita ada di halaman rumah, bagaimana jika ada yang lihat dan mendengar", ucap Zahra sambil celingak celinguk takut ada seseorang yang mendengar percakapan antara dirinya dan Al.


"Makanya ayo masuk ke mobil, biar kita bisa ngobrol bebas", ajak Al yang langsung di tolak oleh Zahra, karna Zahra yakin Al tidak akan hanya mau ngobrol.


"Aku gak yakin Mas hanya ingin ngobrol, Mas pasti ingin lebih dari ngobrol, iya kan?"


Al tersenyum lalu mengangguk, "siapa yang tidak tergoda berada di dekat mu, 6 tahun aku tidak bertemu dengan mu, sungguh membuat aku gila, dan sekarang aku berada di hadapan mu, mana mungkin aku tidak tergoda, di usiamu sekarang kamu semakin cantik dan anggun, kamu tau hanya melihat mu saja sudah membuat aku seperti cacing kepanasan", jelas Al dengan menatap Zahra tanpa kedip.


Dengan gerakan cepat Al langsung menarik Zahra masuk kedalam mobil, Zahra sudah tak bisa lagi menolak, "Mas kita belum menikah ulang", cegah Zahra agar Al tidak nekat melakukan nya di dalam mobil.


"Ingat sayang aku masih sah sebagai suami kamu menurut hukum dan agama karna aku tidak pernah menalak kamu", ucap Al tak mau di bantah karna sekarang hasrat nya sudah di ubun2.


"Tapi Mas".


Zahra tak mampu melanjutkan kata2 nya karna Al telah membungkam mulut Zahra dengan ciuman yang penuh dengan gairah.

__ADS_1


Awalnya Zahra memberontak karna takut ada orang yang melihat kegiatan mereka di dalam mobil, namun kelamaan Zahra terbawa suasanan dan membalas ciuman Al tak kalah menggebu-gebu.


Al tersenyum penuh kemenangan, cukup lama ciuman itu berlangsung membuat Zahra kehabisan oksigen dan tidak bisa bernafas, Al yang melihat istri nya terengah langsung menyudahi ciuman nya.


Al menatap Wajah Zahra lekat, ia hampir tak percaya jika akan bertemu dengan istri nya dan anak nya juga, "Terima kasih telah memberikan aku anak dan terima kasih karna telah menjaganya dengan baik", ucap Al sambil mencium tangan Zahra penuh kelembutan.


Pandangan nya tak lepas dari wajah Zahra yang selama ini ia rindukan.


"Kenapa harus berterima kasih, aku adalah istri mu Mas, kewajibanku untuk menjaga dan membesar kan anak kita", ucap Zahra sambil mengelus pipi suaminya yang terlihat semakin tirus.


"Mas, panggil Zahra.


"Kenapa sayang?" jawab Al sambil mendekat kan wajah nya untuk mencium Zahra lagi.


Zahra mendorong pelan dada Al agar menjauh, "Mas apa sih".


"Aku hanya mau bilang, sebelum kesini besok, Mas harus cukur rambut dulu, karna aku gak suka kalau rambut Mas gondrong kayak gini", ujar Zahra sambil menyentuh rambut Al yang agak panjang.


"Emang kenapa sayang, bahkan dengan rambut ku seperti ini, aku kelihatan lebih seksi apalagi jika jambang ku di biarkan tumbuh itu menambah kadar ketampanan ku, tadi aja waktu aku jemput Nino di sekolah para ibu2 memandangku penuh minat, sekalian aja aku menyapa mereka, ternyata mereka semakin kegirangan", ucap Al percaya diri.


Zahra melengos karna cemburu, Zahra hanya mendengar cerita nya saja sudah cemburu apalagi melihat langsung, "Apa kamu cemburu?"


"Buat apa aku cemburu", jawab Zahra ketus.


"Kamu adalah wanita yang pandai menyembunyi kan masalah tapi kamu tida pandai menyembunyi kan rasa cemburu, aku tau sayang kamu sedang cemburu, tapi percayalah hnya kamu yang ada di sini", ucap Al sambil menunjuk dada nya.


"Di hati ini hanya penuh dengan nama mu, hingga tak ada sedikit pun celah untuk nama orang lain di sana, hanya kamu dan anak kita, kalian bagaikan matahari yang memberiku kehidupan, tanpa kalian hidup ku begitu gelap dan layu, aku mencintaimu sayang", ucap Al setelah mengungkap kan perasaan nya.


"Aku juga mencintai mu Mas", jawab Zahra dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mas, aku boleh kan keluar?" tanya Zahra sambil menggeser posisinya agak menjauh dari Al.


"Boleh asal berikan aku ciuman".


"Iya tapi cuma sebentar",nigo Zahra.


"Oke, cium di sini", pinta Al sambil menunjuk bibir nya.


Zahra mendekat lalu mencium bibir Al sekilas, tapi dengan cepat Al menahan tengkuk Zahra dan kembali mencium nya dengan penuh gairah.


Al tersenyum setelah mencium Zahra cukup lama Al mengusap bibir Zahra yang basah karna ulah nya.


"Keluar lah, takut Nino bangun dan cari kamu", ucap Al dengan senyum mengembang, karna sudah menyalurkan rasa rindu nya selama ini.


"Mas hati2 di jalan, ingat cukur rambut Mas", ucap Zahra sebelum keluar dari mobil Al.


"Iya istri ku yang cantik".


Zahra tersenyum mendengar ucapan, lalu Zahra keluar dengan wajah berbinar, begitu tampak kebahagian di wajah nya.


"Kayak nya ada mobil bergoyang tu", ucap Intan setelah Zahra masuk kedalam rumah.


"Apa an Sih", ucap Zahra malu2.


"Habis melepas rindu ya", goda Intan lagi.


"Tau ah, gelap", ucap Zahra lalu segera meninggalkan Intan yang sedang tersenyum jahil.


Zahra masuk kedalam kamar untuk melihat Nino yang masih terlelap.

__ADS_1


__ADS_2