Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 42 Kecelakaan


__ADS_3

Adam mengendarai mobilnya dengan sangat kencang dia tidak perduli dengan Nita yang saat ini sedang ketakutan, Adam hanya ingin melampiaskan kekesalannya denga mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat


karna terlalu kencang ahirnya mobil yang Adam kendarai hilang kendali dan menabrak pembatas jalan, darah memenuhi tubuh mereka berdua, beberapa orang datang untuk menolong Adam dan istrinya mereka memanggil ambulans dan membawa Adam dan Nita yang sudah tak sadarkan diri


Bu Silfi dan pak Rehan datang tergopoh-gopoh mereka sangat kawatir dengan keadaan anak dan menantunya


"Dengan keluarga pasien bernama Nita,! tanya dokter pada kedua orang tua Nita, "iya dok kami adalah orang tuanya"! ucap pak Rehan, "kami minta maaf pak, kami telah berusaha dengan segala kemampuan kami tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa anak bapak"! jelas sang dokter


seketika tubuh pak Rehan dan istrinya luruh kelantai mereka berdua menangis meraung-raung, "kenapa kamu tinggalkan mama secepat ini Ta", ucap bu Silfi pilu


******


"Tuan, pak Adam mengalami kecelakaan, keadaannya saat ini sedang kritis dan istrinya meninggal dunia"! jelas Irfan yang sukses membuat Al terkejut seraya bertanya


"Di rumah sakit mana dia di rawat"? tanya Al panik, dia segera berlari menghampiri Zahra yang ssedang istirahan di dalam kamar hotel, saat dia masuk Zahra sedang duduk sambil bersandar di kepala ranjang


"Ayo ikut denganku"! ajak Al sambil menarik tangan Zahra, "kita mau kemana pak"? tanya Zahra heran karna Al tiba2 datang dan mengajaknya keluar, "nanti kamu akan tau"!


Al mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Zahra merasa ketakutan karna Al mengemudi dengan sangat cepat dia tidak berani bertanya takutnya mengganggu konsentrasi Al yang sedang menyetir, mobil yang mereka tumpangi kini telah sampai di parkiran rumah sakit


Zahra merasa heran saat tiba di parkiran rumah sakit, menurutnya siapa yang sakit kenapa Al sampai begitu panik padahal tadi orang tuanya baik2 saja, pikir Zahra

__ADS_1


"Siapa yang sakit pak"? tanya Zahra heran, Al tetap tidak menjawab dia terus berjalan di lorong rumah sakit yang terus di ikuti Zahra di belakangnya, Al berhenti di depan pintu ruang ICU, Zahra masih tetap tidak mengerti kenapa Al datang kesini dan mengajaknya


seketika ia tertegung melihat orang yang berbaring di brangkar ruang ICU, dia begitu terkejut melihat Adam terbaring tak berdaya, memorinya kembali berputar mengingat kejadian demi kejadian yang ia lewati dengan Adam


Zahra tetap memandang Adam dari jendela kaca ruang ICU tanpa bertanya pada Al, sesungguhnya tak ada lagi perasaan di hati Zahra yang tertinggal untuk Adam, tapi melihat dia terbaring tak berdaya seperti itu membuat hati Zahra iba


walau bagaimanapun Adam adalah mantan suaminya dia pernah melewati malam2 yang indah bersamanya, meskipun kini hanya kebencian yang Zahra rasakan.


"Apakah kau masih mencintainya"? tanya Al berdiri di samping Zahra melihat Adam yang terbaring koma di ruang ICU, seketika Zahra menoleh menatap Al tak percaya.


"Pantaskah anda bertanya seperti itu di kala ia sedang bejuang dengan maut"? "Dia adalah mantan suamiku yang pernah mengisi hari2ku dengan kebahagian aku tidak mungkin begitu saja melupakan itu meskipun tadi di sempat membuat aku muak dengan tindakannya"! jelas Zahra


seorang dokter keluar dari ruang ICU tempat Adam di rawat, segera Al menghampirinya, " bagaimana keadaannya dok"? tanya Al kawatir, " Untuk saat ini pasien dalam keadaan kritis, tadi dia sempat sadar dan memanggil-manggil nama Zahra, apakah ada yang bernama Zahra di keluarganya"? tanya dokter itu


lalu sahra melihat pada Al untuk meminta persetujuan, Al mengerti apa maksut Zahra dia langsung menganggukkan kepalanya, "terima kasih"ucap Zahra sebelum masuk menemui Adam


tak ada satupun yang keluar dari mulut Zahra kecuali air matanya yang tidak berhenti menetes, Zahra teringat kembali saat bersama Adam dan kenangan manis dengannya, rasa iba kini menyeruak di hatinya


"Sadar mas"! satu kata keluar dari mulut Zahra setelah terkunci begitu lama, tangannya menyentuh tangan Adam dengan gemetar dia tidak sanggup melihat Adam dalam keadaan koma seperti ini, tangannya tetap memegang tangan Adam yang begitu dingin, hingga tiba2 jari Adam bergerak


membuat Zahra seketika memandang wajah Adam matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit, Zahra melepaskan tangannya saat mata Adam benar2 terbuka

__ADS_1


"Kamu sudah sadar mas"? tanya Zahra


"maaf kan aku Ra"! itulah kata2 pertama yang keluar saat Adam tersadar, "kamu jangan banyak bicara dulu mas"! "aku akan keluar untuk memanggil dokter"! segera zahra keluar dan memanggil dokter


Al dengan langkah cepat segera menghampiri Zahra, "bagaimana keadaannya"? tanya Al sedikit kawatir, " Alhamdulillah dia sudah sadar, jelas Zahra,,Al tersenyum bahagia mendengar Adam sudah sadar


meskipun Al sempat memukulnya tapi Al tidak tega jika harus melihat sahabatnya terbaring tak berdaya di rumah sakit, Al dan Zahra masuk untuk melihat Adam mereka berdua masuk sambil Al memegang tangan Zahra, tadinya Zahra ingin menolak tapi Al memegang tangannya dengan sangat kuat hingga Zahra hanya pasrah karna tidak ingin berdebat di rumah sakit


"bagaimana keadaanmu Dam"? tanya Al, Adam menoleh lalu tersenyum, "aku tidak apa2 Al, maaf kan aku karna telah membuat keributan, aku hilaf Al," aku mohon maafkan aku, ucap Adam dengan suara tercekat di tenggorokannya


seorang dokter masuk untuk memeriksa keadaan Adam, "Alhamdulillah keadaan anda sudah setabil" jelas sang dokter setelah memeriksa keadaan Adam làlu ia tersenyum, "bagaimana keadaan istri dan anak saya dok"? tanya Adam


"maaf kan kami pak, kami sudah berusaha untuk menyelamatkan istri dan janinnya tapi Allah berkehendak lain, mereka sudah tiada"! jelas sang dokter


Adam hanya dia, air matanya mengalir membasahi pipinya ia tidak bisa menahan rasa bersalah, seandainya ia tidak kesal dan menyetir mobil dengan pelan mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi


hanya penyesalan yang kini Adam rasakan, dia sudah kehilangan anak dan istrinya, dia juga kehilangan Zahra, lengkap sudah penderitaan Adam saat ini menyesalpun tiada guna


"kamu sabar mas, mungki ini adalah ujian dan teguran dari Allah supaya kamu bisa lebih dekat dengannya, Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya," ucap Zahra yang sukses membuat tubuh Adam berguncang karna menahan tangis


"maaf kan aku Ra, mungkin ini adalah balasan karna aku telah menyakitimu dan membuat orang tuamu meninggal karna ulahku"! ucap Adam air matanya terus mengalir penuh penyesalan.

__ADS_1


"Sekarang aku di hukum dengan kehilangan anak dan istriku"! imbuhnya, Zahra dan Al memandang iba, mereka tidak tega melihat Adam seperti saat ini


__ADS_2