Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 45 Minta maaf


__ADS_3

sesekali jam dinding berbunyi mengukur panjangnya malam yang sunyi sesunyi diriku yang menyendiri, ku coba menghibur diri namun ke mana ku adukan luka ini.... batin Zahra bergejolah, sambil duduk termenung seorang diri.


sejak tadi siang Al selalu mengirim pesan tapi tak ada satupun yang Zahra baca apalagi membalasnya, dia tetap berada di dalam kamarnya, sudah beberapa kali pembantu di rumahnya mengetuk pintu kamar Zahra hanya untuk memberi tau jika Al ingin bertemu tapi Zahra tetap menolak untuk bertemu dengannya.


Zahra merasakan angin malam menerpa kulitnya ia merasa malam ini akan turun hujan, segera ia beranjak untuk menutup jendela karna udara dingin kian menusuk kulitnya, tapi gerakan tangannya terhenti saat melihat Al berdiri di luar sana sambil terus melihat ke kamar Zahra


cukup lama mereka saling pandang tapi tak ada satupun di antara mereka yang bersuara, Al hanya diam mematung begitu juga dengan Zahra.


hingga sebuah kilat menyambar membuat Zahra langsung menutup jendela, "Dasar pria aneh"! gumam Zahra sambil melangkah menuju tempat tidur, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur seketika hijan turun dengan derasnya di tambah lagi petir bergelegar tiada henti membuat Zahra semakin ketakutan


"mungkin dia sudah pulang,!


batin Zahra


Zahra meringkuk di atas tempat tidur dengan selimut menutupi tubuhnya ia merasa kedinginan, tapi pikirannya terus saja di penuhi tentang Al dia berpikir Al sudah pergi tapi rasa penasaran membuat ia beranjak dari tidurnya dan berjalan menuju jendela dia mengintip untuk memastikan Al sudah pulang


Zahra diam terpaku hatinya bagaikan di iris sebuah pisau, melihat Al yang masih berdiri di tempatnya dengan tubuh yang sudah basah kuyup.


Zahra berlari menuruni tangga dia mencari payung yang bisa ia gunakan untuk melindungi tubuh Al dari air hujan, setelah mendapatkannya ia segera berlari keluar untuk menghampiri Al, derasnya hujan dan beberapa petir yang menyambar tak lagi Zahra hiraukan, rasa takut yang tadi sempat ia rasakan kini sudah hilang entah kemana.


"Bagaimana jika anda sakit"! ucap Zahra setelah sampai dan memanyungi Al, Al tersenyum mendengar perhatian Zahra meskipun dengan nada yang sedikit ketus, tapi di setiap kalimat yang ia ucapkan mengandung cinta yang begitu besar.

__ADS_1


"Aku rela sakit ataupun mati demi dirimu"! jelas Al membuat langkah Zahra terhenti dan menatap Al lekat, keduanya terdiam dengan pandangan yang saling bertubrukan, jantung Zahra se akan mau berhenti mendengar kalimat yang Al ucapkan, mereka tetap diam di bawah payung dengan hujan yang begitu lebat


perlahan tangan Al terulur mengusap pipi Zahra yang bersemu merah, "Maaf kan aku karna telah membuat dirimu kecewa", bisik Al begitu dekat dengan wajah Zahra, Zahra tak mampu menjawabnya bibirnya mengatup rapat dia bagaikan terhipnotis oleh Al apalagi suasana begitu mendukung di bawah guyuran air hujan


kini wajah Al semakin dekat dengan wajah Zahra, entah kenapa Zahra hanya diam mematung tanpa ada penolakan, hingga sebuah kilat menyambar dan mengagetkan Zahra seketika ia tersadar dan mendorong dada Al agar menjauh darinya


"Tolong jaga sikap anda, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan", ucapnya sambil memberikan panyung yang ia pegang pada Al lalu ia berlari menerobos hujan yang begitu deras tanpa panyung yang melindunginya


Al tersenyum, hampir saja ia mencium Zahra kalau saja Zahra tidak mendorongnya, Al ikut berlari mengejar Zahra masuk kedalam rumah, dia ingin meminta maaf pada Zahra karna telah lancang mencoba menciumnya


sesampainya di ruang tamu Al tidak mendapati siapapun dia hanya berdiri tanpa berniat untuk duduk di sofa mengingat dirinya yang sudah basah kuyup, Zahra keluar menuruni anak tangga sambil memegang handuk dan baju ganti untuk Al


Al mengambilnya lalu segera mengusapkan di kepalanya,sesekali ia mencuri pandang untuk melihat Zahra yang kini sudah berganti pakaian dengan baju tidur yang menurut Al sangat menggoda imannya


Al tidak pernah melihat Zahra menggunakan celana panjang meskipun hanya sekedar celana kain untuk baju tidur tapi semua itu sukses membuat Al tergoda


"maaf kan aku Ra", ucap Al memecah keheningan, "bapak tidak perlu minta maaf saya sudah memaafkan anda, anda tidak perlu merasa bersalah karna hal semacam itu sudah biasa di lakukan oleh pria dan wanita yang sedang di mabuk cinta," celotehnya lalu beranjak ingin meninggalkan Al


dengan cepat Al menarik tangan Zahra hingga ia tersentak dan kini berada dalam pelukan Al, ia mencoba meronta tapi ia kalah dengan tenaga Al setelahnya Zahra diam sambil memejamkan matanya ia mencoba untuk tidak terhanyut dengan suasana seperti ini


Dada Al naik turun menahan hasrat yang bergejolak, siapa yang tidak akan tergoda di situasi di mana saat ini pujaan hatinya berada dalam pelukannya

__ADS_1


"ku mohon lepaskan saya"! ucap Zahra mengiba, dia takut tidak bisa menahan diri dan ahirnya penyesalan yang ia rasakan.


"aku akan melepaskanmu jika kamu mau memaaf kan aku"! bisik Al tepat di dekat telinga Zahra, membuat Zahra semakin memejamkan matanya dia begitu takut jika Al sampai nekat mencinumnya


"kamu jangan takut, aku tidak akan menciummu, tapi aku akan nekat jika kamu tetap tidak mau memaaf kan aku"! jelas Al yang sukses membuat Zahra semakin meronta dalam pelukan Al


"iya, saya sudah memaaf kan anda, jadi tolong lepas kan saya", ucap Zahra memohon


Al tersenyum melihat Zahra sampai memohon padanya, dengan perlahan ia melepaskan pengangan tangannya pada pinggang Zahra, membuat Zahra bernafas lega


entah kenapa Zahra hanya diam tanpa sepatah katapun, lalu ia beranjak ingin pergi meninggalkan Al tapi Al tetap memegang tangan Zahra, membuat ia kesulitan untuk meninggalkan Al


"Aku akan segera menghalal kanmu agar kita bisa hidup bersama dan aku tidak perlu merasa berdosa saat aku menyentuhmu"! ucap Al sambil terus memegang tangan Zahra, sekuat tenaga Zahra melepaskan pegangan tangannya lalu ia berlari menuju kamarnya


Zahra masuk dan menutup pintu dengan rapat dia bersandar di daun pintu sambil memegang dadanya yang naik turun, sesekali Zahra tersenyum mengingat kalimat demi kalimat yang Al ucapkan


"Ya allah ampunilah hamba karna telah bersentuhan dengan laki- laki yang bukan muhrim hamba, bimbinglah hamba agar selalu di jalanmu....ya allah...amin.


ucap Zahra dalam hati sambil memejamkan matanya, dia merasa begitu berdosa setelah berpelukan dengan Al


Al tetap diam terpaku di tempatnya dia tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini, Zahra tiba2 pergi meninggalkan dia sendiri membuat Al kawatir dengan keadaan Zahra

__ADS_1


__ADS_2