Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 58 Kesal


__ADS_3

"Oh ya, aku lupa, kamu kan suka gonta ganti wanita dari dulu jadi wajar aja kalau kamu tau gimana rasanya perawan, benarkan Mas?" tanya Zahra sinis.


"Bukan itu maksud aku sayang"


Zahra tidak memperdulikan ucapan Al, dia berdiri sambil mengambil piring2 yang kotor dan mencucinya di wastafel, setelah selesai Zahra langsung meninggalkan Al yang masih duduk di meja makan.


"Kamu mau kemana sayang", tanya Al karna Zahra hanya melewatinya.


"Aku ngantuk Mas", jawab Zahra sambil terus berjalan.


Al mengejar Zahra ke dalam kamar dia tidak menyangkan ucapannya bisa membuat sang istri jadi kesal dan marah, Al geleng2 kepala mendapati sang istri mengambil bantal dia berniat untuk tidur di sofa.


Dengan langkah cepat Al mencekal tangan Zahra dan mengambil bantal yang ia pegang.


"Apakah seperti ini caramu mencintaiku, semudah itukah kau marah dan mengabaikan aku, aku mohon, maaf kan aku, sungguh aku tidak berniat untuk mengingatkan mu tentang masa laluku", ucap Al begitu menyesal, dia mencoba untuk memeluk Zahra yang sedang tertunduk.


Ada perasaan menyesal karna telah mengabaikan sang suami hanya karna ucapan yang tak sengaja dia ucapkan.


"Maaf kanlah aku sayang", pinta Al sekali lagi, sambil berusaha memeluk sanng istri, Zahra tidak lagi menolak dia membiarkan tubuhnya di peluk oleh sang suami.


"Aku juga minta maaf Mas", balas Zahra sambil membalas pelukan sang suami dengan sangat erat.


"Ayo kita tidur", ajak Al ia berjalan sambil menarik tangan Zahra untuk berbaring di atas tempat tidur.


Keduanya tidur begitu pulas dengan Al yang terus memeluk sang istri, tadinya ia ingin melanjutkan adegan panasnya dengan sang istri namun di urungkan karna perasaan nya sedang kurang baik, Ahirnya ia memilih tidur sambil memeluk Zahra.


Pagi2 sekali Zahra terbangun, dia mulai membuka matanya perlahan, pandangan nya tertuju pada sosok yang saat ini memeluk nya posesif, Zahra tersenyum lalu mencium bibir suaminya sekilas, membuat Al seketika terbangun dan membalikan posisi di mana saat ini Zahra berada di bawah kungkungan nya.


"Pagi2 sekali kamu sudah membangunkan singa jantan, apa kau siap untuk di mangsa, hm?"

__ADS_1


Zahra menelan salifanya susah payah, "Aku mau mandi Mas", jawab Zahra sambil mendorong dada bidak Al.


Tapi Zahra kalah tenaganya dengan Al, dia tidak bisa berbuat apa2 selain pasrah di bawah kuasa sang suami yang mulai terbakar api gairah.


Keduanya kembali larut dalam indahnya penyatuan hingga mereka berdua hampir saja melewati waktu subuh, seandainya Zahra tidak mengingatkan berulang kali pada Al mungkin Al masih terus dan tidak mau mengahiri kegiatanya dengan sang istri.


Mereka berdua hanya menghabiskan setengah hari di dalam kamar tanpa mau keluar sedikitpun, semua pekerjaan Al serahkan pada Irfan, dia sengaja tidak masuk kantor hanya karna ingin terus bersama Zahra di dalam kamar.


"Mas aku capek kalau gini terus", keluh Zahra karna lagi2 sang suami membuat ia tak bisa kemana-mana selai melayani sang suami di atas ranjang.


"Terus kamu maunya apa sayang?"


"Kita keluar jalan2", ajak Zahra karna sudah merasa bosan hanya berada di atas ranjang setengah hari, apalagi badan nya sudah terasa remuk redam.


"Kalau gitu kita makan siang di luar saja,gimana?"


"Boleh", jawab Zahra antusias


Tapi sekarang dia sudah lega karna Zahra sudah menjadi miliknya,dan dia berjaji tidak akan meninggalkan Zahra apalagi kembali kemasa lalunya yang kelam.


Tiba2 ada seorang wanita yang mengagetkan Al dan Zahra, wanita itu langsung mencium Al manja, Al begitu terkejut saat dia sedang asik memandang wajah sang istri tiba2 ada wanita yang menciumnya dari samping.


"Al sayang, kamu kemana aja, aku kagen sama kamu", ucapnya seraya mencoba memeluk Al yang masih duduk di depan Zahra.


Zahra memandang wanita itu dengan hati bergemuruh matanya menatap Al dan wanita itu bergantian ada semburan kecewa dan marah dalam tatapannya namun sebisa mungkin ia menahan agar tidak terjadi keributan di tempat umum.


"Ta-Tania", ucap Al terbata.


"Aku kangen kamu sayang", ucapnya lagi dengan manja.

__ADS_1


Al tidak menjawab wajahnya berubah pucat pasi kala melihat Zahra menatapnya sengit, dia benar2 tidak tau jika mantan pacarnya akan datang ke restoran itu juga.


"Sayang kenalin ini Tania, dia...", Al tidak melanjutkan kata2nya karna di potong oleh Tania.


"Kenalin nama saya Tania, dan sayang pacarnya Aldi", ucap nya percaya diri, sambil bersalaman pada Zahra.


"Tidak sayang, dia mantan pacarnya Mas",,jelas Al begitu takut karna dari tadi Zahra terus menatapnya seakan meminta penjelasan.


"Tania, kenalin dia adalah istriku Zahra"


"Apa istri...!? ucap Tania lantang, membuat Zahra seketika menutup telinganya, bahkan beberapa pengunjung menoleh kearah meja mereka karna terlalu berisik.


"Iya Zahra, istriku", jelas Al.


"Sejak kapan kamu suka sama wanita tertutup apalagi berhijab seperti ini", tunjuk Tania pada Zahra dengan tatapan meremehkan.


Zahra tetap diam mendengarkan celotehan Tania yang seperti petasan.


"Lalu apa bedanya Anda dengan saya?" tanya Zahra tenang, dia masih bersikap tenang meskipun telah di remehkan.


"Ya jelas berdalah, dari segi penampilan dan kecantikan, kita jauh seperti langit dan bumi, semua orang kangum dengan tubuh saya yang seksi dan menawan, sedangkan kamu menutup semua tubuhmu dengan pakaian longgar, terus di mana menariknya", ucap Tania semakin meremehkan Zahra.


"Kalau menurut saya bukan hanya itu perbedaannya, kalau berpakaian seksi maka anda akan memperlihatkan lekuk tubuh anda di luar sana dengan kata lain anda telah mengobralnya secara tidak langsung, orang memandang anda kagum bukan karna hati anda melainkan mengincar tubuh anda, setelah mendapat kannya mereka akan meninggalkan anda tanpa perasaan.


"Tapi kalau saya, saya menutup aurat dan tubuh saya dari tatapan lelaki di luar sana saya menjaga kehormatan saya sebagai orang muslim, saya tidak pernah merendahkan orang lain meskipun saya tau orang itu amat terhina.


"Saya menjaga hati dan pikiran saya dari segala bentuk kemaksiatan termasuk membuka aurat saya di depan umum seperti anda, saya hanya siap membuka seluruh pakaian saya hanya untuk suami saya seorang, saya menjaganya untuk dia", tunjuk Zahra pada Al yang terus menunduk di depannya.


"Lalu beruntungan mana menikahi wanita berhijab atau wanita berpakaian seksi dan ber meke up tebal seperti anda, kalau tidak salah anda pasti perawan, tapi serasa janda", ucap Zahra telak.

__ADS_1


Tania menelan ludahnya susah payah, dia tidak punya kata2 untuk membalas ucapan Zahra, dia benar kalah dengan ucapan Zahra yang semuanya memang benar, karna selama ini dia memang terlibat *** bebas dengan banyak laki2 termasuk Al yang sering menghabiskan malam panas dengannya.


__ADS_2