
"Apa yang membuatmu melamun seperti ini sayang"? tanya Al sambil berdiri dan duduk di samping Zahra, "siapa yang telah membuatmu sedih seperti ini"? tanya Al lagi, namun tak ada satupun pertanyaan Al yang di jawab oleh Zahra, dia belum siap jika harus menceritakan tentang siapa mantan suaminya.
"Pak! aku tinggal ke toilet sebentar"! ucap Zahra lalu pergi begitu saja meninggalkan Al yang masih menunggu jawab darinya, Al yang merasa ada sesuatu yang aneh pada Zahra segera ia mengikuti Zahra hanya untuk memastikan Zahra baik2 saja
saat Zahra ingin masuk ke toilet tiba2 tangannya di tarik oleh seseorang, orang itu terus menarik Zahra sampai ke atap gedung, dia adalah Adam yang sejak tadi menarik tangan Zahra, meskipun Zahra mencoba melepaskan diri tapi Adam begitu kuat mencekal tangan Zahra
membuat Zahra tak berdaya dan mengikuti langkah Adam yang begitu panjang membuat jalan Zahra terseok - seok, "Apa yang kau lakukan mas"? lepaskan aku mas"! teriak Zahra sambil memukul lengan Adam
Tapi Adam tak perduli dia terus menarik Zahra sampai di atap gedung, setelah sampai baru Adam melepaskan Zahra, dari tadi Nita mencari Adam kemana - mana tapi Nita tidak menemukan Adam hingga ia melihat seorang pelayan yang lewat di depan Nita, Nita langsung bertanya pada pelayan itu
"maaf, apa kamu melihat pak Adam"? tanya Nita pada pelayan pria,kelihatan pelayan itu sedang berpikir dan mengingat sesuatu, "oh ya, tadi saya melihat pak Adam menarik tangan seorang wanita sepertinya mereka menaiki tangga yang menuju atap gedung"! jelas pelayan itu dan segera meninggalkan Nita
pikiran Nita menjadi tidak karuan dia terus bertanya-tanya siapa wanita yang Adam tarik dan di bawanya ke atap gedung, dia terus melangkah menaiki tangga menuju atap gedung
setibanya di atas Nita begitu terkejut melihan Al yang juga menguping pembicaraan Adam dan Zahra
"Apa kamu sudah gila mas"? bentak Zahra setelah Adam melepaskan cekalan tangannya, "ya aku sudah gila dan itu karna kamu"! ucap Adam sambil mendekat untuk memeluk Zahra
__ADS_1
dengan cepat Zahra mendorong tubuh Adam, "apa kamu lupa mas bahwa kita bukan lagi suami istri"! ucap Zahra yang sukses membuat Al dan Nita terkejut, wajah Al memerah menahan kesal tangannya mengepal sangat kuat hingga kuku2 nya memutih
"Kenapa harus kamu yang menjadi tunangannya Al, hah"? kenapa kamu tidak menolaknya dia itu laki2 brengsek"! ucap Adam membentak Zahra
"Apa kamu bilang mas,? dia brengsek, lalu apa sebutan yang pantas buat kamu, meniduri seorang wanita yang bukan mihrimya lalu dengan mudah kamu menceraikan istrimu tanpa bertanya dan memberikan alasan yang tepat"! apa itu lebih baik dari kata brengsek"! jawab Zahra dengan tatapan penuh kebencian
"Kamu terlalu egois mas,! tidak memikirkan perasaan orang lain hanya mementingkan perasaanmu sendiri, "Aku menerima Al karna aku mencintainya, dia memang bukan pria yang baik seperti dirimu yang selalu taat beribadah, tapi dia bukan laki2 yang pengecut dan egois seperti dirimu, ucap Zahra penuh emosi
Adam tidak terima jika Zahra mencintai Al, dia tidak rela jika Zahra sampai jatuh cinta pada Al, "Aku tidak akan membiarkan laki2 manapun mendapatkanmu karna aku masih mencintai dan ingin memilikimu"! ucap Adam sambil memaksa Zahra agar mau dia cium, Zahra terus meronta dalam pelukan Adam dia mencoba untuk melepaskan diri
Al sudah tidak bisa lagi melihat adegan seperti itu, dengan sangat keras Al menonjok wajah Adam hinga dia terjerambat dan jatuh tersingkur ke lantai
"Apa seperti ini sifat aslimu, mana Adam yang ku kenal dulu"? teriak Al sambil terus memukul tubuh Adam yang sudah tak berdaya, "Asal kau tau aku akan menikah dengan Zahra secepatnya dan kamu akan menyaksikan itu semua"! ucap Al di telingan Adam yang kini meringkuk menahan sakit akibat pukulan Al yang sangat keras
dari tadi Nita hanya menangis menyaksikan suaminya di pukul sampai babak belur hatinya begitu hancur mendengar Adam masih mencintai mantan istrinya, setelah apa yang mereka lewati bersama sikap Adam yang romantis serta perhatian layaknya pasangan suami istri pada umumnya.
"Ayo kita pergi dari sini"! ajak Al pada Zahra, Al memegang tangan Zahra lalu menariknya turun dari atap gedung, air mata Zahra tak hentinya mengalir dia terus teringat Adam yang ingin melecehkannya, Al terus menarik tangan Zahra sampai pada sebuah kamar.
__ADS_1
"Istirahatlah sepertinya kamu sangat lelah"! ucap Al sambil mendudukkan Zahra di tempat tidur, Zahra tetap diam tanpa berniat untuk menjawab perkataan Al.
"Terima kasih telah menolongku"! tiba2 Zahra bersuara setelah sekian lama ia terdiam, "kamu tidak perlu berterima kasih karna kamu adalah tanggung jawabku, apapun akan aku lakukan untuk melindungimu walaupun nyawaku sebagai taruhannya", ucap Al sambil memandang Zahra lekat
Hati Zahra bergetar mendengar kalimat yang Al ucapkan, dia tidak menyangka Adam akan berbuat seperti itu, selama ini Zahra selalu takut bahwa Al lah yang akan melecehkannya tapi dia salah justru orang yang sangat baik menurutnya yang ingin melecehkannya,
Al berdiri ingin keluar dari kamar, tapi tangannya di cekal oleh Zahra membuat langkahnya terhenti, "kamu mau kemana,? tanya Zahra yang sukses membuat Al tersenyum, "kenapa, apa kamu tidak bisa jauh dariku"? tanya Al, membuat Zahra kesal karna Al selalu menggodanya.
"Aku tidak akan keluar, aku hanya ingin dudu di sofa, aku ini adalah pria normal, jika aku duduk terlalu dekat denganmu aku takut hilaf dan melakukan dosa denganmu", ucap Al yang mampu membuat Zahra tersenyum
"Tidurlah aku akan keluar sebentar"! ucap Al lalu keluar meninggalkan Zahra yang masih tidak percaya dengan sikap Al yang begitu manis padanya
*******
Nita membantu Adam untuk berdiri dia mengusap darah yang mengalir di bibir Adam, meskipun Adam telah menyakiti hatinya tapi dia tetap bersikap baik dan perhatian pada Adam
"Ayo kita pulang mas"! ajak Nita yang langsung di angguki oleh Adam, Nita membantu Adam untuk turun dari tangga, dia berjalan tertatih dengan darah segar mengalir dari pelipisnya, semua orang memandangnya saat berpapasan dengannya di lobi hotel
__ADS_1
"Jika kamu tidak bisa menyetir lebih baik kita naik taxi aja mas"! saran Nita, "gak! aku masih bisa"! tolak Adam sambil membuka pintu mobil dan segera masuk tanpa memperdulikan Nita yang belum masuk kedalam mobil