Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 78 Kangen kamu


__ADS_3

Setelah cukup lama Zahra bercerita tentang keberadaan nya di surabaya, termasuk Adit yang telah membohonginya selama enam tahun.


"Ma, kita mau pamit pulang dulu, nanti kalau ada waktu luang kita akan kesini lagi",ucap Zahra setelah cukup lama bercerita.


"Apa gak sekalian nginap saja di sini, mama masih kangen sama kamu Ra, mama juga masih mau main sama cucu mama", Nyonya Anita terlihat tidak rela jika Zahra cepat pulang karna dia masih mau bermain sama Nino.


"Maaf kan Zahra, Ma, bukannya Zahra tidak mau nginap di sini, tapi setelah dari sini aku sama mas Al ingin langsung ke rumah mama Siska,,mungkin lain waktu aku bisa kesini lagi",


"Ya sudah sayang, gak apa2, tapi ingat jangan kabur lagi, mama tidak mau kehilangan kamu lagi untuk yang ketiga kalinya", ucap Nyonya Anita memperingatkan Zahra.


"Iya ma, Zahra janji",


"Ingat Al, jaga Zahra, jangan sampai dia sakit hati lalu kabur lagi", tuan Ilham menambahi.


"Iya pa, aku janji, aku akan menjaga dia dengan baik, aku tidak akan pernah menyakiti hatinya lagi", jawab Al dengan keyakinan penuh.


Tuan Ilham tersenyum mendengar jawaban Al, dia yakin Al akan menjadi suami yang baik untuk Zahra.


"Baik lah, pa,Ma, kami pamit pulang dulu", ucap Al sambil berdiri dari duduknya.


"Kalian hati2 di jalan ya Nak", pesan nyonya Anita sambil berjalan menggendong Nino menuju teras untuk mengantar Zahra dan Al untuk pulang.


"Nino pulang ya Nek", pamit Nino dengan wajah polosnya.


"Iya sayang, nanti kerumah nenek lagi ya",


"Iya nek", jawab Nino sambil menyalami tuan Ilham dan Nyonya Anita, berkali-kali nyonya Anita dan tuan Ilham mencium Wajah Nino,mereka tampak sangat bahagia mempunyai seorang cucu yang sangat tampan dan cerdas seperti Nono.


Setelah berpamitan Zahra dan Al langsung menuju kadiaman keluarga bagaskara, tak jauh berbeda dengan sambutan bu Siska, tangis haru mengiringi kebersamaan mereka bahkan bu Siska memaksa Zahra dan Al untuk meninap karna dia ingin menghabiskan waktu dengan Zahra dan Nino.


Namun Al menolak dengan berbagai alasan, agar mereka tidak perlu menginap, karna Al yakin dia tidak bisa bermesraan dengan Zahra jika mennginap di rumah orang tuanya.


Ahirnya bu Siska mengalah, karna dia sendiri tau dengan watak anaknya yang tidak mau di ganggu apalagi dia baru bertemu dengan istrinya.


******

__ADS_1


Setelah dari rumah keluarganya Al melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, senyum terus menghiasi wajah tampan nya, entah apa yang dia pikirkan.


"Kenapa kamu senyum2 sendiri Mas?" tanya Zahra heran karna Al tak henti2nya tersenyum saat sedang menyetir mobil.


"Nanti malam kamu juga bakalan tau", jawab Al santai.


"Emang ada apa nanti malam", tanya Zahra semakin tidak mengerti.


"Gak ada apa2 sayang, cuma ada aku sama kamu, masak kamu gak ngerti?" ucap Al sambil mengedikkan matanya genit.


"Dasar mesum", ucap Zahra ketus.


Seketika tawa Al pecah saat melihat Zahra kesal.


"Bersiaplah untuk nanti malam sayang", imbuh Al dengan senyum jahilnya.


"Kan tadi pagi udah Mas, masak iya nanti malam gituan lagi", jawab Zahra masih kesal.


"Gituan apa maksud kamu sayang?" tanya Al pura2 tidak mengerti","


Al hanya senyum2 melihar Zahra yang tampak kesal karna ulahnya, kini mobil yang Al kedarai telah sampai di rumahnya, waktu sudah menunjukkan pukul 7:30 malam.


"Ayo kita turun sayang, biar aku aja yang gendong Nino", ujar Al sambil membuka pintu untuk Zahra, dari tadi Nino tertidur pulas di pangkuan Zahra.


Dengan perlahan Al mengambil Nino dari pangkuan Zahra, dia begitu hati2 agar Nino tidak terbangun, Al masuk dengan menggendong Nino sedangkan Zahra mengekor di belakang Al.


Al langsung menuju lantai dua di mana kamar Nino berada, dia membaringkan Nino dengan hati2 agar Nino tidak terbangun.


Sedangkan di bawah Zahra langsung menuju dapur untuk memberi tahu bahwa mereka tidak usah menyiapkan makan malam.


"Bik, gak usah menyiapkan makan malam, karna aku sama mas Al sudah makan malam di rumah mama Siska tadi", jelas Zahra.


"Iya nyonya", jawab bik Inah.


Setelah memberi tahu bik Inah, Zahra langsung menuju kamarnya untuk mandi dan berganti baju, saat Zahra masuk dan menutup pintu tiba2 Al sudah memeluknya dari belakang membuat Zahra terlonjak kaget.

__ADS_1


"Ya Allah Mas, kamu bikin aku jantungan", ucap Zahra sambil mengusap dadanya karna kaget.


"Aku kangen sayang", ucap Al sambil menjatuhkan wajahnya di pundak Zahra.


"Ya Allah Mas, dari tadi kan aku sama kamu, masak kamu kagen terus padahan seharian aku di samping kamu, kamu ada2 aja".


"Coba bayangkan enam tahun aku gak ketemu sama kamu, kita baru dua hari bersama lalu kamu bilang, ada2 aja", ujar Al tak habis pikir karna Zahra tidak mau mengerti perasaan nya yang selalu merindukan Zahra.


"Bukan itu maksut aku Mas, aku hanya gak ngerti, seharian aku sama kamu tapi kamu bilang masih kangen, iya seandainya kamu di kantor terus kamu pulang dan bilang kangen itu wajar", jelas Zahra dengan suara lembutnya.


"Aku hanya kangen sentuhan kamu sayang, aku gak bisa sedikitpun jauh dari kamu, apalagi tidak memeluk mu seperti ini", ucap Al sambil mengeratkan pelukan nya di tubuh Zahra.


Zahra melerai pelukan Al dan berbalik memandang wajah suaminya yang terihat sangat tampan malam ini.


"Aku adalah istrimu mas, seluruh jiwa dan ragaku adalah milikmu, aku siap kapanpun kamu butuh aku akan melayanimu sepenuh hati, jangan sekali-kali kamu berpikir aku tidak mau melayanimu, karna aku sangat cinta dan sayang sama kamu", ucap Zahra sambil memandang wajah Al yang terus tersenyum saat Zahra mengucapkan kalimat demi kalimat yang membuat hati Al berbunga-bunga.


"Kata2 kamu membuat burungku meronta-ronta mau keluar sayang".


Zahra tertawa renyah mendengar peŕkataan fulgar dari Al.


"Kalau mau keluar, berarti dia mau di potong Mas, waktu gak ada aku emang burung kamu gak mau keluar?" tanya Zahra memancing Al.


"Aku pria normal sayang, hanya lihat photo kamu burungku udah bersiul gak karuan".


"Terus kalau burung kamu udah bersiul, kamu apain mas?" tanya Zahra merasa penasaran apakah Al akan mencari wanita di luar sana untuk melampiaskan hasratnya.


"Aku hanya perlu bantuan sabun sayang, untuk bisa memuaskan segala hasratku, aku tau itu dosa tapi tidak ada pilihan lain, aku tidak mau menghianatimu dengan mencari wanita di luar sana, aku tidak mau kamu sakit hati jika aku tidur dengan wanita lain, apalagi burungku gak bisa hidup kalau bukan dengan kamu", jelas Al panjang lebar.


Zahra merasa senang mendengar jawaban Al yang selalu menjaga hatinya untuk tidak menyentuh wanita kecuali dia.


----


mohon maaf buat pembacaku yang tercinta karna beberapa hari gak up mungkin kedepannya author akan kembali fokus buat nulis dan author udah menyiakan novel baru, sekali lagi author minta maaf.


jangan lupa tinggalkan like komen dan vote nya agar author makin semangat buat nulis.

__ADS_1


__ADS_2