Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 62 Hilangnya kepercayaan


__ADS_3

Dengan berat hati Al pergi ke pesta pikirannya terus saja mengingat Zahra yang sedang pusing di rumah.


Al masuk ke gedung di mana pesta di adakan, Al yang tampan dan berkarisma tentu saja membuat para wanita yang hadir terkagum -kamum dengan sosokny yang menawan, apalagi Al datang hanya sendiri tanpa zahra yang menemaninya.


"Wah2... semakin hari lho semakin berkarisma dan tampan bahkan para wanita di pesta ini seakan -akan mau memangsamu", jelas seorang pria yang kira2 umurnya sama dengan Al.


"Lho bisa aja Rut",


"Mana istri lho, kenapa dia gak ikut?" tanya pria itu lagi, karna melihat Al datang sendiri.


"Dia lagi gak enak badan Rut, dia mengeluh pusing", jelas Al.


"Apa jangan2 dia hamil Al?" tanyanya lagi.


Al menoleh dan menatap temannya dengan dahi berkerut, dia masih mencerna ucapan temannya yang mengatakan Zahra hamil.


"Emang wanita hamil bisa pusing?" tanyaAl memastikan.


"Iya Al, masak lho gak tau,dulu istri gue juga merasa pusing dan mual saat hamil muda", ujar Rudi pada Al.


Al menyunggingkan senyum mendengar penjelasan temannya, dia merasa bahagia jika zahra benar2 hamil, dalam pikirannya dia harus cepat pulang untuk menemui Zahra dia ingin memastikan apakah benar ia hamil atau tidak.


Saat Al berniat pulang ternyata teman2 datang dan menghampirinya, Al mengurungkan niatnya ia memilih bergabung sebentar dengan teman lamanya yang kini sudah jarang bertemu karna Al memilih hijrah untuk menjadi pria baik2 dan menjauhi dunia malam dan mabuk2kan.


"Gimana kabar lho Al?" tanya salah satu dari mereka.


"Alhamdulillah gue baik", jawab Al, seketika teman2nya tertawa renyah mendengar jawaban Al yang sudah seperti orang Alim.


"Gue salut sama istri lho, lho yang dulu gila wanita dan minuman keras, tapi sekarang telah berubah menjadi setengah ustad", ucap yang lain,dengan nada mengejek Al, tawa mereka kembali pecah.

__ADS_1


Tapi Al tak pernah merasa malu karna perubahan sikap dan perbuatannya,tapi dia merasa kesal karna teman2nya selalu mengejek dengan menyebutnya dengan sebutan pak ustad.


"Lebih baik kita minum, dari pada selalu ngejek Al", ucap salah satu dari mereka yang membawa beberapa botol minuman beralkohol, mereka mulai menuang kedalam gelas mereka masing2 dan meminumnya bersama, tapi Al menolak dan tidak sedikitpun menyentuh apalagi meminumnya.


"Ini buat lho", ucap salah satu dari mereka sambil menyodorkan segelas minuman keras itu.


"Sory gue udah gak minum itu", tolak Al sambil mendorong gelas yang di pegang temannya.


"Oh ya, gue lupa, Sori pak ustad", ucapnya meledek Al, seketika teman2 yang lain tertawa renyah mendengar pembicaraan Al.


Al hanya ngeleng kepala melihat tingkah teman2nya yang selalu saja meledeknya, tapi Al tak ambil pusing dia tetap pada pendiriannya untuk tidak lagi menyentuh apalagi meminum minuman keras itu.


Dari kejauhan ada seorang wanita yang sejak tadi terus memperhatikan Al dan teman2nya, dia adalah Serli yang terus saja memperhatikan Al dari tadi.


"Tunggu..!" panggil Serli pada seorang pelayan yang lewat di depannya.


"Berikan minuman ini pada laki2 itu", tunjuk Serli pada Al yang sedang duduk di kursi bersama teman2nya.


"Baik nona", ucap pelayan itu setelah menerima minuman dan beberapa lembar uang berwarna merah.


Dengan lankah cepat pelayan itu berjalan menghampiri Al lalu memberikan minuman itu pada Al, Al sempat ragu untuk menerima minuman itu tapi melihat teman2nya yang pada minum ahirnya Al menerima minuman yang pelayan itu berikan,Al juga tidak merasa ragu karna minuman itu hanya orange jus.


Karna merasa haus Al lansung menhabiskan minuman itu, awalnya Al biasa2 saja tapi setelah cukup lama ia merasakan kepalanya begitu pusing luar biasa, dengan lankah pelan dia pamit pada teman2nya untuk ke toilet.


Serli mengikuti Al yang berjalan ke toilet, dia dengan sengaja telah memasang obat bius pada minuman yang Al minum.


Sesampainya di toilet Al sudah tidak bisa lagi menahan rasa pusing yang mendera, ahirnya ia jatuh pingsan di tolet, dengan cepat Serli menghampiri Al dan sengaja memanggil pelayan untuk membatunya membawa Al ke kamar hotel yang berada di gedung itu juga karna pesta itu di adakan di sebuah hotel berbintang di kota jakarta.


Serli tersenyum licik sambil terus berjalan memapah Al bersama seorang pelayan yang membantunya.

__ADS_1


"Baringkan dia di atas tempat tidur", titah Serli pada pelayan itu, pelayan itu langsung membaringkan Al yang tak sadarkan diri di atas ranjang kamar hotel.


Dengan perlahan Serli membuka jas dan kemeja yang Al kenakan Al, dia tidak bisa berbuat apa2 karna Al tak sadarkan diri, Serli berniat hanya ingin mengambil foto dia dan Al di atas tempat tidur dan pastinya dengan Al yang sedang bertelanjang dada.


*******


Karna semalam Zahra meminum obat pereda pusing ia tertidur pulas karna pengaruh dari obat itu, Zahra belum sadar jika Al tidak pulang semalaman, jam 4;30 pagi Zahra terbangun dengan rasa pusing yang sudah mendingan, ia menoleh kesamping tempat Al biasanya tidur tapi tempat itu masih rapi seperti tidak di tiduri semalaman.


Zahra berpikir jika suaminya sudah bangun dan berada di luar, dengan perlahan Zahra masuk ke kamar mandi untuk mengambil wuduk dan melaksanakan sholat subuh, setelah selesai sholat Zahra keluar untuk mencari keberadaan sang suami yang tak di lihatnya pagi ini.


Zahra mencari Al kaseluruh ruangan dan taman di rumah, namu ia tak melihatnya di mana2, ahirnya Zahra masuk karna udara di luar masih sangat dingin.


Zahra mencoba untuk mengecek ponselnya dia takut Al menghubungi nya sejak semalam dan dia tidak tau karna ketiduran pengaruh obat pusing yang ia minum.


Tiba2 ada pesan masuk di ponsel Zahra, segera ia membuka pesan yang masuk, seketika matanya mengembun melihan beberapa foto yang Serli kirim, sebelum Zahra melihat foto2 itu satu persatu, tiba2 sebuah panggilan video masuk, Zahra mengangkatnya dengan ragu2.


"Ada apa kamu menghubungiku lagi?" tanya Zahra sinis, dia begitu kesal karna Serli kembali mengiriminya foto seperti dulu.


"Kamu jangan marah dulu,aku hanya ingin memberi taumu kalau suami tercintamu sekarang sedang berada bersamaku di sebuah hotel", ucap Serli sambil mengarahkan ponselnya pada Al yang sedang tidur, Serli sengaja tidak menyelimuti Al sampai dada agar Zahra bisa melihat kalau suaminya sedang bertelanjang dan tidur dengan wanita lain.


Zahra begitu terkejut melihat Al dalam keadaan bertelanjang dan berada berdua dengan wanita lain di kamar hotel, Zahra tak bisa lagi menahan air matanya yang sejak tadi ingin tumpah, hatinya begitu hancur, kepercayaan yang sudah lama ia bangun kini sudah hancur tak bersisa.


"Sayang ini ada telpon buat kamu", ucap Serli sambil mengelus dada Al yang tidak di tutup dengan selimut, "Aku masih ngantuk sayang", jawab Al tanpa membuka matanya, Al tidak sadar jika yang membangunkannya bukanlah Zahra istrinya melaikan Serli.


Zahra menutup mulutnya dengan sebelah tangan, dia sungguh tak percaya suaminya akan berbuat sehina itu dengan wanita lain, Zahra terduduk di lantai kedua kakinya terasa lemas akibat menyaksikan sendiri sang suami memanggil sayang pada wanita lain.


Zahra tak sanggup lagi menyaksikan kemesraan sang suami dengan orang lain, dadanya begitu sesak separti tertimpa batu berukuran besar.


"Kenapa kau lakukan ini Mas", ucap Zahra di sela tangisnya.

__ADS_1


__ADS_2