Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 43 Bertemu Adit


__ADS_3

Satu minggu sudah Adam di rawat di rumah sakit, satu minggu pula Zahra tidak datang lagi untuk menjenguk Adam dia sengaja untuk menjaga jarak agar perasaan ibanya tidak berubah kembali menjadi perasaan cinta, sebisa mungkin Zahra mencoba untuk tidak mengingat Adam karna saat ini ia berstatus tunangan Al meskipun sampai saat ini Zahra belum tau perasaan apa yang ia rasakan terhadap Al selain rasa nyaman saat bersamanya


lamunan Zahra terhenti saat ada sebuah ketukan pintu di kamarnya.


"Tok...tok...!


"Masuk"! papanya muncul dari balik pintu dengan senyum di wajahnya, "kamu sedang apa malam2 begini belum tidur, hm"? tanya papa Ilham penuh kasih sayang, seraya mendekat dan duduk di samping Zahra yang sedang berselonjor di atas tempat tidur


"Aku hanya belum ngantuk pa,"


"Papa mau bicara sebentar sama kamu sayang"! Zahra menyipitkan matanyan, papanya mau bicara apa malam2 begini, pikirnya


"Papa mau bicara apa"? tanya Zahra sambil terus menatap papanya penuh tanda tanya, "papa mau kamu menggantikan papa di kantor, karna papa harus mengurus kantor cabang lainnya papa capek kalau harus bolak balik dari kantor pusat ke kantor cabang," jelas papa Ilham


"Tapi Zahra belum mengerti dengan urusan kantor pa," tolak Zahra halus, "tapi papa sudah tau dari Al kalau kamu cepat belajar dan mudah memahami semua pekerjaanmu saat kamu jadi sekretaris Al dulu", ucap Tuan Ilham tak mau di bantah


Zahra tidak menjawab lagi sepertinya ia kehilangan kata2, dia tidak bisa menolak papanya karna sampai kapanpun dialah yang harus menggantikan posisi papanya karna hanya dia anak tunggal di keluarga wijaya

__ADS_1


Ahirnya Zahra mengangguk dan tersenyum, "papa yakin kamu pasti bisa karna kamu anak papa yang paling pintar dan cantik, ujarnya sambil mencubit pelan pipi Zahra, membuat Zahra terkekeh


"Ya sudah papa mau balik ke kamar kamu tidurlah ini sudah malam", ucap papa Ilham sambil mencium puncak kepala Zahra, membuat Zahra tersenyum lalu mengangguk


setelahnya papa Ilham keluar dan menutup pintu dengan rapat, segera Zahra membaringkan tubuhnya dan langsung terlelap setelah membaca doa


*******


pagi hari yang begitu menegangkan bagi Zahra karna hari pertama akan masuk kantor milik keluaranya, dia begitu gugup karna akan menjabat sebagai direktur utama pemilik perusahaan, Zahra tidak tau apa yang harus ia kerjakan saat pertama masuk kantor


Zahra masuk ke gedung kantor wijaya campany group dengan sang papa di sampingnya beberapa karyawan membungkuk hormat saat melihat tuan Ilham dan putrinya semua mata tertuju pada sosok Zahra yang cantik dan anggun dengan setelan baju kerja yang begitu indah di tubuhnya


Tuan Ilham menyambut para tamu dan mulai menyampaikan maksutnya, "terima kasih pada semua kariawan serta staf dan para pemegang saham telah berkenan hadir di rapat dadakan ini, saya sebagai pimpinan perusahaan akan menyampaikan dan akan memperkenalkan putri saya sebagai pimpinan di perusahaan ini karna saya harus bolak balik keluar negri jadi saya serahkan pada putri saya, Zahra masuklah nak", panggil papa Ilham


segera Zahra masuk dan berdiri di depan meja panjang yang ada di ruang rapat, meja yang sudah di penuhi para kariawan para staf dan pemengang saham, awalnya Zahra merasa gugup tapi ahirnya dia bisa menguasai dirinya, beberapa karyawan dan pemegang saham memandang Zahra penuh minat ada yang terang terangan bermain mata membuat Zahra risih.


"perkenalkan nama saya Zahra amelia saya yang akan menggantikan papa saya sebagai pimpinan di perusahaan ini dan saya berharap pada semua kariawan beserta para staf bisa bekerja sama dengan saya dan lebih tepatnya membantu saya dalam mengelola perusahaan ini agar bisa lebih maju dan pesat, kuncinya kita saling bekerja sama dan kompak dalam setiap menyelesaika permasalahan dan pekerjaan di perusahaan ini, dan untuk perhatiannya saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih, sambutan Zahra yang berahir dengan tepuk tangan yang meriah dari semua yang hadir di rapat itu.

__ADS_1


dari tadi Al memperhatikan calon istrinya dengan penuh rasa kagum, namun selain Al dari tadi ada pria yang juga menatap Zahra dengan penuh kekaguman dia merasa telah menemukan orang yang selama ini ia cari, dia adalah Aditiya pratama pria yang pernah berkenalan di taman waktu itu bersama Zahra, setelah selesai pria itu tak lantas pulang dia menunggu semua orang keluar kana dia bermaksut untuk menghampiri Zahra yang masih duduk berbincang dengan beberapa kariawan untuk menanyakan perihal pekerjaan


"Permisi," sebuah suara mengejutkan Zahra yang tengah membaca beberapa berkas, "iya, ada yang bisa saya bantu pak"? tanya Zahra ramah, pria itu hanya tersenyum membuat Zahra semakin bingung dengan tingkah pria itu,


"Apa kamu tidak mengenal saya"? tanya Adit heran, Zahra terdiam seraya mengingat-ingat, "Adit,! tebak Zahra sumringah, "iya, saya Adit, karna begitu lama kita tidak ketemu kamu sampai lupa padaku, ucap Adit dengan nada kecewa karna Zahra tidak mengenalnya


tanpa mereka sadari dari tadi Al menatap mereka berdua dengan tatapan begitu tajam tangannya mengepal kuat rasa cemburu kian menyeruak dalam hatinya saat ini, dia tidak rela jika ada seorang pria yang terlalu dekat dengan Zahra


Zahra melirik sebentar pada Al yang terus menatapnya, tapi hanya sebentar setelahnya ia kembali fokus ngobrol dengan Adit, Zahra begitu lepas saat tertawa bersama Adit begitu jelas terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah cantiknya membuat Al semakin kesal dengan mereka berdua


Ahirnya dia memilih keluar untuk menghindari Zahra, dia tidak mau terjadi keributan karna emosinya sudah meluap, Zahra menyadari jika Al sedang kesal ahirnya ia menyudahi ngobrol denga Adit.


"Dit aku masih ada urusan, kapan2 kita bisa ngobrol lagi lain waktu, ucap Zahra sambil berdiri untuk meninggalkan Adit, Adit mengangguk dengan senyum manisnya


segera Zahra berlalu meninggalkan Adit yang masih duduk terpaku karna kecewa, Zahra masuk menuju ruangannya ternyata Al sudah berada di dalam ruangannya dan dia duduk di sofa dengan muka di tekuk, Zahra masuk dan langsung diduk di kursi kerjanya dia mulai membuka komputer tanpa memperdulikan Al yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan


ingin sekali Zahra tertawa saat melihat Al yang tetap diam, menurut Zahra Al begitu lucu jika sedang kesal entah kenapa Zahra begitu senang melihat Al yang nampak kesal.

__ADS_1


"Siapa laki2 yang ngobrol denganmu"? tanya Al menyelidik


"Tuan Aldi yang terhormat jangan campurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi"! ucap Zahra sambil terus fokus pada komputer di depannya, Al berdecak kesal dengan jawaban Zahra


__ADS_2