
Sudah satu minggu pernikahan Al dan Zahra tapi sampai saat ini Al belum mendapatkan haknya sebagai suami membuat ia uring2ngan.
Setiap malam Al akan kesulitan untuk tidur pulas, dia adalah pria normal, tidur di dekat istri namun tak bisa ia sentuh, terkadang Al terjaga semalaman hanya karna hasratnya tak bisa ia tuntaskan tapi Al hanya diam menatap sang istri yang sudah terlelap.
Mungkin itu semua adalah hukuman dari tuhan karna Al sering meniduri wanta2 di luar sana dan meninggalkannya tanpa perasaan dan kini dia harus membayar tunai atas apa yang ia lakukan di masa lalu.
sampai suatu malam nguling yang Zahra letakkan di tengah2 sebagai pembatas, Al buang ke lantai dan dengan leluasa Al bisa memeluk istrinya yang sedang terlelap.
Saat pagi Zahra terbangun ia mendapati dirinya berada dalam pelukan sang suami, tadinya ia ingin melepaskan diri tapi dia tidak mau membuat suaminya terbangun gara2 dia menggeser posisinya.
Zahra diam menikmati kehangatan tubuh sang suami yang saat ini memeluknya dengan posesif, Zahra terus menatap wajah Al yang sedang terlelap, entah dorongan dari mana tiba2 Zahra mencium bibir Al yang sedang terlelap, setelahnya ia tersenyum malu2.
Ingin sekali Al tertawa mendapati istrinya mencuri sebuah ciuman saat dia tertidur, dari tadi Al sudah terbangun tapi dia tetap pura2 tidur kana ingin tau bagaimana reaksi istrinya saat tau dia memeluknya tanpa izin.
Cukup lama ia memandang wajah sang suami membuat tubuhnya pegal karna tidak bisa bergerak bebas, dia berinisiatif melepaskan diri tapi Al semakin erat memeluknya.
"Biarlah aku memelukmu seperti ini, aku sangat merindukanmu, biarlah untuk saat ini aku ingin berada dalam pelukanmu", ucap Al di ceruk leher Zahra, membuat tubuh Zahra meremang.
Zahra hanya diam mendengar suaminya berbicara dia hanya menuruti keinginannya, setelah cukup lama Zahra mulai membalas pelukan Al tak kalah erat, sesungguhnya dalam hati Zahra ia juga sangat merindukan suaminya tapi dia malu jika harus mengatakan yang sebenarnya.
Al semakin terbawa suasana dia bukan hanya memeluk Zahra tapi juga mencium seluruh wajah dan bibir Zahra, membuat keduanya lupa diri bahwasanya mereka harus sholat subuh dan subuh sebentar lagi waktunya akan habis.
Sampai sebuah ketukan pintu terdengan keduanya masih enggan untuk saling melepaskan diri, Zahra benar2 terbawa suasana hingga lupa untuk sholat padahal jam sudah menunjukkan pukul 5:30 pagi.
"Astaufirallah haladhim", pekik Zahra saat teringat ia belum melaksanakan sholat subuh.
"Tok...tok...tok...!!
__ADS_1
lagi2 pintu kamar mereka di ketuk untuk yang kedua kalinya, Zahra terlonjak kaget dan langsung melepaskan diri dari sang suami yang masih enggan untuk melepaskannya.
"Ada yang mengetuk pintu", jelas Zahra sambil menggeser posisi dimana ia saat ini sedang di tindih oleh tubuh atletis sang suami.
"Biarkan saja sayang", cegah Al karna dia masih belum puas bermain-main dengan sang istri.
Tapi Zahra memaksan takut ada yang penting, karna selama ia tinggal tak pernah pintu kamarnya di ketuk apalagi pagi2 separti ini.
Ahirnya Al membiarkan sang istri membuka pintu, dan benar dugaan Zahra, kini mama mertuanya sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah sedikit cemas.
"Ada apa Ma?" tanya Zahra sesaat setelah membuka pintu dan mendapati Mama mertuanya yang berdiri di depan pintu kamar mereka.
Wajah panik Bu Siska seketika berubah melihat penampilan menantunya yang terlihat acak-acakan malah ia tersenyum geli melihatnya, bahkan beberapa kancing baju tidur Zahra ada yang belum di pasang, apalagi rambutnya yang di ikat sembarangan membuat Bu Siska semakin tersenyum.
"Al mana, sayang?" tanya Bu Siska karna tidak mendapati Anaknya keluar padahal jam sudah menunjukkan pukul 5:35 pagi.
"Ada apa Ma?" tanya Al dengan suara seraknya has orang bangun tidur, soal penampilan dia jangan di tanya, Al hanya memakai celana boxer dan bertelanjang dada dengan rambut yang acak2kan.
Bu Siska semakin malu2 menatap dua orang di hadapannya, tapi Zahra tetap tidak mengerti sampai Bu Siska melihat kembali kancing Zahra yang belum di pasang, sampai Zahra mengikuti arah pandang sang mertua barulah ia sadar bahwa kancing bajunya belum di pasang.
Sontak Zahra menutup belahan dadanya yang terbuka dengan kedua tangannya.
"Maaf Ma", ujar Zahra lalu berlari ke kamar mandi, Bu Siska semakin tersenyum melihat semua itu, beda dengan Al dia merasa salah tingkah bahkan sempat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal demi mengusir rasa malu pada sang Mama.
"Papa ada perlu penting sama kamu Al, setelah mandi segeralah turun", jelas Bu Siska dan langsung meninggalkan Al yang masih terbegong.
Al berniat menyusul Zahra kedalam kamar mandi namun ternyata pintu kamar mandinya di kunci dari dalam, membuat ia kecewa.
__ADS_1
"Sayang! buka pintunya", pinta Al sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Gak mau", jawab Zahra dari dalam kamar mandi, Zahra berpikir jika dia mandi berdua dengan suaminya bukannya nambah cepat malah akan menambah durasinya lebih lama, karna suaminya tidak akan membiarkan ia mandi dengan tenang.
Al kesal mendengar jawaban Zahra yang menolak mandi bersama, sampai Zahra keluar dari kamar mandi Al tetap kesal, tapi kekesalannya berubah saat melihat Zahra hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya itupun hanya sebatas paha apalagi dengan rambutnya yang masih basah tergerai di balik punggu mulusnya.
Al menelan salifanya susah payang gairahnya memuncah saat melihat penampilan sang istri yang begitu menggoda, dia mendekat pada Zahra yang tertunduk malu pasalnya setelah menikah baru kali ini ia memperlihatkan lekuk tubuhnya pada sang suami.
Zahra menutup bagian dada dengan kedua telapak tangannya dia begitu gugup melihat Al semakin mendekat bahkan dengan tatapan yang sulit di artikan.
Al semakin terbakar api gairah saat sang istri mundur ketakutan, Al tidak perduli jika papanya ingin bicara penting, dia lupa segalanya melihat sang istri yang begitu menggoda.
"Jangan mendekat", cegah Zahra sambil merentangkan kedua tangannya, dia semakin mundur dan mentok di dinding kamar membuat ia tak bisa kamana-mana, apalagi posisi Al sudah berada di hadapannya dan mulai mengurungnya di antara dinding.
"Bolehkah aku meminta hak ku saat ini", ijin Al sebelum menyentuh Zahra.
Zahra diam tanpa kata, jantungnya berdebar begitu cepat hingga ia sendiri kehilangan kata2.
"Anda belum mandi", jawab Zahra seenaknya, Al terkekeh mendengar jawaban Zahra.
"Apa setelah aku mandi, kamu mau?" bisik Al di telinga Zahra, membuat tubuh Zahra seketika meremang.
Zahra tetap tidak menjawab, dia teringat bahwa mama mertuanya ada perlu dengan sang suami dan tidak mungkin bagi Zahra untuk menahan suaminya hanya karna untuk menuntaskan hasrat dan nafsunya.
"Nanti malam saja", ucap Zahra malu2.
**Ujian tersendiri bagi author harus nulis adegan mesra di bulan puasa
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan komen agar puasa author tidak tergadai...heheeee**....