
Al begitu telaten merawat Zahra seharian, hingga di malam hari dia sangat lelah dan tertidur pulas di samping Zahra yang juga tidur di jam 07:00 malam.
Tepat jam satu malam Zahra terbangun karna tiba2 dia ingin makan sate madura padahal ini masih tengah malam.
"Mas", panggil Zahra sambil meremas benda pusaka Al yang sedang tertidur.
Al mengeliat merasakan pusakanya di pegang dan di remas oleh tangan seseorang, sontak Al membuka mata karna merasakan sensasi aneh pada senjatanya yang sudah menegang dan keras.
"Kenapa sayang, kamu lagi kepengen ya", tanya Al sambil memiringkan tubuhnya menghadap Zahra yang masih setia meremas senjatanya.
"Enggak mas, aku cuma mau pegang aja", jawab Zahra tanpa dosa.
ya allah kenapa dengan istriku ini, kemaren dia bilang malu kalau menggoda aku duluan, tapi sekarang malah dia meremas-remasnya, kalau begini jadi aku yang tersiksa, duh ampun.
"Ya udah pegang aja sepuasmu", ucap Al mencoba biasa saja, padahal hasratnya sudah di ubun2.
"Mas", anggil Zahra lagi.
"Hmm, iya sayang", jawab Al sambil menahan hasratnya yang semakin menjadi.
"Aku pengen makan sate madura Mas".
"Besok saja yang sayang, sekarang udah malam, mana ada sate di tengah malam seperti ini".
"Tapi aku pengen nya sekarang mas", rengek Zahra, sepertinya dia akan segera menangis.
Al sungguh tak tega jika membiarkan Zahra harus menahan ngidamnya karna Al tak mau memenuhi keinginan nya.
"Baik lah sayang, aku akan cari sate madura tapi kamu gak usah ikut ya, takut nanti kamu makin masuk angin", ucap Al mulai beranjak dan menyingkirkan tangan Zahra yang masih setia meremas senjatanya yang siap bertempur.
"Cepat balik ya mas, aku pengen pegang itu lagi", rengek Zahra sambil menunjuk ke arang slangkangan Al yang sudah menyembul dan keras.
"Iya sayang, kamu sabar dulu", jawab Al sambil memakai jaket dan mengambil kunci mobil di atas nakas.
Al keluar dengan perasaan campur aduk antara kesal senang dan kawatir menjadi satu, dia harus estra bersabar menghadapi sikap Zahra yang berubah total dari sikap mandiri sekarang jadi manja dan gak tau malu, padahal kemaren dia wanita yang sangat pemalu tapi entah kenapa sekarang dia berubah.
"Mungkin itu bawaan bayi kali ya", gumam Al sambil menuruni anak tangga.
Benar saja Al sampai keliling2 namun tak menemukan satupun gerobak sate madura di pinggir jalan, hingga satu jam kemudian dia melihat gerobak sate madura yang sedang beres2, sepertinya sudah mau tutup.
Al segera turun dari mobil menghampiri tukang sate yang sudah mau tutup.
"Maaf bang, satenya masih ada bang?" tanya Al sopan.
"Ada pak, tapi cuma tinggal 10 tusuk".
"Iya gak apa2 bang, saya beli semuanya", jawab Al tersenyum sumringah.
__ADS_1
Al begitu senang karna telah mendapatkan sate yang telah dia cari selama satu jam.
Setelah membayar Al segera pulang membawa sate dengan senyum mengembang di wajahnya, dia sangat yakin istrinya akan sangat senang melihat sate yang ia bawa.
Al berlari menaiki anak tangga, dia akan segera memberikan sate itu pada Zahra, saat Al tiba di kamar ternyata Zahra tertidur pulas, ada perasaan tidak tega saat ingin membangunkan Zahra namu Al takut Zahra marah kalau tidak di bangunkan.
"Sayang, ini satenya udah datang", ucap Al sambil mengelus pipi Zahra dengan begitu lembut.
Zahra membuka matanya perlahan.
"Kamu sudah pulang Mas?"
"Iya sayang, ini satenya kamu makan dulu".
"Tapi aku ngantuk mas", tolak Zahra karna merasa sangat mengantuk".
"Masak iya gak di makan sayang, kamu gak kasian aku udah keliling satu jam cari sate ini", ucap Al merasa kecewa.
"Iya, iya aku makan", ucap Zahra sambil mencoba untuk diduk bersandar di kepala ranjang.
Al langsung membantu Zahra untuk diduk, dengan begitu telaten Al mengambil bantal untuk di sandari di punggung Zahra.
"Kamu makan ya sayang", ucap Al sambil menyodorkan sate yang ia beli.
Zahra mengambil satu tusuk lalu memakan nya.
Al hanya melongo melihat Zahra hanya memakan satu tusuk sate, padahal dia berharap Zahra menghabiskan sate yang ia beli.
"Masak ia kamu cuma makan satu sayang, kamu gak kasian sama aku yang udah keliling satu jam untuk mendapatkan sate ini", ucap Al tak habis pikir dengan tingkah isyrinya.
"Tadi kan aku cuma bilang mau makan sate, kan tadi aku udah makan, aku gak salah kan mas?"
"Iya kamu gak salah apa2 sayang, mas yang salah karna beli 10 tusuk".
Ahirnya Al mengalah karna tidak mau membuat Zahra sedih.
sabar Al ini adalah ujian, ya allah masak dia cuma makan satu tusuk, padahal aku udah keliling satu jam, ya allah kasian sekali istri hamba saat mengandung Nino, entah siapa dulu yang memenuhi ngidamnya.
Al bertanya-tanya dalam hati.
"Sisanya kamu aja yang makan mas, lebih baik di makan dari pada mubazir".
Zahra berucap seakan tanpa dosa.
"Iya sayang mas akan makan sampai habis".
Al memakan sate itu sampai habis tak bersisa, namu persaan nya sungguh kecewa, namun sebisa mungkin Al tidak akan menunjukkan kekecewannya pada Zahra.
__ADS_1
"Sini mas, baring di sebelah ku", panggil Zahra sambil menepuk sisi ranjang yang kosong.
"iya sayang, mas segera naik", bahkan Al seperti orang bodoh yang selalu menurut permintaan istrinya.
Apa Al termasuk suami2 takut istri ya?
"Emang mau ngapain sayang?" tanya Al lembut?"
"Mau megang ini mas", ucap Zahra sambil menunjuk ************ Al.
Al menelan salivanya susah payah.
Ya allah cobaan apalagi ini.
Batin Al menjerit.
"Kok cuman di pegang aja sayang? kan kasian kalau nanti dia bangun, apa sekalian di masukin aja", tawar Al karna hasratnya sudah di ubun2, karna sentuhan tangan Zahra yang sangat lembut.
"Aku maunya cuma di pegang, aku gak mau yang enak2".
Ya allah ampuni hamba.
Hati Al semakin menjerit, pasalnya dia sudah tidak tahan karna sentuhan Zahra yang membuat burungnya benar2 meronta untuk di puaskan.
"Stop sayang", cegah Al, karna sudah tidak tahan lagi.
"Kenapa mas?" tanya Zahra dengan polosnya.
"Aku benar2 tidak tahan sayang, sungguh kamu telah menyiksaku", ahirnya Al memberanikan diri untuk bilang sejujurnya.
"Maaf kan aku mas, hisk...hisk...", tiba2 Zahra jadi mewek karna merasa bersalah.
Ya allah aku salah lagi.
Burung yang tadi sempat menegang sempurna kini kembali layu mendengar tangisan Zahra yang semakin menjadi.
"Enggak sayang, kamu gak salah, maaf kan aku, aku tidak bermaksut buat kamu sedih sayang".
Al membujuk Zahra agar berhenti menangis, namu bukan nya berhenti Zahra malah tambah jadi.
"Kalau mas kepengen aku akan melayani mas", Ahirnya Zahra bersuara.
"Gak usah sayang kamu istirahat saja, burung mas udah tidur", tolak Al tidak mau membuat Zahra kecapean, karna burungnya juga udah tidur.
"Jadi mas udah bosan sama aku?" Tangis Zahra seketika pecah mendengar penolakan Al.
Aku salah lagi, apa seperti ini orang yang lagi hamil? ya allah ampuni hamba yang lemah ini, sabar Al sabar...
__ADS_1