
"Kita mau kemana tante?" tanya Nino polos.
"Kita akan ketemuan sama om tampan di cafe sayang", jawab Intan sabil terus fokus menyetir.
Nino mengangguk paham, dan Nino terus bertanya hingga Intan kewalahan untuk menjawab.
Tidak perlu waktu lama Intan dan Nino sudah sampai di cafe yang mereka tuju, "Ayo sayang kita turun", ajak Intan sambil membuka pintu mobil agar Nino keluar.
Di dalam cafe Irfan sungguh tidak sabar menanti pujaan hatinya, dia menyunggingkan seyum saat melihat Intan masuk sambil menggandeng anak kecil.
"Hai", sapa Intan setelah posisinya tepat di hadapan Irfan.
Irfan memandang wajah Intan lekat, dia begitu terpesona melihat kecantikan Intan yang alami dan apa adanya tanpa make up tebal.
"Aku merindu kanmu sayang", ucap Irfan tiba2.
Intan menampilkan senyum manisnya lalu duduk di depan Irfan, "Jangan bicara aneh2 di sini ada anak kecil", ucap Intan sambil melihat ke arah Nino yang menatap Irfan tidak berkedip.
"Hai Boy", sapa Irfan pada Nino.
Nino tersenyum seraya berucap, "Om tampan, apa om pacarnya tante Intan?" tanya Nino dengan melipat tangannya di dada, tatapannya menyelidik penuh ciriga.
"Kata siapa sayang?" tanya Irfan sambil mencubit pipi Nino gemas.
"Kalau bukan pacar, terus ngapain ketemuan di cafe?" tanya Nino lagi.
Membuat Irfan semakin gemes dengan tingkah dan kecerdasan Nino, Intan hanya tersenyum melihat dua orang yang ia sayangin saling melontarkan pertanyaan.
"Dia anak siapa sayang?" tanya Irfan penasaran karna baru kali ini Intan membawa Nino untuk ketemuan dengannya.
"Dia keponakan ku Mas"
Irfan menganguk paham, dalam hatinya Irfan penuh dengan tanda tanya, mengapa wajah Nino sangat mirip seperti wajah bos nya waktu kecil, karna Irfan selalu melihat foto Al yang terpaja di rumahnya dan foto waktu se umuran dengan Nino sekarang.
Setelah mereka selesai makan, Intan pamit ingin pulang karna waktu sudah menunjukkan jam 4 sore, dia takut Zahra marah jika pulang terlalu malam.
"Mas, aku pulang dulu ya, aku takut mamanya Nino marah kalau pulang terlalu malam", jelas Intan.
"Iya sayang hati2 di jalan", jawab Irfan sambil mengusap kepala Nino.
__ADS_1
"Aku pulang dulu ya om, kapa2 kita ketemu lagi", ucap Nino berpamitan.
"Tentu boy", jawab Irfan sambil mencubit pupi Nino gemas.
******
Saat di perjalanan pulang Intan ingat bahwa dia ingin membeli sesuatu di mini market, "Nino sayang, kamu mau ikut tante masuk kedalam mini market atau tunggu di sini sebentar?" tanya Intan setelah sampai di parkiran mini market.
"Nino tunggu di sini aja tante, Nino capek mau istirahat", ucap Nino dengan wajah lesunya.
"Ya udah, tante masuk dulu ya, ingat jangan ke mana2, oke".
"Oke tante".
Ahirnya Inta keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam mini market yang cukup ramai.
Nino duduk sendiri dalam mobil, tiba2 dia melihat seseorang yang sepertinya sudah tidak asing baginya, Nino keluar untuk meyakinkan dirinya bahwa yang ia lihat memang benar orang yang selama ini ia cari.
Tak jauh dari Nino berdiri ada seorang pria tampan sedang menerima sebuah panggilan dia sedang asik mengobrol di telepon.
Sontak Nino berlari dan memeluk kaki jenjang pria tampan itu.
Pria itu sangat terkejut karna tiba2 ada seorang anak kecil yang memeluk erat kakinya, pria itu ternyata Al yang sedang menerima panggilan dari seseorang.
Al melerai pelukan Nino, lalu dia berjongkok di depan Nino.
"Kamu siapa Nak", tanya Al merasa heran karna Nino memanggil nya dengan sebutan papa.
Seketika Nino menatap wajah Al dengan sendu, pandangan keduanya bertemu, betapa terkejutnya Al saat melihat raut wajah Nino yang sangat mirip dengan nya waktu kecil dulu.
"Papa, Nino kangen papa", ucap Nino lagi, lalu memeluk Al dengan sangat erat.
Ada perasaan aneh yang menjalar di hati Al saat Nino kembali memeluknya sangat erat, "Tapi saya bukan papa kamu sayang", jelas Al pada Nino.
Nino melepaskan pelukannya karna mendengar Al mengaku bukan papanya.
Nino menggelengkan kepalanya tak percaya, air matanya meluncur begitu saja, "Papa jahat, papa gak sayang sama Nino dan mama", ucap Nino lalu berlari mennggalkan Al yang masih termenung dengan ucapan Nino.
"Siapa anak itu kenapa dia memanggil ku papa?
__ADS_1
Dengan perasaan kesal Nino meninggalkan Al, dia masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil dengan sedikit kencang,Nino sangat sedih mendengar Al mengaku bukan papa nya, karna Nino yakin orang itu adalah papanya yang ia lihat di foto yang sering di peluk mamanya.
Intan datang dan masuk kedalam mobil, Intan mengerutkan keninggnya heran melihat Nino karna matanya sembab.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Intan lembut.
"Gak apa2 tante, Nino cuma ngantuk", jawab Nino berbohong.
Intan melihat jam tangan yang melinkar di pergelangan tangan nya, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, "pantas saja Nino udah ngantuk", gumam Intan, sambil menghidupkan mobilnya.
Inta melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tanpa Intan sadari dari belakang mobil Al terus mengikutinya, rasa penasaran yang menyelimuti membuat Al ingin mengikuti mobil yang di tumpangi anak kecil itu.
Al terus mengikuti hinggal mobil Intan masuk ke dalam halaman kontrakannya, Al melihat Nino keluar dari mobil sambil berlar dan berteriak memanggil mama.
"Mama...!Nino pulang, teriak Nino pada mamanya.
Al tersenyum melihat kecerian Nino, Al cukup jelas melihat halaman kontrakan Intan karna pagar kontrakannya hanya sebatas dada orang dewasa.
"Anak itu sangat tampan dan lucu", gumam Al, dia segera menghidup kan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan rumah kontrakan Zahra.
Setelah sampai di hotel, Al selalu teringat pada Nino wajah Nino tak lepas dari ingatannya, "Kenapa wajah anak itu tidak bisa hilang dari ingatanku, siapa dia sebenarnya?" tanya Al pada diri sendiri.
Pagi2 sekali Al sudah terbangun, Setelah sholat subuh Al bersiap-siap untuk pergi keluar pagi ini, entah kenapa Al ingin sekali melihat Nino pagi ini, dia berniat untuk melihat Nino dari kejauhan.
Al mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sejak bertemu dengan Nino entah kenapa Al selalu tersenyum, yang ada dalam bayangannya hanya Nino, Anak itu benar2 membuat Al jatuh cinta.
Tak perlu waktu lama Al sudah sampai di depan rumah Intan namun Al memarkirkan mobilnya di sebrang jalan, tadinya Al ingin keluar dan mau bertamu ke rumah Nino, namun di urungkan karna melihat sebuah mobil mewah masuk ke halaman rumah Nino.
Al sungguh terkejut melihat Adit keluar sambil memegang sebuah mainan anak kecil.
"Adit, kenapa dia ada di sini, siapa sebenarnya anak itu?" tanya Al pada dirinya sendiri.
Setelah cukup lama Al menunggu ahirnya Nino keluar dengan Intan, Nino sudah lengkap dengan seragam sekolahnya.
"Aku akan mencari tau, siapa anak itu sebenarnya", gumam Al lirih.
Melihat mobil Intan keluar, Al segera menghidupkan mobilnya dan segera mengikuti mobil Intan, hiñgga mobil Intan berhenti di sebuah sekolah TK favorit di kota surabaya.
"Aku akan menemui anak itu dan bertanya siapa dia sebenarnya, dan ada hubungan apa dia dengan Adit", ucap Al sebelum keluar untuk menemui Nino.
__ADS_1